
" apa tujuan anda kesini?" tanya bagas langsung tanpa basa-basi lagi, pria berkumis tipis itu terlihat sangat serius, membuat pak budi tampak terkejut
" dia langsung mengatakan itu..." pak budi tak habis pikir dengan bagas
" ternyata kau cukup pintar" balas tuan hendra...seperti gayung bersambut tuan hendra juga tak menyembunyikan tujuannya
"setelah semua yang tak mungkin juga anda tak tau siapa saya kan?" ucap bagas yang tampak tenang
" saya tidak menyangka ternyata kau semenarik ini" ucap tuan hendra yang sungguh tak menyangka bagas begitu berani terbuka padanya
" saya juga tak berpikir saya bisa begitu menarik bagi anda" balas bagas
" sungguh benar... ternyata kau bekerja untuk anak itu, terlihat kesombongan yang luar biasa dalam setiap kata dan tingkahnya yang ceria" ucap tuan hendra
" hubungan kami tak seperti yang anda bayangkan... kami hanya teman.. bukan pekerja dan atasan" balas bagas.. keduanya masih tampak tenang menikmati perbincangan, meskipun pada kenyataannya tuan hendra menjadi pihak yang sedikit tertekan setelah melihat ketenangan bagas, pada awalnya ia datang juga ingin mengintimidasi bagas namun ternyata pria berkumis tipis itu malah tampak tenang dan menikmati perbincangannya
" anak itu sangat menarik... dia bisa mengendalikan putra saya" ucap tuan hendra
" anda berpikir begitu?" balas bagas
" kenyataannya begitu kan" balas tuan hendra
" entahlah saya tak terlalu memperhatikannya... bukankah itu hal yang wajar mereka kan teman, tentu saja harus saling menjaga" balas bagas
" tentu saja harus begitu" balas tuan hendra
" ada satu hal yang membuat saya penasaran.. apa saya bisa tanyakan hal itu?" lanjut tuan hendra
" saya menantikan pertanyaan itu" balas bagas mempersilahkan
" apa tujuanmu berada di sekitar putra saya?" tanya tuan hendra, seolah ia berasumsi bahwa bagas tau lebih banyak dari yang ia bayangkan
" tidak ada yang penting....dia hanya teman dari teman saya... secara otomatis dia juga teman saya" balas bagas
" begitu ya" balas tuan hendra yang berharap mendapatkan jawaban lebih dari itu
" begitulah" balas bagas
" lalu mengapa kau ikut campur soal kasim... saya tau itu kau?" lanjut tuan hendra, kini suasana menjadi sedikit tegang bagi tuan hendra dan pak budi... namun itu tak berlaku bagi bagas
" ah soal itu saya minta maaf karena mengambilnya secara paksa... dari awalkan pak kasim bersama jimy... jadi saya hanya mengambilnya kembali" balas bagas dengan santai
" atas orang-orang yang terluka saya benar-benar minta maaf" lanjut bagas malah tersenyum lebar
__ADS_1
" apa maksudmu dari awal dia milik mu?" tuan hendra menaikkan sedikit nada suaranya
" jangan teriak-teriak tuan nanti ada yang salah paham" balas bagas masih tersenyum lebar
'" tuan tenangkan diri anda" bisik pak budi
" ehem..." tuan hendra mengatur emosinya agar yak tersulut keluar
" jika anda ingin bertemu dengannya seharusnya anda meminta pada saya dengan baik... saya pasti mengijinkan... jangan merebutnya secara paksa begitu... hati saya bisa terluka loh" ucap bagas masih dengan santai namun kalimat itu pasti menekan tuan hendra
" dia benar-benar gila... terlihat sangat santai begitu, padahal dari awal tuan sudah memakannya" ucap pak budi dalam hati yang tak habis pikir dengan tingkah bagas
" saya akan meminta dengan baik lain kali... meskipun pada dasarnya dia milik saya" balas tuan hendra yang masih tentang pak kasim
" saya tidak tau jika dia milik anda... yang jelas saat ini dia bersama saya... jadi itu tanggung jawab saya" balas bagas
" tapi tenang saja saya orang yang menepati janji... jika anda meminta dengan baik saya akan ijinkan bertemu" lanjut bagas
" seharusnya kau tidak mengurusi hal yang tak berkaitan denganmu" ucap tuan hendra
" saya tidak melakukan apa-apa... sungguh..." balas bagas sembari mengangkat sebelah tangannya sebagai tanda ia bersungguh-sungguh, ekspresinya saat ini seolah ia tak tau apa-apa
" terserah kau saja" balas tuan hendra yang terlihat sudah menahan amarahnya
" maaf tuan sepertinya kita harus pergi... anda masih memiliki pekerjaan penting setelah ini" ucap pak budi
" benarkah... saya hampir lupa karena perbincangan kita terlalu menarik" ucap tuan hendra
" sepertinya harus berakhir sampai disini... saya ingin melanjutkannya tapi saya harus pergi... saya harap lain kali kiya bisa berbincang lagi" ucap tuan hendra
"ah sayang sekali... baiklah.. saya juga menantikan untuk berbincang bersama anda lagi" balas bagas, setelahnya bagas mengantarkan mereka hingga keluar dari butik
" hufh... tanggung sekali padahal lagi seru" gumam bagas sembari berjalan kembali menuju ruangannya, ia terlihat sangat senang
Sementara disisi tuan hendra ia terlihat sangay tak senang sama sekali, hingga mereka tiba di dalam mobil dan pergi meninggalkan mall itu tuan hendra tampak memasang wajah masam
" ada apa mas?" tanya lili sembari memegang tangan suaminya itu
" bukan apa-apa... mas hanya lelah saja" balas tuan hendra
Pada dasarnya kedatangan mereka kesana atas keputusan bersama antara suami istri itu, namun tuan hendra tak bisa mengatakan apa yang terjadi di dalam pada istrinya sekarang karena ada pak budi, bagaimana pun juga pak budi tak tau bahwa kedua orang itu bekerjasama atau lebih tepatnya pak budi sama sekali tak tau jika lili juga mengincar fatan
🌹
__ADS_1
Kini mereka telah tiba di kediaman tuan hendra, ia bergegas masuk kedalam rumah dengan perasaan marah yang sedari tadi ia tahan.. ingin rasanya ia menghajar bagas sejak tadi.
" masuklah dulu mas ingin berbicara dengan budi sebentar" uvap tuan hendra pada istrinya
" iya mas" balas lili mengerti
Tuan hendra dan pak budi menuju ruang kerja tuan hendra
" brak!!!" tuan hendra mengebrak meja
" dia benar-benar berani" ucap tuan hendra
" saya juga tidak menyangka tuan.. saya hanya beberapa kali bertemu dengannya saat menangani insiden lampu gantung saat itu" ucap pak budi
" sepertinya dia memperkirakan akan hari ini... dia tak terlihat tegang sama sekali saat kita berbincang" ucap tuan hendra mengingat bagaimana tenangnya bagas dan malah kadang sempat tertawa dan bercanda
" kita harus apa tuan?" pak budi bertanya apa yang akan mereka lakukan tentang bagas saat ini
" untuk saat ini saya masih belum tau... tapi kita pastikan dia tak menghalangi jalan" ucap tuan hendra
" baik tuan" balas pak budi mengerti
" saya akan istirahat sebentar sekarang" ucap tuan hendra
" baik tuan saya akan memeriksa semua pekerjaan terlebih dahulu" balas pak budi
Tuan hendra kembali ke kamarnya, sementara pak budi pergi tetap berada di ruang kerja tuan hendra untuk memeriksa beberapa pekerjaan dan jadwal tuan hendra.
Tuan hendra telah berada kamarnya dan lili juga telah ada disana, terlihat ia baru saja selesai mandi
" sudah selesai?" tanya lili setelah melihat tuan hendra sudah berada di kamar
" pria bernama bagas itu benar-benar menarik" ucap tuan hendra
" apa yang terjadi saat mas berbicara dengannya tadi?" tanya lili tak sabar mengetahui apa yang terjadi
Tuan hendra pun menceritakan apa yang ia perbincangkan dengan bagas.
" hahaha... dia sangat menarik" lili tertawa setelah mengetahui bagaimana si bagas ini, ia tampak tertarik untuk bermain-main dengan bagas
" aku tak tau soal bagas... tapi sepertinya dulu ada seseorang juga yang membantu menangkapku, tapi aku tak ingat bagaimana wajahnya" pikir lili sembari mengingat seseorang yang ia maksud itu
Bersambung....
__ADS_1
Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰 Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar 🤗