Karamnya Harapan

Karamnya Harapan
Bagian 158 Terlalu Banyak


__ADS_3

Masih dimalam yang sama di sisi pak budi untuk memenuhi janji yang telah ia buat dengan bagas, ia akan pergi menemuinya bagas malam ini di kediamannya pasalnya jika bagas yang datang menemui pak budi resikonya akan lebih tinggi untuk diketahui tuan hendra, lagi pula pak budi lah orang yang ingin bekerjasama bukan bagas, kelompok jimy cukup percaya diri dengan kemampuan mereka tanpa harus bekerja sama dengan pak budi bahkan jika memang pal budi berada di jalur yang berbeda dari awal mereka telah memasukkannya kedalam list target, jadi pak budi harus berusaha membuktikan diri bahwa dia berada di kubu yang sama dan tentu saja berguna bagi kelompok jimy.


Kini pak budi telah tiba di rumah bagas dengan menaiki taksi, segera pak budi menekan bel, tak lama setelah bel di bunyikan radif keluar untuk membuka pintu, sebab mereka sudah menunggu pak budi sejak tadi


" bapak sudah tiba.. silahkan masuk" ucap radif mempersilahkan pak budi masuk, kedatangan pak budi telah di tunggu oleh bagas di ruang tamu, terdapat M juga disana


" anda sudah tiba pak... silahkan duduk" ucap bagas mempersilahkan pak budi duduk


" bagaimana keadaan bapak?" tanya bagas


" saya baik-baik saja" balas pak budi, kemudian bagas meminta M untuk menyediakan minuman untuk pak budi, segera M melakukannya.


"langsung ke intinya saja.. kenapa bapak meminta bertemu?" tanya bagas dengan serius


" sekarang dimana kasim?" tanya pak budi


" di rumah perlindungan" balas bagas


" rumah perlindungan... maksud nak bagas di yayasan yang didirikan keluarga adhitama itu?" tanya pak kasim memperjelas, bagas hanya mengangguk


" apa saya bisa bertemu dengan kasim, saya ingin menjelaskan perihal apa yang saya lakukan selama ini pada kasim agar dia tidak salah paham" ucap pak budi meminta ijin bertemu dengan oaky kasim


" baiklah..." balas bagas menyetujui


" lalu apa sekarang?" tanya bagas


" saya sudah menyelidiki bahwa sepertinya tuan hendra tidak tau jika nyonya fatma masih hidup" lanjut pak budi memulai pembicaraan kearah yang ingin mereka bahas


" bapak yakin?" tanya bagas


" sangat yakin" balas pak budi yang terdengar sangat yakin


" baiklah..." balas bagas mengerti


" lalu kami juga punya pengakuan" lanjut bagas setelah menarik nafas panjang

__ADS_1


" pengakuan?" ucap pak budi tak mengerti maksud ucapan bagas


" soal insiden lampu jatuh saat pesta ulangtahun.. saat itu saya pernah mengatakan pada pak budi bahwa tuan hendra adalah dalangnya.. saya berbohong untuk itu dalang sebenarnya adalah fatma" jelas bagas membuat pak budi terkejut


" nyonya fatma.. bagaimana mungkin?" tanya pak budi yang tak mengerti, bagas memperlihatkan bukti berupa foto yang menjadi dasar mereka mengetahui bahwa fatma masih hidup, setelah melihat bukti itu pak budi hanya bisa terkejut saja


" itulah sebabnya kami mencurigai bahwa tuan hendra tau tentang fatma yang masih hidup.. namun setelah pak budi mengatakan bahwa bapak yakin tuan hendra tak mengetahuinya.. maka bisa di simpulkan bahwa fatma tak bekerja sama dengan mantan suaminya" jelas bagas


" apa kalian sudah mengambil tindakan untuk nyonya fatma?" tanya pak budi


"seseorang sudah mengurus hal itu" balas bagas


" maksud nak bagas nyonya fatma sudah..." belum sempat pak budi mengelas ucapannya terpotong oleh bagas


" kami tidak melukainya hanya memantau gerak-geriknya" ucap bagas


" saya juga mengawasinya" ucap pak budi membocorkan tindakannya pada bagas


" saya sudah tau" balas bagas dengan santai, sementara pak budi hanya bisa terkejut kembali mendengar bagas mengetahui tindakannya


" iya, setelah sekian lama saya bisa menahannya namun kini sepertinya tuan bahkan tak menanyakan pendapat saya" jawab pak budi


" bagaimana selanjutnya?" tanya pak budi terkait apa yang akan mereka lakukan, menimbang mereka tak mengetahui sampai kapan tuan hendra akan mempermainkan putranya


" amati saja dulu, jika ada sesuatu yang tidak benar jangan langsung bertindak, kita harus pertimbangkan perasaan fatan juga.. bagaimana pun fatan tidak tau siapa tuan hendra itu" pesan bagas agar mereka jangaj gegabah


" saya tidak tau ini berguna atau tidak... tapi tuan jadi bertindak lebih ekstrim sekarang dan tidak pernah menanyakan pendapat saya lagi semenjak enam bulan terkahir" ucap pak budi


" saya pikir nyonya lili adalah alasan dibalik perubahan sikap tuan hendra" lanjut pak budi, tampak bagas berpikir sebentar sembari mencerna setiap kata yang diucapkan pak budi


mungkin saja itu benar" balas bagas setuju


" baiklah hanya ini yang ingin saya bicarakan dengan kalian.. saya harap kalian bisa melindungi tuan muda dari segala kesengsaraan yang mungkin di ciptakan tuan hendra" ucap pak budi yang ingin pamit setelah membicarakan apa yang ingin dia katakan sekaligus mengkonfirmasi bahwa dia telah sekubu dengan bagas dan kawan-kawan


" sebelum pergi saya ingin tanya sesuatu" ucap pak budi

__ADS_1


" apa?" balas bagas


" apa nak bagas sudah tau sejak awal tentang semua ini... nak bagas tampak tak terkejut dengan apa yang saya katakan?" tanya pak budi merasa penasaran


" tidak... awalnya kami hanya menyelidiki wanita bernama lili itu saja... terkait alasannya menikahi tuan hendra... secara tak sengaja itu membawa kami menuju sesuatu yang lebih dalam" jelas bagas


" menyelidiki nyonya lili... mengapa?" tanya pak budi penasaran


" entahlah... dulu jimy merasa ada sesuatu di balik alasan lili menikah dengan tuan hendra" jelas bagas


" sejujurnya saya juga curiga akan hal itu, tapi setelahnya saya pikir alasannya pasti hanya harta kekayaan tuan hendra saja" ucap pak budi yang sempat mencurigai lili


" benat hanya itu alasan paling masuk akal" balas bagas setuju


" dia tidak tau aja bahwa lili mengenal fatma" pikir bagas yang tak ingin memberitahukan keseluruhan yang ia tau


" baiklah hanya itu yang ingin saya sampaikan, saya pamit sekarang" pamit pak budi sembari bangkit dari duduknya


" baiklah berhati-hatilah di perjalanan" balas bagas yang ikut bangku dari duduknya dan akan mengantarkan pak budi hingga kedepan gerbang


" hati-hatilah dengan nyonya fatma.. kita belum tau apa tujuannya" pesan pak budi sesaat sebelum ia pergi


" baiklah akan kami ingat" balas bagas


" jika ada sesuatu yang bapak temukan lebih dulu jangan sungkan mengubungi saya... kita rekan sekarang" ucap bagas yang di balas anggukan oleh pak budi


" oiya... hampir saja saya lupa... dulu saya pernah mengatakan pada tuan hendra tentang identitas nak bagas yang merupakan anak buah nak jimy" ucap pak budi


" bagus jika tuan hendra tau... akan lebih mudah bagi saya menekannya" balas bagas tak mempermasalahkannya


" baiklah saya permisi nak bagas" pamit pak budi lagi yang kali ini ia benar-benar pergi menaiki taksi online yanh sudah ia pesan beberapa saat yang lalu


Bersambung...


Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰 Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar 🤗

__ADS_1


__ADS_2