Karamnya Harapan

Karamnya Harapan
Bagian 80 Keinginan


__ADS_3

Kini jimy telah kembali kekantor setelah menuntaskan pertemuannya dengan bagas dan membahas apa langkah selanjutnya yang harus mereka ambil dalam menghadapi situasi yang kian semakin rumit, jimy menyandarkan tubuhnya di kursi kerjanya, membuang napas dengan kasar, ia juga nampak lesu memikirkan situasi saat ini, jika dulu setelah menemukan bukti sekecil apapun ia akan langsung menekan targetnya secara kasar agar mengakui apa yang mereka perbuat, namun kini berbeda fatan tak suka jika ia kasar pada orang-orang terlebih jika alasannya adalah dirinya.


Jimy yang sedang terduduk lesu di kursi kerjanya tak menyadari kedatangan fatan ke ruangannya, melihat jimy yang tampak lesu fatan menyuguhkan secangkir kopi hitam pada jimy


" sepertinya hari ini hari yang berat ya..." ucap fatan sembari meletakkan kopi yang ia bawa ke meja kerja jimy


" apa??" sontak jimy mendongak ke asal suara yang ia dengar di dapatinnya fatan yang sudah bersandar di sisi meja kerjanya


" kapan kau datang?" kini tanya jimy


" saat kau sedang asik dengan lamunanmu" balas fatan yang kini telah berpindah posisi ke sofa


" apa ada sesuatu yang sangat menganggu pikiran mu? kembali fatan menanyakan alasan jimy yang terlihat lesu, pasalnya ia sangat jarang bahkan mungkin tak pernah melihat jimy lesu seperti saat ini


" bukan apa-apa" balas jimy yang kini telah bangkit dari duduknya menuju sofa sembari membawa secangkir kopi yang fatan bawa untuknya


" soal pekerjaan?" tanya fatan lagi penuh selidik


" tidak" balas jimy singkat sembari mendudukan dirinya di sofa


" soal ayah dan ibuku ya?" kembali fatan bertanya


" bukan apa-apa" balas jimy yang belum ingin fatan tau lebih jauh untuk saat ini


" benarkan... karena permasalahan ku lagi, jangan terlalu dipikirkan, luangkan waktumu untuk dirimu sendiri juga, carilah seseorang untuk menemani mu agar tak sendirian seperti sekarang, agar kau tidak stress" balas fatan menasihati jimy untuk jangan terlalu memikirkan masalahnya


" terimakasih untuk kopinya" balas jimy mengalihkan pembicaraan


" tak masalah, aku hanya tidak ingin melihat orang cebol seperti mu stress, bisa-bisa aku kerepotan karena itu" balas fatan yang mencoba mencairkan suasana dengan mengejek jimy

__ADS_1


" sialan kau... dasar kulkas" balas jimy yang melemparkan buku pada fatan, tentu saja fatan bisa menghindarinya dengan mudah


"kau ingin bermain-main denganku ya" ucap fatan yang tak ingin kalah dari jimy, ia pun mendekat dan plakk fatan memukul kepala jimy, entah mengapa itu menjadi kebiasaan fatan yang sangat ia sukai


" dasar sialan pergi dari ruanganku" ucap jimy kesal, ia hendak membalas fatan, namun fatan telah lebih dulu berlari keluar


" dasar cebol, coba balas aku jika kau bisa" teriak fatan dari pintu ruang kerja jimy sembari menjulurkan lidahnya dan membuat wajah konyol untuk memprovokasi jimy agar kesal dan melupakan masalahnya untuk sesaat


Fatan begitu senang setelah dirinya berhasil membuat jimy kesal


" aku tak suka kau yang terlihat murung dan lesu seperti itu, bebanmu pasti sangat berat kau tak mau memberitahu ku apapun, tenang saja aku akan dapatkan bukti adopsi itu agar ayah tak bisa mengelak" ucap fatan dalam hati sembari melenggang keruang kerjanya


" belum saatnya kau tau, ini terlalu menyakitkan jika semuanya terbukti benar, keluarga mu tak pernah menginginkan keberadaan mu... lihat saja mereka akan membayar dengan harga yang sangat mahal untuk semua ini" ucap jimy dalan hati sembari menatap kearah pintu yang masih terbuka


Waktu sudah menunjukkan saatnya bagi para pekerja untuk pulang, begitu pula dengan fatan dan jimy


Setelah perjalanan yang melelahkan karena padatnya lalu lintas pada jam pulang kerja seperti ini, kini fatan telah tiba di kediamannya, kedatangannya tentu saja disambut oleh sang pujaan hati yahg tak lain ialah fina, ia lebih terlihat seperti seorang yang istri yang sedang menyambut kepulangan suaminya bekerja.


" apa hari kakak berjalan dengan baik?" tanya fina dengan penuh perhatian


" semuanya baik" balas fatan dengan segaris senyum bahagia di wajahnya


" kakak pasti sangat lelah" ucap fina membayangkan bagaimana lelahnya fatan yang bekerja setiap hari


" bukan apa-apa" balas fatan mengacak-acak rambut fina sembari tersenyum senang karena ada yang mengkhawatirkannya seperti ini


" saya akan mandi dulu" lanjut pamit fatan


" fina akan siapkan makan malam" balas fina yang dibalas anggukan kepala oleh fatan

__ADS_1


Sementara fatan membersihkan dirinya fina juga menyiapkan makan malam untuknya


" ehem... calon nyonya rumah ini kenapa ada di dapur?" suara tika mengisi pendengaran fina dengan godaannya


" ish... tika, apaan sih" balas fina yang merasa malu dengan perkataan tika


" yang ku katakan benarkan, kamu calon istri tuan fatan berarti calon majikanku juga" jelas tika mengutarakan pemikirannya


" temanku adalah majikanku... waaaw.. bukankah itu bagus" lanjut tika yang terlihat sangat bersemangat dengan pemikirannya sendiri


" itu masih terlalu jauh tika" balas fina yang memikirkan usia hubungannya dengan fatan yang baru sebentar


" tetap saja aku harus menyiapkan diri untuk semua itu" balas tika masih bersikukuh dengan ucapannya


" terserah kau saja" balas fina yang tak ingin berdebat


Ditempat lain tepatnya di kediaman keluarga darmawan, tuan hendra yang masih terlihat berada di ruang kerjanya bersama pak budi


" sudah saya katakan bahwa si kasim sialan itu akan menjadi masalah suatu hari nanti, kenapa kau malah melepaskannya saat itu" ucap tuan hendra dengan penuh amarah setelah mengetahui bahwa pak kasim telah menghilang dari pengawasan mereka


" maafkan saya tuan, saya akan bereskan semuanya" balas pak budi


" temukan dia secepatnya, hidup atau mati, saya tida ingin semuanya terbongkar" perintah tuan hendra dengan tegas


" baik tuan... kalau begitu saya permisi" jawab pak budi dan pamit pergi dari sana


" saya harap kau berada di tangan yang tepat kasim" ucap pak budi dalam hati sembari melenggang keluar dari kediaman keluarga darmawan


Bersambung...

__ADS_1


Selamat menikmati 😁 Salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰


__ADS_2