Karamnya Harapan

Karamnya Harapan
Bagian 172 Dia Sangat Sulit Dipahami


__ADS_3

Setelah mengunjungi gua kolam biru kini mereka telah tiba di penginapan, hari sudah hampir gelap saat mereka tiba


" nah... kita sudah tiba di penginapan... selamat beristirahat... dan sampai jumpa besok pagi" ucap supit muda itu terlihat ia selalu senang dan menikmati pekerjaannya


" terimakasih untuk hari ini" balas fina


" terimakasih kembali" balas supir muda itu


Fatan dan fina memasuki penginapan dan menuju kamar mereka


" istirahatlah dulu... masih ada waktu sebelum makan malam" ucap fatan pada fina setelah mereka tiba di depan kamar fina


" kakak juga istirahatlah" balas fina


" iya... saya permisi dulu" pamit fatan menuju kamarnya


" kak..." panggil fina


" iya?" fatan kembali menoleh kearah fina


" terimakasih untuk hari ini.... aku sangat senang" ucap fina sembari tersenyum manis


" sama-sama saya juga senang" balas fatan dengan sekilas senyum di wajahnya, setelahnya fina langsung masuk ke kamarnya dan fatan juga menuju kamarnya


" aki tidak menyangka dia akan melakukan hal itu, mengingat sikapnya yang tak terlalu banyak berubah dari sejak sebelum bertunangan, namun ternyata dia sangat peduli, sejak awal ku pikir dia hanya ingin bertunangan denganku karena kak jimy yang membawaku padanya, tapi sepertinya aku benar-benar merasakan ketulusan pria ini padaku" pikir fina sembari mengenggam dadanya karena senang


Setelah tiba di kamar fina memilih untuk istirahat sejenak sebelum ia mandi karena masih ada waktu sebelum mereka keluar untuk mencari makan malam, fina mengambil ponselnya melihat-lihat hasil jepretannya hari ini, mengingat kembali sensasi saat ia tiba di kolam biru, matanya tertuju pada foto fatan yang ia jepret.. sungguh pria yang tampan, ia tampak seperti model profesional.


" mandi dulu ah" gumam fina setelah cukup beristirahat, ia berjalan menuju kamar mandi sembari bersenandung karena merasa sangat senang


Beberapa saat kemudian mereka keluar untuk mencari makan malam, dan berjalan-jalan sebentar di pinggir pantai menikmati sejuknya angin malam dan cahaya bulan


" apa kakak suka malam?" tanya fina saat mereka berjalan menyusuri pantai


" emm" balas fatan tanpa menoleh kearah fina yang berada di sampingnya


" aku sering melihat kakak menatap langit malam dari balkon kamar kakak.. bahkan disini juga aku sering melihat kakak di luar kamar menatapnya" celoteh fina


" apa yang membuat kakak suka langit malam?" tanya fina


" kenyataan" jawab fatan singkat, ia masih menatap lurus ke depan, sementara fina langsung menatap fatan setelah mendengar jawabannya


" kenyataan?" tanya fina ingin fatan memperjelas maksudnya


" iya... saya pikir hidup saya sama dengan langit malam... sangat gelap dan hanya dihiasi cahaya remang, terkadang jika beruntung itu akan diterangi cahaya purnama" jawab fatan dengan ekspresi yang sulit di jelaskan


" mengapa kakak berpikir begitu?" tanya fina


" entahlah..." jawab fatan


" selama hidup saya merasa selalu di tinggalkan" lanjut fatan entah mengapa suasana terasa mencekam sekarang


" pertama ibu.. kedua wanita yang dulu pernah saya yakini akan selalu bersama saya.. setelahnya sahabat terbaik saya... dan ternyata ayah juga berbohong pada saya tentang indentitas saya" lanjut fatan yang masih menatap lurus ke depan

__ADS_1


" kamu sudah tau tentang wanita itukan?" tanya fatan


" iya..." jawab fina singkat mengingat jimy pernah menceritakannya


" apa kamu juga tau ayah pernah membuang saya?" tanya fatan


"emm" balas fina mengangguk, hal ini juga diberitahukan oleh jimy


" orang-orang sering berkata lupakanlah masa lalu dan melangkahlah kedepan... hanya tatap masa depan... tapi mereka lupa sesuatu yang sudah hancur akan meninggalkan bekas saat di perbaiki.. meskipun itu diperbaiki oleh yang paling ahli" lanjut fatan


" entah mengapa saya merasa dunia itu tidak adil, saya menerima setiap kepedihan, entah itu memang benar atau saya yang terlalu lemah" lanjut fatan


" saat terjatuh saya merasa tak ingin hidup lagi, namun saat itu pula saya menemukan alasan untuk hidup lagi, itu terulang beberapa kali.. saya selalu di tinggalkan dan harus mencari alasan baru untuk hidup" lanjut fatan masih dengan ekspresi yang sulit diartikan, entah kesedihan, kekosongan atau kegelapan


" namun saya percaya satu hal.. saya masih hidup karena bab saya belum berakhir, sembari menunggu saya akan menjalaninya sebisa mungkin" lanjut fatan


Mendengar penuturan fatan.. fina merasa tersayat juga, merasakan sedih yang dialami fatan, sejak dulu sepertinya pria ini menginginkan seseorang yang bisa mengerti dirinya tanpa menuntut apapun, hanya itu yang ia butuhkan.


" bisakah aku berada dalam cerita kakak... untuk mengisi setiap babnya?" tanya fina sembari mengenggam tangan fatan, akhirnya fatan menoleh kearahnya dan mengehentikan langkahnya, sekelebat tertata senyum tipis di wajahnya


" kamu sudah ada disana... di dalam cerita saya dan perlahan menjadi purnama bagi saya" ucap fatan


" aku tidak ingin hanya menjadi cahaya purnama dalam hidup kakak tapi matahari" balas fina yang ingin menerangi hidup fatan dengan cahaya yang terang bukan cahaya yang remang


" saya rasa itu bisa terjadi" balas fatan sembari membawa fina pada pelukannya


" gadis kecil yang manis... saya masih perlu waktu untuk belajar tentang mu sepertinya ini membutuhkan waktu seumur hidup.. apa kamu bisa bersama saya selama itu?" ucap fatan


" lebih dari seumur hidup" jawab fina


" bagaimanapun aku masih belum mengerti pria ini sepenuhnya, meskipun kami telah bertunangan, pria ini cenderung tak menunjukkan emosinya dihadapan orang lain, apa sekarang ia menjadi sangat terbuka padaku sehingga menunjukkan sisi lemahnya" pikir fina sembari memeluk kekasihnya itu


" seperti yang dia katakan butuh waktu seumur hidup untuk aku bisa mengerti dirinya juga" pikir fina


" apa yang kakak suka selain langit malam?" kembali mereka melanjutkan langkahnya menyusuri pantai


" dari pada menanyakan tentang saya.. bukankah kamu ingin menceritakan tentang dirimu pada saya" ucap fatan


" benar juga" jawab fina


" bagaimana jika begini... kita saling lempar pertanyaan?" usul fina


" boleh juga" jawab fatan


" oke... aku akan menjadi orang pertama yang mengajukan pertanyaan" ucap fina mengambil giliran


" bukankah ini giliran saya?" ucap fatan


" yang tadi itu tidak dihitung" jawab fina


" baiklah" balas fatan mengalah


" apa rambut kakak sudah panjang sejak kakak masih anak-anak?" pertanyaan pertama fina

__ADS_1


" pft....apa itu membuatmu penasaran?" fatan menahan tawanya saat fina menanyakan hal itu, ia pikir fina akan bertanya tentang hal lain


" tentu saja... bukankah ini sangat jarang terjadi" balas fina pasalnya kebanyakan pria memiliki rambut pendek


" saya baru benar-benar memanjangkan setelah lulus SMA" jawab fatan


" ah begitu ternyata" balas fina


" sekarang giliran saya... kenapa kamu bertanya soal rambut saya?" fatan melemparkan pertanyaannya


" ingin tau saja... barangkali ada alasan khusus dibaliknya" jawab fina


" tidak ada alasan khusus itu hanya karena saya benar-benar suka rambut panjang seperti ini" jawab fatan


" selain kak jimy apa kakak punya teman lain?" pertanyaan fina berikutnya


" dulu ada tapi mereka semua menjauh sejak insiden itu" jawab fatan


" apa kamu punya sesuatu yang berharga bagimu?" pertanyaan fatan selanjutnya


" keluargaku... dan kini kakak juga" jawab fina


" kenapa kakak tidak suka keluarga bawang?" pertanyaan fian selanjutnya


" pft..." kembali fatan menahan tawanya mendengar pertanyaan fina


" kenapa tertawa.. wajarkan aku bertanya begitu" ucap fina


" tidak alasan khusus saya hanya tidak suka saja, sepertinya ini sama dengan almarhum ayah fauzan" jawab fatan


" berbicara soal makanan apa ada makanan yang sangat kamu sukai?" pertanyaan fatan selanjutnya


" tidak ada yang khusus saya makan semuanya... hehehe" jawab fina


Mereka saling lempar pertanyaan mulai dari yang remeh hingga yang serius, sampai akhirnya mereka tiba di penginapan dan akan menuju kamar masing-masing fina mengajukan pertanyaan terkahirnya


" jika kakak bisa mengulang masa lalu apa yang kakak lakukan?" tanya fina


" jika saya menanyakan hal yang sama apa jawabanmu?" fatan malah mengajukan pertanyaan kembali


" entahlah... mungkin aku ingin lebih membahagiakan almarhum ayahku" jawab fina


" lalu apa jawaban kakak?" tanya fina


" saya takkan mengubah apapun, saya tidak tau apa yang akam terjadi jika saya mengubahnya, apakah itu lebih baik atau lebih buruk... bagaimanapun itulah bagian dari cerita saya" jawab fatan


" jika saya mengubah masa lalu maka bisa jadi saya tak bertemu kamu dan jimy, seperti sudah bagus" lanjut fatan


" selamat malam" ucap fatan setelahnya saat mereka telah tiba di depan kamar fina dan fatan menuju kamarnya, fina terdiam mendengar jawaban pria itu


" selamat malam" gumam fina dan masuk ke kamarnya


Jika ada yang bertanya mengapa fatan seperti ini.. karena sedari awal fatan ialah orang yang memiliki sifat lebih perasa dari orang lain, ketika ia percaya pada seseorang maka ia akan percaya sepenuhnya pada orang itu, namun jika dia sudah dikecewakan satu kali oleh seseorang maka ia akan mengingat itu selamanya meskipun ia memaafkan orang itu, fatan juga sangat gampang marah, saat di sekolah ia bahkan sering memukuli siswa-siswa lainnya, bahkan itu berlaku sampai sebelum ia bertemu dengan lili yang kemudian mampu membuat pria itu mengontrol emosinya, namun setelah lili pergi pria itu menjadi seseorang yang kosong tanpa emosi hingga jimy kembali membangkitkan gairah hidup pria itu namun ia tetap seperti sekarang ini.

__ADS_1


Bersambung....


Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰 Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar 🤗


__ADS_2