
Pagi hari di kediaman fatan, pria tampan itu sedang menata rambutnya dan akan berangkat bekerja, hari ini pria itu menguncir setengah rambutnya sebatas telinga dan membiarkan sisanya tergerai begitu saja, tampak fina baru tiba di kamar pria tampan itu untuk mengenakan dasinya, yang sudah menjadi rutinitas gadis cantik itu
Fatan menatap fina yang sedang memasangkan dasinya, sekelebat pertanyaan muncul di pikirannya
" ulang tahunnya sebentar lagi.. apa yang harus ku lakukan?" tanya fatan dalam hati, tampaknya ia masih bingung bagaimana membuat ulang tahun fina berkesan, mengingat ini ulang tahun pertamanya sejak mereka bersama
" apa aku tanya dia saja ya?" fatan masih memikirkannya
" tidak... tidak.. itu tidak menjadi pesta yang berkesan" fatan menolak pikirannya sediri
" sudah selesai" ucap fina yang telah selesai memasangkan dasi fatan, sepertinya pria itu terlalu tenggelam dalam pikirannya sehingga ia tak menyadari apa yang fina katakan
" kak.. kak... sayang" panggil fina sembari mengguncang tubuh fatan
" iya sayang" ucap fatan spontan dengan ekspresi penuh pertanyaan
" hahahaha" fina tertawa kecil melihat ekspresi fatan
" ada apa?" tanya fatan yang salah tingkah karena malu
" sudah selesai" ucap fina sembari merapikan kembali penampilan fatan
" ah.. benar" balas fatan setelah menyadari dasinya telah terpasang rapi
" saya pergi dulu ya... terimakasih" lanjut fatan sembari pamit dan seperti biasa ia akan mengacak rambut fina, karena gemas melihat gadis kecilnya itu
Fatan keluar dari kamarnya dengan perasaan senang seperti biasanya setelah ia bersama dengan fina, saat menuju mobilnya fatan tak sengaja melirik kearah taman dan mendapati riki sedang menyiram tanaman seketika fatan teringat saat riki menyadari bahwa fina sedang membutuhkan perhatian lebih dan mengatakan hal itu pada fatan
" apa ku tanya dia saja ya?" pikir fatan sembari memperhatikan riki dengan seksama
" tuan muda.." panggil sang supir yang telah membukakan pintu mobilnya namun fatan tak kunjung masuk dan malah memandangi arah kebun
" tunggu sebentar" ucap fatan yang melangkahkan kakinya kearah riki berada
" baik" balas sang supir kembali menutup pintu mobilnya, riki yang sedang menyiram tanaman tak sengaja melirik kearah fatan yang sedang berjalan kearahnya
" perasaanku saja atau dia memang menunju kesini?" gumam riki mengeryitkan dahinya melihat fatan berjalan kearahnya
" sepertinya tuan muda menuju kemari" ucap sang bapak tukang kebun pada riki
" sepertinya begitu" balas riki memerhatikan
" selamat pagi tuan muda" sapa sang bapak tukang kebun dan riki sembari menundukan kepalannya sebagai tanda penghormatan, fatan hanya membalasnya dengan anggukan kecil
__ADS_1
" kau sedang sibuk?" tanya fatan pada riki setelahnya
" sedikit tuan muda... apa tuan muda punya sesuatu yang ingin dikatakan pada saya?" jawab riki dengan sopan
" bisa kita bicara sebentar?" tanya fatan
" tentu saja tuan muda" balas riki bersedia berbicara sebentar dengan fatan
" ikut dengan ku" ucap fatan yang berjalan lebih dulu agak jauh dari tempat riki berdiri sebelumnya karena disana ada sang bapak tukang kebun
" tempat apa yang kira-kira cocok untuk berlibur?" tanya fatan tiba-tiba membuat riki kaget
" hah??" respon riki karena terkejut tiba-tiba mendapatkan pertanyaan seperti itu dari fatan tanpa ada kata pengantar sebelumnya fatan langsung bertanya intinya
" sebentar lagi dia berulang tahun aku ingin membuat ulang tahunnya ini berkesan, jadi aku sudah berpikir apa yang harus kulakukan, sempat terlintas untuk membawanya berlibur dan merayakan ulangtahunnya disana tapi..." jelas fatan pajang lebar, belum sempat ia menjelaskannya hingga selesai riki memotong pembicaraannya
" stop dulu... tunggu sebentar saya bahkan tidak mengerti apa maksud tuan muda" ucap riki yang gagal paham
" tolong jelaskan apa maksud tuan muda" lanjut riki yang masih kelihatan bingung
" fina akan berulangtahun sebentar lagi" ucap fatan
" jadi anda berencana membawanya berlibur sekaligus merayakan ulangtahunnya disana begitu?" tanya riki mengkonfirmasi apa yang ia dengar barusan
" jadi anda berbicara dengan saya pagi-pagi begini untuk menanyakan hal ini?" tanya riki lagi memastikan, fatan mengangguk mengiyakan
" sebentar coba saya pikirkan" ucap riki sembari memegang dagunya tanda ia sedang berpikir dengan serius
" sepertinya itu bagus... ada baiknya anda berdua keluar bersama dan menghabiskan waktu, agar bisa lebih dekat lagi" ucap riki setelah ia terdiam sebentar
" apa anda sudah menentukan tempatnya?" tanya riki selanjutnya
" belum... aku tidak tau tempat seperti apa yang dia sukai" balas fatan
" kenapa tidak bertanya langsung saja?" saran riki
" itu akan mengurangi efek kejutannya" balas fatan
" begitu ya.. baiklah nanti aka saya cari tahu, saya akan memberitahu anda nanti setelah saya mengetahuinya" balas riki
" baiklah... segera bertahu aku jika kau sudah tau" balas fatan mengingatkan
" siap bos" balas riki
__ADS_1
" ya sudah aku akan pergi sekarang... terimakasih sudah memberi saran" pamit fatan yang dibalas anggukan oleh riki
Setelahnya fatan menuju mobilnya dan masuk kedalam mobil kemudian mobil melaju keluar dari area rumah, sang bapak tukang kebun melirik riki pertanda ia bertanya apa yang riki bicarakan dengan tuan mudanya, riki menjawab itu rahasia
" aku akan bertanya pada tika nanti setelah pekerjaan ku selesai" gumam riki yang kemudian melanjutkan pekerjaannya
🌹 di tempat lain
Pak budi yang sedang diliburkan dari pekerjaannya oleh tuan hendra akibat luka tikam pada salah satu kakinya yang dilakukan oleh radif saat pembebasan pak kasim dari penculikan, pak budi menghubungi bagas melalui ponselnya
" halo nak bagas" ucap pak budi setelah panggilannya tersambung
" ah pak budi... ada apa mengubungi saya pagi-pagi begini?" terdengar suara bagas dari sebrang
" bagaimana kondisi kasim.. apa dia sudah aman?" tanya pak budi
" beliau sudah aman" balas bagas
" ah saya hampir lupa... bagaimana kondisi bapak.. anak buah saya menikam bapak kan" tanya bagas
" sudah membaik... itu bukan luka yang serius" balas pak budi
" syukurlah" balas bagas merasa lega
" maafkan orang-orang saya ya pak... dia melakukannya karena suatu alasan dan bukan niat lain" lanjut bagas meminta maaf atas luka yang dialami pak budi, pasalnya tak ada yang menyebutkan hal itu dalam rencana sama sekali
" tidak apa-apa saya mengerti" balas pak budi tak mempermasalahkannya
" oh iya kenapa bapak menghubungi saya... tidak mungkin hanya untuk bertanya kabar kan?" tanya bagas
" tentu saja tidak... saya ingin bertanya kapan kita bisa bertemu?" balas pak budi mengatakan maksudnya menghubungi bagas
" bagaimana jika malam ini?" tanya bagas
" boleh... kebetulan saya baru kembali bekerja besok" balas pak budi
" kalau begitu bapak bisa datang kerumah sayakan?" tanya bagas soal lokasi pertemuan
" bisa... kalau begitu sampai jumpa" balas pak budi dan menutup panggilannya, entah apa tujuan pak budi menemui bagas lagi kali ini, tapi sepertinya bagas telah menduga hal ini akan terjadi.
Bersambung....
Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰 Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar 🤗
__ADS_1
DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA 🇮🇩🇮🇩, do'a dan harapan terbaik untuk negeri ini.