
" anda pikir saya datang hanya untuk mengatakan omong kosong yang tanpa bukti, jangan bercanda waktu saya sangat berharga untuk melakukan itu" jimy membalas perkataan pak budi dan membuat tuan hendra kaget dengan apa yang ia katakan
" lihatlah ini" ucap jimy mengeluarkan dokumen adopsi fatan dan beberapa lembar foto tua yang merekam keberadaan fauzan dan tuan hendra dalam sebuah foto keluarga, yang juga terdapat tuan darmawan disana.
Tuan hendra melihat dengan seksama dokumen dan foto-foto yang dibawa jimy dan menyadari bahwa itu asli
" apa ini saya tidak mengerti sama sekali" ucap tuan hendra meleparkan kembali berkas yang ia pegang ke atas meja dengan marah
"berhentilah bermain-main apa-apaan semua ini" lanjut tuan hendra yang kini telah berdiri dari duduknya sementara jimy masih duduk dengan tenang disana begitu pula dengan fatan yang berusaha tenang
" kenapa anda begitu marah... bukankah anda meminta bukti dari ucapan saya, dan inilah mereka bukti-bukti yang saya bawa untuk anda lihat, tapi anda malah marah cih... tidak asik" balas jimy dengan santai dan angkuhnya
" apa!!" balas tuan hendra tak percaya dengan perkataan jimy
" sudahlah akui saja, tidak perlu mengelak begitu, cukup dengan satu kata, anda hanya perlu mengiyakan dan semuanya selesai" jimy menekan tuan hendra untuk mengaku dengan gaya santai karena terlalu banyak orang disana, tidak bisa dibayangkan apa yang akan jimy lakukan jika hanya ada dirinya dan target saja disana, bisa saja target akan terluka parah atau bahkan lebih buruk lagi.
" kau diam saja melihat ayahmu diperlakukan seperti ini, katakan padanya untuk segera menghentikan omong kosong ini" kini tuan hendra beralih pada fatan untuk mendapatkan pembenaran
" baiklah ayah, sesuai keinginan ayah" balas fatan mematuhi keinginan tuan hendra
"jimy berhentilah sudah cukup" fatan meminta jimy untuk berhenti yang membuat tuan hendra terseyum penuh kemenangan kearah jimy
" karena sekarang giliranku yang berbicara" lanjut fatan membuat senyum di wajah tuan hendra menghilang dan digantikan senyum licik di wajah jimy
" ayah apa semua ini benar" tanya fatan langsung dan membuat yang mendengar terkejut pasalnya fatan juga mempertanyakan hal yang sama pada ayahnya sendiri dan lebih mempercayai orang luar dari pada keluarganya
" kak?" ucap fina dengan ekspresi bertanya apa yang dilakukan fatan
Fatan mengenggam tangan fina dan menoleh kearahnya dan tersenyum sehingga membuat fina terdiam dan tak jadi mempertanyakan apa yang fatan lakukan
__ADS_1
" apa maksudmu nak?" tanya tuan hendra kini dengan lembut
" aku hanya ingin ayah menjawab apa ini semua benar?" kembali tanya fatan kali ini dengan tegas
" kau mempertanyakan ayah dan lebih mempercayainya, ayah kecewa padamu kau lebih mempercayai orang luar daripada ayahmu sendiri" ucap tuan hendra kini dengan sedih
" lalu dari mana dia bisa mendapatkan bukti-bukti itu jika ini benar-benar hanya omong kosong yang dia ciptakan?" fatan mengebrak meja dengan sangat marah karena tuan hendra masih mengelak meskipun ada bukti yang jelas
" entah darimana orang ini berasal dan tiba-tiba datang menciptakan omong kosong sehingga membuatmu mempertanyakan ayah" balas tuan hendra yang mencoba untuk tenang agar fatan percaya padanya
" dia membawa bukti yang bahkan kita tak tau keasliannya" lanjut tuan hendra
" hentikan itu ayah, ayah tau sendiri bahwa itu asli" balas fatan kembali dengan amarahnya yang tak tertahankan lagi
" mengapa aku harus menanyakannya pada ayah setelah melihat semua ini yang sudah jelas kebenarannya, itu hanya karena aku ingin tau alasan ayah menyembunyikannya selama ini" lanjut fatan masih dengan amarahnya, tuan hendra hanya diam saja dan tak menjawab satupun perkataan fatan
" kemasi barang-barang mu ayo kita pergi sekarang" perintah fatan pada fina
" tapi apa kemasi sekarang" ucap fatan kini membentak fina tanpa ia sadari, mendengar itu fina langsung pergi kekamar tamu yang ia tempati dan mengemasi barang-barangnya
" tunggu jangan pergi" tuan hendra meraih tangan fatan yang hendak pergi kekamarnya untuk mengambil kopernya
" ayah tidak bisa kehilangan mu tolong jangan tinggalkan ayah, ayah bersalah, ayah minta maaf" ucap tuan hendra memelas
" ayah benar-benar minta maaf, ayah tidak bermaksud apa-apa, ayah hanya tidak ingi kau bersedih jika mengetahui apa yang terjadi pada kedua orang tuamu" lanjut tuan hendra yang masih memegangi tangan fatan yang membelakangi dirinya
" saat ayah punya banyak kesempatan untuk menceritakannya mengapa ayah memilih untuk diam, saat aku tau itu dari orang lain aku bertanya-tanya apa alasan ayah menyembunyikannya dariku selama ini, bahkan keberadaan ayah kandungku seperti dihilangkan sepenuhnya dari keluarga ini, tak ada yang pernah berbicara tentangnya atau bahkan mereka mungkin tak tau dia pernah ada... mengapa begitu ayah.. mengapa?" kini fatan bertanya dengan lirih
" ayah meminta mereka semua untuk tak mengungkitnya karena ayah masih sangat bersedih atas kehilangan saudara ayah.. ayah minta maaf jika itu membuatmu salah paham" balas tuan hendra
__ADS_1
Fina telah tiba dengan koper miliknya dan juga milik fatan yang ia bawa sekaligus dengan inisiatifnya sendiri, melihat kedatangan fina fatan melepaskan tangannya dari genggaman tangan tuan hendra
" ayo kita pergi" ucap fatan pada fina dan jimy
" kau tidak percaya pada ayah, kau membenci ayah?" ucap tuan hendra dengan memelas
" aku tidak tau yang jelas aku tidak membenci ayah, aku butuh waktu untuk mencerna semua ini, aku pamit ayah" jawab fatan sembari menarik lengan fina dan koper miliknya menuju pintu keluar
Jimy yang belum pergi mendekati tuan hendra dan berbisik padanya
" anda pasti tau masih ada yang belum saya ungkapkan, saya tau soal pembunuhan itu" bisik jimy membuat tuan hendra terbelalak pasalnya ia tak tau jika jimy mengetahui pembunuhan itu
" kau!!" ucap tuan hendra yang kehabisan kata
" tidak perlu khawatir, selama anda tidak melukainya rahasia itu akan tetap aman, tapi jika dia tergores sedikit saja maka anda tau akibatnya" lanjut jimy mengancam tuan hendra agar tak macam-macam dengan fatan
" saya pamit dulu semuanya" ucap jimy setelah menjauh dari tuan hendra dengan senyum khasnya
Sebelum pergi ia melewati pak budi yang berdiri tak jauh dari tuan hendra, tanpa berniat melewatkan apapun jimy juga memprovokasi pak budi.
" bos anda aktor yang hebat ya" ucap jimy
" apa maksudmu?" tanya pak budi tak mengerti
" bapak sangat mengerti apa yabg saya katakan" jawab jimy dan melanjutkan langkahnya
" oiya tolong jaga diri anda sekalian dengan baik, dan berharaplah agar kita tidak bertemu lagi dalam keadaan seperti ini" ucap jimy sesaat sebelum ia benar-benar pergi dari sana
Bersambung....
__ADS_1
Terimakasih sudah mampir selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰
Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar 🤗