Karamnya Harapan

Karamnya Harapan
Bagian 52 Kebersamaan


__ADS_3

Keempat pria itu kini sedang asik bermain di pasar malam sementara fina dan meri hanya melihat mereka saja, namun itu tak bertahan lama hingga akhirnya mereka juga harus bermain bersama setelah jojo dan joni mengajaknya, malam itu mereka semua bersenang-senang, begitu juga dengan fatan yang terlihat cukup menikmati malam itu, tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul 23:30 malam dan mereka semua sudah harus kembali karena sudah sangat larut.


" ayo kita pulang, ini sudah sangat larut" ajak fatan pada mereka semua, jojo dan joni yang mendengar itu bersikeras untuk tidak pulang sekarang, namun mereka bisa di bujuk oleh fina dan jimy hingga akhirnya mereka juga ikut pulang, setelah berjalan sekitar satu jam dari lokasi pasar malam berada kini mereka sudah tiba di rumah fina, karena sudah larut meri memutuskan untuk menginap sementara fatan dan jimy memutuskan untuk pulang, setelah melihat kondisi rumah fina yang tak memungkinkan mereka untuk menginap


" apa kalian akan pulang sekarang?" tanya fina pada mereka berdua


" iya... ini sudah sangat larut" jawab fatan


" aku akan kembali besok" ucap fina


" saya akan meminta supir untuk menjemput mu besok, kau taukan tak ada taksi atau angkutan umum lainnya yang melintas kedaerah itu" balas fatan menawarkan


" tidak usah, aku bisa kembali sendiri" balas fina menolak


" kau yakin" tanya fatan memastikan


" iya" jawab fina dengan anggukan kepala


" baiklah jika begitu kami pergi dulu" pamit fatan


" kakak pulang ya, bilang ke mama juga kakak akan main kesini lain kali, oiya ini oleh-oleh buat mama yang kakak janjikan tadi" pamit jimy sembari memberikan sebuah bingkisan pada fina untuk diberi pada buk lastri


" iya kak, nanti fina sampaikan, hati-hati di jalan kak" balas fina yang melihat kepergian kedua pria itu, kini hanya tinggal fina dan meri saja, sementara jojo dan joni sudah masuk lebih dulu setelah mereka tiba di rumah beberapa saat yang lalu


" mereka sangat berbeda" ucap meri setelah fatan dan jimy pergi


" jauh berbeda" balas fina


" jimy sangat manis dan periang" lanjut meri


" kau tertarik dengannya?" tanya fina memastikan maksud meri berbicara begitu tentang jimy


" sepertinya" balas meri singkat, yang bisa diartikan bahwa di tertarik dengan jimy


" besok aku saja yang mengantarkan mu kesana ya?" tiba-tiba meri menawarkan diri untuk mengantarkan fina kembali kerumah fatan

__ADS_1


" kenapa tiba-tiba kau ingin mengantar ku?" tanya fina yang penasaran


" tidak apa-apa, siapa tau aku bisa melihat si jimy itu lagi" jawab meri sambil tersenyum


" terserah kau saja" balas fina yang tak keberatan


" tapi aku tidak yakin kak jimy akan ada disana besok" ucap fina yang membuat senyum di wajah meri menghilang, melihat itu fina langsung menghibur meri


" tapi kemungkinan besar kak jimy akan ada disana, terlebih besok masih hari minggu" lanjut fina yang mampu membuat senyum meri kembali


Sementara itu di sisi fatan dan jimy kini mereka sedang dalam perjalanan untuk menuju kediaman fatan, dikarenakan mereka pergi menggunakan mobil jimy maka jimy harus mengantarkan fatan kembali kerumahnya meskipun ia harus kerepotan tapi apa boleh buat hanya ada satu jalan yang menuju kediaman fatan, karena letaknya yang jauh dari pemukiman, jalan itu begitu sepi bahkan di siang hari, apalagi jika dilalui saat tengah malam begini suasananya menjadi sangat mencekam, setelah tiba dirumah fatan sepertinya jimy tak berniat untuk kembali karena sudah sangat larut


" aku menginap" ucap jimy dan langsung memarkirkan mobilnya setelahnya ia pun langsung turun dari mobil dan berjalan masuk kedalam rumah


" siapa yang mengijinkan mu menginap?" tanya fatan bercanda


" tidak ada, aku ingin saja" balas jimy yang tak peduli dan langsung masuk kerumah fatan


" hei ini rumah ku, kenapa kau seenaknya begitu" balas fatan yang masih berusaha berdebat dengan jimy, yah itulah salah satu kesenangan fatan yaitu berdebat dengan jimy, entah apa yang memotivasi dirinya sehingga itu menjadi sebagian dari hobinya


" aku tidak peduli" balas jimy dan langsung meninggalkan fatan menuju kamar tamu


" apa urusanmu pergilah kekamar mu dan tidur saja, jangan terlalu banyak bertanya" balas jimy


" sampai jumpa besok pagi" balas fatan dan pergi menuju kamarnya


" jika aku masih bangun besok pagi" balas jimy dengan senyum yang sulit diartikan


Setelah mereka masuk kekamar masing-masing dan telah selesai membersihkan diri kini fatan sedang duduk di ranjangnya dan menatap sebuah gelang, setelah menatap gelang itu cukup lama kini ia memutuskan untuk merebahkan tubunya dan memejamkan matanya untuk segera masuk kealam mimpi namun sepertinya usahanya itu gagal karena ia masih saja terjaga hingga waktu menunjukkan pukul 02:00 dini hari, entah apa yang membuatnya tak bisa membuka gerbang alam mimpinya malam ini, ia pun mengambil ponsel dan mencari kontak dengan nama bunga mawar dan menghubunginya, namun sepertinya si bunga mawar sudah tertidur hingga ia tak menjawab telponya yang membuat fatan memutuskan untuk menghampirinya saja, tok... tok.. fatan mengetuk pintuk kamar tamu tempat jimy tidur, mendengar itu jimy terbangun


" siapa?" tanya jimy dengan suara khas orang bangun tidur


" aku" jawab fatan, jimy yang mendengar itu langsung membuka pintu kamar


" ada apa?" tanya jimy sembari mengucek-ngucek kedua matanya

__ADS_1


" aku tidak bisa tidur" jawab fatan


" masuklah" balas jimy mempersilahkan fatan masuk


" sekarang apa?" tanya jimy setelah fatan duduk di ranjang


" aku tidak tau" balas fatan yang memang tak tau apa yang harus dilakukan saat ini


" maksud ku kau tidak bisa tidur karena apa?" tanya jimy


" entahlah" balas fatan yang juga bingung


" astaga... sepertinya kita akan begadang, tunggu sebentar aku ingin membuat kopi, apa kau juga ingin sesuatu?" tanya jimy menawarkan


" aku lapar" balas fatan


" baiklah aku akan masakkan sesuatu untuk mu" balas jimy dan pergi dari kamar menuju dapur, sementara itu fatan hanya terdiam dikamar itu sembari memandangi gelang yang sebelumnya


" aku membeli ini setelah melihat tawamu yang begitu bahagia, sehingga membuatku tanpa sadar terus memperhatikan mu, dan itu membuatku bahagia, apa ini... apa yang terjadi padaku, ada rasa selalu ingin melihatmu dan bersama mu, aku ingin selalu tampak sempurna dimatamu, kenapa aku begini?" gumam fatan pada gelang ditangannya


Tak berapa lama kini jimy kembali dengan semangkuk mie instan dan juga kopi untuknya


" ini makanlah, aku sangat lelah untuk membuat sesuatu yang lain" ucap jimy sembari menyodorkan semangkuk mei instan itu pada fatan, tanpa basa-basi fatan langsung mengambilnya dan melahap mei instan itu hingga tak bersisa, dan jimy hanya sibuk menikmati kopinya saja, setelah fatan selesai jimy bertanya perihal alasan yang membuat fatan tak bisa tidur


" sekarang bagaimana?" tanya jimy


" aku tidak tau... aku hanya ingin memberikan gelang ini padanya" jawab fatan sembari memperlihatkan gelang yang ia beli di pasar malam tadi


" pada siapa?" tanya jimy yang tak mengerti


" gadis itu, senyumnya sangat manis, dan aku suka saat melihat dia tertawa seperti saat kita dipasar malam tadi, dia terlihat sangat bahagia" balas fatan dengan seyum lebar di wajahnya


" astaga kau sedang jatuh cinta ternyata" balas jimy yang menepuk jidatnya karena kelakuan fatan yang membuatnya terjaga hanya karena ia sedang memikirkan gadis pujaanya


Bersambung...

__ADS_1


Selamat menikmati 😁 semoga kita bisa bertemu di kolom komentar 😊


Salam rindu untuk yang menunggu... salam sepi untuk yang sendiri... salam setia untuk yang bersama... salam manis untu pembaca 🥰🥰🥰


__ADS_2