Karamnya Harapan

Karamnya Harapan
Bagian 149 Ambisi


__ADS_3

Keesokan paginya fina yang baru terbangun dari tidurnya merasa terkejut setelah menyadari ia kini berada di kamarnya


" kenapa aku bisa tidur disini... bukankah semalam aku tidur di ruang kerjanya" fina bertanya pada dirinya sendiri mengapa ia bisa tidur dikamarnya, padahal jelas sekali ia mengingat bahwa dirinya tertidur pada sofa yang ada di ruang kerja fatan


" apa dia yang membawaku kemari?" gumam fina lagi


" tidaakk..." fina sedikit berteriak membayangkan fatan menggendong tubuhnya saat memindahkannya ke kamar, ia merasa malu membayangkan hal itu hingga kini wajahnya menjadi merah padam hanya sekedar membayangkannya saja


" aku harus berterimakasih padanya kan?" gumam fina


" tentu saja harus" jawabnya sendiri dan bergegas bangkit dari tempat tidurnya, ia ingin segera menemui fatan


" tunggu sebentar.. sekarang sudah jam berapa" fina merasa sepertinya hari tak lagi pagi


" astaga aku sangat terlambat" ucap fina terkejut setelah mengetahui bahwa sekarang sudah jam sembilan pagi, yang tentu saja fatan sudah tak berada dirumah lagi


" astaga kenapa aku bisa bangun kesiangan" ucap fina yang buru-buru menuju kamar mandi


" maaf aku terlambat bangun... hehehe" sebelum ke kamar mandi fina mengirimkan pesan teks pada fatan karena ia tak memasangkan dasi kekasihnya itu yang sudah menjadi rutinitasnya setiap pagi


Cukup lama fina di kamar mandi seperti wanita pada umumnya, setelah selesai merapikan dirinya juga ia pun keluar dari kamar menuju ruang makan untuk sarapan, keterlambatan fina membuatnya di goda oleh tika


" ehem... yang baru bangun" ucap tika yang sedang menyapu di area dapur


" abis ngapain tuh sampe bangun kesiangan?" goda tika sembari masih menyapu


" apaan sih.." balas fina yang tak ingin menanggapi tika agar tika tak melanjutkan menggodanya


" cerita dong... kabarnya semalam tuan muda menggendong mu hingga ke kamar" tika malah melanjutkan dan semakin kepo dengan apa yang terjadi setelah ia di beritahu oleh riki yang tak sengaja melihat fatan saat memindahkan fina yang sedang tidur menuju kamarnya


" kau dengar hal seperti itu dari siapa?" tanya fina yang terkejut mendengarnya


" ada deh..." balas tika sembari mengedipkan sebelah matanya


" apa ada orang lain yang tau?" tanya fina serius


" hmmm tidak hanya aku dan seseorang yang memberitahu ku" balas tika


" syukurlah.." fina bernafas lega mendengar jawaban tika

__ADS_1


" kenapa tidak boleh ada yang tau... kalian habis ngapain sih" tika kembali mencoba mengorek informasi dan terus menggoda fina yang kini merasa malu


" tidak ada apa-apa" balas fina


"yakin?" balas tika lagi semakin menekan fina


"sudahlah aku mau sarapan dulu aku lapar" fina mengalihkan topik pembicaraan agar tika tak terus menggodanya


🌹 Kediaman tuan hendra


Lili dan tuan hendra sedang duduk di teras rumah menikmati cahaya matahari pagi


" mas meminta pak budi untuk melakukannya?" tanya lili membuka obrolan


" iya" balas tuan hendra


" semoga saja pak budi bisa membawa si kasim ini" balas lili


" dia harus bisa membawanya... tidak ada pilihan lain untuk itu" balas tuan hendra dengan serius


" jujur saja kenapa mas harus menghilangkan si kasim ini?" lili bertanya akan alasan tuan hendra ingin menghabisi pak kasim


"dia tau terlalu banyak" balas tuan hendra singkat


" mas yakin semuanya akan berjalan sesuai rencana mas?" tanya lili lagi


" tentu saja... melenyapkan kasim soal mudah" balas tuan hendra penuh percaya diri


" seperti mas menghabisi si jimy itu" lanjut tuan hendra sehingga membuat lili terkejut


" apa maksud mas?" tanya lili memastikan apa yang ia dengar


" mas selalu ragu menghabisi anak itu, melihat dari bagaimana dia menyelamatkan fatan dari peristiwa itu dan menghilangkan jejaknya hingga satu tahun... mas berpikir anak itu adalah lawan yang sulit tetapi ternyata tidak... jika tau semudah ini dari dulu mas akan melenyapkannya" jelas tuan hendra panjang lebar


" jadi itu benar-benar mas yang melakukanya?" tanya lili memastikan


" jika mas bilang iya.. apa kau akan memenjarakan mas dengan bukti rekaman pernyataan?" balas tuan hendra dengan sedikit nada bercanda karena ia tau bahwa lili takkan melakukan itu


" hahahaha... tentu saja tidak" balas lili sembari tertawa senang mendengarnya

__ADS_1


" aku juga senang anak itu lenyap.. karena dia penghalang terbesar dari rencana kita" lanjut lili yang tentu saja merasa senang


" anak yang menyusahkan" balas tuan hendra setuju dengan pernyataan lili


" aku juga berencana menghabisi anak itu tapi ternyata mas yang lebih dulu" ucap lili memberitahukan niatnya yang juga ingin melenyapkan jimy


" tapi ngomong-ngomong mas.. bukankah akan bagus jika putra kesayangan mas mengetahui bahwa ayahnyalah yang telah melenyapkan kedua orangtuanya" ucap lili yang membayangkan bagaimana reaksi fatan jika tau hal itu, pasti ia sangat terpukul melebihi saat ia tau bahwa dirinya hanya anak angkat tuan hendra


" bagus juga" ucap tuan hendra setelah tampak berpikir beberapa saat


" tapi akan berantakan jika berita ini tersebar ke media" lanjut tuan hendra yang tak ingin hal itu tersebar ke media


" itulah mengapa mas ingin menghabisi si kasim agar semuanya tertutup dari dunia luar" timpal lili


" iya..." balas tuan hendra singkat


" dan mas akan memberitahukan hal ini pada putra kesayangan mas pada saat yang tepat" lanjut lili mengutarakan spekulasinya, mendengar itu tuan hendra hanya menyeringai tanda ia tak membantah ucapan lili


" masih ingin mempertahankan reputasi mas sebagai ayah yang baik ya?" lanjut lili


" tentu saja" balas tuan hendra


"sudah nasib anak itu bertemu dengan orang yang salah dan menjadi menderita" balas lili dan tuan hendra hanya menyeringai menanggapinya


" kita sudah saling mengetahui dan berada di kubu yang sama... apakah istri tersayang mas ini masih akan memberikan racun pada mas... apa tidak ingin memberikan penawarannya pada mas?" ucap tuan hendra sembari menyindir lili yang memberinya racun untuk bisa mengendalikan tuan hendra agar may menuruti perintahnya dengan ancaman itu


" hahahaha... mas benar-benar lucu" lili tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan suaminya


" kenapa malah tertawa?" tanya tuan hendra merasa heran


" dari awal aku tidak pernah meracuni mas.. aku hanya berpura-pura saja... tidak tau ternyata mas mempercayainya" jelas lili masih merasa lucu mengingat tuan hendra memercayai ucapannya


" kau ini benar-benar ya.."balas tuan hendra yang terkejut tapi tak marah, justru ia malah salut dengan kelicikan lili


" mas tidak marah?" tanya lili


" tidak...tidak.. suasana pagi ini sedang bagus" balas tuan hendra


Sepasang suami-istri itu pun melanjutkan menikmati paginya.

__ADS_1


Bersambung...


Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰 Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar 🤗


__ADS_2