Karamnya Harapan

Karamnya Harapan
Bagian 140 Kebahagiaan Di Langit Malam


__ADS_3

" ayah sudah datang" ucap fatan begitu melihat tuan adhitama dan sang istri memasuki area pesta, sigap pria itu menghampiri tuan adhitama dan bercengkraman dengannya melepas rindu karena tak bertemu dalam waktu yang cukup lama


" apa kami terlambat?" tanya tuan adhitama


" tidak... tidak" balas fatan sembari menggelengkan kepalanya


" kau terlihat sangat tampan sayang" puji nyonya adhitama pada fatan


" terimakasih bunda" balas fatan


" mari ayah.. ku kenalkan dengan ayahku" ucap fatan membawa kedua orang itu mendekat ke tempat tuan hendra berada


" nah ayah.. kenalkan mereka orang tua jimy" ucap fatan selanjutnya pada tuan hendra setelah mereka berdiri cukul dekat


" Hendra Darmawan" ucap tuan hendra sembari mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan kesombongan yang bisa dirasakan oleh tuan adhitama, ia hanya tersenyum tipis pertanda ia mengerti bagaimana watak pria yang berdiri di hadapannya saat ini


" Aditya Adhitama, senang bertemu dengan anda" tuan adhitama menyambut hangat uluran tangan tuan hendra sembari tersenyum manis khas seperti jimy


" dia benar-benar mirip dengan anak itu" ucap tuan hendra dalam hati setelah memperhatikan wajah tuan adhitama dari jarak dekat


" senang bertemu dengan anda juga" balas tuan hendra tersenyum kembali


" saya banyak mendengar tentang anda tentu suatu kehormatan bisa bertemu langsung dengan orang yang luar biasa seperti anda" puji tuan adhitama


" benarkah... saya senang mendengarnya" balas tuan hendra


" ah iya.. ini istri saya pelita darmawan" ucap tuan hendra selanjutnya memperkenalkan lili


" selamat malam.. senang bertemu dengan anda" ucap lili diiringi senyum ramah


" begitu juga dengan saya" balas tuan adhitama


" ini istri saya anita adhitama" lanjut tuan hendra memperkenalkan istrinya


" senang bertemu dengan kalian" ucap nyonya anita dengan sangat lembut dan elegan, itu bukan citra yang harus ia tunjukan tapi ia benar-benar orang yang seperti itu tanpa harus berpura-pura


Saat mereka sedang bercengkraman rasa senang menyelimuti diri fatan melihat kedua orang yang ia sayangi akhirnya bertemu juga, pada saat itu MC memulai acaranya dan mereka harus menghentikan obrolannya

__ADS_1


" acaranya telah dimulai saya berharap bisa berbincang dengan anda lain kali" ucap tuan hendra


" saya juga menantikan hari itu" balas tuan adhitama


Mereka berkumpul untuk mengikuti serangkaian acara yang akan diadakan, puncak acara yaitu penyematan cicin sebagai pertanda bahwa satu sama lain saling memiliki dan terikat satu sama lain keduanya kini menjadi pusat perhatian, fatan menyematkan cincin di jari manis sang pujaan hati dengan sangat bahagia namun ia tak dapat berkata apapun hanya senyum hangat yang terpancar di wajahnya ia begitu terpesona akan kecantikan sang pujaan hati, fina yang juga merasa senang karena menjadi pusat perhatian dan semua orang memujinya cantik, setelah pertukaran cincin semua menikmati pesta yang masih berlangsung hingga tengah malam, para tamu undangan menikmati makanan dan minuman yang telah disediakan, saat pertukaran cincin terjadi jimy menyaksikannya langsung melalui sabunngan video bersama bagas


" hiks..hiks..hiks" jimy menangis sangking senangnya melihat sahabat baiknya telah mengikat diri dan menerima seseorang di dalam hidupnya


" sial aku sangat bahagia sekarang" gumam jimy dengan suara parau karena masih meneteskan air mata sangking senangnya


" selamat berbahagia lentera ku" ucap jimy dan menutup sambungan videonya


Di sisi bagas ia juga sangat senang mendengar ucapan jimy yang terdengar sangat bahagia


" kapan ayah tiba dari bali?" tanya fatan pada tuan adhitama yang mereka berenam sedang berdiri bersama menikmati pestanya


" kemarin" balas tuan adhitama


" bunda pasti sangat lelah ya.. kemarin baru tiba dan malam ini langsung kesini" ucap fatan merasa bersalah karena nyonya anita pasti lelah


" tidak... justru bunda merasa senang sekali bisa melihat mu bertunangan" balas nyonya anita yang terlihat sangat senang


" oiya nak fina... tolong jaga anak ini baik-baik ya terkadang dia bersikap sedikit aneh terkadang juga sangat cerewet, tapi dia sangat jarang menunjukkan apa yang sebenarnya ia pikirkan atau lebih tepatnya terkadang dia tidak bisa mengekspresikan diri dengan tepat" celoteh nyonya anita menitipkan fatan agar dijaga oleh fina, dari perkataannya seolah ia telah mengenal fatan luar dalam membuat tuan hendra merasa jengkel, fina hanya tertawa kecil sembari mengangguk pertanda bahwa ia mengerti


" ternyata anda sangat mengenal putra saya nyonya" ucap tuan hendra berusaha terlihat senang


" ah bukan begitu, dulu mendiang putra saya sering membicarakan putra tuan sehingga saya tau" balas nyonya anita yang merasa tidak enak


" tidak masalah nyonya justru saya merasa senang mengetahui bahwa ada orang lain yang memperhatikan putra saya seperti ini" balas tuan hendra


" kami menganggapnya putra kami juga" timpal tuan adhitama


" benarkah begitu... saya merasa sangat senang sekali" balas tuan hendra sembari tersenyum senang


Malam itu berlalu dengan damai tidak ada hal aneh yang terjadi atau sesuatu yang tidak diinginkan, para tamu undangan juga telah pulang, fatan dan fina memutuskan untuk menginap di hotel saja, terlalu lelah jika mereka harus kembali di tengah malam begini begitu juga dengan tuan dan nyonya adhitama yang memilih bermalam di hotel itu, sementara tuan hendra dan sang istri memilih untuk kembali karena letak kediamannya tak terlalu jauh dari sana.


Pesta telah berakhir fatan dan fina telah kembali ke kamarnya masing-masing, tuan dan nyonya adhitama hendak menuju kamar yang mereka pesan, bagas yang sedari tadi menunggu kesempatan untuk menyapa mereka langsung menghampirinya

__ADS_1


" selamat malam tuan dan nyonya" ucap bagas


" bagas... kau disini?" ucap tuan adhitama begitu melihat bagas menghampiri mereka


" iya tuan... saya bertugas mengatur pesta ini" ucap bagas


" sudah berapa kali saya katakan tidak perlu memanggil tuan panggil saja paman kau itu anak dari teman baik saya" balas tuan adhitama yang sudah sering memberitahukan bagas tentang hal itu


" hehehe iya paman... tadi terbawa suasana" ucap bagas


" ah iya apa dika sedang mengerjakan tugas lain... saat kami kembali ke rumah kami tidak mendapatinya disana?" tanya nyonya anita yang juga terkenal peduli pada orang-orang yang bekerja untuk mereka, wajar jika nyonya anita menanyakan keberadaan dika dikarenakan biasanya jika dika berada di rumah utama atau rumah perlindungan dika akan langsung menghampiri kedua orang itu begitu mereka tiba di rumah utama


" ah itu... sebenarnya dia bertugas di bagian keamanan di pesta ini namun Bi mengatakan bahwa dia tidak bisa dihubungi sejak kemarin malam, dan saya juga telah menghubunginya beberapa kali namun tak bisa juga" jelas bagas terlihat cemas juga tidak biasanya dika tidak bisa dihubungi seperti ini tanpa pemberitahuan, jika ia melakukan tugas di tempat yang tak terjangkau jaringan pasti ia telah memberi tahu bagas terlebih dahulu


" apa yang terjadi dengan anak itu... apa kau sudah meminta seseorang untuk mencarinya?" tanya tuan adhitama yang juga tampak cemas


" sudah paman... saya sudah meminta seseorang untuk menelusurinya dan sekarang karena pekerjaan telah selesai Bi dan M sedang mencarinya juga" jelas bagas


" baiklah... jika kau membutuhkan sesuatu segera hubungi saya.. kau mengerti kan" ucap tuan adhitama memberi pesan


" saya mengerti paman" balas bagas


" saya jadi merasa cemas sekarang" ucap tuan adhitama memikirkan apa yang terjadi pada dika sebenarnya


" tenang saja paman dia pasti baik-baik saja" balas bagas yang percaya bahwa dika pasti baik-baik saja


" saya juga percaya anak itu pasti baik-baik saja dia anak yang tangguh" balas tuan adhitama meyakinkan dirinya sendiri


" sebaiknya paman dan bibi istirahat saja, biar masalah ini saya yang tangani" usul bagas yang tak ingin menganggu istirahat kedua orang itu


" baiklah... segera hubungi saya jika kalian sudah menemukannya" balas tuan adhitama berpesan


" tentu saja paman" balas bagas


Kedua orang itu pun pergi meninggalkan bagas menuju kamar yang telah mereka pesan untuk beristirahat, tuan adhitama percaya bahwa dika akan baik-baik saja karena dahulu dika sering bekerja dengannya saat masih berada di dunia gelap.


Bersambung...

__ADS_1


Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰 Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar 🤗


__ADS_2