
Sesuai rencana sebelumnya fatan akhirnya pergi dengan fina menuju kediaman keluarga jimy sekaligus mengunjungi rumah perlindungan, mereka berangkat pagi-pagi sekali dari kediaman fatan agar tiba lebih cepat di tempat tujuan, kepergian fatan tentu saja telah ia beritahukan pada dika sebelumnya dan dika berat hati karena tak bisa berada di sana sebab ia punya tugas yang harus dikerjakan bersama bagas
Perjalanan yang memakan waktu cukup lama itu kini akhirnya berakhir mereka telah tiba di kediaman keluarga jimy, rumah itu terlihat sangat sepi seperti biasanya, dikarenakan tuan adhitama dan sang istri yang lebih sering berada di bali untuk mengurus bisnisnya
( catatan: bali yang dimaksud disini bukan bali seperti yang kakak sekalian ketahui, melainkan bali disini adalah sebuah pulau kecil milik pribadi tuan adhitama, yang berjarak tak terlalu jauh dari daratan utama, akses ke pulau ini hanya melalui jalur laut, setelah para pengunjung mendarat di bandara terdekat)
" selamat datang kembali tuan muda fatan" sapa seorang pelayan wanita yang terlihat telah mengenal fatan begitu fatan turun dari mobil setelah memasukinya area rumah keluarga adhitama
" terimakasih bik" balas fatan ramah
" selamat datang nona, senang melihat nona juga, saya sudah melihat nona datang berkali-kali bersama tuan muda tapi saya belum sempat menyapa nona secara langsung" celoteh pelayan wanita itu pada fina yang sepertinya ia adalah kepala pelayan di kediaman keluarga adhitama
" terimakasih bik... senang bertemu bibik juga" balas fina sembari tersenyum
" silahkan masuk dan istirahat dulu kalian berdua pasti lelah" tawar pelayan itu
Fatan dan fina mengikuti pelayan wanita itu masuk, tentu saja fatan merasa tak asing dengan rumah itu bagaimana pun juga ia pernah tinggal disana meskipun sebentar jadi rumah itu seperti rumah kedua bagi fatan
" tuan muda akan menginap?" tanya pelayan wanita itu pada fatan setelah fatan duduk di ruang tengah bersama fina dan pelayanan wanita itu telah meminta pelayan lain untuk membawakan minum untuk fatan dan fina
" tidak bik, saya akan pulang nanti setelah mengantarkan beberapa hadiah untuk para penghuni rumah perlindungan" jelas fatan
" benarkah... pasti mereka senang tuan muda mengunjungi mereka" balas kepala pelayan itu terlihat senang mendengar penuturan fatan
" sepertinya nak dika sedang tidak ada dirumah perlindungan" lanjut kepala pelayan itu pada fatan
" saya sudah berbicara dengannya juga dengan bagas bahwa saya kesini dan mereka mengatakan mereka memiliki urusan penting jadi tidak bisa datang" jelas fatan
" baiklah jika begitu, bibik akan siapkan makan siang untuk kalian berdua" balas kepala pelayan
__ADS_1
" kamu istirahat saja saya ingin mengunjunginya sebentar" ucap fatan pada fina, yang dimaksud fatan ingin mengunjungi makam jimy sebab itulah alasan ia berkunjung kekediaman keluarga adhitama, karena ia merindukan bunga mawarnya yang tak lain adalah jimy
" kalau begitu aku akan membantu bibik saja supaya tidak bosan" balas fina memilih tidak ikut ke makam jimy
" apa kamu tidak merasa lelah?" tanya fatan
" tidak" balas fina sembari menggeleng
" baiklah, jangan terlalu memaksakan diri, saya pergi dulu ya" ucap fatan dan melenggang keluar dari rumah
" tuan muda hendak ke makam?" tanya seorang penjaga setelah fatan keluar dari dalam rumah
" iya" jawab fatan
" saya akan temani" ujar penjanga pria itu
" anda yakin?" tanya penjaga itu memastikan kembali
" iya... jika saya butuh sesuatu saya akan memanggil mu" balas fatan meyakinkan
" baiklah... mohon berhati-hati tuan muda" balas penjaga itu yang di sambut anggukan oleh fatan
Sebelum ke pemakaman fatan kembali ke parkiran untuk mengambil setangkai mawar putih di mobilnya, setelahnya ia berjalan menuju area pemakaman milik keluarga jimy, matanya langsung tertuju pada makam sang sahabat tercinta
" hei aku datang... ini untukmu" ucap fatan menyapa rumah sang sahabat tercinta yang kini hanya gundukan tanah
" bagaimana kabarmu?" tanya fatan yang tentu saja takkan ada jawabannya
" aku baik-baik saja, kau pasti taukan... kau tau aku merindukanmu, apa kau merindukanku disana?" celoteh fatan dengan lembut sembari memandangi nisan sang sahabat tercinta
__ADS_1
" tempat kosong di sudut hatiku sudah terisi sekarang dan aku sudah memutuskan untuk selalu bersama gadis pilihanmu itu" fatan masih berceloteh tentang dirinya pada gundukan tanah itu
" entah mengapa gadis ini sungguh bisa mengisi ruang kosong dalam diriku, aku tidak ingin melepaskannya... terimakasih sudah membawanya untukku" fatan terlihat senang sekarang
Sementara fatan masih asik berbicara sendiri di makam jimy, fina juga tengah membantu bibik kepala pelayan untuk menyiapkan makan siang, saat sedang menyiapkan makan siang sebentar fina menggunakan ponselnya ia berdalih untuk menghubungi ibunya
" bik... fina ijin menelpon ibu sebentar, untuk mengabarkan kalau fina sudah tiba" ucap fina meminta ijin karena ia berniat membantu bibik kepala pelayan menyiapkan makan siang
" silahkan nona..." balas bibik kepala pelayan dengan ramah
Fina menjauh sedikit dari area dapur untuk menghubungi seseorang yang ia katakan adalah ibunya
" halo..." ucap fina setelah panggilan tersambung
" bagaimana apa kau melihat pria yang saya tunjukan padamu?" tanya seseorang itu yang tak lain adalah lili
" saya masih di rumah si jimy ini, setelah makan siang kami akan kerumah perlindungan, sepertinya sekilas dulu saya pernah melihatnya pria yang nyonya tanyakan disana, saya akan memastikannya nanti" jelas fina panjang lebar
" saya akan tunggu kabar baiknya, lakukan dengan benar, ingat pria harus berada di bawah kendalimu, begitulah cara mencintai dengan benar" balas lili memanipulasi pikiran fina dan mengontrol semua tindakannya agar rencananya berjalan mulus
" saya akan ingat" balas fina dan mengakhiri panggilan telponya
" jika aku harus kehilangan mu karena sandiwara ini maka aku takkan biarkan kau tau tentang kebohongan yang mempertemukan kita ini untuk selamanya, biarkan saja kau hanya tau bahwa aku mencintaimu tidak lebih dari itu" pikir fina dengan yakin, ia tersenyum bahagia membayangkan hari-hari indah yang akan ia lalui bersama fatan di masa depan
" sungguh indah" gumam fina sembari melenggang menuju dapur dengan riang gembira
Bersambung...
Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰 Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar 🤗
__ADS_1