Karamnya Harapan

Karamnya Harapan
Bagian 45 Pencarian


__ADS_3

Fina yang masih canggung atas perkataan fatan soal ia mungkin saja bisa tertarik pada fina membuat suasana ruangan itu kini menjadi sepi lagi, entah kebetulan atau bukan jimy bangun disaat seperti itu dan mendapati fina berada di sana


" jam berapa sekarang?" gumam jimy yang masih belum sepenuhnya sadar


Fina dan fatan yang mendengar suara jimy langsung melihat kearahnya


" kak jimy sudah bangun?" tanya fina


" ah.. fina ya..." balas jimy yang masih mengucek-ngucek kedua matanya


" kapan fina datang?" tanya jimy setelah membetulkan posisi duduknya


" sekitar dua jam yang lalu kak" jawab fina


" kenapa tidak bangunkan kakak saat fina datang" ucap jimy


" kakak terlihat sangat lelah jadi fina tak membangunkan kakak" balas fina


Setelah basa-basi dengan fina jimy pun melirik jam tangannya dan didapatinya waktu sudah menunjukkan jam sebelas siang sehingga dia pun segera memeriksa ponselnya karena jam dua siang nanti seharusnya fatan menghadiri sebuah meeting yang cukup penting dan benar saja heni sudah menghubungi jimy berkali-kali, dan juga terlihat beberapa panggilan tak terjawab dari seseorang bahkan pak budi juga mengirimkannya pesan yang berisi


" temui bapak jika nak jimy sudah melihat pesan ini, pagi ini bapak kerumah sakit dan melihat nak jimy masih tertidur disana" isi pesan yang dikirimkan pak budi, jimy yang melihat pesan itu berpikir sepertinya pak budi menemukan sesuatu terkait insiden jatuhnya lampu semalam


"kau sudah merasa lebih baik?" tanya jimy pada fatan setelah ia selesai dengan ponselnya


" iya" jawab fatan singkat


" jika begitu aku pergi dulu nanti siang ada meeting penting" ucap jimy yang telah bangkit dari duduknya


" aku juga bisa menghadiri meeting itu, keadaanku sudah baik-baik saja" ucap fatan yang sontak membuat jimy memasang senyum manisnya pada fatan sehingga membuat fatan mengurungkan niatnya


" aku tau... aku masih harus istirahat jadi kau pergilah" ralat fatan agar jimy tak marah padanya, pasalnya fatan mengerti jika tak mengatakan apapun itu tandanya jimy tak setuju meskipun ekspresinya menunjukannya atau tidak, seperti saat ia memasang senyuman manisnya tadi, mungkin orang-orang akan berpikir itu sebuah persetujuan ternyata itu juga sebuah penolakan


" kakak pergi dulu ya fina, sepertinya kakak tidak bisa membawa fatan pulang, bisa fina gantikan kakak bawa fatan pulang?" tanya jimy pada fina


"iya kak" jawab fina sembari menganggukkan kecil kepalanya


" jika begitu kakak pergi dulu, kakak titip dia" pesan jimy dan segera keluar dari ruang rawat fatan


Setelah pergi meninggalkan rumah sakit jimy langsung membersihkan diri di apartemennya dan ia juga menyempatkan diri untuk memberi kabar pada heni tentang insiden yang menimpa fatan, setelah membersihkan diri dan bersiap-siap kini jimy telah tiba di kantor semua karyawan yang baru tau jika fatan kecelakaan segera berkumpul di resepsionis setelah melihat jimy berjalan memasuki kantor begitu juga dengan heni yang langsung datang begitu ia tau jika jimy sudah tiba di kantor


" bagaimana keadaan pak fatan...pak? pertanyaan heni mewakili semua karyawan


" pak fatan baik-baik saja, hanya saja ia butuh istirahat sejenak" jawab jimy yang membuat heni dan para karyawan lainnya merasa lega

__ADS_1


" silahkan lanjutkan pekerjaan kalian" ucap jimy pada semua karyawan dan mereka yang mendengar itu langsung membubarkan diri


" untuk meeting siang ini bagaimana pak, apa perlu dibatalkan?" tanya heni pada jimy


" tidak perlu, saya masih bisa menghadirinya, kau siapkan saja semuanya" balas jimy yang berjalan menuju lift untuk menuju ruang kerjanya yang diikuti oleh heni


" semuanya masih bisa ditangani" pikir jimy


Singkat cerita kini meeting yang telah di jadwalkan sudah dilakukan dengan baik dan dengan hasil yang memuaskan sesuai dengan harapan mereka, setelah menyelesaikan meeting jimy langsung pergi meninggalkan kantor setelah ia mengecek jadwal kerjanya hari ini


" apa selanjutnya?" tanya jimy pada heni terkait perkerjaannya


" untuk hari ini tidak ada lagi pak" jawab heni


" jadi sudah selesai" balas jimy


" sudah pak" balas heni


" jika begitu saya akan pergi" pamit jimy yang beranjak pergi dari kantor


" bapak pergi sekarang?" tanya heni lagi


" saya ada urusan mendesak.... jika ada sesuatu segera hubungi saya, kau mengerti" perintah jimy


" baik pak" balas heni


Kini jimy telah tiba di tempat yang sudah mereka sepakati untuk bertemu yaitu di apartemen jimy, setibanya jimy disana ternyata pak budi sudah menunggunya di depan pintu apartemennya, jimy langsung membuka pintu apartemennya dan mempersilahkan pak budi masuk


" silahkan masuk pak, maaf membuat anda menunggu" ucap jimy mempersilahkan pak budi masuk


" tidak masalah, bapak tau nak jimy pasti sibuk mengurus semuanya sendiri" balas pak budi


" silahkan duduk pak, saya akan buatkan minum" jimy mempersilahkan pak budi duduk


" tidak perlu repot-repot nak jimy, bapak tidak punya banyak waktu" balas pak budi yang menolak tawaran jimy untuk disuguhkan minuman


" baiklah pak" balas jimy sembari mendudukan dirinya tepat di seberang pak budi


" bapak sudah membungkam media agar tak ada yang menerbitkan berita soal insiden semalam" ucap pak budi


" jadi itu sebabnya tak ada yang tau tentang insiden tadi malam" balas jimy


" bapak sudah menghubungi polisi yang bapak kenal baik, agar penyelidikan ini tak diketahui oleh siapapun" lanjut pak budi

__ADS_1


" lalu sudah sejauh mana perkembangan kasus ini pak?" tanya jimy yang sangat penasaran


" setelah dianalisa dan juga memeriksa rekaman CCTV pada hari itu teman bapak berspekulasi sama dengan yang nak jimy katakan" jawab pak budi


" pasalnya CCTV pada hari itu tidak berfungsi jadi tak ada petunjuk apapun " lanjut jelas pak budi


" kami juga memeriksa tempat lampu tergantung dan sepertinya ada sebuah baut yang digunakan untuk pengencang telah hilang, dari situ kami setuju dengan spekulasi nak jimy sebelumnya" lanjut jelas pak budi yang membuat jimy semakin terkejut, pasalnya kecurigaan benar


" bagaimana dengan pelakunya?" tanya jimy


" kami belum temukan jejak sama sekali yang mengarah kepelaku, dikarenakan CCTV yang tak berfungsi dengan baik pada hari itu" jelas pak budi yang menggelengkan pelan kepalanya


" pasti ada petunjuk lain" gumam jimy yang terlihat sedang berpikir


" siapa yang mengatur daftar tamu undangan?" tanya jimy


" bapak yang mengaturnya" jawab pak budi


" jam berapa para tamu undangan mendatanggi tempat acara?" lanjut tanya jimy yang membuat pak budi merasa heran tentang apa yang dilakukan jimy


" pukul delapan malam tamu mulai berdatangan" jawab pak budi


Sesaat setelah ia menjawab pertanyaan jimy ia sepertinya mulai memahami arah pembicaraan jimy


" jika para tamu datang pada pukul 20:00 tak mungkin salah satu dari mereka adalah pelakunya" celetuk pak budi setelah ia berpikir sejenak


" tepat, terlalu beresiko jika mereka melakukan itu" ucap jimy membenarkan perkataan pak budi


" dengan penjagaan yang begitu ketat dirumah itu, tak mungkin bagi orang yang tak dikenal bisa masuk dengan mudah" lanjut jimy mengutarakan pendapatnya


" benar! jika begitu pelaku adalah orang yang sudah bisa masuk kedalam rumah tanpa bersusah payah" timpal pak budi yang semakin mengerucutkan kecurigaan mereka pada satu titik


" para tamu undangan tak mungkin melakukan hal seperti itu sendiri biasanya mereka hanya akan menjadi otak dari sebuah rencana tanpa menjadi pengeksekusi" timpal jimy lagi


" jika begitu kemungkinan besar pelakunya adalah..." lanjut jimy


" seorang pelayan" potong pak budi


" benar!!!" timpal jimy membenarkan


Bersambung.....


Jangan kotori tanganmu untuk sesuatu yang tak benar-benar kau butuhkan...

__ADS_1


Selamat menikmati 😁 semoga bisa bertemu di kolom komentar 😊


Salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰


__ADS_2