Karamnya Harapan

Karamnya Harapan
Bagian 155 Keputusan dan Harapan


__ADS_3

Setelah menghabiskan sore hari dengan duduk mengobrol bersama fina dengan di temani suasana sore yang indah dan secangkir teh, mereka menghabiskan banyak waktu untuk duduk dan kali ini fatan hanya fokus pada fina, pasalnya mereka memang kerap duduk disana namun sering kali fina hanya menemani fatan yang membaca buku di sana, dan fatan akan terhanyut dalam buku-bukunya terkadang ia bahkan hampir tak sadar bahwa fina sudah tak di sampingnya, awal mula fina sering merasa kecil hati atas sikap fatan yang seperti itu, namun menimbang kembali sikap fatan yang sudah bertahun-tahun melakukan aktivitas yang sama seperti itu pasti sulit baginya meninggalkannya secara tiba-tiba, meskipun ia telah meminta fina untuk menikah dan hidup bersamanya namun fina sadar ia belum sepenuhnya memasuki hidup fatan, ada sisi yang masih atau bahkan takkan pernah bisa fina ubah, namun perubahannya akhir-akhir ini membuat fina terkesan, pria itu benar-benar berusaha merubah dirinya, bahkan para pelayan juga mengatakan hal yang sama, semenjak fina dekat dengan fatan, pria itu lebih terlihat senang dan sering tersenyum, auranya lebih terasa hangat dari sebelumnya.


Fina sedang melihat langit malam dari jendela kamarnya, menikmati gelapnya langit tanpa bintang dan cahaya sang rembulan, entah kemana perginya semua hiasan langit malam itu tak ada yang menampakkan dirinya satu pun


" sangat gelap" gumam fina


" apa masa lalu pria itu juga segelap ini?" tanya fina pada dirinya sendiri


" kami sudah bertunangan, aku bahkan belum tau banyak tentang dirinya" ucap fina sembari memandangi cincin pertunangan yang kini melingkar di jari manisnya


" aku tau dia punya kejadian yang kelam di masa lalu, aku juga ingin tau apa yang telah ia lewati untuk terus bertahan hingga saat ini" fina masih berceloteh dengan dirinya sendiri mengingat apa yang pernah jimy ceritakan padanya dulu terkait masa lalu fatan yang menjadi penyebab perubahan besar pada dirinya


" pasti sangat sulit bangkit dari keterpurukannya, dan maju kehadapan dunia dan masyarakat yang terlanjur melabelinya dengan label yang buruk" lanjut fina


" apa yang terjadi selama satu tahun dia bersama kak jimy, bagaimana kak jimy membangkitkan semangatnya untuk kembali kemasyarakatan... mengingat dari apa yang di ceritakan kak jimy itu adalah peristiwa yang besar dan mengerikan" fina masih memikirkan apa yang terjadi selama setahun fatan menghilang bahkan tak ada jejak apapun sama sekali hingga setahun kemudian fatan tiba-tiba muncul bersama jimy, fina mengetahui hal ini dari bik rani yang pernah memberitahunya


" aku akan jadi cahaya baru di kegelapannya" tekad fina sudah bulat dengan rasa cinta yang terus tumbuh setiap harinya


🌹di sisi fatan


Fatan juga sedang menatap langit malam dari balkon kamarnya, menikmati gelapnya langit malam tanpa hadirnya sang bintang dan rembulan, fatan menatap dengan seksama langit kelam itu dengan angin sepoi-sepoi yang menggerakkan helaiannya rambut panjangnya hampir menutupi wajahnya


" langitku takkan lagi gelap, dulu hanya ada secercah cahaya bintang namun kini ia telah hilang layu bersama keindahan alam, sekarang langit itu tak sempat gelap karena sang bulan telah muncul disana, menyinari jalan-jalan yang akan dilalui pria ini" gumam fatan sembari tersenyum senang di wajahnya, meskipun ia sempat kehilangan cahayanya tapi cahaya itu meninggal cahaya yang lebih besar untuknya


" terimakasih.. sudah mendorongku untuk mengenalnya, aku sudah memutuskan akan bersamanya, seseorang yang telah kau pilihkan untukku mawar ku" ucap fatan kemudian, terlihat ia sangat bersyukur atas apa yang ia dapat saat ini


"pernikahan akan dilakukan dalam kurang dari tiga bulan lagi.. aku sudah sangat yakin akan pilihan ini, aku tak ingin terlalu lama bermain dengan cinta" lanjut fatan penuh harap

__ADS_1


" selamat tinggal wahai kegelapan ku harap kita takkan pernah bertemu lagi" ucap fatan sembari berjalan masuk ke kamarnya, ia langsung merebahkan dirinya di atas ranjang dan menutup matanya agar segera tertidur


🌹di sisi jimy


Pria manis ini terlihat sedang sibuk, mengoreksi laporan kedai miliknya, rumahnya tepat berada di sebelah kedai miliknya, deburan air laut terdengar jelas di telinganya, kesibukan yang memang sengaja ia cari untuk mengisi waktu luangnya selama berada disana, tak berapa lama pria itu mendengar ponselnya berbunyi, ia langsung mengambilnya dan melihat nama sang ibu yang tertera disana


" halo bunda" ucap jimy setelah panggilan tersambung


" apa yang sedang anak bunda lakukan?" tanya nyonya adhitama


" seperti biasa hanya memeriksa laporan kedai saja" jawab jimy


" bagaimana kabar bunda?" tanya jimy kemudian


" bunda baik.. bagaimana denganmu?" tanya balik nyonya adhitama


" aku juga baik bunda" balas jimy


" sepertinya tidak bunda, jika aku menetap disana, besar kemungkinan aku akan bertemu dengannya, tidak menutup kemungkinan bahwa dia akan mengunjungi bunda, jadi berada disana bukanlah pilihan yang bagus" jawab jimy yang tak berniat menetap di bali bahkan jika urusannya telag selesai


" kemana kau akan pergi setelah itu?" tanya nyonya adhitama


" aku sudah memikirkannya... aku akan keluar negeri" jawab jimy


" kau yakin sayang?" tanya nyonya adhitama


" iya bunda... setelah aku menyelesaikan wanita bernama lili itu.. karena dia acaman terbesar bagi kebahagiannya" balas jimy

__ADS_1


" baiklah sayang.. jaga dirimu baik-baik" balas nyonya adhitama


" jimy sayang.." lanjut nyonya adhitama memanggil jimy


" ya bunda?" balas jimy


" apa kau yakin akan keputusan mu ini sayang?" tanya nyonya adhitama terkait keputusan jimy


" aku sangat yakin bunda" balas jimy terdengar tak ada keraguan atas keputusannya


" baiklah terserah padamu sayang... kami juga akan menjaganya dari jauh" balas nyonya adhitama mengerti


" baiklah bunda.. terimakasih" balas jimy


" aku sayang bunda" ucap jimy yang mengakhiri panggilannya


" aku yakin bunda...bunda tak perlu mencemaskan ku" gumam jimy terlihat senang


" deg..." rasa pamiliar di mulut jimy, rasa darah yang hangat, segera jimy menutup mulut dengan kedua tangannya dan berlari ke kamar mandi, karena kebiasaan buruknya kumat ia memuntahkan darah segar lagi, setiap bulannya pasti kebiasaan buruknya akan kambuh terkadang itu hanya berselang satu minggu dari terkahir kali kebiasaan buruknya terjadi


" baru satu minggu dari yang terakhir" gumam jimy setelah ia selesai muntah dan mengingat kapan terkahir kali kebiasaan buruknya kambuh


Setelah selesai membersihkan mulutnya dari bekas muntahnya, jimy kembali duduk di tempat semula dan melanjutkan pekerjaannya.


(catatan: kembali PK ingatkan bahwa kebiasaan buruk jimy bukan suatu penyakit atau apapun itu, ini murni imajinasi PK membuat karakter jimy dengan bumbu ia akan muntah darah setiap bulan dan terkadang hanya berselang satu minggu, dua minggu atau tiga minggu rentang waktu kejadiannya, jadi jangan di kaitkan dengan alasan medis apapun ya, itulah alasnya jimy menyebutnya kebiasaan buruk... ini murni fiksi 😊)


Bersambung...

__ADS_1


Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰 Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar 🤗


DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA 🇮🇩🇮🇩... harapan dan do'a terbaik selalu untuk negeri tercinta 🥰


__ADS_2