Karamnya Harapan

Karamnya Harapan
Bagian 64 Masa Lalu


__ADS_3

Selesai makan malam, fina membersikan meja makan dan mencuci peralatan makan yang digunakan, jimy menyusul fina ke dapur untuk membantunya mencuci piring sementara fatan seperti biasa hanya diam saja


" kakak bantu ya" jimy menawarkan bantuan pada fina yang sedang mencuci piring


" eh.. tidak usah kak, fina bisa sendiri kok" balas fina kaget setelah mendengar suara jimy di belakangnya


" sudah tidak apa-apa" balas jimy yang kini telah berdiri disampingnya dan meraih piring kotor yang ada di sebelahnya, fina yang melihat sepertinya jimy memang berniat untuk membantunya tak lagi menolaknya


" sedang apa kalian?" suara fatan yang tiba-tiba terdengar merusak suasana yang ada


" memangnya tidak bisa lihat ya, kenapa masih bertanya" jawab jimy ketus


" cebol sialan" plaakk fatan memukul pelan kepala jimy


" mau cari ribut ya" jimy membalas memukul fatan


" pergi sana menganggu saja" ucap jimy dan melanjutkan mencuci piring


" jika aku tidak mau pergi kau mau apa hah!!!" balas fatan yang tak mau kalah


" benar-benar mau cari ribut ya, makan ni sabun" balas jimy yang melempari fatan dengan busa sabun, fatan juga tak mau kalah ia berusaha membalas jimy hingga fina menghentikan mereka berdua


" stop!!" ucap fina dengan sedikit berteriak sontak membuat mereka berdua berhenti


" kalian bisa berhenti tidak... kalau cuma bikin kacau lebih baik pergi dari sini" ucap fina kesal


" kakak benar-benar mau bantuin kok, dia nih yang bikin kacau" jimy membela diri


" kok aku... jelas-jelas kau yang mulai duluan" balas fatan tak mau kalah


" diam!!!" fina kembali meninggikan suaranya


" kak jimy kalau mau bantuin ya sudah jangan ribut lagi, kalau masih mau ribut pergi saja fina bisa kerjakan semuanya sendiri" ucap fina kesal, mendengar jimy yang dimarahi fatan tersenyum puas meledek jimy


" kak fatan juga mau apa kesini?" tanya fina kesal


" melihat si cebol ini, apa yang dia lakukan" balas fatan


Setelahnya mereka berdua bisa diam, jimy yang melanjutkan membantu fina dan fatan yang ternyata memilih untuk kembali ke ruang tamu


" kakak mau tanya sesuatu boleh?" tanya jimy pada fina setelah kini mereka tinggal berdua


" tanya apa kak?" balik tanya fina yang kini sudah mendudukan dirinya di kursi


" fina juga ada disana saat peristiwa kemarin terjadikan?" tanya jimy


" peristiwa apa yang kakak bicarakan fina tidak mengerti" balas fina menyembunyikan apa yang terjadi, pasalnya fatan dan bik rani sudah mengatakan untuk melupakan semua itu tapi kini jimy malah bertanya padanya tentang peristiwa itu

__ADS_1


" tidak perlu di tutupi kakak sudah tau, jelas terlihat bahwa ini fina kan" balas jimy menujukan foto yang terdapat di ponselnya


" em.. itu.. itu" ucap fina gugup yang tak tau harus menyangkal bagaimana lagi sebab foto itu sengat jelas


" kenapa fina jadi gugup begitu, tenanglah kakak tidak marah padamu" ucap jimy menenangkan fina yang terlihat sangat gugup


" kakak cuma ingin bertanya beberapa hal saja" lanjut jimy, mendengar itu fina bisa sedikit lega


" saat itu fina, kak fatan, ibu, jojo dan joni baru saja kembali dari sekolah jojo dan joni, mereka mengadakan pertunjukan bakat di sekolah jadi fina dan kak fatan pergi kesana" fina menceritakan apa yang mereka lakukan hari itu


" setelah dari sekolah kak fatan mengajak kami semua untuk makan dan dua pria tua tiba-tiba datang menyerang kak fatan saat kami akan masuk ke restoran" lanjut fina


" begitu ya" balas jimy yang juga sudah mengetahuinya


" bagaimana pendapat mu tentang ini semua?" tanya jimy yang membuat fina tak mengerti apa maksudnya


" maksud kakak?" tanya fina yang tak mengerti


" apa fina juga berpikir bahwa fatan orang yang buruk setelah kejadian kemarin?" jimy memperjelas maksudnya


" fina tidak tau kakak, fina belum bisa memahaminya" balas fina yang memang masih bingung


" fina hanya penasaran mengapa hal seperti itu bisa terjadi" lanjut fina


" dan sikap kakak fatan juga terlihat biasa saja, seperti sudah sering menerima perlakuan seperti kemarin" lanjut fina


" itu memang cukup sering terjadi, dia sudah tidak peduli lagi" balas jimy mengiyakan ucapan fina


" peristiwa kelam delapan tahun yang lalu adalah awal dari peristiwa yang fina lihat kemarin dan hal itu juga mengubah fatan menjadi seperti sekarang, dulu dia orang yang ceria namun tawa dan senyum itu hilang setelah sebuah insiden yang terjadi saat pesta ulang tahunya yang ke 21, dia berniat memperkenalkan wanita pujaan hatinya pada ayahnya untuk pertama kalinya pada malam itu" jimy memutuskan untuk menceritakan apa yang terjadi pada fina


FLASH BACK ON


" kau sudah siap?" tanya jimy pada fatan yang sedang bersiap-siap di kamarnya untuk menghadiri pesta ulang tahunnya


Fatan terlihat gugup karena ia akan memperkenalkan lili pada ayahnya dan berniat melamarnya juga malam ini di depan semua orang, sudah lima tahun mereka menjalin hubungan dan fatan merasa telah yakin untuk hidup bersama lili selamanya


" aku gugup sekali, ini pertama kalinya ayah bertemu denganya, bagaimana jika ayah tak suka padanya, bagaimana jika...arhg!!" ucap fatan yang gugup pasalnya ini pertama kalinya bagi kekasihnya dan ayahnya saling bertemu


" tenang saja, jangan gugup begitu kau terlihat sangat jelek" ledek jimy agar fatan tak terlalu memikirkannya


" dibandingkan dirimu dia pasti lebih gugup" ucap jimy terkait apa yang dirasakan lili saat ini


" kau benar, dia pasti gugup sekali, aku harus temui dia sebelum pestanya dimulai" ucap fatan membenarkan perkataan jimy dan keluar kamar menuju kamar lain di hotel itu tempat lili berada


tok...tok...tok " sayang apa kau di dalam?" fatan mengetuk pintu kamar lili


" iya, sebentar sayang" terdengar suara lembut dari dalam kamar hotel itu... pintu terbuka, terlihat gadis cantik yang sedang berdiri dihadapannya dengan gaun yang indah, fatan memeluk kekasihnya itu seperti sudah lama tak bertemu

__ADS_1


" ada sayang, semua baik-baik sajakan?" tanya lili dengan manja


" aku hanya gugup saja" balas fatan


" ini pertama kalinya kau dan ayah bertemu" lanjut fatan


"aku juga gugup sayang, bagaimana jika ayah tak menyukai ku" balas lili dengan suara manja


" ayah pasti menyukaimu, pasti" ucap fatan memberikan semangat pada lili, mendengar itu lili mengangguk dan tersenyum


Drrrttt... drrtt... ponsel fatan berdering, ia langsung mengambilnya dari saku dan tertera nama si bunga mawar disana


" dimana kau para tamu sudah datang" terdengar suara jimy dari balik ponsel yang menanyakan keberadaan fatan


" aku masih di kamar lili" balas fatan


" cepat kemari, teman-teman mu sudah menanyakan mu sejak tadi" balas jimy


" oke" balas fatan dan mengakhiri panggilan telponya


" siapa sayang?" tanya lili dengan manja


" jimy... dia bilang para tamu sudah datang, ayo kita kesana sekarang" ajak fatan


" sebentar sayang aku mau ketoilet dulu, jadi kebelet karena gugup kali ya, hehehe" balas lili dengan manja


" ya udah ku tungguin" balas fatan


" eh.. enggak usah deh sayang, takutnya kelamaan mending kamu duluan aja, nanti aku nyusul" lili menolak


" yakin?" tanya fatan ragu, lili membalasnya dengan anggukan


Fatan menuju keruang pesta, terlihat teman-temannya sudah berdatangan begitu juga dengan tuan hendra yang baru saja tiba


" selamat ulang tahun nak, maaf ayah baru bisa datang sekarang" ucap tuan hendra begitu ia berhadapan dengan fatan


" terimakasih ayah, aku senang ayah bisa datang" balas fatan yang senang


" dimana orang yang akan kau kenalkan pada ayah?" tanya tuan hendra


" sebentar lagi juga datang" balas fatan


Namun sudah tiga puluh menit mereka menunggu tapi lili tak kunjung muncul, acara pesta ulang tahunnya akan dimulai tapi tak ada yang melihat lili di tempat pesta


" dimana dia, MC bilang acaranya harus segera dimulai para tamu sudah datang" bisik jimy pada fatan


" aku tidak tau, dia bilang cuma mau ke toilet sebentar" balas fatan sedikit cemas takut jika sesuatu terjadi pada lili

__ADS_1


Bersambung....


Selamat menikmati 😁 Salam manis untuk pembaca 🥰 🥰🥰


__ADS_2