
Di kediaman fatan terlihat ia baru saja kembali dari kantor, hari ini ia pulang lebih cepat entah apa sebabnya.
" kakak sudah kembali" ucap fina setelah melihat fatan memasuki rumah dan ia segera menghampiri fatan
" iya... saya pulang cepat hari ini" balas fatan sembari melempar senyum hangat pada fina
" begitu..." balas fina sembari mengangguk tanda ia mengerti
" apa ada yang ingin kamu katakan pada saya?" tanya fatan
" tidak... aku hanya melihat kakak sudah pulang dan menghampiri kakak" balas fina
" apa aku tidak boleh melakukan ini?" tanya fina dalam hati atas apa yang ia lakukan barusan apakah itu salah
" aku kan hanya ingin melihatnya" ucap fina dalam hati sedikit kecewa karena pertanyaan fatan barusan
" kalau begitu saya akan ke kamar dan mandi terlebih dahulu" ucap fatan pamit yang di balas anggukan oleh fina
" setelah saya selesai mandi apa kamu bisa menemani saya minum teh di taman belakang?" tanya fatan sebelum ia benar-benar pergi dari hadapan fina
" tentu saja" jawab fina merasa senang
"baiklah... saya permisi dulu" ucap fatan lagi
Fina bergegas menuju dapur dan membuatkan cemilan untuk disandingkan dengan teh, terlihat ia sangat bersemangat padahal mereka sudah sering menghabiskan waktu bersama, setiap akhir pekan rutinitas fatan pasti sama dan fina selalu menemaninya dan hal itu menjadi kesenangan tersendiri bagi fina, pasalnya fatan orang yang sangat sibuk meskipun mereka selalu bertemu setiap pagi saat memasangkan dasi fatan dan saat sarapan seolah itu belum cukup untuk fina, ia ingin menghabiskan waktu lebih banyak dengan fatan bahkan terkadang ia ingin agar fatan berada di dekatnya sepanjang hari, tantu saja itu tidak mungkin mengingat fatan adalah orang yang sibuk
" rasanya aku semakin serakah saja" gumam fina atas sikapnya yang selalu ingin bersama fatan
" aku ingin selamanya begini" ucap fina sembari memandangi cicin pertunangan mereka yang melingkar di jari manisnya
" nyonya sedang apa disini?" tanya bik rani yang melihat fina di dapur
" ah bu rani..." balas fina yang terkejut mendengar suaranya bik rani
" nyonya sedang melakukan apa disini.. apa nyonya perlu sesuatu?" tanya bik rani lagi
__ADS_1
" ish.. ibu jangan panggil seperti itu panggil saja seperti biasanya" balas fina yang merasa tidak enak bila harus di panggil nyonya oleh bik rani dan para pelayan lainnya, bagaimanapun juga mereka semua telah dianggap teman oleh fina selama fina bekerja di bidang yang sama dengan mereka saat itu
" saya tidak bisa nyonya... itu tidak sopan" balas bik rani
" ayolah bu... kita ini seperti keluarga jadi jangan memanggil saya seperti itu... panggil seperti biasanya saja" balas fina terlihat memohon dengan serius
" baiklah..." balas bik rani meski berat
" lalu nak fian sedang apa disini?" tanya bik rani lagi
"saya sedang membuatkan cemilan yang cocok untuk minum teh" jawab fina
" cemilan?" tanya bik rani
" iya... kak fatan baru saja mengajak saya minum teh di taman belakang setelah ia selesai mandi.. jadi saya pikir sekalian saja saya buatkan cemilan" jelas fina yang terlihat senang
" jadi begitu... nak fina memang sangat pengertian... tuan muda sungguh beruntung mendapatkan pendamping yang sangat mencintainya" ucap bik rani merasa senang melihat betapa fina sangat memperhatikan tuan mudanya
" ibu bisa saja... saya jadi malu" balas fina
" apa mau ibu bantu?" bik rani menawarkan untuk membantu
"baiklah.. kalau begitu ibu permisi dulu" balas bik rani mengerti dan pergi meninggalkan fina di dapur
Sementara itu di kamar fatan terlihat ia baru saja selesai mandi dan kini ia sedang mengeringkan rambutnya, ia melirik kalender yang ada di atas meja kecil tempat buku-buku yang sedang ia baca terletak, pandangannya tertuju pada satu tanggal yang merupakan tanggal ulang tahun fina
" tinggal satu minggu lagi.. aku harus apa ya?" gumam fatan yang sepertinya tampak bingung harus melakukan apa untuk merayakan ulang tahun fina
" apa aku harus membuat pesta yang besar, apa dia akan suka... ini harus jadi ulang tahun yang berkesan, karena ini ulang tahun pertamanya saat kita bersama" terlihat fatan masih bimbang dengan apa yang akan ia lakukan agar bisa membuat ulang tahun fina berkesan
" bagaimana ya?" gumam fatan berpikir keras
" apa dia ingin merayakan ulangtahunnya bersama keluarganya ya?" fatan masih berspekulasi
" tentu saja kan" lanjutnya
__ADS_1
" apa aku tanya dia saja ya... tidak-tidak kalau begitu ini tidak akan jadi ulang tahun yang berkesan" lanjutnya
" aku ingin ada sensasi kejutan... tapi bagaimana?" fatan masih berpikir dan sepertinya belum menemukan sesuatu yang cocok dengan maksud hatinya
" nanti juga ketemu sendiri" lanjutnya, ia telah selesai mengeringkan dan menata rambutnya, segera ia mengenakan pakaian santai dan setelah dirasa penampilannya sudah pas ia segera keluar dari kamarnya menuju taman belakang karena ia ada janji dengan fina untuk minum teh sore ini disana
Saat fatan tiba di sana ia tak mendapati fina disana
" dia belum datang ya" gumam fatan yang langsung duduk menunggu fina, kali ini ia tak membawa buku, kali ini hanya ingin duduk santai bersama fina sembay menikmati secangkir teh dan suasana sore yang bagus, pasalnya jika ia membawa buku maka ia akan tak perduli dengan sekitarnya sama sekali
Tak lama setelah fatan duduk disana fina pun tiba dengan nampan berisi dua cangkir teh dan sepiring cemilan
" kakak sudah datang ternyata" ucap fina setelah melihat fatan telah duduk disana, fatan menoleh kearah sumber suara
" ah iya" balas fatan sembari tersenyum
" astaga dia ganteng sekali" ucap fina dalam hati setelah fatan berbalik melihatnya, meskipun ia telah sering bersama fatan ia tetap di buat takjub dengan ketampanan pria ini
" apa benar mahluk setampan dan sesempuy ini adalah milik ku?" tanya fina dalam hati yang masih tak percaya babay pria tampan dihadapannya ini adalah tunangannya
" duduklah kenapa hanya berdiri saja" ucap fatan yang melihat fina masih berdiri
" ah iya.. iya" balas fina tersadar dan langsung duduk
" aku buatkan cemilan juga untuk menemani teh" ucap fina sembari menyerahkan secangkir teh untuk fatan
" terimakasih" balas fatan menerima secangkir teh itu
"hari ini kakak tidak membawa buku?" tanya fina baru sadar fatan tak membawa buku sama sekali
" tidak.. hari ini saya ingin mengobrol saja denganmu sambil minum teh" balas fatan kembali tersenyum pada fina
" begitu.. aku sangat senang mendengarnya" balas fina balik tersenyum
" benar... pria tampan dan sempurna dihadapan ku ini adalah milik ku dan akan selalu menjadi milikku" ucap fina dalam hati merasa sangat senang
__ADS_1
Bersambung...
Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰 Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar 🤗