Karamnya Harapan

Karamnya Harapan
Bagian 81 Pengintaian


__ADS_3

Setelah menerima perintah dari jimy kini dika dan bagas berbagi tugas untuk mengorek lebih dalam tentang fatma, apa alasan ia memalsukan kematiannya selama ini, siapa saja yang tau tentang kebenaran bahwa fatma masih hidup dan yang terpenting apa tujuannya disini sehingga ia berniat mencelakai fatan.


Dika ditugaskan untuk mengintai setiap gerak-gerik fatma, sedangkan bagas bertugas membuat koneksi agar bisa berhubungan langsung dengan fatma.


Sementara mereka berdua sedang fokus pada pekerjaannya masing-masing di sisi lain pak budi juga sedang mengerahkan orang-orangnya untuk mencari keberadaan pak kasim, bersama dengan itu pak budi yang sedang berada di rumah tuan hendra kembali mendapatkan paket berupa buket mawar yang sangat cantik tentu saja itu untuk tuan hendra


" tuan ada buket lagi untuk anda" ucap pak budi pada tuan hendra yang sedang berada di ruang kerjanya


" apa isinya?" tanya tuan hendra terkait isi dari kartu ucapan yang ada pada buket mawar itu, pak budi mengambil kartu ucapan yang ada pada buket dan membukanya


" jurang yang anda ciptakan sudah terlalu dalam, berhati-hatilah itu bisa menjadi tempat kehidupan anda berakhir" pak budi membacakan isi dari kartu ucapan itu, sontak membuat tuan hedra naik pitam setelah mendengarnya brakk!! tuan hendra memukul meja dengan keras


" apa itu pengirim yang sama?" tanya tuan hendra mengenai pengirimnya


" ya tuan si bunga mawar yang mengirimnya juga seperti sebelumnya" balas pak budi mengiyakan


" kurang ajar" tuan hendra menjatuhkan barang-barang yang ada di atas meja dengan sangat marah


" siapa sebenarnya bunga mawar ini, berani-beraninya dia bermain-main denganku, cari dan temukan dia secepatnya, aku ingin tau siapa orang yang memiliki pena yang sangat tajam seperti ini" tuan hendra memberi perintah untuk mencari sosok di balik bunga mawar


" baik tuan" balas pak budi dan melenggang keluar dari ruang kerja tuan hendra


" aku pasti akan menemukan mu, saat itu terjadi ku harap duri mu akan lebih tajam dari pena mu" gumam pak budi sembari mengemudikan mobilnya meninggalkan kediaman keluarga darmawan


Pak budi telah mencari sepanjang hari, mengunjungi banyak toko bunga di kota untuk setidaknya mendapatkan sedikit petunjuk, namun nihil pak budi tak menemukan apapun selama pencarian, meskipun ia telah memeriksa CCTV di sekitar rumah tuan hendra tetap saja yang terlihat hanya seorang pria menggunakan masker dan topi mengantarkan buket bunga itu dengan menggunakan taksi, sehingga pak budi tak mendapatkan apapun, ia hanya bisa menunggu sampai buket berikutnya datang, mungkin itu satu-satunya kesempatan untuk menangkap langsung pengirimnya


" arrghh!!! ku pikir ini akan jadi pekerjaan yang mudah ternyata sangat sulit" pak budi memukuk stir mobil sangking kesalnya karena tak menemukan apapun


" sial dia lebih cerdik dari yang ku perkirakan, dia tau kami akan mencarinya itulah sebabnya dia tak meninggalkan jejak sedikit pun yang bisa mengarah padanya" gerutu pak budi dengan kesal


" ini pasti pekerjaan seorang ahli, dia bukan seorang amatiran" gumam pak budi menebak sosok si bunga mawar

__ADS_1


" dengan siapa tuan hendra sedang berseteru saat ini" pak budi berpikir keras tentang kemungkinan siapa yang melakukannya


" sekarang aku akan serius, siapapun kamu bunga mawar sampai jumpa di titik terakhir, kita akan lihat siapa yang akan jatuh dan siapa yang akan keluar sebagai pemenang" gumam pak budi dengan senyum yang sulit di artikan


Di tempat lain tentu saja jimy sedang senang karena memikirkan bagaimana reaksi tuan hendra atas hadiah darinya, hingga tanpa sadar ia tersenyum sendiri membuat meri penasaran mengapa jimy tersenyum pasalnya saat ini mereka sedang menikmati makan malam dan tidak saling mengatakan apapun


" meri senang sekali kakak akhirnya punya waktu luang" ucap meri yang sangat senang karena jimy akhirnya bersedia makan malam denganya


" kakak juga senang bisa makan malam dengan meri" balas jimy tanpa lupa senyum manis nan ramahnya


" maaf ya akhir-akhir ini kakak sangat sibuk jadi baru bisa menerima tawaran meri sekarang" lanjut jimy yang merasa tidak enak telah menolak ajakan meri berkali-kali karena sibuk


" enggak apa-apa kok kak... seharusnya meri yang minta maaf karena menggangu waktu kak jimy" balas meri


" meri sama sekali tidak menganggu justru kakak senang bisa keluar seperti ini, setidaknya kakak bisa sebentar menghilangkan semua pikiran agar tidak stress" balas jimy yang tak ingin meri merasa bersalah


" wah.. meri kenyang banget" ucap meri setelah selesai makan, jimy hanya tersenyum melihat tingkah meri yang menggosok-gosok perutnya karena kenyang


" itu bukan masalah" balas jimy dengan senyuman manis yang tak diragukan lagi


" hehehe... makasih banyak ya kak" balas meri yang merasa senang


" mau kemana lagi?" tanya jimy menanyakan tujuan selanjutnya mungkin meri ingin kesuatu tempat lagi


" langsung pulang aja kak, meri harus bangun pagi besok" balas meri yang tak ingin kesiangan


" ya sudah ayo..." balas jimy mengerti dan mengantarkan meri pulang


Tak butuh waktu lama kini jimy sudah tiba di depan sebuah gang menuju kos tempat tinggal meri


" apa lain kali kita bisa keluar lagi seperti hari ini?" tanya meri dengan penuh harap

__ADS_1


" tentu saja jika kakak senggang" balas jimy


" baiklah... terimakasih sudah mengantar meri pulang kak... hati-hati di jalan" balas meri tak lupa ia menambahkan senyum untuk jimy


" sama-sama... kakak pamit ya" balas jimy yang di balas anggukan kepala oleh meri


Jimy melajukan mobilnya meninggalkan meri yang masih berdiri di tempat yang sama, saat mobil jimy telah pergi senyum manis yang sejak tadi terlihat di wajah meri kini berubah menjadi senyum licik


" nyonya bilang kau berbahaya, sepertinya nyonya salah tentang itu, kau begitu lugu dan naif sangat di sayangkan karena kau harus berurusan denganku, salah mu sendiri mengapa kau harus mempunyai senyum semanis itu sehingga membuatku tertarik" gumam meri yang merasa senang karena berpikir jimy telah masuk kedalam permainannya


" hah... pekerjaan ini membuatku lelah" ucap meri sembari melenggang masuk ke dalam gang


Ting.... sebuah pesan masuk di ponsel jimy, ia yang sedang mengemudi mengambil ponsel dan membukanya


" pak budi mencari sosok pengirim buket mawar pada tuan hendra sepanjang hari ini" isi pesan yang di kirim oleh bagas, jimy tersenyum senang mendapatkan pesan itu


" kirimkan lagi besok" balas jimy memberi perintah


" baik" balas bagas


" pak budi aku menantikan pertemuan kita" gumam jimy dengan ekspresi yang sulit di artikan


Tak hanya itu kini pesan masuk datang dari dika


" orang-orang ku mengatakan bahwa beberapa orang datang untuk mencari pak kasim di desa, aku menemukan mereka adalah orang-orang tuan hendra" isi pesan dari dika


" terimakasih terus awasi mereka" balas jimy


" sudah di mulai ya, ini akan semakin seru" gumam jimy sembari menyeringai karena senang


Bersambung....

__ADS_1


Selamat menikmati 😁 Salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰


__ADS_2