
Saat ini waktu menunjukkan sekitar jam sebelas siang dan bagas sedang berada di butiknya, ia tak terlalu sibuk hanya melihat-lihat kondisi butik saja, tiba-tiba seseorang datang menemuinya seseorang yang tak terduga
" nak bagas" terdengar suara seorang wanita memanggil bagas, segera bagas menoleh kearah sumber suara yang memanggilnya betapa terkejutnya ia melihat siapa yang datang dengan nafas terengah-engah
" bik rani?" ucap bagas setelah melihat ternyata yang datang adalah bik rani
" kenapa bik rani disini?" tanya bagas merasa heran dengan keberadaan bik rani di butiknya
" bibi ingin bertemu nak bagas" ucap bik rani
" bertemu dengan saya?" tanya bagas lagi, bik rani hanya mengangguk mengiyakan, bagas mengerti sepertinya ada sesuatu yang ingin dikatakan oleh bik rani padanya dan ia pun membawa bik rani keruang kerjanya agar bik rani bisa berbicara dengannya lebih nyaman
" baiklah... mari kita bicara di ruangan saya" ucap bagas yang di setujui oleh bik rani
" silahkan duduk bik" ucap bagas mempersilahkan bik rani untuk duduk setelah tiba di ruangannya
" minum dulu bik" lanjut bagas memberikan segelas air putih pada bik rani karena dimatanya wanita ini tampak gelisah
" terimakasih" balas bik rani dan mengambil air itu serta meminumnya, setelah dirasa bik rani cukup tenang bagas kembali menanyakan apa yang bik rani lakukan disini
" apa sekarang bibi bisa ceritakan apa alasan bibi menemui saya?" tanya bagas langsung
" budi yang menyuruh bibi menemui nak bagas" balas bik rani
" pak budi... mengapa?" tanya bagas tak mengerti
" aku tau dia mata-mata untuk pak budi tapi mengapa pak budi menyuruhnya menemuiku?" pikir bagas
" ini soal kasim... budi mengatakan bahwa kasim sekarang berada di tangan tuan hendra" jelas bik rani
" pak kasim... ditangan tuan hendra... bagaimana bisa?" tanya bagas menyelidiki
" bibi juga tidak tau budi tidak mengatakan apapun dan hanya meminta bibi menemui nak bagas" jawab bik rani yang memang tak mengetahui apa yang terjadi
"bagaimana saya bisa percaya apa yang bik rani ucapkan itu benar?" tanya bagas kini dalam mode serius auranya tampak berbeda dari biasanya
__ADS_1
" budi juga mengatakan hal yang sama bahwa nak bagas tidak akan percaya begitu saja, jadi dia mengirimkan pesan ini untuk nak bagas" balas bik rani sembari mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan sebuah pesan suara yang di kirim pak budi pada bik rani, bagas membuka pesan suara itu
" aku yang menculik kasim atas perintah tuan hendra.. aku tak bisa menghubungimu secara langsung karena pengawasan sangat ketat.. pilihan ada di tanganmu sekarang kau bisa percaya padaku atau tidak.. tapi yang jelas kasim harus selamat, saat kau mendengar pesan ini kami pasti sedang dalam perjalanan menuju puncak" isi pesan suara yang dikirimkan oleh pak budi
" bagaimana ini... apa aku bisa mempercayainya.. apa ini jebakan.. jika dia yang menculiknya lalu mengapa dia menghubungiku dan memintaku menyelamatkan pak kasim... aku harus bagaimana?" pikiran bagas sedang dalam keadaan bingung sekarang entah ia harus percaya atau tidak
" bisa jadi pak kasim memang di culik tapi apakah aku datang benar-benar untuk menyelamatkannya atau ini jebakan pak budi dengan menggunakan pak kasim?" pikir bagas masih tak tau harus berbuat apa, sesaat ia terdiam dan memejamkan matanya agar bisa menenangkan dirinya dan mampu berpikir dengan jernih terkait apa yang harus ia lakukan
" baiklah.. bik rani silahkan kembali sekarang... selanjutnya biar saya yang mengurusnya" ucap bagas pada akhirnya memilih untuk mempercayai ucapan pak budi dan bik rani
" baiklah nak bagas... bibi kembali dulu bibi tidak bisa pergi terlalu lama" balas bik rani pamit
" baiklah bik.." balas bagas
" mari saya antar hingga kedepan toko" tawar bagas yang di setujui oleh bik rani
Setelah keduanya berpisah bagas segera menghubungi Bi untuk mengkonfirmasi apakah pak kasim tidak berada di rumah perlindungan, setelah di konfirmasi ternyata benar pak budi tak ada di rumah perlindungan setelah sebelumnya ia keluar bersama M dan kini M juga belum kembali segera bagas menghubungi M.
" halo M... apa benar kau keluar dengan pak kasim pagi ini?" tanya bagas setelah panggilan tersambung
" dia sudah menghilang dari sana" ucap bagas membuat M terkejut
" apa??" balas M yang terkejut
" seseorang baru menghubungiku dia telah di culik oleh tuan hendra" jelas bagas
" itu tidak mungkin jelas-jelas aku sedang berada di dekat toilet sekarang" balas M sembari masuk ke dalam toilet dan mencari-cari keberadaan pak kasim namun tak menemukannya
" bagaimana mungkin?" gumam M masih tak percaya bahwa ia kehilangan pak kasim dari pengawasannya
" sudahlah... aku tau kemana tua bangka brengsek itu membawanya.. temui aku di lokasi XX kita akan mengejar mereka" ucap bagas yang sedang berjalan tergesa-gesa menuju parkiran, setelah menghubungi M, ia juga menghubungi radif agar ikut bersama mereka, pasalnya Bi sedang berada di kediaman keluarga jimy dan akan terlambat jika menunggunya
" temui aku di jalan XX ada misi penyelamatan" ucap bagas padat dan jelas setelah panggil tersambung
" baik" balas radif tak mempertanyakan apa yang sebenarnya terjadi
__ADS_1
🌹Di sisi bik rani
Bi rani sedang dalam perjalanan kembali setelah menemui bagas, dalam hatinya bik rani bertanya-tanya tentang apa yang dilakukan pak budi dengan bagas, pak budi hanya mengatakan bahwa bagas memiliki tujuan yang sama dengan mereka
Beberapa saat yang lalu...
Bi rani yang sedang memeriksa pekerjaan para pelayan agar tak ada yang terlewat, tiba-tiba ponselnya berdering dengan nada dering berbeda dari biasanya, nada dering khusus untuk nomor pak budi yang memang sengaja ia atur seperti itu
" kenapa dia menghubungi ku?" pikir bik rani sembari mencari tempat yang sunyi untuk menjawab panggilan dari pak budi
" halo... kenapa menghubungi ku?" tanya bik rani setelah menjawab panggilan
" dengar telah terjadi sesuatu yang buruk... lakukan apa yang ku katakan aku tidak bisa berbicara banyak" ucap pak budi terdengar berbisik
" baik" balas bik rani tak ingin bertanya karena ia merasa seperti pak budi sedang tidak dalam kondisi yang baik sehingga ia berbicara dengan berbisik
" kau harus menemui bagas... kau tau dia kan.. bagas yang temannya nak jimy?" tanya pak budi
" iya aku tau" balas bik rani
" nah bagus kau temui dia dan katakan padanya bahwa kasim sekarang berada di tangan tuan hendra" ucap pak budi agar bik rani menyampaikan pesannya
" kasim... maksudmu kasim yang dulu bekerja di kediaman keluarga darmawan.. dia masih hidup?" tanya bik rani yang memang tak tau bahwa pak kasim masih hidup
" iya kasim yang itu... dia masih hidup dan sekarang sedang dalam bahaya.. jadi kau harus menemui nak bagas untuk meminta bantuannya" jawab pak budi
" tunggu aku masih belum mengerti apa yang kau maksud.. kenapa harus nak bagas?" tanya bik rani tak paham dengan apa yang terjadi
" aku akan menjelaskannya nanti saat kita bisa bertemu, yang jelas sekarang kau temui dia karena aku tak bisa menghubunginya" ucap pak budi
" dengar dia dan kita memiliki tujuan yang sama jadi pergilah temui dia.. aku akan jelaskan semuanya setelah aku kembali" lanjut pak budi
" baiklah" balas bik rani setuju dan akhirnya ia menemui bagas seperti apa yang dikatakan pak budi meskipun ia tak tau apa sangkut paut antara mereka dengan bagas dan tentang pak kasim yang masih hidup.
Bersambung...
__ADS_1
Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰 Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar 🤗