
Sudah tengah hari namun fatan belum juga keluar dari ruang kerjanya, sebelumnya setelah tuan hendra pergi dari sana bik rani langsung menghampiri ruan mudanya itu dikarenakan tuan mudanya tak kunjung keluar dari ruang kerjanya setelah tuan hendra keluar dengan kesal dari sana, bik rani yang diikuti oleh fina memastikan keadaan fatan apakah ia baik-baik saja, mereka takut fatan akan berbuat sesuatu yang dapat melukai dirinya sendiri lagi, setelah mereka memastikannya dan melihat fatan baik-baik saja mereka meninggalkannya sendiri disana atas permintaan fatan, ia berdalih hanya ingin menenangkan diri sebentar
" sudah hampir jam makan siang tapi dia masih juga belum keluar" pikir fina yang belum melihat fatan dimana pun
" bu... bagaimana ini dia masih belum keluar juga?" tanya fina pada bik rani yang mereka berdua sedang berada di dapur untuk menyiapkan makan siang
" ibu juga khawatir tapi tuan muda ingin sendiri... jadi ibu binguy harus melakukan apa" balas bik rani yang juga tampaknya bingung, memang saat mendapati masalah atau tekanan berat kerap kali fatan mengurung dirinya di kamar tak jarang juga membenamkan seluruh tubuhnya hingga kepala ke dalam bak mandi yang dipenuhi air biasanya jika itu terjadi bik rani dan pelayanan lainnya tak ada yang bisa mencegahnya sehingga mereka kerab memanggil jimy jika ada kondisi seperti itu, namu kali ini siapa yang harus mereka andalkan..
" nak fina pergilah temani tuan muda" ucap bik rani tiba-tiba
" hah???" balas fina kaget
" fina?" ucap fina sembari menunjuk dirinya sendiri mempertanyakan ucapan bik rani barusan
" iya... hanya nak fina yang bisa melakukannya, jika salah satu dari kami yang kesana tuan muda pasti marah besar pada kami karena telah lancang" jelas bik rani akan alasannya meminta fina menemani fatan saat ini
" lalu bagaimana jika dia marah pada fina bu?" tanya fina yang terlihat ragu
" tidak akan... bagaimana pun juga nak fina adalah kekasih tuan muda dan selain nak fina tak ada yang tuan muda biarkan untuk dekat dengannya" balas bik rani menjelaskan alasannya kemabli agar fina mengerti
" ada benarnya juga, dia memang tidak dekat dengan siapapun selain kak jimy dan sekarang hanya ada aku saja... baiklah ini memang tugas ku untuk merawatnya" ucap fina dalam hati membenarkan perkataan bik rani
__ADS_1
" apa aku pantas menjadi seseorang yang penting baginya... aku tau aku tak sebaik yang terlihat tapi bisakah aku berusaha untuk menjadi yang terbaik baginya selama masih ada kesempatan?" fina merasa bersalah akan apa yang sedang ia lakukan sekarang terhadap fatan, ia sadar ini sebuah kecurangan dan ia juga sadar pria tampan itu akan marah besar padanya jika ia mengetahui kebenarannya
" sudahlah fina lakukan saja yang terbaik untuk sekarang, dan sebisa mungkin usahakan ia tak pernah tau apa yang sebenarnya terjadi, aku yakin cinta ku bisa membuatnya memaafkan kesalahan ku" dalam pikirannya fina menyemangati dirinya sendiri, ia tau jalannya salah namun cintanya untuk pria tampan itu nyata bukan sekedar simpati namun ia benar-benar ingin menjadi orang terpenting dalam kehidupan pria tampan itu posisi yang sangat sulit diisi oleh siapapun
Setelah berpikir cukup lama fina memberanikan diri untuk menghampy fatan di ruang kerjanya
" kak.. kak fatan.. ini fina.. apa fina boleh masuk?" ucap fina dari balik pintu setelah ia mengetuknya, suri yang sudah siap di kejauhan jika seandainya tuan mudanya itu tak merespon panggilan fina sama sekali begitu pula dengan bik rani yang memantaunya dari kejauhan
" masuklah" terdengar jawaban dari fatan, membuat fina lega dan memberi kode pada suri dan bik rani bahwa fatan merespon seketika suri dan bik rani merasa lega
" kamu membutuhkan sesuatu?" tanya fatan yang masih terduduk di kursi kerjanya dengan rambut yang telah berantakan namun ruang kerja terlihat rapi seperti fatan tak mengamuk di dalam sana, ia menundukkan kepalanya dan tak melihat fina
" ma..maaf menganggu kakak... em.. itu.. fina khawatir karena kakak tak kunjung keluar dari sini" balas fina ragu, ia juga takut jika membuat pria tampan itu tersinggung, fatan tak merespon perkataan fina, dengan ragu fina mendekat kearah fatan, meskipun status mereka sekarang sepasang kekasih namun tak bisa di pungkiri fina masih belum bisa mengerti tentang fatan sepenuhnya sehingga setiap langkah yang ia ambil harus ia pertimbangan terlebih dahulu, kepercayaan pria ini terhadap wanita telah hancur dan fina sedang memulihkannya secara perlahan
" kak.." ucap fina lagi yang terkejut
" sebentar saja... ijinkan saya seperti ini untuk beberapa saat" ucap fatan yang tak bergeming dari posisinya, mendengar suara berat pria tampan itu fina membiarkannya sembari fina mengelus-elus rambut kekasihnya itu, fina tak tau apa yang sedang terjadi tapi ia tak ingin mempertanyakannya juga
Beberapa saat mereka berdiam di posisinya, hingga akhirnya fatan bersuara
" maaf kita jadi batal pergi hari ini karena ayah tiba-tiba datang" kalimat pertama yang terucap darinya
__ADS_1
" tidak apa-apa kita masih bisa keluar lain kali" balas fina tak mengerti, fatan melepaskan pelukannya pada fina dan merasa malu atas apa yang telah ia lakukan namun ia menutupinya dengan sangat baik
" sebagai gantinya bagaimana jika kita makan malam diluar?" tanya fatan yang kini telah berdiri agar lebih mudah menatap wajah fina
" baiklah" balas fina sembari tersenyum manis
" manis" ucap fatan ketika melihat fina tersenyum
" aa..apa.. kakak mengatakan sesuatu?" tanya fina memastikan pendengarannya
" kamu sangat manis saat tersenyum seperti itu.. saya suka" balas fatan membuat fina malu mendengarnya
" ehem.. karena kakak baik-baik saja fina permisi dulu, ja.. jangan lupa untuk makan siang" balas fina yang merasa malu dan cepat-cepat keluar dari ruangan itu
" kenapa dia jadi malu begitu.. lucunya" gumam fatan merasa gemas dengan fina yang merasa malu saat ia menggodanya
" astaga dia terus terang sekali, apa dia tidak merasa malu mengatakannya secara langsung seperti itu" diluar ruang kerja fina memengangi wajahnya yang memerah karena malu
" hufh.." fina menarik nafas dalam-dalam untuk mengontrol dirinya sendiri
" sepertinya dia tidak ingin membicarakannya sebaiknya aku juga tidak bertanya" gumam fina sembari melenggang menuju dapur
__ADS_1
Bersambung....
selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰 Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar 🤗