
Setelah sarapan pagi dan segala basa-basinya kini waktu sudah hampir siang hari dan fina berpamitan pulang kepada buk lastri dan juga kedua adiknya, sesuai dengan perkataan meri kemarin malam bahwa ia yang akan mengantarkan fina kerumah fatan, dan kini mereka sedang dalam perjalanan menuju rumah fatan yang sepi dan cukup jauh.
" fin..." panggil meri yang sedang mengemudikan motornya sementara fina berada di boncengan
" apa..." balas fina yang sedari tadi hanya diam
" kau yakin ini jalannya?" tanya meri yang ragu dengan jalan yang sedang mereka lalui saat ini karena keadaannya bukan seperti menuju ke sebuah rumah seseorang melainkan menuju kedalam hutan
" kenapa kau bertanya begitu?" balik tanya fina yang tak mengerti mengapa meri bertanya seperti itu padanya
" coba saja kau lihat jalan yang kita lalui saat ini tak ada tanda-tanda kehidupan sama sekali, bagaimana mungkin ada rumah di sekitar sini" jelas meri yang bergidik ngeri melewati jalan sepi yang dipenuhi pepohonan
" rumahnya cukup jauh dari pemukiman, sebentar lagi kita akan sampai" balas fina
" pantas saja tak ada taksi atau apapun yang melewati daerah ini" balas meri yang masih sedikit takut dengan jalanan sepi ini
" jalan ini amankan?" tanya meri lagi memastikan
" aman tidak aman kita tetap harus lewat sini, karena tak ada jalan lain menuju rumahnya" jawab fina yang membuat meri bertambah takut dan menghentikan motornya secara mendadak
" kenapa rem mendadak sih... kalau kita kecelakaan bagaimana" ucap fina dengan sedikit berteriak karena terkejut
" maaf-maaf" balas meri
" ya sudah ayo jalan lagi" balas fina
" aku takut" balas meri
" apa yang kau takutkan, coba lihat bagunan itu" balas fina sembari menunjuk kearah bangunan yang sedikit tampak dari balik pepohonan
" aku melihatnya" balas meri setelah melihat kearah yang ditunjuk fina
" itu rumahnya, sekarang sudah dekat, ayo lanjutkan" balas fina yang memberi tahu bahwa bangunan yang terlihat dari balik pepohonan itu adalah rumah fatan
" oke" balas meri setelah melihat rumah fatan
Kini mereka telah tiba di gerbang rumah fatan, dan meri yang melihat rumah besar itu sangat kagum
" pak...pak..pak satpam, ini saya fina" panggil fina sembari menekan bel
" nak fina.." balas pak satpam setelah keluar dari posnya, segera pak satpam membuka pintu gerbang
" nak fina sudah pulang" ucap pak satpam setelah membuka gerbang
" iya pak, saya hanya meminta ijin dua hari" balas fina
" wah... ini sih bukan rumah tapi istana" bisik meri pada fina yang masih berdiri diluar gerbang
__ADS_1
" bawa aku masuk sebentar ya, aku penasaran bagaimana keadaan didalam" ucap meri yang masih berbisik pada fina
" diamlah, aku tidak tau apa kau bisa masuk atau tidak" balas fina dengan berbisik juga pada meri yang membuat meri kecewa
" masa sih, aku hanya masuk sebentar, lagi pula aku juga haus" balik bisik meri
" aku akan coba tanya dulu, apa kau bisa masuk atau tidak" balas fina
" em... anu pak.... apa teman saya bisa masuk sebentar saja, dia kelelahan" tanya fina pada pak satpam dengan gugup
"mohon maaf saya tidak bisa memberikan ijin, untuk teman nak fina masuk" jawab pak satpam yang membuat kedua orang itu kecewa
" sebentar saya akan tanya pada orang rumah dulu" lanjut pak satpam dan segera masuk ke dalam posnya untuk memakai telpon yang telah disediakan disana, masih belum sempat pak satpam menelpon terlihat mobil jimy yang hendak keluar dari rumah fatan dan pak satpam meletakkan kembali telpon yang sudah ia pegang untuk membukakan pagar lebih lebar agar mobil jimy bisa keluar
" fina.." panggil jimy setelah berada di gerbang dan melihat fina disana, jimy pun menghentikan mobilnya dan turun
" kak jimy" balas fina setelah melihat jimy
" baru tiba ya" tanya jimy
" iya kak, dianterin meri" balas fina sembari menujuk meri yang ada di sebelahnya
" halo... pak" ucap meri memberi salam
" panggil kakak saja" balas jimy
" sedikit pak.. eh kak maksudnya" balas meri
" ya sudah mari masuk, minum dulu" ajak jimy pada meri
" apa boleh membawa meri masuk kak?" tanya fina yang ragu, pasalnya ia tau bahwa tak ada yang boleh masuk kerumah fatan tanpa seijinnya
" bagaimana dengan kak fatan?" lanjut tanya fina yang takut fatan marah jika mereka membiarkan orang lain masuk
" tidak apa-apa" balas jimy
" ayo fina bawa teman mu masuk, kakak putar balik dulu" lanjut jimy dengan keramahan yang luar biasa dan tak lupa dengan kemanisannya yang seperti gula
Pak satpam yang melihat itu tak merasa keberatan, karena yang mengajak teman fina masuk adalah jimy, jadi fatan takkan marah padanya karena telah membiarkan orang masuk tanpa ijin
" aku tidak tau ada rumah sebagus ini di sini" ucap meri yang kagum melihat rumah fatan yang begitu megah dan indah
" coba lihat ada banyak bunga disini dan suasananya sangat sejuk, berbeda dengan tempat tinggal ku yang bising" celoteh meri yang melihat keadaan rumah fatan
" hus.. diamlah, kau sangat cerewet" balas fina sembari menarik tangan meri agar berjalan lebih cepat
" ayo masuk" ucap jimy setelah mereka bertiga berada di depan pintu rumah megah itu
__ADS_1
"silahkan duduk" ucap jimy mempersilahkan setelah mereka tiba diruang tamu
" iya meri duduk dulu, tunggu sebentar akan ku ambilkan minum untukmu" timpal fina dan langsung menuju dapur, tak lama ia kembali dengan segelas jus di tangannya
" kalian tunggulah kakak akan panggil fatan dulu" ucap jimy pamit dan pergi menuju tempat fatan berada, yang saat ini seperti biasanya fatan sedang berada di kamarnya duduk ditempat kesukaannya melakukan aktivitas yang ia suka juga yaitu membaca buku
" apa lagi?" tanya fatan setelah mendengar suara pintu kamarnya terbuka tanpa menoleh kearah asal suara
" fina sudah kembali" ucap jimy sembari berjalan kearah fatan
" lalu?" tanya fatan yang masih tak melihat kearah jimy
" temanya mengatarkannya jadi sekarang mereka sedang ada di bawah, apa kau tidak turun untuk menemui mereka" jelas jimy perihal maksudnya, dan fatan hanya diam mendengar itu tanpa berniat beranjak dari tempat ia berada saat ini
Melihat itu jimy paham bahwa fatan tak tertarik untuk bertemu dengan teman fina
" sebentar lagi waktu makan siang, bagaimana mungkin kita membiarkan tamu pulang dalam keadaan lapar kan" ucap jimy dengan maksud membiarkan meri makan siang dulu sebelum kembali, fatan masih diam saja mendengar itu
" aku akan masak lagi siang ini, kau akan turun kan?" ucap jimy lagi yang berusaha membujuk fatan agar mau bergabung, fatan masih diam saja
" ayolah... kau harus menghormati tamukan, masa tuan rumah tidak menyapa tamu yang datang kerumahnya" ucap jimy masih dalam rangka membujuk fatan
" bukan aku yang mengundang dia masuk, jadi apa hubungannya denganku" akhirnya fatan bersuara, tapi terdengar bahwa ia menolak ajakan jimy untuk turun menemui meri
" sial... dasar es balok" balas jimy sembari memukul keningnya sendiri
" aku akan masak dan kau akan turun ya, kumohon... ya.. ya.. ya.. please" ucap jimy yang memohon pada fatan dengan gaya khasnya dan senyum manisnya
" iya" balas fatan singkat
" aku tunggu " balas jimy sembari pergi meninggalkan kamar fatan
"fatan akan turun saat makan siang, dia sedikit sibuk, jadi meri tinggalah sampai makan siang" ucap jimy setelah kembali ke ruang tamu, meri hanya mengangguk mendengar perkataan jimy barusan
" kalau begitu aku akan menyiapkan makan siang" ucap fina yang hendak beranjak dari tempat duduknya
" tidak usah, finakan baru saja tiba, biar kakak saja yang menyiapkan makan siangnya" balas jimy
" itukan tugas fina kak, masa kakak yang menyiapkan makan siangnya" balas fina menolak
" tidak apa-apa, untuk kali ini, hitung-hitung sebagai ucapan terimakasih pada meri karena telah mengantarkan fina kemari" balas jimy sembari tersenyum manis yang membuat meri salah tingkah dengan tingkah jimy itu
" oke ya.... kalian duduk saja disini kakak akan siapkan makan siang untuk kita" lanjut jimy dan pergi meninggalkan mereka berdua di sana
Bersambung...
Selamat menikmati 😁 semoga kita bisa bertemu di kolom komentar 😊
__ADS_1
Buah manggis, Buah pepaya... Salam manis, untuk pembaca 🥰🥰🥰