
Pagi ini fatan tetap bangun seperti biasanya meskipun hari ini akhir pekan, setelah sarapan fatan kembali kekamarnya, setelah mengerjakan pekerjaannya fina menyusul fatan kekamarya, untuk memeriksa keperluan fatan, saat ia masuk ke kamar fatan dilihatnya fatan yang sedang duduk di tempat kesukaannya yaitu sebuah sofa di dekat jendela kamarnya dengan sebuah buku di tanganya dan beberapa buku di atas meja kecil yang berada disampingnya, saat fina sedang memeriksa dan membereskan kamar fatan tiba-tiba jimy masuk kekamar fatan
" pagi kekasihku... aku datang" ucap jimy dengan sedikit berteriak, hingga membuat fatan yang sedang fokus membaca berbalik kearahnya begitu juga fina yang sedang membereskan kamar fatan yang tampak kaget dengan kedatangan jimy yang tiba-tiba
" ah... ada fina juga ternyata" ucap jimy setelah melihat fina disana
" pagi kak" sapa fina
" pagi juga" jawab jimy
" sedang apa?" tanya jimy pada fina
" membereskan kamar tuan fatan kak" jawab fina
" begitu ya.. kakak tidak ingin menganggu pekerjaan fina, silahkan lanjutkan" balas jimy yang pergi menghampiri fatan yang kembali fokus ke bukunya
" ada apa?" tanya fatan setelah jimy berdiri dengan bersandar pada jendela di depan fatan
" apanya?" tanya jimy yang pura-pura tidak mengerti apa maksud pertanyaan fatan
" ku pikir kau takkan datang lagi kemari, atau kau amnesia dengan alamat rumah ku, sehingga membuat mu tak pernah menemuiku lagi" ucap fatan yang masih tak melihat kearah jimy
" hahahaha..... aku sedikit sibuk belakangan ini" jawab jimy sambil menggaruk belakang kepalanya meskipun tidak gatal
" begitu ya" balas fatan datar
" sedang apa kau?" tanya jimy
" main golf" jawab fatan ngasal
" astaga es balok ini sedang marah" ucap jimy yang masih terdengar oleh fatan, sedangkan fatan yang mendengar itu hanya diam saja
"astaga dia benar-benar marah" gumam jimy lagi untuk memancing fatan agar berbicara
" hei cebol bisa diam tidak, kau menganggu" ucap fatan yang sebenarnya tidak kesal sama sekali
" siap bos...." balas jimy dengan diiringi senyuman manisnya
Fina yang melihat kedekatan fatan dan jimy merasakan adanya persaan terbakar dalam dirinya meskipun ia sudah sering melihatnya, namun tetap saja entah mengapa kali ini ada persaan terbakar yang membuatnya sesak, tak ingin berlarut fina pun mengembalikan kesadarannya dan menghampiri fatan untuk meminta izin pulang di akhir pekan ini dikarenakan ia sudah lama tidak melihat keluarganya
" permisi.." ucap fina
" ya fina ada apa?" tanya jimy dengan ramahnya
" begini kak fina ingin meminta izin untuk pulang hari ini, besok sore fina akan kembali kesini" ucap fina mengutarakan maksudnya
__ADS_1
" ada apa.. apa ada sesuatu yang terjadi pada keluarga mu?" tanya jimy lagi, sementara fatan hanya mendengarkan pembicaraan mereka berdua
" tidak... tidak kak.. fina hanya merindukan ibu dan adik-adik saja" jawab fina yang membuat jimy lega
" fina hanya ingin menghabiskan akhir pekan dengan jojo dan joni, sudah lama sejak terakhir kali fina mengajak mereka berdua jalan-jalan" lanjut fina
" itupun jika fina diizinkan pulang" lanjut fina dengan ragu-ragu
" jalan-jalan ya..." ucap jimy yang terlihat sedang memikirkan sesuatu
" apa kami juga bisa ikut denganmu?" tanya jimy setelah terdiam beberapa saat yang membuat fina dan fatan kaget
" apa!!!!" ucap fina dan fatan bersamaan
" ada apa dengan kalian, aku hanya bertanya saja" ucap jimy yang tak menyangka soal reaksi mereka berdua
" tapi kak..." ucap fina dengan ragu
" kenapa!!! ah kau ingin menghabiskan waktu dengan keluarga mu saja ya, baiklah kakak mengerti bahwa kakak tidak termasuk kedalam keluargamu, bahkan bukan siapa-siapa mu" ucap jimy dengan berakting menangis yang sangat dibuat-buat
" bu...kan, begitu kak, fina hanya takut kakak merasa tidak nyaman saja" ucap fina yang merasa tidak enak karena jimy salah paham
" semua akan baik-baik saja" ucap jimy masih dengan tangisan alaynya
" terserah kakak saja" jawab fina yang pasrah
" kalau begitu fina siap-siap dulu kak" ucap fina dan pergi meninggalkan kamar fatan
" kak jimy sangat berwarna" gumam fina sambil tersenyum mengingat tingkah jimy barusan
" kenapa wajahmu begitu?" tanya jimy yang melihat fatan mengerutkan alisnya
" sejak kapan ku bilang aku setuju untuk pergi" tanya fatan
" aku tak bertanya padamu, aku tak peduli kau setuju atau tidak yang jelas kita akan pergi hari ini, cepat siap-siap" ucap jimy sembari mengambil buku yang ada di tangan fatan
" aku malas" jawab fatan yang mengambil kembali bukunya dari tangan jimy
" aku tidak bertanya" balas jimy yang mengambil kembali buku di tangan fatan dan kini ia juga menarik tubuh fatan untuk berdiri, dan mendorongnya ke kamar mandi
" cepatlah" ucap jimy setelah menutup pintu kamar mandi
" mari kita cari bajunya" gumam jimy sembari membuka lemari pakaian milik fatan dan melihat-lihat beberapa baju santai untuk fatan
" kau sudah selesai... cepatlah, atau aku akan menarikmu dari sana" tanya jimy pada fatan yang tak kunjung keluar
__ADS_1
" sudah selesai bawel" balas fatan sembari membuka pintu kamar mandi
" ini pakailah pakaian mu" ucap jimy yang menyodorkan pakaian pada fatan
" apa aku harus pergi juga" tanya fatan yang terlihat malas untuk pergi
" kau banyak tanya ya... cepatlah" ucap jimy dengan pakaian yang masih berada ditanganya
" kemari akan aku rapikan rambutmu" ucap jimy setelah fatan selesai memakai pakaiannya
" bagaimana kalau kita ikat saja rambutmu hari ini, agar kau tak merasa gerah saat di luar" tanya jimy yang sedang merapikan rambut fatan
" terserah kau saja" ucap fatan pasrah
" rambutmu sudah bertambah panjang beberapa senti dari sejak terakhir kali aku merapikannya" ucap jimy
" begitukah, berarti sudah lama sejak kau merapikannya terakhir kali" balas fatan
" kau tau... " ucap fatan
" apa?" tanya jimy yang penasaran karena fatan menghentikan omongnya
" kau seperti ibu bagiku" ucap fatan dengan nada sedih yang terdengar di kalimatnya
" aku tau itu, dan seorang ibu selalu menginginkan yang terbaik untuk anaknya kan" balas jimy sembari tersenyum manis
" terkadang aku takut saat seseorang melihat kita berdua dengan tatapan aneh" ucap jimy dengan nada sedih
" kenapa begitu" tanya fatan
" aku hanya takut orang-orang berpikir buruk tentang mu" jawab jimy yang masih merapikan rambut fatan
" citraku sudah buruk sejak kejadian itu dan kau adalah orang yang selalu bersama ku saat aku terjatuh sangat dalam di kegelapan, aku tidak peduli tentang pendapat orang-orang biarkan saja mereka menilai sesukanya, bagiku kau adalah ibu, ayah, saudara, teman, bahkan duniaku" ucap fatan yang membuat jimy terharu
" dasar sialan, jika begini bagaimana aku bisa pergi" balas jimy
yang disambut tawa oleh mereka berdua
Percakapan fatan dan jimy terdengar oleh fina yang ternyata sudah berdiri di depan kamar fatan untuk melihat apakah mereka sudah siap atau belum, sehingga membuatnya salah paham
Bersambung....
Dirgahayu Republik Indonesia semoga rakyat semakin sejahtera dan Indonesia semakin berjaya 🥳🥳🇮🇩🇮🇩
Selamat menikmati 😁 semoga kita bisa bertemu di kolom komentar 😊
__ADS_1
Salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰