
Fina sedang berada di kamar hotelnya sudah selesai bersiap-siap juga dengan di temani oleh ibunya dan adik kembarnya, fina tampak cantik dengan balutan kebaya putih modern, hati yang terus berdengup kencang menunggu saat-saat paling menegangkan, sudah seminggu sejak ia terakhir kali bertemu dengan fatan, ingin rasanya wanita itu bertemu dengan fatan sekarang.
" putri ibu sangat cantik" puji bu lastri melihat betapa cantiknya anak perempuannya itu sekarang
" iya kak fina cantik banget kan jo" timpal joni
" iya cantik banget" balas jojo setuju
" sebentar lagi kamu akan menjadi istri seseorang... kamu harus menjaga baik-baik pernikahan mu" pesan bu lastri agar fina menjaga pernikahannya tetap harmonis
Perbicangan ibu dan anak itu sedang berlangsung namun harus terganggu oleh kedatangan lili dan tuan hendra kesana
" permisi maaf menganggu boleh kami masuk?" ucap lili setelah mengetuk pintu, fina yang melihat keberadaan lili tampak sedikit terkejut
" ah tuan dan nyonya.,. masuklah" ucap bu lastri mempersilahkan kedua orang itu untuk masuk
" kami datang hanya ingin melihat calon menantu saja dan berbicara sebentar" ucap lili dengan ramah pada bu lastri, bagaimana pun juga bu lastri tak tau hubungan lain antara putrinya dan lili
" tentu saja.. silahkan nyonya.. kami akan keluar sebentar" ucap lastri yang tak ingin menganggu perbincangan antara keduanya
" ibu keluar sebentar ya..." ucap bu lastri yang di balas anggukan oleh fina
" joni.. jojo.. ayo kita keluar sebentar" lanjut bu lastri mengajak kedua putranya, si kembar setuju dan mengikuti ibunya keluar meninggalkan fina dan orang tua fatan di sana
" apa yang ingin anda bicarakan?" tanya fina yang masih menjaga seolah ia tak kenal lili dihadapan tuan hendra
" sejujurnya saya tidak menyangka kau akan sampai di titik ini.. meskipun saya mempekerjakan mu untuk ini namun saya masih takjub kau bisa melakukannya" ucap lili sembari mendudukan dirinya di tepi ranjang
" apa?" balas fina menahan keterkejutannya pasalnya lili membahas soal kerja sama mereka di depan ayah fatan
" ah.. mas hendra juga tau soal ini jadi tidak perlu berpura-pura lagi" ucap lili setelah melihat reaksi fina
" kau sangat hebat bisa menaklukkan seseorang seperti fatan" ucap tuan hendra yang juga memilih mendudukan dirinya di samping lili
" tidak begitu tuan" balas fina yang entah mengapa merasa tak senang dengan perkataan tuan hendra
" anak itu sangat sulit di kendalikan dan kau berhasil membuatnya berada di genggamanmu" lanjut tuan hendra, fina hanya tersenyum getir mendengarnya
" tentu saja mas... aku sudah menyusun setiap langkah yang harus dia ambil untuk menaklukkan fatan" balas lili menyombongkan diri karena rencananya sukses sejauh ini
__ADS_1
" iya-iya mas percaya kau sangat berbakat" balas tuan hendra
" aku sudah sangat yakin sulit mendekati fatan langsung jadi aku memintanya mendekati jimy terlebih dulu, ternyata cara itu lebih aman dan sangat ampuh" celoteh lili, entah karena mereka sangat senang sekarang mereka jadi berceloteh tak perlu
" ah si jimy bodoh itu ya... sebenarnya mas juga geram dengannya, dia selalu menjadi penghalang atas semua rencana mas, setelah disingkirkan perjalanan kita jadi lebih mudah" balas tuan hendra berceloteh, fina tampak terkejut mendengar penuturan tuan hendra namun ia menahan diri untuk tak bertanya
"benar juga tujuan kami kesini bukan untuk membahas ini tapi ada perubahan dalam rencana kita" ucap lili pada fina
" ya?" respon fina
" kau tidak perlu menikah" ucap lili
" maksud nyonya?" balas fina masih belum mengerti
" jangan datang saat pernikahan nanti... saya ingin kau pergi sekarang... saya sudah siapkan semuanya kau dan keluarga mu bisa pergi dari sini sekarang" balas lili memperjelas maksudnya
" apa?? kenapa begitu nyonya? bukankah rencana awalnya saya akan menikah dengannya dan menguasai hartanya" balas fina mempertahankan perubahan rencana ini
" sekarang tidak perlu seperti itu, sekarang mas hendra ada di pihak kita jadi urusan harta akan menjadi lebih mudah.. maka dari itu kau pergilah sekarang jangan muncul di pernikahan mu, soal pembagian kau tidak perlu khawatir itu akan tetap sama seperti perjanjian sebelumnya" balas lili, fina menitikan air matanya mendengar penuturan lili yang memintanya meninggalkan pria yang ia cintai dan pernikahan yang ia impikan
" apa tidak bisa pernikahannya di lanjutkan saja nyonya?" tanya fina
" mas hendra hanya ingin melihat fatan jatuh tak berdaya" lanjut lili memperjelas
" apa saya bisa mundur sekarang nyonya?" tanya fina
" apa maksud mu?" balik tanya lili
" saya tidak peduli soal uang saya hanya ingin menikah dengan pria yang sangat saya cintai" jawab lili
" hahahaha... cinta ya... tidak ada yang bermakna dari kata itu... sebaiknya kau pergi sekarang" balas lili sembari tertawa mendengar fina mengatakan mencintai fatan dengan serius
" kau yang dari awal bersandiwara untuk bisa masuk ke kehidupannya kini mengatakan kau mencintainya, itu membuat ku merasa lucu" lanjut lili berusaha menghentikan tawanya
" tapi aku benar-benar serius.. aku akan lakukan apapun untuk nyonya agar aku bisa menikah dengannya" balas fina
" brak!!!!" saat mereka tengah asik membahas rencana yang telah terbilang sukses itu pintu tiba-tiba di buka dengan kasar dan fatan berdiri di sana sepertinya ia mendengar semuanya terlihat jelas dari ekspresinya yang marah, kecewa, sakit hati semuanya bercampur disana
" kak fatan?" ucap fina begitu melihat pria itu kini berdiri di ambang pintu
__ADS_1
" ini tidak seperti yang kakak pikiran dengarkan aku dulu" fina
berusaha menjelaskan
" aku..aku.. aku tidak..." fina tidak bisa melanjutkan kata-katanya hanya ait mata yang terus keluar
" ini semua benar?" ucap fatan pada semuanya yang berada di kamar itu, lili hanya menyeringai tanda ia membenarkannya
" ayah?" ucap fatan mempertanyakan tuan hendra soal apa yang ia dengar barusan
" tentu saja... aku sangat ingin kau hancur... kau sudah merebut segala yang kumiliki" ucap tuan hendra yang kini tak ingin menutupi lagi, ini jauh lebih baik dari rencana mereka
" kalau begitu selamat ayah berhasil" ucap fatan meskipun tak percaya dengan apa yang terjadi, ia membalikkan badan dan meninggalkan ketiganya disana dengan perasaan paling hancur saat ini, sementara bagas yang sejak tadi juga menyaksikan semuanya tak bisa berbuat apa-apa
Fatan melangkah dengan cepat melewati area pesta, fina yang sejak tadi mengejarnya dan terus memanggilnya, pria itu tak menggubrisnya sama sekali ia hanya ingiy segera pergi dari sana
" kak... kak fatan tunggu dengarkan aku" teriak fina di tengah tempat pesta sehingga mereka mampu menjadi pusat perhatian setiap mata yang ada disana, fatan terus melangkah tanpa bergeming sedikitpun
" grep tunggu kak!!" fina meraih tangan fatan dan berhasil mengentikannya, pria itu tak menatap fina sama sekali, gadia itu kini terduduk dilantai untuk meminta pengampunan
" maafkan aku" ucap fina masih menggenggam tangan fatan
" saya memaafkan mu" jawab fatan dengan dingin dan tak melirik fina yang duduk di dihadapannya
" ada apa sayang?" tanya tuan adhitama pada istrinya yang sedang menyaksikan adegan tak terduga itu
" entahlah sayang aku juga tidak tau" jawab nyonya anita yang sedang menyaksikannya dengan seksama, terlihat dari kejauhan tuan hendra dan lili juga menyaksikannya dengan perasaan sangat senang
" aku ingin menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.. aku mohon maaf karena telah membohongi kakak... tapi aku benar-benar sangat mencintai kakak" celoteh fina berusaha memperbaiki kerusakan yang telah ia timbulkan
" tak ada yang perlu di bicarakan" balas fatan menepis tangan fina dan melanjutkan langkahnya
" kau egois... semua orang berhak mendapatkan kesempatan kedua.. dan aku benar-benar mencintaimu" teriak fina yang masih terduduk disana, fatan mengehentikan langkahnya namun tak berbalik melihat fina
" kau benar.. semua orang berhak mendapatkan kesempatan kedua.. tapi kau lupa hal yang paling penting bahwa tak semua orang bisa memberikan kesempatan kedua" ucap fatan yang kemudian melanjutkan langkahnya meninggalkan tempat pesta dan fina yang menangis disana
Bersambung....
Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰 Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar 🤗
__ADS_1