Karamnya Harapan

Karamnya Harapan
Bagian 148 Rencana


__ADS_3

Malam hari masih di kediaman fatan, ia sedang makan malam bersama fina seperti biasanya kali ini mereka sedikit berbincang seperti biasanya seperti menanyakan bagaimana hari mereka masing-masing, fatan kembali tepat sebelum waktunya makan malam, ia cukup terlambat hari ini, setelah sebelumnya ia telah menyegarkan diri dan baru bisa berbincang dengan fina sekarang


" bagaimana hari kakak hari ini?" tanya fina antusias


" seperti biasanya saja, tidak ada yang istimewa" balas fatan


" bagaimana denganmu?" tanya balik fatan


" tidak ada apa-apa juga" balas fina mengatakan bahwa harinya juga berlalu seperti biasanya


Tak terlalu banyak pembicaraan yang mereka lakukan sebatas itu dan setelahnya makan malam berlangsung damai.


Dari sudut lain tika dan riki masih memperhatikan gerak-gerik sepasang kekasih itu dan merasa geram dengan tingkah keduanya yang kaku dan malu-malu


" apa-apaan itu... bagaimana hari ini?" ucap tika sembari menirukan gaya fina saat bertanya pada fatan barusan


" seperti biasa" balas riki yang juga menirukan gaya fatan


" ck...ck..ck.." keduanya berdecak secara bersamaan sembari menggelengkan kepalanya


" aku tidak percaya tuan muda sekaku ini padahal dia sering membaca novel-novel romantis" ucap tika yang tak percaya bahwa fatan sekaku itu


" aku juga tidak percaya" balas riki


" mereka benar-benar harus liburan" ucap tika


" setuju banget" balas riki sambil menganggukan kepalanya tanda ia setuju


" tapi enaknya kemana ya?" gumam tika


" hmmm.. ke puncak seru kali ya?" lanjutnya setelah berpikir sejenak


" seru sih tapi gak cocok deh kayaknya" balas riki kurang setuju


" kenapa.. puncak bagus loh... udaranya sejuk, alamnya bikin adem" balas tika


" yah sih... tapi puncak kurang cocok... lihat saja kondisi rumah ini juga seperti di puncak... di kelilingi pepohonan terisolasi" jelas riki tentang pendapatnya


" hmmm.. bener juga sih" balas tika setelah mengingat-ingat lokasi rumah yang mereka tinggali saat ini


" bagaimana jika pantai... sepertinya itu tempat yang bagus?" usul riki

__ADS_1


" bagus juga.. aku setuju" balas tika setuju dengan usulan riki


" fina pakai baju renang pasti seksi deh... apalagi tuan muda" ucap tika yang tersenyum senang sembari memiringkan kepalanya seperti sedang membayangkan sesuatu


" plak..." riki memukul pelan kepala tika


" jangan membayangkan yang macam-macam" ucap riki


"hehehehe" tika hanya tertawa kecil mendengar ucapan riki


" kita sudah setuju.. lalu bagaimana dengan mereka berdua?" tanya riki selanjutnya, bagaimana pun juga yang sepakat cuma mereka berdua, sedangkan yang bersangkutan bahkan belum tau apapun


" hmm... bagaimana ya?" tika juga tampak berpikir keras bagaimana cara mereka mewujudkan liburan yang mereka rencanakan untuk tuan muda dan kekasihnya itu


" kita harus meminta bantuan seseorang... tapi siapa?" ucap tika tak bisa memikirkan siapa yang bisa membantu mereka untuk mewujudkan rencananya


" coba saja masih ada tuan jimy pasti lebih mudah... aaa.. jadi kangen tuan jimy" lanjut tika seketika teringat akan sosok jimy, yaitu orang yang bisa membuat fatan melakukan apa saja


" siapa dia?" tanya riki berpura-pura


"sahabatnya tuan muda... tapi sekarang beliau sudah pergi" jawab tika terlihat jelas raut kesedihan di wajahnya, tak ingin membahas tentang hal yang juga membuat riki sedih, akhirnya riki tak mengulik lebih dalam dan seolah-olah ia mengerti maksud tika.


" apa tidak ada seseorang yang bisa membantu kita?" tanya riki kali ini barangkali tika sudah memiliki seseorang yang ia maksud sekarang


" entahlah.. aku tidak bisa memikirkan siapapun sekarang ini.. tuan muda tak memiliki teman selain tuan jimy, selain itu orang yang dekat dengannya juga tidak ada" balas tika yang merasa pusing memikirkan seseorang yang sekiranya bisa membantu mereka


" hmmm... bagaimana dengan bik rani?" tanya riki setelah berpikir beberapa saat


" ah benar juga bagaimana aku bisa lupa soal bik rani... dia pasti bisa membantu" timpal tika yang setuju akan usul riki


" ayo kita temui bik rani" lanjut tika dengan semangat


" ayo" balas riki tak kalah semangat, keduanya seperti anak-anak yang akan pergi bermain sangking antusiasnya


Fatan dan fina telah menyelesaikan makan malam dan mereka berniat kembali ke kamarnya masing-masing karena fatan masih harus melanjutkan beberapa pekerjaan yang sempat tertunda.


Di tengah malam fina merasa kehausan dan terbangun dari tidurnya, ia hendak minum namun air minum dikamarnya habis dengan terpaksa ia harus ke dapur untuk mengambil minum, saat fina keluar dari kamar ia melihat cahaya lampu masih menyala dari ruang kerja fatan


" apa dia masih bekerja?" gumam fina sembari melangkah menuju ruang kerja fatan karena ia penasaran mengapa lampu masih menyala dari ruang kerja fatan meskipun tengah malam, fina membuka pintu ruang kerja yang tak di kunci oleh fatan, mendengar suara pintu terbuka sontak fatan melirik kearah pintu dan mendapati fina yang berdiri disana menggunakan piama dan membawa teko air


" kenapa kamu disini.. apa kamu membutuhkan sesuatu?" tanya fatan sembari bangkit dari kursinya dan berjalan kearah fina

__ADS_1


" aku hanya ingin mengambil air dan melihat lampu disini masih menyala jadi aku datang untuk memeriksanya" jawab fina yang masih berdiri di tempatnya


" saya sedang mengerjakan beberapa hal lagi" balas fatan memberitahukan bahwa pekerjaannya belum selesai itulah sebabnya ia masih disini


" apa masih banyak?" tanya fina terkait pekerjaan yang sedang dikerjakan fatan


" sepertinya butuh sekitar satu setengah jam lagi" balas fatan


" kalau begitu aku akan membuatkan cemilan untuk kakak" balas fina


" tidak perlu.. kamu istirahat saja ini sudah sangat larut" balas fatan menolak karena tak ingin merepotkan fina


" tidak apa-apa.. aku sudah tidur sebentar tadi, jadi aku akan membuatkan sayangku ini cemilan untuk menemaninya bekerja" ucap fina dengan manisnya dan langsung pergi dari sana tanpa sempat mendengar jawaban fatan, fatan tersenyum senang mendengar ucapan fina


Sekitar lima belas menit fina pergi dan kini ia telah kembali keruang kerja fatan dengan nampan yang berisi segelas air dan cemilan yang terlihat masih hangat dan lezat


" cemilan ala fina telah siap" ucap fina dengan sumringah memamerkan camilan yang ia buat, fatan tersenyum melihatnya


" nah sekarang kakak coba dulu camilanku ini" lanjut fina sembari meletakkan nampannya di dekat fatan


" sini deh sini aku suapin" lanjut fina yang melihat tangan fatan masih sibuk dengan laptopnya


" aaaa... buka mulutnya" fina membuat seolah-olah fatan seperti seorang anak yang disuapi ibunya


" bagaimana?" tanya fina soal rasa masakannya setelah fatan mengunyah cemilan yang ia buat


" hmmm..." fatan mencoba terlihat berpikir keras sembari terus mengunyah makanannya


" tidak enak ya?" ucap fina sedikit cemas jika rasa makanan yang buat tidak sesuai dengan selera fatan


" enak sayang" balas fatan sembari tersenyum bahagia melihat fina


Pada akhirnya fina menemani fatan bekerja meskipun fatan menolaknya namun gadis itu bersikeras dan akhirnya fatan mengalah dan membiarkan fina menemaninya,


Setelah beberapa saat akhirnya pekerjaan fatan selesai dan kini waktu menunjukkan pukul dua malan, entah karena terlalu lama gadis yang awalnya duduk di sofa itu kini tertidur pulas disana.


" terimakasih sudah hadir dalam hidup saya" ucap fatan sembari mengangkat tubuh fina dan akan memindahkannya ke kamar.


Bersambung...


Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰 Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar 🤗

__ADS_1


Kalau boleh jangan lupa follow ig PK juga (bintangs85) 😅


__ADS_2