
Pagi hari di kediaman tuan hendra terlihat fatan sedang duduk di taman depan rumah sembari menikmati secangkir teh dengan ditemani koran, ia sedang duduk sendiri disana entah fina berada dimana begitu juga dengan anggota keluarga yang lainnya.
Hari ini fatan memutuskan untuk tidak ke kantor karena ingin bersantai beberapa hari itulah sebabnya ia datang kerumah tuan hendra itulah alibi yang fatan sampaikan pada ayahnya semalam
Saat sedang menikmati tehnya fatan melihat satpam sedang menerima sebuah buket bunga yang tentu saja kita tau itu untuk siapa dan dari siapa, satpam itu hendak memberikan buketnya pada pelayan untuk diserahkan pada tuan hendra seperti biasanya.
" pak kemari sebentar" ucap fatan pada satpam yang sedang mencari pelayan itu
" saya tuan muda" balas pak satpam dan bergegas mendekat kearah fatan berada
" apa yang kau bawa?" tanya fatan terkait buket yang sedang di bawa oleh pak satpam itu
"buket bunga untuk tuan besar, tuan muda" jawab pak satpam
" buket untuk ayah, mawar..." ucap fatan dalam hati setelah melihat buket itu dengan jelas dan mendapati ternyata itu buket bunga mawar, jika melihat mawar secara otomatis fatan akan mengingat sosok jimy.
" terimakasih kau boleh pergi" ucap fatan setelahnya
" baik.. kalau begitu saya permisi tuan muda" ucap pak satpam dengan sedikit membungkuk dan meninggalkan fatan
Saatnya sarapan pagi semua anggota keluarga telah berada di meja makan lili yang terlihat senang sesekali menggoda fatan dengan lirikannya, fina yang menikmati sarapan dengan damai, tapi entah kenapa wajah tuan hendra terlihat tidak senang hari itu, tidak biasanya beliau seperti itu hingga mebuat fatan penasaran apa alasan dibalik ekspresi ayahnya itu
" ada apa dengan ayah.. apa semuanya baik-baik saja?" tanya fatan setelah selesai sarapan dan kini mereka berdua duduk di ruang tamu
" tidak ada apa-apa, kenapa kau bertanya begitu?" jawab tuan hendra yang tak ingin memberitahukan pasal ancaman di buket bungat itu
" ayah terlihat lesu sekali, itu sebabnya aku bertanya" balas fatan
" tidak perlu khawatir ayah baik-baik saja, terkadang sesuatu terjadi tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan" balas tuan hendra
__ADS_1
" apa kau sudah memikirkan tentang tawaran ayah sebelumnya?" tuan hendra mengalihkan pembicaraan dan membahas soal tawarannya yang ingin fatan pindah dan mengambil alih perusahaan
" aku belum sempat memikirkannya ayah" jawab fatan yang sebenarnya tak pernah memikirkannya sekalipun karena ia tak berniat untuk mengambil alih perusahaan milik keluarganya
" pikirkanlah ayah sudah semakin tua dan pak budi juga tidak bisa mengatur semuanya sendiri, hanya kau harapan keluarga ini" balas tuan hendra memberi penjelasan dan ingin fatan segera mengambil keputusan seperti yang dia inginkan
" baiklah ayah aku akan coba pikirkan nanti" jawab fatan yang tak ingin membahas masalah itu lagi
" apa ayah tidak kekantor hari ini?" tanya fatan yang melihat tuan hendra masih berada dirumah padahal hari sudah hampir siang
" ayah baru saja menujuk direktur baru untuk sementara sebelum kau kembali, ayah sudah terlalu tua jika harus berada di posisi itu, terlalu banyak tekanan tidak baik untuk kesehatan ayah" balas tuan hendra menjelaskan alasannya
" baguslah jika begitu, setidaknya ayah tidak melakukan semuanya sendiri" balas fatan yang sebenarnya sudah tau tentang pengangkatan direktur baru di perusahaan ayahnya itu sejak dua bulan lalu
" dia orang kepercayaan ayah, skillnya bagus dia cerdas, disiplin dan luar biasa, ayah berencana dia akan menjadi asisten mu setelah kau menjadi direktur" balas tuan hendra
" ayah permisi dulu ada pekerjaan yang harus ayah kerjakan, nikmati waktumu disini bagaimana pun juga kau sangat jarang pulang" ucap tuan hendra dan pergi meninggalkan fatan menuju ruang kerjanya
" tentu ayah" balas fatan dengan segaris senyum hangat di wajahnya
" aku tidak pernah menganggap ini rumah setelah kejadian saat itu ayah" ucap fatan dalam hati dengan senyum getir mengingat peristiwa yang mengubah seluruh hidupnya itu, hanya karena satu orang segalanya berubah dan kini orang itu ada dirumah ini membuat suasana menjadi semakin menyesakkan bagi fatan.
Cukup lama berdiam diri fatan memutuskan untuk berjalan keluar karena merasa bosan dan mungkin saja ia bisa menemukan setidaknya sedikit petunjuk, saat ia sedang berjalan-jalan di area kolam renang fatan melihat seorang pelayan wanita yang sedang membuang buket bunga yang sebelumnya dilihat fatan pagi ini karena penasaran fatan mendekati pelayan wanita itu dan bertanya apa yang sedang ia lakukan
" sedang apa kau?" tanya fatan menghentikan pelayan wanita itu
" tu..tuan muda" ucap pelayan wanita itu yang terkejut mendengar suara fatan di belakangnya
" saya bertanya apa yang kau lakukan dengan itu?" tanya fatan lagi
__ADS_1
" tuan besar meminta saya untuk membuangnya tuan muda" jawab pelayan wanita itu dengan sedikit takut karena fatan yang terkenal dingin dan arogan
" kenapa?" tanya fatan lagi
" saya tidak tau tuan muda ini sering terjadi belakangan ini, buket bunga akan datang beberapa kali dalam satu minggu dan setiap kali kami selalu disuruh untuk membuangnya" jelas pelayan wanita itu mengatakan apa yang ia tau
" baiklah terimakasih kau boleh pergi" balas fatan
" baik tuan muda kalau begitu saya permisi dulu" balas pelayan wanita itu dengan sedikit membungkuk dan pergi dari hadapan fatan
Fatan yang penasaran mengambil secarik kertas kartu ucapan yang ada di buket yang telah berada di tempat sampah itu, setelah membuka dan membaca isinya betapa terkejutnya fatan dengan kalimat yang tertulis disana
" nikmati waktu mu selagi bisa, jika kau bertemu denganku maka saat itu hari terakhir untuk kau bernafas, jika ingin terus melihat dunia keluarlah dari sarangmu dan akui perbuatan mu jika kau melakukan itu aku pastikan kau masih bisa tetap melihat matahari tertanda bunga mawar" isi dari kartu ucapan itu
Melihat si pengirim yang menamai dirinya bunga mawar fatan sangat terkejut karena ia tak tau jika jimy melakukan hal seperti ini pada ayahnya
" apa yang sedang kau mainkan, bagaimana bisa kau mengancam ayahku seperti ini" gumam fatan yang tak mengerti dengan apa yang sedang terjadi saat ini, meskipun fatan tak suka dengan rumah itu namun ia sangat menyayangi ayahnya walau pernah di kecewakan berkat jimy hubungan ayah dan anak itu bisa kembali baik, namun kini fatan mendapati jimy yang sedang mengancam ayahnya
" aku tau kau seperti apa, tapi jika hanya untuk membuat ayah mengatakan kebenaran tentang identitas ku bukankah tidak perlu melakukan hal sejauh ini, dengan mengancam membunuhnya" gumam fatan yang tak mengerti dengan apa yang dipikirkan jimy
Fatan mengambil ponselnya dan menghubungi kontak dengan nama bunga mawar itu untuk meminta penjelasan tentang ini semua, namun jimy tak menjawab panggilannya
" hubungi aku jika kau sudah mendengar ini, ada hal penting yang harus ku bicarakan dengamu" fatan meninggalkan pesan suara untuk jimy
" kau harus menjelaskan semuanya padaku" gumam fatan
Bersambung....
Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰
__ADS_1