Karamnya Harapan

Karamnya Harapan
Bagian 164 Perhatian


__ADS_3

Setelah menyelesaikan makan siang kini mereka memilih untuk berjalan bergandengan di pantai dan menikmati pemandangan alam yang indah


" wah indah sekali... udaranya juga segar" ucap fina yang begitu menikmati pemandangan


" iya tempat ini memang sangat bagus" balas fatan setuju


" apa kakak sering kesini?" tanya fina


" beberapa kali... saya pernah kesini beberapa kali" jawab fatan


" pantas saja pria yang mengantar kita tadi mengenali kakak" balas fina


" eh ada penjual es serut ayo kita beli itu kakak" ajak fina setelah melihat penjual es, fina menarik fatan agar mengikutinya setengah berlari


" tunggu-tunggu sebentar" ucap fatan sembari mengikuti langkah fina yang menariknya menuju penjual es serut itu namun fina seperti tidak mendengarkannya


" sudah sampai" ucap fina setelah mereka tiba di penjual es itu


" pak saya pesan es serutnya satu ya" ucap fina memesan es serut pada penjual


" kakak mau juga?" tanya fina, fatan menggelengkan kepalanya


" ya sudah aku saja" balas fina yang antusias menunggu pesannya


Tak berapa lama pesanan fina telah siap


" ini neng.." ucap sang penjual


" terimakasih pak" balas fina sembari membayarnya, fatan menghentikannya dan berkata dia yang akan membayarnya


" saya saja" ucap fatan yang di setujui fina


" berapa pak?" tanya fatan


" sepuluh ribu saja mas" balas sang penjual


" ini pak" fatan memberikan selembaran lima puluh ribu


" sebentar kembaliannya mas" ucap sang penjual setelah menerima uang dari fatan sembari merongoh tas kecil miliknya


" kembaliannya untuk bapak saja" balas fatan


" tidak bisa begitu mas... saya punya uang untuk kembaliannya kok" ucap sang penjual


" tidak apa-apa pak.. itu rejeki untuk bapak... bapak simpan saja" balas fatan


" kalau begitu terimakasih mas" balas sang penjual, fatan mengangguk dan permisi dari sana, ia membawa fina yang tengah asik menikmati es nya

__ADS_1


" ayo kita duduk disana saja..." ucap fatan mengusulkan duduk di tepi pantai agar fina bisa menikmati esnya dengan santai, fatan menarik tangan fina untuk duduk di sana


" kakak mau?" fina kembali menawarkan es serut itu pada fatan


" tidak... kamu makan saja" balas fatan menolak


" kenapa kakak tidak mau?" tanya fina penuh selidik


" saya belum pernah memakannya" balas fatan yang ternyata belum pernah mencicipi es serut itu... meskipun ia sering melihatnya saat berkunjung ke sana, banyak penjual dari desa terdekat yang berjualan makanan disana mereka mendapatkan ijin dari tuan adhitama.


" saya tidak yakin akan suka dengan rasanya" lanjut fatan akan alasannya tak mau memakan es serut itu


" astaga... kalau kakak tidak mencoba bagaimana kakak tau itu cocok dengan lidah kakak atau tidak" balas fina sembari menepuk jidatnya mendengar alasan fatan tak memakan es serut itu


" nah sekarang coba.. sekali saja" fina menawarkannya kembali, fatan tentang menggelengkan kepalanya


" coba sekali saja ya... ya.. ya.. ya kak" fina memohon agar fatan mau mencobanya dan fina bisa membagikan rasa kebahagiaan yang ia dapatkan saat memakan es serut itu


"saya tidak mau" fatan masih menolak, fina yang merasa geram menangkap wajah fatan dan memaksa membuka mulutnya


" huahuahua.. lepazjjbabzkznm" fatan berbicara tak jelas karena fina memaksa membuka mulutnya untuk memasukkan sesendok es serut itu agar fatan mencobanya


" diam...nah coba sekarang" ucap fina sembari memasukkan sesendok es serut itu kedalam mulut fatan dan segera menutup mulutnya menggunakan tangannya lagi agar fatan tak memuntahkannya, fatan membelalakkan matanya melihat kelakuan fina


" hmmm" fatan berusaha menolak namun pilihannya hanya menelan es itu saja, ia pun menutup mata dan menelan es itu, setelahnya fatan melepaskan tangan fina yang menutupi mulutnya


" bagaimana rasanya?" tanya fina yang tak merasa bersalah sama sekali, fatan mengingat kembali rasa yang ada di dalam mulutnya saat es itu masuk


" tidak buruk" balasnya


"dan kamu jangan pernah lakukan hal seperti itu lagi" lanjut fatan


" jadi kakak mau mencobanya lagi?" fina tak mengindahkan ucapan fatan dan malah menawarkan kembali esnya pada fatan


" tidak... kamu makan saja" balas fatan yang merasa es itu terlalu masih manis, fina melanjutkan menikmati esnya dan benar saja ia tidak mengindahkan ucapan fatan barusan dan malah menyodorkan sesendok es lagi pada fatan, meskipun fatan mengatakan itu masih terlalu manis namun ia mengambil suapan es itu lagi sambil tersenyum begitu juga dengan fina


Fatan terkesan dengan sikap fina yang memaksanya memakan es itu, selama ini tak ada yang bisa melakukan hal itu padanya, fatan tersenyum sembari memandangi gadis yang duduk di sebelahnya, yang terlihat lucu saat sedang menikmati es serut.


" sudah habis?" tanya fatan setelah melihat mangkok esnya kosong, fina mengangguk


" mau lagi?" tanya fatan menawarkan barangkali fina ingin membelinya lagi, fina menggelengkan kepalanya


" mungkin lain kali" balas fina


" lalu sekarang kita akan kemana?" tanya fatan terkait tujuan mereka, ia membiarkan fina memilih tempat tujuan berikutnya


" sekarang..." fina bangkit dari duduknya dan menarik tangan fatan dengan setengah berlari

__ADS_1


" ayo kita main air" ucap fina dengan sedikit berteriak sembari terus melangkah cepat menarik fatan menuju laut


" apa... tunggu-tunggu... tunggu sebentar" ucapan fatan tak terdengar oleh fina yang kini terlihat senang bermain air


Mereka tertawa riang gembira, kebahagiaan menyelimuti diri mereka, saling menyipratkan air hinggap seluruh tubuhnya basah kuyup, terkadang saling menarik agar terjatuh kedalam air, suara tawa fatan yang tak pernah fina dengar kini terdengar dengan jelas begitu juga eksperi bahagia fatan.


" aw.." sepertinya ada sesuatu yang masuk ke mata fatan, seketika fina memerhatikan fatan


" kenapa kakak?" tanya fina yang melihat fatan memegangi mata kirinya


"sepertinya ada sesuatu di mata saya" jawab fatan yang terus mengucek matanya


" jangan di kucek kak nanti iritasi" balas fina yang mendekat kearah fatan dan memegang wajahnya untuk membantunya


" sebentar aku akan membantu kakak" ucap fina yang kemudian meniup mata fatan yang kemasukan pasir


Mereka kini sangat dekat bahkan tak ada jarak antara keduanya, deru nafas dari keduanya bisa terdengar dengan jelas oleh keduanya bahkan hangatnya nafas mereka saling menyatu di udara, jantung yang berdengung semakin kencang bersautan dengan suara ombak di lautan, fatan yang mulai salah tingkah segera menghentikan momen itu


" sepertinya sudah tidak apa-apa" ucap fatan setelah fina meniup matanya berkali-kali


" benarkah... apa sudah tidak apa-apa?" tanya fina memastikan


" iya.. sudah lebih baik" balas fatan


" kamu mau lanjut main airnya?" lanjut tanya fatan


" kita kembali saja kak kita juga sudah basah kuyup begini" balas fina


" ya sudah" balas fatan mengerti, fina berjalan lebih dulu diikuti oleh fatan di belakangnya


" aw...sakit" baru beberapa langkah fina berjalan ia merasa kesakitan di kakinya


" ada apa?" fatan menghampiri fina dengan khawatir


" kakiku sakit" jawab fina, fatan segera membuat dirinya menjadi penopang agar tubuh bisa bisa bersandar padanya


" coba saya lihat sebentar" ucap fatan sembari mengangkat kaki fina yang ia katakan sakit


" berdarah" ucap fina setelah melihat telapak kakinya berdarah


" kita harus segera mengobatinya" ucap fatan


" grep.." fatan mengangkat tubuh fina dan menggendongnya menuju penginapan


Bersambung....


Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰 Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar 🤗

__ADS_1


__ADS_2