
Matahari pagi telah menyinari kediaman fatan yang terasa lebih sejuk dengan udara segar dibanding pusat kota. setelah beberapa hari sejak mereka kembali dari berlibur, semuanya kembali seperti biasanya, menjalani rutinitas biasa, fina juga telah memutuskan pekerjaan apa yang akan ia lakukan, dimana ia memilih untuk membuka sebuah toko kue dan fatan menyetujuinya dan akan memenuhi semua kebutuhan untuk pembuatan toko kue fina.
Pada awalnya fatan sedikit keberatan jika fina harus bekerja juga, ia mengatakan bahwa dirinya bisa menghidupi fina dan keluarganya, namun fina menolak dan beralasan bahwa ia hanya tak ingin merepotkan fatan dan ia juga bosan joka hanya berada di rumah, fatan setuju tapi dengan syarat fatan akan mengirimkan sejumlah uang untuk keperluan keluarga fina, tentu saja gadis itu menolak usul fatan juga, namun fatan bersikeras ini penawaran terakhirnya jika tidak maka ia takkan setuju soal fina bekerja sama sekali.
Fina terus membantah dan akhirnya fatan mengajukan tawaran terakhir yaitu fatan akan membiayai keluarga fina hanya sampai penghasilan toko kue benar-benar stabil untuk menutupi kebutuhan keluarga nya dan fina pun setujui untuk itu, pada kenyataannya fina tak benar-benar membutuhkan penghasilan dari toko itu karena biaya hidup keluarganya telah di tanggung oleh lili, sesuai dengan perjanjian awal mereka.
Pagi ini dikamarnya fatan tengah bersiap-siap untuk pergi kekantor, seperti biasa fina akan memasangkan dasi untuk fatan.
" sudah menunggu ya?" ucap fina yang baru tiba di kamar fatan
" belum,,, saya masih merapikan rambut" jawab fatan yang benar sedang merapikan rambutnya, seketika fina pun langsung membantunya
" ingin diapakan rambutnya?" tanya fina
" biarkan tergerai saja" jawab fatan
" baiklah..." balas fina
" nah sudah" lanjut fina setelah rambut kekasihnya itu rapi
"saatnya dasi" fina mengambil dasi yang berada di atas ranjang
" saya sudah menemukan tempat untuk toko kue mu... siang nanti datanglah ke kantor saya akan mengantarmu kesana" ucap fatan memberitahukan tentang tempat yang akan digunakan fina untuk toko kuenya
" saya ada meeting pagi ini jadi kita akan kesana saat istirahat makan siang" lanjut fatan
" baiklah... tapi aku belum pernah ke kantor kakak.. apa tidak apa-apa aku datang kesana?" tanya fina
" tentu saja... kamu tidak perlu takut" fatan meyakinkan
" baiklah kak" balas fina mengerti
" supir akan mengantarmu ke sana" balas fatan memberitahukan, fina mengangguk tanda ia mengerti
" nah sudah selesai" ucap fina setelah selesai memakaikan dasi fatan, selanjutnya ia membantu fatan memakai jasnya
" saya pergi ya" pamit fatan sembari mengelus rambut fina
" iya... hati-hati kak" balas fina tersenyum manis
🌹
Di tempat dika yang sedang mengawasi nyonya fatma, setelah pencarian akhirnya ia menemukan sebuah celah yang mungkin berkaitan dengan alasan mengapa nyonya fatma ada di Indonesia sekarang, jika beruntung mereka bahkan bisa mengetahui apa hubungan antara fatma dan lili
Beberapa hari yang lalu nyonya fatma bertemu seseorang yang belum pernah dika lihat selama ia mengawasi wanita itu, dari raut wajah nyonya fatma terlihat sepertinya mereka sangat mengenal satu sama lain dan terlihat juga bahwa hubungan mereka tidak bagus, pria itu terlihat anagay marah pada nyinyy fatma, menangkap keadaan seperti itu dika langsung tau ada yang tidak beres.
" kena kau" gumam dika menyeringai setelah ia menemukan profil pria yang bertemu fatma beberapa hari yang lalu
Dika mengambil ponselnya dan mengirimkan detail tentang pria yang ditemui fatma beberapa hari yang lalu itu pada bagas.
__ADS_1
" ku hubungi lagi setelah mendapatkannya" lanjut dika mengirimkan pesan
" butuh bantuan?" balas bagas melalui pesan teks
" satu orang saja... Bi dan M sedang sibuk sekarang" jawab dika masih melalui pesan teks
" aku akan minta radif..." balas bagas
" oke" balas dika
" minta dia datang ketempat ku saja" lanjut dika
" oke" balas bagas dan mengakhiri berbalas pesan teks itu
" akhirnya ada pergerakan juga.. lelah juga lama-lama begini terus" ucap dika sembari merenggangkan tubuhnya
Sembari menunggu kedatangan radif ... dika sudah memikirkan strategi agar mereka bisa mendapatkan pria yang di temui fatma itu.
🌹
Di kediaman fatan terlihat fina sudah berdandan untuk menemui fatan di kantornya, pada awalnya fina tak ingin berdandan namun tika memaksanya dengan dalih bagaimana mungkin fina menemui fatan dengan keadaan biasa saja seperti itu.. pada akhirnya karena tak ingib mendengar tika terus mengoceh fina pun berdandan tipis, ia mengenakan pakaian yang sebelumnya dibelikan fatan untuknya dan anting yang diberikan nyonya anita juga,
Kini fina pun sudah siap pergi, ia berpamitan pada bik rani terlebih dahulu, bik rani mendo'akan semoga semuanya berjalan sukses, fina keluar dan menuju mobil yang sudah disiapkan
" nyonya sudah siap?" tanya supir pada fina
" sudah pak.. ayo kita pergi sekarang" jawab fina dengan ramah
Beberapa saat berlalu kini mereka telah tiba di kantor fatan.... fina yang belum pernah kesana merasa takjub dengan tempat itu
" kita sudah tiba nyonya" ucap supir memberitahu fina
" ini tempatnya?" tanya fina
" iya nyonya ini kantor tuan muda" jawab si supir
" wah... besar sekali" fina merasa kagum
" silahkan nyonya" supir itu membukakan pintu mobil dan mempersilahkan fina untuk keluar
" bapak tidak masuk bersama saya?" tanya fina
" saya akan disini nyonya" jawab supir itu
" baiklah pak... saya pergi dulu" balas fina mengerti dan pergi menuju pintu masuk
Fina langsung masuk ke dalam dan menuju resepsionis, para karyawan yang sempat melihat fina merasa terpesona dengan kecantikan wanita kecil mungil itu
" selamat siang nona ada yang bisa saya bantu?" ucap resepsionis setelah fina berdiri di depan meja resepsionis, tentu saja tak ada yang mengetahui siapa fina, hanya heni yang pernah melihat fina karena ia di undang saat pertunangan bos-nya
__ADS_1
" selamat siang mbak... saya ingin mencari pak fatan" balas fina
" apa sudah ada janji dengan pak fatan... nona?" tanya resepsionis memastikan bahwa gadis ini sudah membuat janji agar bosnya tak marah jika ia membiarkan orang tak berkepentingan masuk
" iya... pak fatan meminta saya menemuinya" jawab fina
" sebentar nyonya saya akan kabarkan pada pak fatan bahwa anda sudah tiba" ucap sang resepsionis meminta fina menunggu
" buk heni... ada seorang wanita disini yang mengatakan ia diminta pak fatan untuk datang
" atas nama siapa?" tanya heni
" sebentar buk" ucap sang resepsionis
" maaf nona atas nama siapa?" tanya resepsionis pada fina
" salfiana" jawab fina
" baik" balas resepsionis
" atas nama nona salfiana buk" resepsionis kembali memberitahukan pada heni setelah menanyakan nama fina
" baik saya akan sampaikan pada pak fatan" balas heni
" baik buk" balas resepsionis dan mengakhiri panggilannya
" tunggu sebentar nona" ucap resepsionis pada fina... fina menganggu sembari tersenyum
Heni segera menyampaikan apa yang ia dengar dari resepsionis
"tok...tok...tok.. permisi pak" ucap heni dari balik pintu
" masuk" jawab fatan, heni pun langsung masuk
" ada apa?" tanya fatan
" nona salfiana ada di bawah pak" ucap heni memberitahukan
" sudah datang rupanya" ucap fatan
" baik saya akan kesana" jawab fatan,
" baik pak" balas heni
Fatan segera bangkit dari kursi kebesarannya, dan segera keluar menemui fina
"kamu sudah datang" ucap fatan begitu tiba di lobi, mendengar suara fatan... fina pun langsung menoleh kearah asal suara
" ah kak fatan" fina segera menghampiri fatan dengan perasaan gembira, tentu saja itu membuat yang melihat terkejut siapa wanita ini
__ADS_1
Bersambung....
Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰 Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar 🤗