Karamnya Harapan

Karamnya Harapan
Bagian 86 Membantu Jimy


__ADS_3

Setelah kesalahan pahaman fina dapat di selesaikan dengan fatan menegaskan kedudukan fina dan jimy dalam kehidupannya, bagi fatan saat ini kedua orang itu ialah orang terpenting dalam kehidupannya dan fatan tak bisa kehilangan salah satu dari mereka.


Untuk menyelesaikan teka-teki kebenaran siapa orang tua fatan ia memutuskan untuk menginap beberapa hari di rumah ayahnya karena bukti itu pasti ada disana, ia membawa fina juga bersamanya karena tak ingin jika harus diganggu oleh lili saat ia lengah.


sore harinya fatan yang telah kembali dari kantor lebih cepat terlihat sedang bersiap-siap untuk pergi kerumah tuan hendra, bik rani datang untuk memeriksa kembali keperluan fatan dan barang yang akan fatan bawa pasalnya ia tak ingin menggunakan pakaian yang telah tersedia untuknya disana maka dari itu ia lebih memilih membawanya dari rumah, kali ini bik rani yang menyiapkan keperluan fatan sebelum pergi


" semuanya sudah siap buk?" fatan bertanya soal kelengkapan keperluannya pada bik rani yang sedang memeriksa kembali isi koper tuan mudanya itu


" sudah tuan muda semuanya siap" jawab bik rani dengan yakin


Setelah ia dan fina siap dan pelayan telah memasukkan koper mereka ke bagasi dan fatan melajukan mobilnya keluar dari area rumah menuju kediaman keluarga darmawan,


Sementara itu setelah fatan meninggalkan area rumah pak budi mendapatkan pesan dari seseorang yang berada dirumah fatan


" mereka telah pergi" isi pesan teks yang dikirim orang itu pada pak budi


Pak budi yang menerima pesan itu langsung memberitahukannya pada tuan hendra


" tuan muda sudah meninggalkan kediamannya" ucap pak budi pada tuan hendra yang sedang berada di ruang kerjanya


" apa tujuan anak itu datang tiba-tiba begitu?" ucap tuan hendra mempertanyakan tujuan fatan yang datang secara tiba-tiba, pasalnya fatan tidak akan datang kerumah itu jika tak ada urusan penting atau undangan dari ayahnya, kini ia datang sendiri dan berencana menginap beberapa hari disana tentu saja hal itu membuat tuan hendra bertanya-tanya dan juga waspada akan kedatangan putranya sendiri


Cukup lama tuan hendra menunggu kini fatan telah tiba di rumahnya tentu saja tuan hendra berpura-pura bahwa ia terkejut atas kedatangan putranya


" tuan muda ada disini tuan besar" salah seorang pelayan memberitahu tuan hendra yang masih berada di ruang kerjanya atas kedatangan fatan


" baiklah saya kesana" balas tuan hendra dan beranjak pergi menemui fatan dengan pak budi mengikutinya dari belakang


" silahkan masuk tuan muda" ucap bik mia yang melihat kedatangan tuan mudanya itu dengan sangat semangat ia menyambutnya


" putra ayah... sungguh kejutan yang luar biasa melihat mu disini" ucap tuan hendra sembari menuruni tangga dan mendapati fatan yang baru saja masuk


" ayah.." kedua orang itu mendekat dan berpelukan melepaskan rindu karena telah lama tak bertemu

__ADS_1


" kenapa tiba-tiba begini, seharusnya kabari ayah dulu agar bik mia bisa memasakkan makanan untuk mu" ucap tuan hendra sembari melepaskan pelukannya


" aku ingin memberi kejutan pada ayah" balas fatan beralasan


"kau ini suka sekali memberi kejutan" balas tuan hedra dengan sedikit tertawa


" nak fina juga datang... bagaimana kabarmu?" tanya tuan hendra pada fina yang berada di belakang fatan


" saya baik tuan" balas fina sembari tersenyum


" panggil saja ayah" balas tuan hendra dengan ramah


" baik ayah" balas fina yang tak kalah ramah


Setelah mendengar kedatangan fatan lili merias diri agar tampil cantik dihadapan mantan kekasihnya itu entah apa tujuannya, setelah selesai merias diri lili turun untuk menghampiri fatan.


" ada tamu spesial rupanya" ucap lili begitu tiba disana, fatan yang melihat lili langsung memalingkan wajahnya kearah lain karena tak ingin melihat wanita yang menurutnya menjijikkan itu


" kenapa diam saja disini ayo antarakan mereka kekamarnya, mereka pasti sangat lelah" ucap lili sembari mendekat kearah fatan


" kalian istirahatlah dulu nanti malam kita akan ngobrol-ngobrol" ucap tuan hendra mempersilahkan mereka untuk istirahat dulu


" bik mia antarkan nak fina ke kamarnya" perintah tuan hendra


" baik tuan... mari nona bibi antar ke kamar" ucap bik mai meminta fina untuk mengikutinya


Fatan yang tak tahan melihat lili yang senyum-senyum di depannya memilih untuk pergi juga menuju kamarnya, kamar yang telah lama kosong itu memang dulunya di tempati oleh fatan saat ia masih tinggal disana, hingga kini tuan hendra membiarkan kamar itu tetap kosong dan selalu menjadi milik putranya, ia menyiapkan segala keperluan fatan disana namun tak ada satupun yang pernah fatan gunakan, mulai dari pakaian, sepatu bahkan hingga aksesori seperti jam, tuan hendra menyiapkan semuanya sesuai dengan selera putranya, tapi tak satupun pernah disentuh oleh fatan.


Pelayan datang bermaksud hendak membantu fatan membuka kopernya dan akan merapikan pakaiannya ke dalam lemari


Tok...tok... " permisi tuan muda saya datang untuk merapikan barang bawaan tuan muda" ucap salah seorang pelayan wanita dari balik pintu


" tidak usah... saya bisa melakukannya sendiri" balas fatan setelah membuka pintu kamarnya

__ADS_1


" baiklah tuan muda kalau begitu saya permisi, apa ada yang tuan muda butuhkan?" tanya pelayan itu memastikan kembali sebelum ia benar-benar pergi


" tidak" balas fatan


" baiklah tuan muda saya permisi dulu" balas pelayan itu dengan setengah membukuk dan pergi meninggalkan kamar fatan


Fatan mendudukkan diri di atas ranjang besar itu dan memutuskan untuk menghubungi jimy agar ia tak khawatir


" aku dirumah ayah" isi pesan teks fatan yang ia kirimkan pada kontak dengan nama bunga mawar itu, tak lama jimy membalas pesannya.. ting.. pesan masuk di ponsel fatan


" ada urusan apa kau disana?" isi pesan jimy


" kau pasti tau" balas fatan


" baiklah" balas jimy yang memang sudah tau atas kedatangan fatan ke rumah ayahnya dari orang suruhannya yang bekerja di kediaman keluarga darmawan.


Fatan meletakkan kembali ponselnya di atas ranjang dan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri, tak terlalu lama kini fatan telah selesai membersihkan dirinya ia hendak mengenakan pakaiannya, namun tiba-tiba lili masuk ke kamarnya, fatan lupa mengunci pintu kamarnya itulah sebabnya lili bisa masuk


" sedang apa kau disini?" tanya fatan yang terkejut melihat kedatangan lili


" tentu saja menemuimu, aku sangat rindu padamu" jawab lili dengan manja


" keluar dari sini, aku hanya mengatakannya sekali atau aku akan melempar mu keluar" balas fatan dengan marah


" kau tidak akan berani melakukan itu padaku sayang, aku tau kau tak setega itu" balas lili yang berjalan mendekat kearah fatan


" bagaimana kabarmu sayang apa kau merindukanku?" tanya lili sembari mengelus manja wajah fatan


Fatan menepis tangan lili yang menyentuh wajahnya " aku tak ingin bertengkar dengan ayah karena kau, keluarlah dari sini selagi aku masih sabar" ucap fatan dengan mata melotot dan tangannya yang menggenggam erat pergelangan tangan lili hingga membuatnya meringis kesakitan


" kau menyakitiku" ucap lili meringis karena tangannya sakit, fatan tak melepaskan genggamannya dan menarik lili menuju pintu dan mendorongnya keluar


" jangan gangguan aku atau kau akan menyesalinya" ancam fatan dan menutup pintu kamarnya dengan marah

__ADS_1


Bersambung....


Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰


__ADS_2