
Dirumah fatan sedang berada dikamarnya dan bersiap-siap untuk pergi ke acara pesta ulang tahun tuan hendra
Tok...tok... terdengar suara ketukan pintu kamar fatan
"tuan muda memanggil saya?" tanya seorang pelayan pria pada fatan
"tanamannya sudah kamu kirim ke kediaman ayah?" tanya fatan pada pelayan pria itu
" tanamannya sudah dikirim ke kediaman tuan besar pagi ini tuan muda" jawab pelayan pria itu
"begitu... kau boleh pergi" balas fatan, yang dibalas anggukan kepala oleh pelayan pria itu dan pergi dari depan kamar fatan
"akhirnya tanaman itu sampai ke kediaman ayah" gumam fatan
FLASH BACK ON
Sesaat setelah fina dan fatan meninggalkan butik, fina merasa penasaran tentang kenyataan bahwa pemilik butik itu terlihat begitu mengenal fatan, terlebih lagi saat pemilik butik itu menyebutkan si bunga mawar hal itu mampu menambah rasa penasaran fina tentang siapa si bunga mawar ini, semakin dalam fina memikirkan hal itu hingga tanpa sadar ia melontarkan kata yang sedang ia pikirkan
"bunga mawar" gumam fina yang cukup keras sehingga mampu didengar fatan yang berada di depannya
"kau mengatakan sesuatu?" tanya fatan yang membalikkan badannya begitu mendengar ucapan fina barusan
"ah iya... bagaimana jika anda memberikan bunga untuk tuan hendra rawat?" tanya fina
"bunga?" balas fatan yang belum mengerti tentang maksud fina menyarankan hal itu
"selain cantik dan memiliki aroma yang wangi beberapa bunga juga memiliki arti yang mendalam, saya pikir itu hal yang tepat untuk kado ulang tahun tuan hendra, karena anda bilang sebelumnya anda ingin memberikan sesuatu yang berbeda" jelas fina
"bunga apa yang cocok untuk ayah?" tanya fatan lagi
" ehmm... sebentar" ucap fina yang terlihat sedang berpikir, sesaat kemudian fina mengatakan bunga yang ia sarakan
" bagaimana dengan tulip warna ungu?" balas fina
"tulip ungu?" balas fatan penasaran
"iya... tulip ungu memiliki arti kesetiaan dan loyalitas, jika diberikan pada orang lain bisa bermakna kekaguman dan penghormatan, zaman dulu bunga ini sering digunakan para kau bangsawan" jelas fina
Mendengar itu fatan setuju untuk memberikan bibit bunga tulip ungu untuk kado ulang tahun ayahnya, dengan setujunya fatan akhirnya kini mereka pun telah kembali kerumah setelah membeli gaun dan kado untuk tuan hendra
" istirahatlah... dan terimakasih telah menemani saya mencari kado ayah hari ini" ucap fatan dan langsung meninggalkan fina di ruang tamu tanpa sempat fina menjawab ucapan fatan barusan
FLASH BACK OFF
Dreet....dreett..drett, terdengar bunyi ponsel fatan, fatan pun langsung mengambil ponselnya yang sejak tadi ia letakkan di ranjang saat sedang bersiap-siap
__ADS_1
"aku tidak akan mampir, sampai jumpa di rumah tuan hendra" ucap jimy dari balik ponsel yang memberikan kabar jika ia takkan pergi bersama dengan fatan
"apa?" jawab fatan yang mempertanyakan perkataan jimy barusan
"sudah ya aku sibuk, sampai jumpa disana" lanjut ucap jimy tanpa memperdulikan respon fatan barusan dan langsung menutup panggilannya
" dasar cebol sialan" gerutu fatan yang ternyata masih merasa canggung jika memikirkan bahwa ia harus pergi berdua dengan fina, pasalnya selama ini ia tak pernah dekat dengan wanita manapun setelah lili, meskipun fina dan dirinya sudah sering melewati momen bersama namun tetap saja itu masih belum bisa sepenuhnya membuat fatan merasa aman saat berada di dekatnya
"pikiran itu nanti saja, jika aku tak pergi sekarang maka akan terlambat tiba disana" gumam fatan setelah ia melihat jam tangannya, fatan pun segera keluar dari kamar dan menuju ruang tamu untuk menunggu fina, ternyata fina sudah lebih dulu berada disana menunggu fatan
Fatan yang melihat fina disana sontak kaget dengan penampilan fina yang sangat cantik malam ini, dengan A-line dress mini dengan warna hitam polos dan heels yang senada, yang mampu membuat penampilan fina sangat manis dan cantik
"cantik" tanpa sadar kata itu keluar dari mulut fatan begitu ia melihat fina yang berbalut pakaian itu
"anda sudah siap... apakah saya terlihat aneh, saya belum pernah memakai baju seperti ini?" tanya fina begitu fatan berdiri di depannya
" tidak... ayo pergi kita akan terlambat jika terus membuang waktu" jawab fatan tanpa ingin mengatakan bahwa fina terlihat cantik saat ini, fina yang mendengar jawab fatan itu langsung bertanya pada tika tentang penampilannya
"tika... penampilanku aneh ya?" tanya fina pada tika sambil memutar tubunya
"tidak kok... kamu sangat cantik... aku sampe pangling" jawab tika sambil memperhatikan penampilan fina yang sudah terlihat sempurna dimatanya
Fatan yang melihat bahwa fina masih saja belum beranjak dari tempatnya langsung memanggilnya lagi
"cepatlah! kenapa kau masih disitu" ucap fatan, sehingga membuat fina bergegas meninggalkan tika disana
"kita sudah sampai" ucap fatan begitu mereka tiba disana
Setelah mengatakan itu fatan langsung turun dari mobil yang diikuti oleh fina
"selamat malam tuan muda" sapa seorang pelayan pria pada fatan
" tolong parkiran mobilnya" balas fatan dan dibalas anggukan kepala oleh pelayan itu
"ayo" ajak fatan pada fina
Fina yang mendengar itu langsung berjalan disamping fatan, namun dikarenakan fina sangat jarang memakai heels ia hampir terjatuh dan beruntungnya fatan singap menangkap tubuh fina
"kau baik-baik saja?" tanya fatan setelah membantu fina berdiri
"emm.. saya baik-baik saja... terimakasih" ucap fina yang gugup karena tadi wajah mereka sempat begitu dekat saat fatan menangkapnya yang hampir terjatuh
"kau yakin?" tanya fatan lagi untuk memastikan
"sebenarnya saya sangat jarang memakai heels" jawab fina dengan sedikit ragu
__ADS_1
Fatan yang mengerti maksud fina langsung menyodorkan lengannya untuk menjadi pegangan fina agar tetap seimbang
"ini... berpeganganlah pada lengan saya" ucap fatan sambil menyodorkan lengannya
"apa?" balas fina yang tak percaya
"saya tidak mau kau malu karena terjatuh saat berjalan didepan banyak orang" jelas fatan, fina pun langsung memegang lengan fatan tanpa bertanya lebih lanjut
"selamat malam dan selamat datang tuan muda dan nona, silahkan menuju ketempat acara tuan hendra telah menunggu anda" ucap seorang pelayan disana
Fatan dan fina langsung menemui tuan hendra yang sedang berdiri disana
"ayah" panggil fatan sesaat setelah ia berdiri didekat tuan hendra
"putraku... kau akhirnya datang juga, ayah sangat merindukanmu" balas tuan hendra begitu tau bahwa fatan yang memanggilnya, tuan hendra langsung memeluk fatan
" selamat ulang tahun ayah" ucap fatan masih dalam pelukan ayahnya
"terimakasih telah datang dan kadonya juga sangat indah, terimakasih telah memberikan ayah sesuatu yang indah" ucap tuan hendra setelah melepas pelukannya
"sama-sama ayah" balas fatan
" ah nak fina, kau juga datang?" tanya tuan hendra pada fina
"iya tuan... selamat ulang tahun untuk tuan" balas fina
"terimakasih, nak fina tampak cantik malam ini" balas tuan hendra
"terimakasih tuan juga terlihat tampan malam ini" balas fina
Saat mereka sedang berbincang, munculah jimy dan menghampiri mereka
"selamat malam tuan hendra, selamat ulang tahun" ucap jimy begitu ia tiba di hadapan tuan hendra
"jimy! selamat malam... terimakasih telah datang" jawab tuan hendra,
"Silahkan kalian nikmati pestanya saya harus menyambut tamu lainnya" ucap tuan hendra dan pergi untuk menyambut para tamu undangan
"ku pikir kau takkan datang" ucap fatan pada jimy
"fina kau cantik sekali malam ini" puji jimy begitu melihat penampilan fina tanpa berniat merespon perkataan fatan barusan
"terimakasih kak jimy, kakak juga terlihat tampan" balas fina dengan diiringi senyum manisnya, begitu pula dengan jimy yang membalasnya dengan senyuman manis miliknya juga, fatan yang melihat semua itu hanya memasang wajah datar seperti biasanya.
Bersambung...
__ADS_1
selamat menikmati 😁 semoga bisa bertemu di kolom komentar 😄
salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰