
Setelah kepergian bagas dan teman-temannya yang telah berhasil membawa pak kasim, mereka meninggalkan pak budi yang terluka di kakinya setelah sebelumnya di tikama oleh radif dengan sengaja, pak budi merintih kesakitan dan berusaha turun dari mobil menghampiri keempat anak buah tuan hendra yang tergeletak di jalan, dua dari mereka masih sadar namun kesulitan bergerak, tapi dua lainnya terkapar tak sadarkan diri, pak budi segera mengambil ponselnya dan menelpon ambulance agar rekannya bisa segera mendapatkan pertolongan, kabar kegagalan ini juga disampaikan pada tuan hendra
" apa kalian sudah tiba di tempat tujuan?" tanya tuan hendra setelah panggilan pak budi tersambung padanya
" ma..maaf tuan kami gagal" ucap pak budi dengan sedikit takut jika tuannya itu marah besar dan benar saja itu terjadi
" apa... gagal.. bagaimana bisa.. sebelumnya kau mengatakan kalian berhasil menangkap dan sedang dalam perjalanan ke tempat yang saya perintahkan" ucap tuan hendra yang sudah terdengar marah
" maaf tuan dalam perjalanan kami di hadang beberapa orang dan kami tidak bisa mempertahankan kasim" balas pak budi
" siapa mereka?" tanya tuan hendra masih dengan nada marah
" saya tidak tau tuan" balas pak budi
" sial... kalian semua bodoh" bentak tuan hendra
" maaf tuan" balas pak budi yang hanya bisa mengatakan itu
" lalu kejar mereka kenapa malah menghubungi saya" perintah tuan hendra dengan membentak
" semuanya rekan saya terluka parah tuan" balas pak budi mengatakan yang sebenarnya
" kalian bodoh... dasar tidak berguna" bentak tuan hendra dan langsung menutup sambungan telponnya
" dia hanya bisa marah-marah saja" ucap pak budi kesal setelah di bentak tuan hendra
" ahk..." pak budi merintih menahan rasa sakit di kakinya
🌹Disisi bagas
" tidak ku sangka semuda itu... aku malah belum bersenang-senang" ucap radif
" benar... mudah sekali" timpal M yang setuju dengan ucapan radif
" sudah cukup... sekarang coba periksa bagaimana keadaan pak kasim" ucap bagas yang sebenarnya juga merasa senang bahwa pekerjaannya tak terlalu berat
"oke" balas M yang langsung memeriksa pak kasim dengan seksama mulai dari suhu badan hingga denyut nadi.
" dia baik-baik saja.. sepertinya dia pingsan karena pengaruh obat bius.. sebentar lagi juga sadar" ucap M setelah memeriksa pak kasim dengan seksama
" baguslah" balas bagas
__ADS_1
Setelah memastikan semuanya baik bagas meminta M untuk menghubungi dika dan mengatakan bahwa pak kasim telah mereka dapatkan kembali dan kini mereka sedang dalam perjalanan menuju rumah perlindungan untuk mengantarkan pak kasim dan M
🌹Di sisi tuan hendra
Tuan hendra sedang berada di ruang kerjanya, sebelumnya ia disana menunggu kabar bahwa pak budi telah tiba di tempat yang diinginkan tuan hendra bersama pak kasim, rencananya tuan hendra akan mengeksekusi pak kasim disana setelah menyiksanya beberapa saat namun kini ia malah mendapat kabar kegagalan yang membuat amarahnya meluap
" sial..." tuan hendra membuang barang-barang yang ada di dekatnya untuk melampiaskan kekesalannya
" ada apa mas?" tanya lili yang kebetulan berada di sekitar ruang kerja tuan hendra dan mendengar suara keributan dari dalamnya, bergegas ia pun menghampiri tuan hendra untuk memastikan apa yang terjadi
" gagal" ucap tuan hendra masih dengan kekesalannya
" apanya yang gagal?" tanya lili masih kurang mengerti
" mereka tak berhasil menculik si kasim" jawab tuan hendra yang terlihat sangat kesal
" gagal... bagaimana bisa?" ucap lili terkejut
" di perjalanan mereka di hadang beberapa orang dan si kasim berhasil mereka bawa" jelas tuan hendra
" siapa mereka?" tanya lili
"mereka benar-benar tidak main-main" ucap tuan hendra
" benar... sepertinya kita juga harus lebih tegas mas.. bagaimana pun juga kini pemimpin mereka telah tiada pasti hubungan mereka sangat rapuh" ucap lili entah apa niat yang ia miliki kali ini
" tidak.. tidak bisa seperti itu sebisa mungkin kita jangan terlibat langsung dengan mereka" tuan hendra menolak usulan lili untuk terlibat langsung dengan kelompok jimy
" kenapa mas... bukankah si jimy sudah mati pasti tak ada keretakan dan saling tidak percaya diantara mereka, bagaimana pun juga posisi ketua kelompok yang kososng harus diisi pasti akan ada perebutan kekuasaan" ucap lili mengutarakan spekulasinya, secara karena baginya yang berbahaya itu hanya jimy
" mas juga berpikir seperti itu tapi kita tetap tidak tau apapun tentang kelompoknya, bagaimana jika kita menggali kuburan sendiri setelah mengusik kelompoknya secara langsung, lihat saja sekarang meskipun kita tak terlibat langsung dengan mereka kita tetap harus kerepotan karenanya" jelas tuan hendra tentang pendapatnya
" benar juga..." balas lili yang akhirnya paham maksud tuan hendra
" kita akan fokus pada tujuan kita dan target yang telah terkunci saja" balas tuan hendra
" tentu mas..." balas lili setuju
" lalu sekarang apa yang akan mas lakukan soal si kasim ini?" tanya lili terkait tindakan yang akan diambil tuan hendra
" entahlah mas pusing" balas tuan hendra sembari memijat pelipisnya karena ia sangat bingung harus berbuat apa, lili mendekat dan memijat bahu tuan hendra agar membuatnya rileks
__ADS_1
" apa yang sedang kau lakukan... kita sudah saling mengetahui tujuan masing-masing kenapa masih memainkan peran istri penggoda seperti ini" ucap tuan hendra yang menikmati pijatan lili
" tidak ada niat tersembunyi... aku hanya ingin membantu mas saja" balas lili
" benarkah?" balas tuan hendra memastikan
" tentu saja mas... kesepakatan kita menguntungkan jadi aku tak perlu apa-apa lagi" jawab lili
" begitukah?" tanya tuan hendra lagi
" iya" jawab lili singkat
" apa mas boleh tanya satu hal?" ucap tuan hendra
" tentu" balas lili
" sebenarnya apa tujuan awalmu menikah dengan mas?" tanya tuan hendra, sebemembuat lili merasa terhina dan malu
" seperti yang ku katakan sebelumnya mas" balas lili
" apa hanya itu?" tanya tuan hendra
" iya... dan tentu saja status sebagai istri orang terpandang, siapa yang tidak ingin status itu" jawab lili yang tak ragu sama sekali akan jawabannya
" begitu ya... apa tidak ada hal lain yang kau ijinkan inginkan?" tanya tuan hendra lagi memastikan
" tentu saja mas... hidup dengan nyaman sudah cukup untuk ku" balas lili
" sudah cukup" ucap tuan hendra
" maksud mas?" tanya lili gagal paham
" sudah cukup memijatnya.. mas sudah merasakan lebih baik sekarang" tuan hendra memperjelas ucapannya, ternyata selama mereka mengobrol barusan lili masih memijat bahu tuan hendra
" lalu bagaimana dengan si kasim apa mas sudah menemukan jalan keluarnya?" tanya lili lagi setelah tuan hendra lebih tenang
" sepertinya mas sudah menemukannya" balas tuan hendra dengan senyum licik, lili merasa penasaran dengan apa yang direncanakan tuan hendra untuk pak kasim
Bersambung...
Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰 Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar 🤗
__ADS_1