Karamnya Harapan

Karamnya Harapan
Bagain 131 Ada Apa Ini?


__ADS_3

Seperti yang fatan katakan sebelumnya pada fina bahwa ada masalah mendesak di kantor cabang oleh sebab itu fatan kini sedang dalam perjalanan menuju kesana bersama supirnya sedangkan sekertarisnya berangkat menggunakan mobil yang berbeda dari kantor pusat, sepanjang perjalanan heni menjelaskan tentang apa yang terjadi di kantor cabang selanjutnya setibanya mereka disana wawan selaku manajer di sana telah menunggu kedatangan fatan dengan cemas, setelah perjalanan yang cukup lama kini fatan telah tiba di kantor cabang, disana wawan telah menunggunya


" apa yang terjadi?" tanya fatan begitu ia bertemu dengan wawan


" gudang kita terbakar pak... semua hasil produksi yang akan kita kirim dua hari lagi telah hangus terbakar" jelas wawan


" semua gudang terbakar?" tanya fatan memastikan


" untungnya tidak pak hanya gudang di sisi barat saja yang terbakar pak... sedangkan gudang lama yang berada di sisi timur baik-baik saja pak" jelas wawan


" setengah dari hasil produksi kami menyimpannya di gudang lama sesuai arahan pak jimy sebelumnya untuk mencegah kemungkinan buruk yang terjadi" jelas wawan yang mengikuti saran jimy untuk tak menyimpan seluruh hasil produksi dalam satu tempat untuk mencegah jika ada hal-hal buruk


" baguslah" balas fatan


" kau sudah menemukan sumber apinya?" tanya fatan


" sedang di selidiki pak" balas wawan, fatan mengangguk kecil tanda ia mengerti


" pak... klien baru saja menghubungi kita.. mereka telah mendengar kabar tentang kebakaran di gudang, mereka ingin segera bertemu untuk membicarakan produk yang seharusnya di kirim" ucap sekertaris wawan yang baru saja selesai menerima telpon


" katakan pada mereka kami akan kesana dalan satu jam lagi" perintah fatan


" baik pak" balas sang sekertaris wawan


" heni siapakan apa yang di perlukan kita harus meyakinkan mereka untuk tidak membatalkan kerja samanya" perintah fatan pada heni sekertarisnya


" baik pak... saya permisi" balas heni dan keluar dari ruangan itu bersama sekertaris wawan, bersamaan dengan keluarnya kedua perempuan itu seorang pria datang untuk melaporkan sesuatu


" permisi pak... saya petugas pemadam kebakaran" ucap pria itu setelah mengetuk pintu


" masuklah" jawab wawan


" silahkan duduk" lanjut wawab mempersilahkannya untuk duduk

__ADS_1


" bagaimana... bapak temukan sumber apinya?" tanya wawan langsung


" setelah api berhasil di padamkan kami mencari-cari dari manakah kemungkinan api berasal, dari hasil temuan kami api bersumber dari bagian belakang gudang pak" jelas pria itu yang ternyata anggota pemadam kebakaran


" bagian belakang gudang... setau saya tidak ada apa-apa disana" ucap fatan yang tau betul struktur bangunan disana, ia ingat setiap sudut tempat itu dengan baik, setahunya tak ada apapun di belakang gudang yang bisa memicu terjadinya kebakaran


" benar pak... di belakang gudang hanya ada beberapa material saja" timpal wawan membenarkan ucapan fatan


" apa terjadi karena korsleting listrik?" tanya fatan


" tidak ada cacat pada arus listrik atau yang lainnya pak" jawab pria pemadam itu


" baiklah terimakasih atas informasinya pak" balas fatan yang sepertinya mencium sesuatu yang mencurigakan


" tidak masalah pak itu memang tugas kami... kalau begitu saya permisi dulu pak" balas pria itu


" baiklah sekali lagi terimakasih atas kerja keras bapak berserta tim" balas fatan


" itu sudah menjadi tugas kami pak" balas pria itu


" bagaimana mungkin api itu tidak ada sumbernya?" tanya wawan gagal paham


" api bisa datang darimana saja" balas fatan


" apa maksud bapak?" tanya wawan belum mengerti


" sudahlah jangan pikirkan itu, sekarang kita harus fokus pada pertemuan dengan klien sebentar lagi" balas fatan yang tak ingin memikirkan darimana api itu berasal sekarang


" baik pak" balas wawan


Sementara sang bos sedang berada di ruangan wawan ternyata para karyawan sedang bergunjing lebih tepatnya sedang membicarakan sang direktur yang tak lain dan tak bukan adalah fatan, pasalnya banyak dari mereka yang belum pernah melihat fatan sama sekali sebab semasa jimy masih hidup fatan hanya beberapa kali saja pernah datang ke kantor cabang ini, sehingga hal itu membuat para karyawan baik wanita maupun pria terhipnotis oleh pesona fatan hingga mereka lupa dengan apa yang sedang kantor mereka alami sekarang


"yang berusan datang siapa sih ganteng banget" tanya seorang karyawan wanita pada temannya

__ADS_1


" entahlah mungkin salah satu klien baru" jawab temannya itu


" bener sih emang ganteng parah, apalagi aku juga belum pernah melihat pria dengan rambut sepanjang itu indah banget... jadi gimana gitu" lanjut temannya itu membayangkan bagaimana saat fatan masuk tadi


" jadi pengen peluk... ih.. dia udah ada yang punya ngak ya?" celetuk teman wanita lainnya kecentilan


" ngak tau juga... tapi pengen cium dia deh" celetuk seorang karyawan pria kali ini yang juga terpesona oleh ketampanan fatan


" ish... kamu ada-ada saja kita juga mau tau" balas wanita centil barusan tak terima karena karyawan pria itu malah ingin mencium fatan


" ehem!!!" sekretaris wawan memergoki para karyawan yang sedang berimajinasi itu


" lagi pada ngomongin apa sih?" tanya sekertaris wawan yang telah turun lebih dulu untuk meminta supir menyiapkan mobil, sementara heni memanggil fatan keruang kerja wawan


" eh... mbak.. ini loh mbak.. pria tampan yang datang barusan siapa mbak?" tanya karyawan wanita yang kepo itu


" apa dia masih lajang mbak... kalau iya aku siap kok" timpal karyawan wanita yang centil


" hush... kalian mau di pecat ya.. yang datang barusan itu direktur kita" ucap sang sekertaris memberitahukan identitas pria yang sedang menjadi khayalan para karyawannya itu


" apa!!" mereka terkejut


" jadi beliau pak fatan yang selama ini kita dengar?" tanya karyawan pria yang barusan berkhayal ingin mencium fatan


" iya" balas sekertaris wawan yang dibarengi dengan anggukan kepala untuk menguatkan jawabannya


" bagaimana masih mau mendekatinya?" tanya sang sekertaris meledek, sontak mereka menggelengkan kepalanya sebab mereka pasti sudah mendengar rumah buruk tentang fatan juga tentang ketidak sukaanya pada wanita.


Mereka masih ingin membicarakan fatan namun fatan dan wawan sudah terlihat mendekat kearah mereka, seketika mereka menghentikannya dan memberi hormat pada fatan dan wawan dengan menundukan sedikit kepala tanpa berani mengatakan apa-apa mereka hanya memasang senyum ramah pada fatan, sekertaris wawan yang melihat itu menahan tawanya melihat perubahan ekspresi pada karyawan yang sebelumnya berkhayal tentang fatan.


Bersambung....


Mohon maaf semuanya PK terlambat update lagi 🙏 semoga kakak semua masih disana ya, masih menunggu PK yang updatenya suka ngak jelas 😫 akhir-akhir ini sibuk banget jadi ngak sempat deh 😔

__ADS_1


Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰 Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar 🤗


__ADS_2