Karamnya Harapan

Karamnya Harapan
Bagian 105 Lebih Dekat


__ADS_3

" anda hebat sekali bisa berpikir secepat itu dalam situasi yang sulit" ucap dika yang kagum akan kecepatan berpikir jimy dalam situasi sulit


" kalian juga luar biasa bisa melakukannya tanpa rencanan begitu" balas jimy yang bangga akan pekerjaan dika dan bagas yang sigap


" itukan karena arahan anda, lagi pula dulu kita sering mengahadapi situasi yang lebih menegangkan, yang kemarin kan bukan apa-apanya" balas dika mengingat kembali masa lalu


" kau benar.. dari itu aku yakin bahwa yang melakukannya tak terlalu ahli dalam bidang ini.. hanya sekedar berdiri di pinggiran dunia gelap saja" balas jimy


" saat itu aku langsung tau begitu melihat mobil dibelakangku sedang mengikuti" ucap jimy


" makanya anda meminta kami untuk menunggu di sekitar jalan sepi itukan" balas dika


" tentu saja... untuk mencari tau siapa yang mengirimnya, dan apa tujuannya" balas jimy


" kenapa tidak langsung tangkap dan interogasi saja seperti biasanya?" tanya dika


" itu akan memakan waktu lama, dengan begini aku jadi tau pastikan bahwa tujuan mereka memang untuk menyingkirkan ku, biasanya setelah penghalang bisa di hapuskan orang-orang seperti mereka akan bergerak dengan lebih jelas tanpa mengkhawatirkan apapun lagi" jelas jimy panjang lebar


" anda benar... tapikan apa harus seperti ini, dia terlihat sangat sedih sekali di pemakaman anda" balas dika mengingat kembali betapa fatan tampak sangat sedih saat pemakaman jimy beberapa hari yang lalu


" akukan memang sudah berniat untuk menjauh, jadi pas sekali waktunya" balas jimy


" sudahlah hentikan obrolan ini, aku juga sudah sering bilangkan tidak perlu begitu formal denganku, kau dan bagas itu temanku kan.." ucap jimy yang sudah berulangkali mengatakannya


" aku tau.. tapi terkadang terbawa suasana hehehe" balas dika dengan tawa kecil


" dasar kau ini" balas jimy


🌹 Kediaman tuan hendra


Pak budi tampak baru saja keluar dari ruang kerja tuan hendra entah apa yang mereka berdua bicarakan namun pak budi tampak sedikit gelisah setelahnya


" aku berharap bahwa dia bisa menghentikan semua ini namun si jimy ini malah tewas dalam kecelakaan, bagaimana lagi sekarang?" pikir pak budi yang sedikit gelisah akan kematian jimy


" aku berharap banyak padanya, bagaimana sekarang.. bagaimana.." pak budi masih beradu dengan pikirannya sembari berjalan keluar rumah menuju parkiran, setelah tiba di mobil pak budi mengeluarkan ponsel dan mengirimkan pesan pada seseorang


" bagaimana keadaan tuan muda sekarang?" isi pesan pak budi


" semua tampak baik, hanya saja beliau masih tampak sedih"seseorang yang dikirimi pesan langsung membalasnya


" pantau terus, katakan padaku jika ada sesuatu yang terjadi" balas pak budi

__ADS_1


" baik pak" kembali seseorang itu membalasnya


" baiklah sekarang kita akan coba mencari jalan keluar dari semua ini, tuan besar sudah benar-benar gila sekarang" gumam pak budi dan melajukan mobilnya keluar menuju dari area rumah tuan hendra menuju perusahaan milik keluarga darmawan


Kembali keruang kerja tuan hendra terlihat beliau sedang duduk dengan santai, tak lama lili masuk kesana


" bagaimana mas apa semuanya berjalan baik?" tanya lili sembari mendudukan dirinya pada sofa yang ada di ruangan itu


" tentu saja sayang" balas tuan hendra dengan tersenyum licik


" kau menyingkirkannya dengan baik mas.. tentu saja karena mas sudah melakukan hal baik.. aku harus memberi mas hadiah bukan" ucap lili sembari berjalan mendekat ke meja kerja tuan hendra dan duduk di pangkuan lelaki tua itu, dengan genitnya lili mulai menggoda suaminya itu


" aku akan bersikap baik pada mas jika mas melakukan sesuatu yang baik seperti ini" ucap lili berbisik di dekat telinga tuan hendra membuat tuan hendra merinding


" mas mengertikan?" lanjut lili


" i..iya.. iya mas mengerti" balas tua hendra dengan ketakutan yang tercermin jelas di wajahnya


" oiya.. semakin banyak mas melakukan kebaikan seperti ini, semakin cepat mas dapat penawar racun untuk racun yang sudah berada di tubuh mas itu" ucap lili sembari bangkit dari pangkuan tuan hendra dan hendak berjalan keluar ruang kerjanya


" ingat ya sayang.. jangan coba main-main, sebentar lagi istrimu ini akan memberikan perintah selanjutnya" ucap lili dan pergi meninggalkan tuan hendra di ruang kerjanya


" bagaimana bisa aku menikahi wanita iblis seperti itu.. arghhh" gumam tuan hendra dengan marah, namun apa daya dirinya telah terikat akan racun yang ternyata selalu di berikan lili di kopinya setahun belakangan ini, jika sedikit saja tuan hendra salah perhitungan atau menentang keinginan lili maka ia akan mengekspos kejahatan-kejahatan yang dilakukan oleh tuan hendra termasuk pembunuhan terhadap saudaranya sendiri tiga puluh tahun yang lalu maka dari itu tuan hendra mengikuti semua perintah lili seperti seekor anj*ng yang selalu mengikuti perkataan tuannya.


🌹 Kediaman fatan


Fatan sedang duduk di taman depan rumahnya sembari memandang kearah setumpuk tamanan mawar di sudut halaman, fina datang menghampiri fatan disana karena pekerjaannya sudah selesai, barangkali ada yang fatan butuhkan.


" sayang sedang apa disini?" terdengar suara fina di telinga fatan membuatnya sedikit terkejut karena panggilan fina


" kau bilang apa barusan?" tanya fatan menoleh kearah suara fina berasal sembari mengernyitkan keningnya


" sa..sayang" ucap fina sembari menundukkan kepalanya takut jika fatan tak menyukai caranya memanggil


" saya pikir saya salah dengar" ucap fatan kembali memalingkan wajahnya kearah sebelumnya


" apa aku bisa memanggil kakak seperti itu?" tanya fina dengan gugup


" duduklah dulu" fatan mempersilahkan fina duduk di sebelahnya


" kau bisa melakukan sesukamu pada saya, bagaimana pun juga kita ini sepasang kekasih" ucap fatan

__ADS_1


"tapi maaf saya tidak bisa memanggilmu seperti itu, karena itu mengingatkan saya dengan masa lalu yang ingin saya lupakan" ucap fatan memberi penjelasan agar fina tak salah paham jika ia tak pernah memanggilnya sayang


" tidak apa-apa, aku mengerti" balas fina


"apa itu juga alasan mu menyebut dirimu dengan kata saya saat berbicara dengan ku?" tanya fina penasaran, sedari awal mereka menjalin hubungan fina ingin menanyakan ini pada fatan namun ia selalu tak memiliki kesempatan


" tidak bukan begitu, hanya saja saya lebih suka dengan ungkapan saya kamu daripada aku kamu, saya harap kamu tidak keberatan dengan itu" jelas fatan


"aku mengerti" balas fina


" ah.. tadi aku kesini ingin menanyakan apa kamu ingin minum sesuatu?" tanya fina


" tidak... saya tidak menginginkan apapun" ucap fatan


" kalau begitu aku akan masuk dulu" ucap fina yang ingin kembali masuk karena takut jika ia menganggu waktu fatan


" kenapa pergi... duduklah dan temani saya disini" ucap fatan menahan tangan fina agar tak pergi, fina akhirnya duduk kembali


" mawarnya cantikkan" ucap fatan


" iya sangat cantik" balas fina yang mengarahkan pandangannya kearah fatan memandang


" apa kamu masih teringat dengan kak jimy, setelah pemakaman kak jimy hari itu kamu terlihat lebih sering murung?" tanya fina dengan hati-hati


" saya tidak akan pernah bisa lupa" ucap fatan


" maaf menayangkan sesuatu yang membuatmu sedih" ucap fina


" tidak.. tidak sama sekali dia tidak akan suka jika kita bersedih terus menerus" balas fatan


" ayo kita pergi saat ulang tahun saya" fatan mengajak fina untuk pergi saat ulang tahunya nanti yang tinggal menghitung hari


" kemana?" tanya fina


" mengunjunginya dan anak-anaknya" ucap fatan


" anak-anaknya?" balas fina tak mengerti


" kamu akan tau nanti" balas fatan


Mereka duduk cukup lama disana menikmati udara segar dan indahnya pekarangan rumah fatan yang penuh dengan tanaman hiasa dan sedikit mawar di sudutnya dengan berbagai macam warna

__ADS_1


Bersambung...


Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰 Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar 🤗


__ADS_2