
" kebiasaan buruk mu kambuh lagi" ucap fatan begitu melihat jimy keluar dari toilet
" hahaha,.. seperti biasa" balas jimy dengan tawa kecil
" maaf.. tadi sampai mana?" lanjut jimy sembari mendudukan dirinya kembali
" apanya?" tanya fatan yang tak mengerti
" pembicaraan kita" balas jimy
" bukannya sudah selesai" balas fatan
"kapan kau akan menyatakan perasaan mu padanya?" tanya jimy
" menyatakan apanya" balas fatan lesu
" apa lagi sekarang?" tanya jimy yang melihat fatan lesu
" kau diam saja bagaimana aku bisa tau" lanjut jimy yang tak kunjung mendapatkan jawaban dari fatan
" takut penolakan?" tebak jimy
" jadi begitu ya" diamnya fatan seolah membenarkan ucapan jimy
" aku tidak tau bagaimana perasaannya padaku, bagaimana jika itu hanya sebatas kasihan saja" ucap fatan lirih
" kenapa tidak kau cari tau" balas jimy mengusulkan
" bagaimana caranya?" tanya fatan yang terlihat gelisah dengan apa yang harus ia lakukan dengan perasaannya
" bukankah kau lebih paham soal itu dari pada aku" balas jimy mengingatkan fatan, sejenak fatan berpikir dan mencerna apa yang baru saja jimy katakan padanya, seketika terlihat senyum di wajahnya sepertinya ia menemukan cara yang tepat untuk menemukan jawaban dari pertanyaannya
" aku tau harus apa" ucap fatan yang membuat jimy sumringah
" bagus jika begitu" balas jimy yang terlihat senang
" tapi aku butuh bantuanmu" balas fatan
" apapun" balas jimy yang siap membantu fatan
Drrrttt... drrrttt.. suara ponsel fatan memotong pembicaraan mereka saat itu, fatan merongoh sakunya dan mengeluarkan ponsel tertera pak budi disana
" selamat siang tuan muda, mohon maaf mengganggu waktu tuan muda" terdengar suara pak budi saat telpon tersambung
" siang pak, ada apa?" tanya fatan
" jika tuan muda punya waktu senggang bisakah tuan muda mampir untuk makan malam?" tanya pak budi
" dalam rangka apa?" tanya fatan meminta alasan
" tuan besar hanya ingin makan malam dengan tuan muda dan nona yang datang bersama tuan muda saat ulang tahun tuan besar" jelas pak budi
" baiklah saya akan datang" fatan mengiyakan permintaan pak budi dan menutup telponnya
Setelah menutup panggilan fatan melihat jimy yang menatapnya dengan ekspresi jelas bahwa ia bertanya ada apa
" ayah mengundang ku untuk makan malam" ucap fatan yang di balas anggukan oleh jimy tanda ia mengerti
" ayah minta aku datang dengan fina" lanjut fatan yang seketika membuat jimy kembali sumringah
" lalu katakan padanya sekarang, agar dia bisa bersiap-siap" ucap jimy, fatan mengambil kembali ponselnya dan mencari nama fina disana
" halo kak, ada apa?" terdengar suara fina setelah panggilan tersambung
" em.. ayahku mengundang kita untuk makan malam" ucap fatan
" apa!!" fina kaget mendengar penuturan fatan
" kenapa?" tanya fatan
" kenapa tiba-tiba kak?" tanya fina
" apa kau punya rencana lain?" balik tanya fatan
" bukan... bukan begitu kak, hanya saja fina tidak tau harus memakai apa, hehehe..." balas fina dengan tawa kecil
" kakak akan minta bagas mengirimkan mu pakaian" sela jimy yang mendengar obrolan mereka berdua
" kak jimy?" balas fina yang tak tau jika saat ini fatan sedang bersama jimy
" maaf kakak menyela, kakak akan minta bagas mengirimkan pakaian untuk mu" ucap jimy
" tidak... tidak usah kak, fina bisa pakai milik fina saja" balas fina menolak tawaran jimy
" ini bukan tawaran tapi keharusan" balas jimy bersikeras
" tapi kak, fina benar-benar merasa tidak enak" balas fina yang merasa sungkan
" bukankah aku kakak mu, maka ini adalah pemberian seorang kakak untuk adiknya" balas jimy yang terdengar tulus melakukannya
" tapi kak..." fina masih merasa sungkan
" terima saja, dia takkan menyerah sebelum kau menerimanya" sela fatan meyakinkan fina untuk menerima pemberian jimy
" baiklah" balas fina mengerti
__ADS_1
" saya akan menjemput mu nanti bersiaplah" ucap fatan dan memutuskan panggilannya
Setelah panggilan fatan terputus fina yang sedang berada di rumah menjadi panik dan gugup terkait apa yang mereka bicarakan di telpon barusan, sembari menunggu pakaian yang dikatakan kak jimy datang fina memilih untuk melanjutkan pekerjaannya yang sebentar lagi selesai, sekitar satu jam berselang bik rani memanggil fina yang sedang beristirahat di kamarnya
" nak fina" panggil bik rani begitu tiba di depan pintu kamar fina
" iya buk?" balas fina setelah melihat bik rani
" ada yang ingin bertemu dengan nak fina" beritahu bik rani
" bertemu fina, siapa buk?" tanya fina penasaran, pasalnya ia tak punya janji dengan siapapun hari ini, meskipun fina kebingungan ia tetap mengikuti langkah bik rani menuju ruang tamu, ternyata bagas dan salah seorang karyawan wanitanya yang telah menunggu fina
"hai gadis manis kita bertemu lagi" ucap bagas dengan ramah sembari mengulurkan tangannya untuk bersalaman
" pak bagas" ucap fina yang heran mengapa bagas ada di sana
" jangan panggil pak dong kesannya tua banget tau" bagas menolak cara fina memanggilnya
" em.. maaf saya tidak tau harus memanggil bapak dengan apa" balas fina gugup dikarenakan ia salah memanggil bagas dengan sebutan pak
" ya... sesuatu yang enak di dengar, seperti em..sayang juga boleh" balas bagas menggoda fina
" hah?" fina terkejut mendengar penuturan bagas
" saya hanya bercanda, panggil apa saja yang kamu rasa nyaman" ucap bagas berhenti menggoda fina
" baiklah" balas fina sembari mengangguk tanda ia mengerti
" tidak usah gugup begitu, santai saja, saya teman jimy kok" ucap bagas yang melihat kegugupan di wajah fina
" jimy sudah bilang pada saya untuk mengirimkan mu pakaian yang akan kamu kenakan pada makan malam nanti, karena saya sedang luang jadi saya memilih untuk mengatarkannya secara langsung" jelas bagas, fina hanya mengangguk tanda ia mengerti
" nah ini dia" lanjut bagas sembari memberikan tas belanja pada fina
" dia akan bantu kamu untuk bersiap-siap" lanjut bagas menunjuk wanita yang ada di sampingnya
" tidak usah pak, saya bisa sendiri" tolak fina sungkan
" tidak apa-apa, kamu gadis yang manis dia akan membuat kamu lebih manis" kembali bagas menggoda fina
Satu jam telah berlalu sejak bagas berada dirumah fatan, ia sedang menunggu fina yang sedang bersiap-siap dibantu dengan karyawannya, kini fina telah siap dan fatan juga sudah berada disana begitu juga dengan jimy yang tak ingin ketinggalan, fina menuju ruang tamu dengan gaun pendek selutut berwarna dongker yang terlihat sangat cantik dikenakan olehnya, ketiga pria yang melihat fina merasa terhipnotis dengan kecantikan wanita mungil yang ada di depan mereka, dengan kehebohannya jimy langsung menghamburkan diri kearah fina
" astaga manis banget" puji jimy yang terkesima, ia merasa seperti melihat sesuatu yang sangat menakjubkan
" cantiknya" timpal bagas yang tak kalah heboh
" ya kan manis banget" timpal jimy
" bagaimana cantikkan?" jimy meminta pendapat fatan tentang penampilan fina
" dia tidak menjawab dasar curang" balas jimy cemberut
"diam kau cebol" balas fatan menutupi degupan jantungnya yang semakin cepat saat ini
" ayo kita pergi sekarang" lanjut fatan mengajak fina
" dasar" gerutu jimy
Kini fatan dan fina dalam perjalanan menuju kediaman keluarga darmawan yang letaknya sekitar dua jam dari kediaman fatan, dalam mobil hanya ada keheningan diantara kedua insan itu, fatan yang gugup karena fina terlihat sangat cantik malam ini berusaha menyembunyikannya dan fina yang tak tau harus berkata apa juga memilih untuk diam menatap kearah luar jendela.
Kini mereka telah tiba di depan gerbang kediaman keluarga darmawan, fatan yang melihat sepertinya fina gugup mencoba menghilangkan kegugupannya
" ada apa.. apa ada masalah?" tanya fatan yang melihat fina menggenggam erat kedua tangannya sendiri
" tidak apa-apa kak" balas fina berdalih
" gugup ya?" tanya fatan, mendengar itu fina hanya mengangguk
" tidak apa-apa santai saja saya disini" fatan menggenggam tangan fina untuk menenangkannya
" mari masuk, semua akan baik-baik saja" kembali fatan menenangkan fina
" em..." fina mengangguk
" tidak akan ada apapun yang terjadi" ucap fatan menguatkan dirinya sendiri
Bagi fatan rumah itu menyimpan banyak memori kebahagiaan dan juga pengkhianatan, terlebih lagi kini rumah itu menjadi lebih suram baginya setelah seseorang yang menciptakan masa lalu terkelamnya kini berada disana, masa lalu yang berusaha ia lupakan, dengan susah payah bangkit dari keterpurukan, kini masa lalu itu tepat dihadapannya perlahan membawa kembali memori yang tak pernah ingin ia ingat kembali.
Bersambung....
sebuah kisah akan selalu tersimpan dalam ingatan dan relung hati terdalam meskipun itu kisah terburuk sekalipun.
Selamat menikmati 😁 Salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰
JIKA BOLEH KENALAN DULU YUK 😄
Nama: Fatan Darmawan
Lahir: 4 Febuari 1992
Tinggi Badan: 183 cm
__ADS_1
Favorit color: Biru dongker, Hitam, Putih, dan Merah
Hobi: Membaca buku
Ciri-ciri: kulit putih, mata yang sedikit sipit dengan manik bewarna coklat, wajah yang rupawan dengan bibir tipis dan rambut hitam yang panjangnya sebatas pinggang
Nama: Jimy Adhitama
Lahir: 14 April 1990
Tinggi Badan: 170 cm
Favorit color: Hitam, putih, dan ungu
Hobi: memasak dan melakukan hal-hal menyenangkan
Ciri-ciri: kulit putih, bentuk wajah lucu dan manis, mata kecil dengan manik berwarna hitam, rambut hitam sedikit gondrong
Nama: Salfiana (fina)
Lahir: 22 Agustus 1997
Tinggi badan: 150 cm
Warna: ungu, hijau, abu-abu dan putih
Hobi: melakukan hal-hal yang menyenangkan
Ciri-ciri: kulit putih, wajah kecil dan lucu dengan manik mata berwarna hitam, rambut panjang
Nama: Mahardika
Lahir: 9 Januari 1995
Tinggi badan: 180 cm
Hobi: tidak ada yang spesifik dia melakukan semua hal yang ia suka
Ciri-ciri: kulit sawo matang, mata coklat, wajah terlihat sedikit sangar, dan tahi lalat di atas pelipis mata kirinya
Nama: Bagas Putra
Lahir: 1 April 1990
Tinggi badan: 181 cm
Hobi: mendesain pakaian, traveling dan melakukan hal-hal menyenangkan
Ciri-ciri: kulit putih, mata hitam, rambut sedikit gondrong, kumis tipis
Pelita Darmawan
Lahir: 4 September 1988
Tinggi badan: 160cm
Hobi: shopping, traveling
Ciri-ciri: kulit putih, wajah kecil dan manis dengan manik mata berwarna coklat, rambut pendek, tubuh ramping dan tahu lalat di bawah bibir bagian kiri
Nama: Merida
Lahir: 6 Juni 1997
Tinggi Badan: 150 cm
Hobi: shopping, traveling, makan
Ciri-ciri: kulit sawo matang, rambut ikal pendek, mata coklat.
__ADS_1