
Dua hari telah berlalu sejak insiden yang terjadi di malam pesta, beruntung luka yang dialami fatan tak serius jadi ia memutuskan untuk kembali bekerja lagi hari ini
" kau yakin bisa bekerja?" tanya jimy pada fatan yang sudah berada di kantor
" iya" jawab fatan singkat
Jimy yang mendengar itu tak melanjutkan pertanyaannya lagi meskipun ia khawatir tentang kondisi fatan, namun apalah daya fatan adalah seseorang yang sangat gila dengan pekerjaan, jika ia merasa bisa melakukannya maka sangat sulit untuk memintanya mundur
Di tengah perbincangan itu ponsel fatan berbunyi tanda bahwa ada sebuah pesan yang masuk, fatan langsung melihat ponselnya dan seketika ia pun tersenyum, jimy yang melihat itu merasa heran apa alasan yang bisa mencairkan balok es didepanya ini
" sepertinya tidak terlalu sulit lagi melihat senyum itu" ucap jimy menyindir fatan yang saat ini tengah tersenyum sembari membalas pesan di ponselnya
" kau mengatakan sesuatu?" tanya fatan yang tak mendengar dengan jelas apa yang dikatakan jimy
" bukan apa-apa.... kau sangat asyik dengan ponsel mu ya" balas jimy
" aku senang" lanjut jimy
" apa yang membuatmu senang disaat seperti ini?" tanya fatan yang tak mengerti
"aku senang mengetahui bahwa yang membuatmu tersenyum bukanlah sebuah kertas tebal yang di hiasi tinta dan juga bukan pekerjaan yang membosankan ini" ucap jimy dengan nada yang menunjukkan bahwa ia sangat senang
"ku pikir juga begitu" balas fatan yang tak mengelak perkataan jimy
"sepertinya dia melakukannya dengan baik" ucap jimy tentang prilaku fina pada fatan
" bukan hanya baik, dia juga manis" balas fatan dengan diiringi senyumannya
" apa yang sudah kau lakukan dengannya?" tanya jimy
" memangnya kau ingin aku melakukan apa... apa kau pikir aku salah satu dari pria brengsek yang memanfaatkan seorang wanita" balas fatan dengan seyuman yang menghilang dari wajahnya
" hei bodoh!! apa yang kau pikiran" balas jimy dengan memukul pelan kepala fatan
" kenapa kau memukul ku" balas fatan yang memegang bagian kepalanya yang di pukul jimy barusan
" aku tau kau bukan pria yang akan melakukan hal-hal yang berada diluar batasanmu" ucap jimy
" jika kau sudah tau, lalu kenapa menanyakannya" balas fatan
" bukan itu yang ku tanyakan, aku hanya bertanya apa kau pernah melakukan sesuatu bersamanya, seperti berkencan denganya?" jelas jimy
" apa itu perlu" tanya fatan dengan wajah datarnya
" tentu saja, kau dan dia harus punya momen bersama" balas jimy mengiyakan
__ADS_1
" aku selalu bertemu dengannya saat dirumah" balas fatan
" itu berbeda, kau bertemu dengannya karena kalian tinggal dirumah yang sama, jika kau mengajaknya keluar sesekali maka kau juga bisa memastikan persaanya terhadap mu" jelas jimy
" baiklah aku akan coba lain kali" balas fatan yang mulai mengerti maksud dari perkataan jimy
" bagaimana dengamu?" tanya fatan yang membuat jimy tak mengerti apa maksudnya
" bagaimana apanya?" tanya jimy yang hak mengerti
" apa yang kau lakukan akhir-akhir ini sehingga kau tak mengunjungi ku sama sekali setelah aku keluar dari rumah sakit" jelas fatan
" kau terlihat baik-baik saja, lalu untuk apa aku mengunjungimu" jawab jimy asal
" lagi pula aku sedang sibuk sekarang" lanjut jimy
" benarkah!!" balas fatan yang sedikit memberi penekanan pada kata yang diucapkannya
" tentu saja" balas jimy dengan santai
" sudahlah karena kau bilang sudah baik-baik saja, maka aku akan lanjutkan pekerjaan ku" ucap jimy dan beranjak pergi dari ruang kerja fatan
" jangan terlalu keras pada dirimu sendiri, jika itu menyulitkan maka berhenti saja" pesan fatan sesaat sebelum jimy keluar dari ruangannya, jimy yang mendengar itu menghentikan langkahnya dan memperlihatkan sedikit wajahnya dengan senyuman manisnya
" aku tau itu" balas jimy yang kemudian berlalu pergi
Kini waktu sudah menunjukkan saatnya pulang untuk para pekerja dan fatan segera pulang kerumahnya
" tuan muda sudah kembali?" tanya bik rani yang kebetulan membuka pintu untuk fatan
" iya buk" jawab fatan
" apa tuan muda baik-baik saja, bagaimana dengan lukanya?" tanya bik rani yang terlihat cemas
" saya baik-baik saja buk..." balas fatan
" ibu istirahat saja, jangan melakukan pekerjaan yang berat" lanjut fatan
" ibu bosan jika hanya duduk saja tuan muda" balas bik rani yang merasa bosan jika tak melakukan apapun
" lakukan apapun yang ibu suka, tapi tetap jaga kesehatan ibu" ucap fatan dan pergi meninggalkan bik rani menuju kamarnya
Sejak fatan mengijinkan fina untuk mengurusinya seperti menyiapkan segala keperluannya, membersihkan kamarnya, memasak makanan untuknya, kini bik rani hanya mengawasi pekerjaan semua pelayan yang ada dirumah itu sehingga membuat bik rani sedikit merasa bosan
Fatan yang sedang duduk di tempat kesukaannya yaitu sebuah sofa di dekat jendela kamarnya setelah ia selesai membersihkan diri dan juga fina selesai mengoleskan obat di luka fatan yang belum benar-benar sembuh, kini hubungan mereka semakin baik, fatan mulai merasa nyaman dengan keberadaan fina dan begitu juga sebaliknya, kini sepertinya fina mulai memiliki rasa pada fatan, meskipun fina masih menyangkal rasa itu, ia hanya berpikir bahwa kenyamanan ini hanya karena mereka sering bersama akhir-akhir ini
__ADS_1
" kenapa aku selalu memikirkannya" tanya fina pada dirinya sendiri yang sedang menyiapkan makan malam di dapur
" tidak mungkin aku menyukainyakan" gumam fina yang masih ragu akan persaanya sendiri
Tika yang mendengar gumaman fina langsung menghampirinya
" siapa yang menyukai siapa?" tanya tika yang membuat fina kaget karena kedatangannya
" ish.. tika kebiasaan deh bikin kaget orang" ucap fina yang kaget
" abisnya kau asyik berbicara sendiri" balas tika
" apa iya?" tanya fina
" iya" jawab tika
" apa sih yang membuatmu asyik bicara sendiri?" tanya tika yang penasaran
" bukan apa-apa" jawab fina yang tak ingin menceritakannya pada tika
" kau yakin!! sepertinya tadi aku mendengar mu berbicara sendiri tentang menyukai seseorang" ucap tika yang mencoba mengorek informasi
" ah soal itu... teman ku sepertinya tertarik dengan kak jimy" jawab fina asal
" teman mu?" tanya tika menyakinkan
" iya teman ku namanya meri" jawab fina
" yang kau maksud kak jimy itu, apa pak jimy teman tuan fatan?" tanya tika yang sedikit ragu
" iya" jawab fina singkat
" kau memanggilnya kakak, sepertinya kalian sangat dekat ya" tanya tika yang penasaran, pasalnya ia sudah cukup lama bekerja di kediaman fatan tetapi jangan untuk menarik perhatian fatan bahkan untuk berbicara dengan jimy saja ia tak berani
" iya... kami cukup dekat, kak jimy juga yang memberiku pekerjaan disini" jawab fina
" kau beruntung ya bisa dekat dengan orang-orang ganteng seperti mereka" ucap tika dengan lesu
" begitu ya" jawab fina
" mungkin aku beruntung bertemu mereka, tapi mereka takkan beruntung bertemu dengaku" pikir fina
Bersambung....
Jangan pernah ada kata seharusnya dalam kehidupan, karena kata seharusnya melambangkan penyesalan...
__ADS_1
Selamat menikmati 😁 semoga kita bisa bertemu di kolom komentar 😊
Salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰