Karamnya Harapan

Karamnya Harapan
Bagian 184 Masih Tentang Hal Yang Sama


__ADS_3

Sembari menceritakan apa yang ia temukan dika melampirkan beberapa bukti termasuk perjanjian hutang piutang antara fatma dan pihak bos dari pria bernama rio itu, serta beberapa rekaman panggil telpon antara rio dan fatma serta rio dan bosnya, dari ini pula mereka bisa tau bahwa akan terjadi sesuatu dalam dua bulan lagi, pasalnya fatma menjanjikan akan membayar hutang dalam dua bulan lagi


" wah sepertinya kita akan melihat keruntuhan tua bangka hendra dalam dua bulan lagi" ucap jimy seperti terlihat sangat senang, ia bahkan sempat tertawa sejenak sangking senangnya


" bukankah keruntuhan tuan hendra berarti kemenangan lili dan fatma" ucap dika


" meski tak suka tapi aku harus mengakui itu... yah biarkan saja selama kedua wanita busuk itu tak menyentuh milikku" balas jimy masih merasa tenang karena dari apa yang mereka temukan sasaran kedua wanita itu bukan fatan


" nah sekarang aku hanya perlu menjaga lentera ku tak padam hingga keruntuhan tua bangka hendra" ucap jimy yang berpikir tugasnya hanya menjaga fatan hingga kehancuran tuan hendra... pasalnya jika tuan hendra jatuh maka ia takkan punya kemampuan untuk menganggu fatan dalam hal apapun


" aku masih tidak percaya semua tindakan tuan hendra itu di dasari karena kecemburuan atas kemampuan putranya dan popularitasnya" ucap bagas yang masih tak habis pikir ternyata alasan dari tuan hendra ingin menghancurkan putranya karena kecemburuan terhadap putranya sendiri


" kedengkian bisa membuat seseorang melakukan apa saja" ucap dika


" aku juga meyakini satu hal... bahwa kedengkian itu sudah ada sejak lama, bahkan mungkin kedengkian itu telah di milik oleh tuan bangka hendra pada almarhum fauzan" ucap jimy berspekulasi


" pak budi juga mengatakan hal itu" balas bagas


" jadi benar begitu ya... sepertinya tua bangka itu punya dendam dan kedengkian yang mendalam" ucap jimy seperti merasa jijik dengan tuan hendra


" alasan yang remeh untuk perbuatan yang besar" ucap jimy lagi yang menurutnya kedengkian yang mendasari sebuah perbuatan buruk tuan hendra adalah hal yang remeh


Drrt... drrtt... drrtt... saat perbincangkan itu berlangsung telpon dika berdering, segera ia mengambilnya dari sakunya


" siapa?" tanya jimy


" M.." jawab dika dan langsung mengangkat panggilannya


" ada apa?" ucap dika setelah menjawab panggilan dari M


" nyonya darmawan terlihat datang ke apartemen fatma" ucap M


" kapan?" tanya dika


" baru saja... dan belum keluar hingga sekarang" jawab M


" oke pantau terus dan kabari aku jika ada sesuatu" ucap dika

__ADS_1


" oke" balas M dan memutuskan panggilannya


" ada apa?" tanya jimy


" lili menemui fatma di apartemennya" jawab dika


" hah?" bagas terkejut


" ini semakin menginformasi bahwa mereka dari kubu yang sama, sepertinya mereka bertemu juga untuk membahas kedatangan rio dan rencana dalam dua bulan untuk mengambil alih seluruh aset hendra" jimy malah terlihat santai saja seolah itu sudah seperti yang ia perkirakan sejak tau fatma berhubungan dengan lili dan hutang fatma


" tapi aku merasa ada sesuatu yang aneh... entah kebetulan atau bukan tuan muda fatan juga akan melangsungkan pernikahannya dalam waktu dua bulan lagi" ucap bagas


" benar juga" balas dika


" ah iya juga pernikahannya akan di adakan dua bulan lagi ya" ucap jimy yang juga tau tentang pernikahan fatan


" iya.. tuan muda fatan meminta ku untuk membuatkan gaun pengantin dan juga seluruh persiapan untuk pernikahan" jawab bagas


"hm.. kenapa bisa pas sekali" ucap jimy sembari memikirkan apa keterkaitan antara pernikahan dengan rencana fatma


" apa wanita itu berencana menunjukkan dirinya di pernikahan fatan nantinya?" tanya dika perihal fatma


" apa dari awal memang seperti ini arus yang mereka inginkan... kenapa terasa aneh sekali" ucap bagas yang merasa ada kejanggalan dalam hal ini


" setelah ku pikirkan... sepertinya apa yang dikatakan bagas masuk akal" balas dika sependapat


" tuan hendra juga mendatangiku seolah ingin menginformasikan bahwa dia akan bergerak lagi dalam waktu dekat atau dia mengklaim semua yang terjadi sebelumnya adakah keinginannya" balas bagas mulai menghubungkan semuanya


" tidak menutup kemungkinan tuan hendra terlibat.... tapi aku yakin dia tak tau soal istrinya yang masih hidup... juga tentang siapa istrinya yang sekarang" ucap jimy setelah memikirkan segala kemungkinan yang ada


" jika benar begitu maka tuan hendra di bantu oleh lili untuk menjatuhkan fatan namun di sisi lain lili bersama fatma juga dalam proses penjatuhan tuan hendra" ucap jimy memberitahukan spekulasinya


" apa mungkin begitu?" tanya bagas


" mungkin saja... setelah kita tau hubungan lili dan fatan di masa lalu... hal ini mungkin saja terjadi" ucap dika yang paham maksud jalan pikiran jimy atas kemungkinan yang ia utarakan


" hubungan apa maksud mu?" akhirnya bagas menanyakan apakah hubungan fatan dan lili yang di maksud pasalnya ia tak tau sama selalu perihal itu

__ADS_1


" dika katakan padanya... aku akan memasak makan malam untuk kita... kalian menginap saja" ucap jimy yang bangkit dari duduknya dan menuju dapur untuk memasak makan malam


Atas perkataan jimy... dika pun menceritakan peristiwa yang terjadi saat itu secara rinci.


" hufh.... apa lili benar-benar menargetkan fatan juga... atau dia hanya bersenang-senang sembari melancarkan rencananya pada tuan hendra" gumam jimy yang masih tak menemukan keterkaitan antara pergerakan tuan hendra dengan rencana lili dan fatma


" meskipun aku mengatakan kemungkinan itu tapi aku sendiri tak terlalu yakin tentang itu... tapi memang tak menutup kemungkinan untuk itu" jimy terus memikirkan apa yang terjadi sembari menyiapkan makan malam untuknya dan kedua temannya itu


" ayolah ku mohon jangan ada apapun yang terjadi.. aku sudah lelah mengendalikan diri... jika sesuatu terjadi aku tak yakin bisa mengendalikan diri sebaik ini lagi" jimy ragu ia akan bisa mengendalikan dirinya jika lenteranya terluka lagi


" jika kemungkinan terburuk terjadi apa dia masih bisa bertahan.. dari pada mengkhawatirkan yang lain aku lebih khawatir padanya" jimy terus memikirkan fatan


" ayolah jimy... jangan pikirkan macam-macam kini dia tak sendiri pasti dia bisa mengatasi jika benar-benar ada sesuatu yang buruk" jimy menasehati dirinya untuk tetap optimis


" lebih dari itu aku harus memastikan takkan ada hal buruk yang terjadi" janji jimy pada dirinya sendiri


Beberapa saat berlalu dika telah menyelesaikan ceritanya tentang fatan dan lili... bagas yang baru tau hal itu tentu saja terkejut


" pernah terjadi sesuatu seperti itu?" ucap bagas masih tak percaya


" saat itu aku juga sedang bersama tuan aditya jadi aku baru bisa membantu tuan muda jimy di saat terkahir" ucap dika


" jadi itu alasan sikapnya selama ini" gumam bagas


" nah makan malam sudah siap..." ucap jimy dari dapur memecah suasana yang berkecamuk


" ayo makan malam" ucap jimy memanggil mereka ke ruang tengah


" aku tak menyangka ada hal seperti itu yang terjadi" ucap bagas merasa simpati


" itu sudah lama berlalu... tak perlu di bicarakan lagi" ucap jimy


" lebih baik kita makan malam" lanjutnya yang di setujui oleh kedua orang itu


Makan malam berlangsung dengan selingan perbicangan ringan dan sedikit membahas kembali kemungkinan yang bisa saja terjadi dan rencana kedepannya setelah dua bulan itu.


Bersambung.....

__ADS_1


Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰 Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar 🤗


__ADS_2