Karamnya Harapan

Karamnya Harapan
Bagian 165 Batasan


__ADS_3

Setelah kaki fina terluka fatan menggendongnya dan hendak ke penginapan untuk mengobati luka fina


" kak.. aku bisa jalan sendiri" ucap fina yang merasa malu pasalnya saat ini mereka sedang menjadi pusat perhatian karena fatan menggendongnya, terlebih dari awal mereka memang sudah menarik perhatian orang-orang karena pesona fatan yang terlalu kuat


" kak turunkan aku saja ya... aku bisa jalan sendiri" fina kembali meminta agar fatan menurunkannya karena ia merasa malu pada orang-orang yang menatap mereka


" kamu malu ya?" tanya fatan setelah melihat fina menyembunyikan wajahnya dari orang-orang


" iya" jawab fina


" kenapa harus malu kita tidak melakukan sesuatu yang di luar batas" balas fatan yang juga ternyata mempercepat langkahnya agar segera tiba di penginapan, penginapan mereka tak jauh dari tepi pantai tempat mereka menghabiskan waktu sebelumnya hanya berjarak sekitar dua puluh menit


Kini mereka telah tiba di depan gubuk atau kamar fina, fatan menurunkannya namun tetap memengangi tubuhnya fina agar tak terlalu bertumpu pada kakinya karena kakinya terluka, fatan langsung membantu fina masuk setelah pintunya terbuka segera fatan membawanya duduk ke sebuah kursi yang terbuat dari rotan yang berada disana


" bersihkan dirimu dulu, setelah itu saya akan obati kakimu" ucap fatan, fina mengangguk menyetujui


" saya akan meminta kotak P3K ke resepsionis... mandilah dulu" ucap fatan sembari keluar dari kamar fina


Sekitar beberapa menit fatan pergi dan fina telah selesai mandi, setelahnya terdengar ketukan di pintu kamar fina


" kamu sudah selesai... boleh saya masuk?" terdengar suara fatan dari luar


" sudah kakak masuk saja" balas fina


Pintu terbuka dengan fatan masuk kedalam dengan membawa kotak P3K di tangannya, serta baju yang sama seperti sebelumnya sepertinya fatan belum membersihkan dirinya sama sekali


" apa dia belum membersihkan dirinya" pikir fina setelah melihat fatan masih mengenakan baju yang sama dan masih bernoda pasir dan masih beraroma air laut


" saya sudah bawa kotak P3K nya" ucap fatan sembari berjalan mendekati fina yang sedang duduk di tepi ranjangnya, fatan mendudukan dirinya di lantai tepat di ujung kaki fina


" kakak sedang apa?" ucap fina menggeser kakinya dari hadapan fatan


" saya tidak akan berbuat aneh-aneh... saya hanya akan mengobati kaki mu" ucap fatan sembari mengambil kaki fina yang terluka untuk mengobatinya


" saya bisa sendiri kakak" ucap fina sungkan dan menghalangi kakinya yang akan di obati fatan


" saya tau batasan saya... jadi kamu tidak perlu khawatir... kemarikan kakimu.. atau itu akan semakin parah" ucap fatan sembari mengambil kembali kaki fina yang terluka dan meletakkannya di atas lututnya agar bisa di obati

__ADS_1


" bukan... bukan begitu" ucap fina berusaha menjelaskan agar fatan tak salah paham dengan maksudnya menolak, bukan karena ia berpikir bahwa fatan adalah pria kurang ajar hanya saja ia merasa tidak enak jika fatan memegang kakinya


" diamlah" ucap fatan sembari mengobati luka di telapak kaki fina


" aw...." fina sedikit menarik kakinya karena merasa perih


" maaf-maaf... saya akan pelan-pelan" ucap fatan yang kembali mengobati luka fatan


" nah sudah selesai" ucap fatan setelah memasangkan plester di luka fina


" terimakasih kakak" balas fina


" istirahatlah... saya akan mengatakan pada ayah aditya kita tidak bisa datang untuk makan malam" ucap fatan yang ingin membatalkan makan malam dengan tuan adhitama karena fina terluka


" tidak usah di batalkan kak... aku tidak apa-apa" balas fina yang tak ingin mengecewakan tuan dan nyonya adhitama hanya karena luka kecil


" tapi kamu terluka... tidak perlu memaksa untuk datang.. ayah dan bunda pasti mengerti" balas fatan memberi pengertian agar fina tak memaksakan diri untuk pergi


" aku sungguh baik-baik saja kak... aku tidak ingin mengecewakan mereka.. pasti mereka sudah menyiapkan untuk makan malam" balas fina yang juga ingin memberi pengertian pada fatan bahwa dia baik-baik saja


" kamu yakin?" tanya fatan memastikan


" baiklah... sekarang istirahatlah dulu saya juga ingin membersihkan diri" ucap fatan sembari berjalan keluar karena saat ini ia merasa malu


" astaga... diamlah" setelah fatan keluar, fatan memegangi dadanya karena jantungnya yang berdegup kencang saat ini


Fatan kembali ke kamarnya untuk membersihkan diri sembari tersenyum bahagia


🌹 Di sisi jimy


Jimy sedang berada di kedainya, para pengunjung masih ramai bahkan mereka rela duduk berjam-jam disana hanya untuk melihat jimy, tentu saja pesona pria manis satu ini tak bisa di abaikan, sejak pertama kali tempat ini di buka dan pengunjung mulai datang, setelah mereka mencicipi masakan jimy dan melihat betapa mempesonanya pria manis ini banyak dari mereka yang jatuh hati padanya, bahkan tak hanya wanita dari kalangan pria pun banyak yang tak bisa melepaskan pandangannya dari jimy, tapi kedai ini punya peraturan untuk tak boleh memotret sisi dalam kedai, untuk mencegah potret jimy menyebar di dunia maya, jika ada yang ketahuan memotret di dalam kedai atau memotret jimy maka akan ada sangsi untuk mereka


" anda kembali lagi... ingin pesan apa?" tanya seorang pelayan pada seorang pelanggan yang datang, yang sepertinya sering datang kesana


" seperti biasa saja" ucap pelanggan itu yang ternyata seorang wanita cantik


" baik... tolong tunggu sebentar" balas sang pelayan meninggalkan meja wanita itu dan menyampaikan pesanannya pada chef

__ADS_1


" selamat datang anda datang lagi... apakah anda ingin memesan yang sama ?" tanya pelayan pada seorang pria kali ini yang sepertinya juga sering datang kesana


" iya.. tolong seperti biasa saja" balas pria itu


" baiklah... tolong tunggu sebentar" balas pelayan yang kembali menyampaikan pesanan pada chef


" apa hari ini di tidak keluar ya... aku sudah dua jam duduk disini tapi belum melihatnya?" tanya seorang pengunjung pada temannya


" entahlah... aku harap dia keluar... aku sangat tidak sabar melihatnya lagi" balas temannya yang diketahui mereka sedang menunggu kehadiran jimy, yah kebanyakan pelanggan datang bukan hanya untuk makan tapi juga melihat pesona terindah di kedai itu yang tak lain adalah jimy, jika beruntung mereka bisa berbincang sebentar dengan jimy, sepertinya hal ini di alami oleh kedua pelanggan yang sering datang itu, mereka termakan senyum manis jimy yang tak tertandingi.


Pintu kedai terbuka kedua pelanggan yang duduk menghadap pintu keluar tentu saja melihat siapa yang masuk, dan ternyata itu adalah jimy, kedua pelanggan itu langsung sumringah melihat kedatangan jimy


" anda dari luar?" tanya wanita pelanggan itu pada jimy


" ah iya saya ada keperluan di luar" balas jimy tanpa lupa bumbu senyum manisnya


" kyaaakkk... itu dia... hari ini juga dia sangat manis" teriak seorang pengunjung wanita, jimy yang mendengarnya langsung menoleh kearah wanita itu dan memberikan senyum manisnya membuat wanita itu histeris


" banyak fans ya..." ucap pelanggan pria yang sebelumnya


" hehehe" jimy hanya tertawa kecil


" anda sudah memesan?" tanya jimy, pria itu hanya mengangguk


" kalau begitu selamat menikmati... saya permisi dulu" balas jimy yang berlalu pergi ke belakang


" wah sepertinya bapak lebih cocok jadi model saja dari pada membuka kedai" ucap seorang pelayan wanita pada jimy


" saya yakin pelanggan datang bukan karena makanannya tapi karena ingin melihat bapak saja" celetuk pelayan pria


" setuju" kompak kedua pelayan itu setuju


" sudah-sudah hentikan itu... mereka datang karena makanannya bukan karena saya" balas jimy


" iya deh percaya" balas keduanya namun dengan gaya meledek


Jimy segera meninggalkan mereka dan menuju area memasak karena ia juga bekerja sebagai koki disana bersama satu orang koki lainnya, karena memang kedainya tak ia buat terlalu besar.

__ADS_1


Bersambung...


Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰 Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar 🤗


__ADS_2