
Jimy baru tiba di rumahnya saat sore hari.
" bagaimana keadaannya?" tanya jimy pada Bi dan M yang berjaga di sana
" dia sudah bangun bos.. namun belum mau makan apapun dan hanya berbaring saja di tempat tidur" jelas Bi
" tadi beliau sempat menanyakan keberadaan bos" timpal M
" baiklah terimakasih sudah menjaganya selama aku pergi" balas jimy yang langsung menuju kamar fatan
" tidak masalah bos" balas Bi dan M bersamaan, untuk sementara jimy meminta kedua orang itu untuk berada di rumahnya sebelum serangan balik benar-benar di mulai
" cklek!!" pintu kamar fatan terbuka terlihat ia sedang berbaring saja di ranjang menatap langit-langit, pria itu benar-benar seperti mayat hidup, bukan tanpa alasan jimy sudah melalui hal seperti ini di masa lalu saat fatan di tinggalkan oleh lili kala itu
" aku pulang" ucap jimy sembari menutup pintu dan menghampiri fatan yang menoleh kearahnya tanpa berniat untuk bangkit dari tempat tidurnya
" bagaimana kabar mu?" tanya jimy sembari membantu fatan bangkit, fatan tak menjawabnya
" kau belum makan ya.. ku dengar dari Bi dan M, kau tak mau makan" ucap jimy, fatan hanya menggeleng saja sembari melihat jimy.
Setelah mengetahui bahwa ia masih hidup dan juga jimy juga masih hidup, fatan tak kuasa untuk marah pada jimy karena membohonginya soal kematiannya.
" nah bagaimana kalau kau mandi dulu.. setelah itu kita akan makan" ucap jimy yang dibalas anggukan oleh fatan
" nah ayo bangunlah" jimy menarik fatan untuk bangkit dari posisi duduknya saat ini dan membawanya hingga pintu kamar mandi
" bisa mandi sendiri kan?" tanya jimy yang di balas anggukan oleh fatan
" aku akan menunggu disini" jimy mendorong pelan tubuh fatan agar masuk ke kamar mandi dan menutup pintunya
Sembari menunggu fatan selesai mandi jimy menyiapkan pakaiannya, cukup lama fatan di kamar mandi membuat jimy khawatir
" kau sudah selesai.. apa masih lama?" tanya jimy dari balik pintu kamar mandi
__ADS_1
" cklek!!!" pintu terbuka dan fatan keluar
" kenapa lama sekali aku takut kau kenapa-napa" ucap jimy namun tak ada respon dari fatan sama sekali
" nah ayo duduklah aku akan keringkan rambutmu" jimy menarik fatan agar duduk
" oiya hari ini aku ke perusahaan.. karena kau tak muncul jadi para klien dan karyawan juga khawatir.. jadi aku mengurus hal itu dulu" celoteh jimy sembari mengeringkan rambut fatan
" ah aku tak sempat pamit karena kau sedang tidur" lanjut jimy
" kenapa tidak bakar saja" ucap fatan datar
" apa?" respon jimy yang samar mendengar perkataan fatan
" perusahaannya.. kenapa tidak bakar saja" fatan memperjelas ucapannya
" kenapa kau mengatakan itu?" tanya jimy mengeryitkan dahinya mendengar perkataan fatan
" semua orang mendekati ku karena uang bahkan ayah ku saja menaruh rasa iri padaku karena perusahaan itu" ucap fatan
" mengapa aku harus peduli di saat tak ada yang benar-benar peduli padaku dengan tulus" balas fatan
" aku tau kau bukan orang yang sekejam itu.. kau hanya bertemu dengan orang yang salah" balas jimy
" apa dari awal kehidupan aku harus bertemu dengan orang yang salah, aku juga dengar saat kau bilang pada pal budi soal ayah hendra yang membunuh ayah fauzan dan mama lina" ucap fatan
" kau mendengarnya?" jimy tampak terkejut
" iya" jawab fatan
" sudahlah jangan pikirkan itu aku yang akan mengurus semuanya" balaa jimy agar fatan tak terlalu banyak pikiran
" nah sudah selesai.. sekarang kenakan pakaian mu dan kita akan keluar untuk makan" ucap jimy yang telah selesai mengeringkan rambut fatan
__ADS_1
Setelah selesai berpakaian jimy membawa fatan keluar ke meja makan dan memasak sesuatu untuknya
" makanlah... setelah ini kita akan melihat pantai" ucap jimy sembari menyiapkan makan di atas meja
" kau tidak boleh tidak makan.. aku sudah membuatkannya untuk mu" ucap jimy yang di balas anggukan oleh fatan dan mulai menyantap makanannya
" kau tak makan?" tanya fatan
" nanti saja" balas jimy yang menemani fatan makan
Fatan telah selesai makan dan kini mereka berjalan-jalan di pantai menikmati angin sore.
" jadi selama ini kau disini?" tanya fatan
" iya" balas jimy
" em" balas fatan tak memperpanjang
Berita yang sudah di rilis di internet oleh dika dan juga bagas tentang siapa tuan hendra, mulai dari pembunuhan yang dilakukanya pada saudaranya sendiri hingga percobaan pembunuhan yang ia lakukan pada jimy semuanya di tampakan kehadapan dunia beserta buktinya, mendapaykay bukti yang nyata terkait pembunuhan yang sudah di rahasiakan selama tiga puluh tahun itu bukan hal yang sulit bagi riki terlebih lagi pak budi juga membantu jadi lebih mudah menyelinap ke kediaman tuan hendra yang kini telah di kuasai fatma dan lili
Pak budi telah membuat laporan ke kantor polisi bersama dengan pak kasim, tugas bagas saat ini adalah untuk memastikan pak budi dan pak kasim tak ditahan juga karena tutup mulut atas kasus itu selama tiga puluh tahun terakhir, dika dan riki bertugas untuk memperkuat kabar yang beredar di internet dan mengekspos jimy yang masih hidup ke publik, tentu saja hal itu menggemparkan, skandal kali ini bisa menyingkir berita buruk tentang fatan yang meninggalkan pengantinnya di hari pernikahan, dunia maya sedang kalau saat ini dengan fakta yang mengejutkan.
Kabar kembalinya jimy tentu saja juga telah sampai ke telinga lili dan fina, tak seperti lili yang tampak lumayan cemas sebaliknya fina malah merasa senang karena jimy ternyata masih hidup dan mungkin ia berharap jimy bisa membantunya kembali untuk dekat dengan fatan.
Tuan hendra yang juga telah melihat kabar yang beredar di internet membuatnya cemas akan keselamatannya sendiri terlebih ia tau jimy masih hidup juga, kini tua bangka itu sedang ketar ketir memikirkan nasibnya sendiri, ia tak ingin masuk penjara atas kejahatan yang ia lakukan di masa lalu dan masa sekarang.
" bagaimana ini.. kenapa semuanya jadi kacau begini" tuan hendra tampak ketakutan setelah melihat berita di internet
" aku sudah menutupnya selama puluhan tahun kenapa sekarang malah muncul ke permukaan" ucap tuan hendra yang sedang berada di tempat persembunyiannya atau lebih tepatnya rumah santai yang sengaja ia beli dahulu untuk beristirahat
" tenang-tenang hendra kau aman disini, tak ada yang tau tempat ini selain kau dan fatma.." tuan hendra menenangkan dirinya sendiri
" ya benar... fatma takkan mengatakan dimana aku berada.. apa lagi dia juga pasti sedang melindungi dirinya sendiri juga" gumam tuan hendra meyakinkan dirinya sendiri.
__ADS_1
Bersambung...
Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰 Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar 🤗