Karamnya Harapan

Karamnya Harapan
Bagian 113 Ternyata Dia


__ADS_3

" makanannya sudah siap mas radif.. mas riki ayo kita makan" ucap desi dari dapur setelah selesai menyiapkan makanan yang ia bawa sebelumnya, kedua pemuda itu dengan terpaksa dan mengikuti alurnya berjalan menuju ke meja makan pas sekali waktu sudah menunjukan jam makan siang


" ayo mas pada duduk" desi mempersilahkan kedua pemuda itu untuk duduk ia berprilaku seperti pemilik rumah saja


" padahal aku yang punya rumah kok jadi kayak tamu gini sih..." gumam radif yang agak kesal dengan sikap desi yang terkadang terlalu berlebihan meskipun desi cukup sering mengunjungi radif namun radif tak terlalu menyukainya


" mas riki mau makan pake lauk apa, hari ini aku masak telor balado sama sayur asem" ucap desi menanyakan menu untuk riki dengan niat ia akan mengambilkannya untuk riki


"telur balado aja" balas riki dengan sedikit senyum


" aku ambilin ya mas" balas desi sembari menyendokkan nasi ke piring riki dan juga telur baladonya, riki hanya membalasnya dengan sedikit tersenyum


" astaga ni cewek ganjen banget sih.. tapi dia baik" ucap radif dalam hati begitu melihat kelakuan desi pada riki


Saat mereka sedang menikmati makan siang yang dibawakan oleh desi sangat tidak tepat pria tampan lainnya datang yaitu bagas


Tok...tok...tok terdengar ketukan di pintu membuat riki dan radif saling menatap mereka berpikir mungkin saja itu bagas


" desi liay dulu siapa yanh datang ya mas" ucap desi yang hendak beranjak dari duduknya untuk melihat siapa yang mengetuk pintu


" tidak usah kamu duduk saja biar mas yang membukanya" sigap radif bangkit dan meminta desi untuk duduk saja, desi mengangguk setuju dan kembali duduk


Cklik... pintu di buka dan radif mendapati yang datang benar-benar bagas, radif mempersilahkannya masuk, desi yang ingin tau siapa yang datang melihatnya ke ruang tamu


" siapa yang datang mas?" tanya desi seolah ia istri pemilik rumah itu, bagas yang mendengar suara wanita memasang ekspresi heran dan bertanya-tanya siapa wanita itu, radif yang tau maksud dari bagas langsung menjelaskan siapa desi itu


" ini desi... dia tinggal di ujung gang ini" ucap radif memperkenalkan desi pada bagas


" ganteng banget mas siapa ya?" tanya desi dengan centilnya sama seperti sebelumnya saat ia bertanya pada riki

__ADS_1


" ini temanya mas riki... kebetulan dia tau mas riki cuti hari ini dan datang menemuinya" balas radif


" owh.. temennya mas riki... ganteng ya" balas desi sok imut


" sudah selesaikan makan siangnya, udah gih kamu balik jangan nempel-nempel sama mas riki mulu kasian dia cape mau istirahat" radif meminta desi untuk pulang dan memintanya untuk tak dekat-dekat dengan riki yang sejak tadi ternyata desi memeluk lengan riki hingga membuatnya susah berjalan


" hehehe... mas radif cemburu ya?" balas desi mencoba menggoda radif


" sudah pulang sana ngak baik anak cewek kekontrakan cowok" balas radif berusaha agar desi cepat pergi


" iya deh iya... aku pulang, besok aku datang lagi ya mas" balas desi dengan manja pada riki


" sudahlah cepat pergi" balas radif yang sudah tak tahan dengan sikap desi, gadis itu pun melenggang pergi keluar kontrakan


Setelah gadis itu pergi radif segera menutup pintu kontrakannya dan duduk di kursi rotan yang ada di ruang tamu bersama dua orang lainnya


" fyuh..." radif membuang nafas lega setelah gadis itu berhasil pergi, riki dan bagas memandang radif seolah bertanya siapa gadis itu


" bos ingin minum sesuatu?" tanya radif menawarkan


" boleh secangkir kopi, sepertinya pembicaraan kita akan cukup lama" balas bagas


" tunggu sebentar" balas radif dan pergi menuju dapur meninggalkan kedua pria itu disana


" bagaimana ada sesuatu yang menarik?" kini tanya bagas pada riki


" tentu saja bos" balas riki


" lihatlah ini..." lanjut riki menyerahkan sebuah map cokelat pada bagas

__ADS_1


Bagas mengambil map itu dan membukanya di dalamnya terdapat beberapa lembar kertas serta foto, dengan seksama bagas melihat semua lembar-lembar itu dan juga foto-fotonya, betapa terkejutnya bagas melihat isi dari map itu yang ternyata benar di kediaman fatan ada seseorang yang selalu memberikan informasi apapun tentang bagas pada orang yang disinyalir sebagai penugasnya disana


" dia kan... bik rani kepala pelayan disana.." ucap bagas tak percaya ternyata orang itu adalah bik rani


" kau yakin ini benar... bagaimana mungkin bik rani bisa melakukan hal seperti itu sementara beliau tau bahwa majikannya menutup diri dari dunia luar" bagas masih tak percaya dengan apa yang riki berikan padanya, bukti bahwa bik rani memang membagikan informasi fatan pada seseorang yang tampak dari foto itu adalah pak budi


" saya yakin bos... semua sudah saya selidiki lebih lanjut sebelum bertemu dengan bos" jawab riki penuh percaya diri seperti biasa


Bagas tak lagi mempertanyakan bagaimana cara riki mendapatkan semua bukti itu, baginya jika bosnya yaitu jimy percaya pada riki maka pastilah riki sangat bagus, terlebih riki juga telah bekerja dengan mereka sejak lama, kemampuannya tak perlu diragukan lagi, riki yang cerdas dalam bidang teknologi membuat pekerjaannya menjadi lebih mudah, meskipun ia merupakan anak buah dari jimy namun pendidikannya sudah terjamin, bagi keluarga adhitama semua anak-anak yang ada bersama mereka mendapatkan pendidikan yang layak sama seperti anak lainnya.


" bos ini kopinya" suara radif terdengar baru datang dari dapur membawakan secangkir kopi untuk bagas dan teh untuk riki serta cemilan yang sebelumnya riki bawa


" kenapa wajah bos terlihat masam begitu?" tanya bagas yang tak tau apa yang sedang dibicarakan oleh riki dan bagas, radif memang ditugaskan didaerah sana namun tak berkaitan dengan tugas menjaga fatan melainkan tugas lain, riki dan bagas mengunakan kontrakan radif untuk bertemu agar lebih aman, radif hanya tau dalam misi riki kali ini dia adalah adik dari riki


" temuan riki sangat tidak terduga" balas bagas


" ternyata seseorang yang tak kami curigai sama sekali adalah mata-mata, kami tak menyangka hal ini" lanjut bagas, radif mengangguk tanda ia mengerti


" beberapa hari yang lalu dia juga mendatangi ku, pertamanya ia menanyakan hal tidak penting sama sekali setelahnya ia bertanya tentang pak kasim" ucap bagas sembari menunjuk gambar pak budi yang terdapat di foto saat sedang bertemu dengan bik rani di area sekitar rumah fatan


" lalu bagaimana bos?" riki menanyakan langkah selanjutnya


" aku sudah mengirimkan seseorang untuk mengawasi pak budi... kau lanjutkan saja tugasmu" balas bagas memberi perintah


" baik bos" balas riki mengerti


"apa yang sebenarnya kau inginkan pak budi... di pihak siapakah kau berada??" pikir bagas yang tak punya petunjuk apapun tentang pak budi yang berada di pihak siapa


Bersambung....

__ADS_1


Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰 Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar 🤗


__ADS_2