Karamnya Harapan

Karamnya Harapan
Bagian 212 Penderitaan Dan Kesenangan


__ADS_3

" siapkan mobil" teriak dika yang tiba di depan rumah dengan menggendong tubuh fatan yang sudah basah kuyup


" tuan muda!!!" teriak bik rani begitu melihat dika menggendong tubuh tuan mudanya yang tak sadarkan diri


" apa tuan muda baik-baik saja?" tanya bik rani menghampiri dika


" dia harus segera dibawa kerunah sakit" ucap dika


" silahkan kemari" pak supir membuka pintu mobil


" grep!!!" dika meletakkan tubuh fatan di kursi belakang dan masuk setelahnya


" kerumah sakit cepat" perintah dika


" baik" pak supir langsung melajukan mobilnya menuju rumah sakit


Pemadam kebakaran baru saja tiba, api sudah menyebar di seluruh sisi bagian kamar tidur fatan berada, bagas, riki dan suri masih terjebak di dalam karena berusaha mengeluarkan fatan dan jimy


" riki.... riki... riki..." teriak jimy yang masih berada di dalam, ia juga berencana akan terjun dari balkon


" saya bos? kami masih berusaha membuka jalan" jawab riki dengan berteriak


" tidak perlu lagi... dika sudah membawanya ke rumah sakit... kalian keluarlah juga" balas jimy memberitahukan keadaan terbaru di sisi jimy agar ketiga orang itu bisa keluar


" bagaimana denganmu?" teriak bagas


" aku akan terjun juga dari sini ke kolam renang... kalian keluarlah" balas jimy yang mengenali suara bagas


" baik" balas bagas


" ayo keluar dari sini" ucap bagas pada kedua lainnya


" bagaimana dengan tuan jimy?" tanya suri

__ADS_1


" dia akan baik-baik saja" balas bagas


Setelahnya mereka berhasil keluar setelah bertemu dengan petugas pemadam kebakaran yang masuk menyelamatkan mereka


" apa masih ada orang di dalam?" tanya petugas pada ketiganya


" mereka sudah berhasil keluar pak" jawab bagas


🌹


" brak!!!! tidak bisa seperti itu" tuan hendra menggebrak meja di ruang tengah dengan sangat marah, terlihat fatma sudah duduk manis disana terdapat pula sebuah dokumen di atas meja


" mengapa tidak bisa... kau harus keluar dari sini sekarang mas... rumah ini dan semuanya sudah menjadi milik pelita" balas fatma yang terlihat sangat senang setelah mereka berhasil mengambil alih seluruh aset yang di miliki tuan hendra


" kenapa tiba-tiba jadi begini lili... bukankah kau hanya menginginkan harta kekayaan putraku saja?" tanya tuan hendra penuh harap meminta penjelasan dari lili yang kini berdiri di dekat fatma


" ayolah mas... tidak mungkin aku hanya melakukan itu kan" jawab lili


" jadi ini sudah direncanakan ya... hahaha aku sampai tertipu dengan aktingmu yang bagus dan rencanamu" balas tuan hendra menertawakan nasibnya sendiri, entah mengapa ia tak terlalu bersedih atas kehilangan semua asetnya karena ia berhasil membalaskan dendam pada putranya, dendam yang di dasari rasa cemburunya itu


" tentu saja aku tidak keberatan mas.. kau bisa tinggal disana sampai mati" balas fatma setuju dengan permintaan mantan suaminya itu


" pada akhirnya aku tidak mendapatkan semuanya ya.. tapi setidaknya aku sudah merasa puas melihat anak itu hancur.. kali ini dia takkan bangkit lagi" balas tuan hendra merasa sangat puas


" nah mas... kau bisa beristirahat dulu dan bisa pergi besok pagi... aku tidak sekejam itu untuk menyuruhmu pergi sekarang" balas fatma yang kemudian meninggalkan tuan hendra sendiri di ruang tengah


" bagaimana dengan aset fatan tante?" tanya lili yang ternyata merupakan keponakan jauh dari fatma


" nikmati ini dulu... itu juga akan jadi milik kita saat waktunya tiba" balas fatma menyeringai, keduanya sedang menikmati kemenangan mereka


Dunia maya menjadi heboh lagi, dengan kabar pengantin pria meninggalkan pengantin wanita di hari pernikahannya, kabar menjadi trending topik di jagat maya dan menimbulkan peristiwa masa lalu terangkat kembali ke publik, mereka menyalakan fatan tanpa tau kebenaran yang terjadi, komentar nengatif membanjirinya, seseorang dengan nama yang terlanjur buruk kini bertambah buruk setelah kejadian seperti ini, karena tak banyak yang mengenal fatan secara pribadi tak ada yang bisa menyangkal komentar negatif itu, netizen kembali menghujat fatan seperti di masa lalu dan kini lebih parah lagi, mereka mengutukinya sebagai seseorang yang sangat kejam


" wah ini menarik sekali... tak ku sangka ini akan semenarik ini, nama anak itu jadi buruk lagi setelah berusaha membangun citranya dari kejadian masa lalu" fatma sibuk melihat ponselnya dan melihat kejadian menarik yang sedang di perbincangkan

__ADS_1


"para netizen memang luar biasa.. kejadiannya baru beberapa jam yang lalu dan kini beritanya menjadi trending topik" balas lili yang juga tengah sibuk melihat perbicangan yang menarik itu, begitu juga halnya dengan tuan hendra yang sangat senang melihat komentar terhadap berita yang dirilis tentang putranya, komentar buruk tentang putranya membuatnya bahagia


" hahaha... ini sangat membahagiakan... sekarang takkan ada keturunan mu yang jenius lagi fauzan.. hahahaha.. ini lebih menyenangkan daripada langsung membunuhnya" tuan hendra tertawa, ia sangat senang sekarang


" seharusnya di masa tua kita selalu bahagia seperti ini" gumam tuan hendra masih asyik melihat komentar-komentar buruk tentang putranya


Pak budi yang juag melihat berita yang dirilis di media sosial itu merasa sangat buruk...


" bagaimana mungkin seseorang bisa menilai orang lain yang bahkan tak mereka kenal dengan baik... pasti ada sesy sehingga tuan muda meninggalkan pengantinnya di hari pernikahan" gumam pak budi, segera ia mengubungi bik rani untuk bertanya tentang apa yang terjadi di rumah


" pas sekali kau mengubungi budi... sejak tadi aku berusaha menghubungi mu" terdengar suara bik rani dari balik telpon


" apa yang terjadi?" tanya pak budi


" kediaman tuan muda terbakar" jawab bik rani


" apa terbakar.. bagaimana bisa?" tanya pak bud yang terkejut


" aku juga tidak tau pasti tapi sepertinya tuan muda sengaja membakarnya" jelas bik rani


" hah? apa maksud mu?" tanya pak budi masih belum mengerti


" kita bicarakan nanti saja... tuan muda sudah di bawa kerumah sakit setelah sebelumnya terjebak dalam kebakaran itu" balas bik rani


" aku akan ke sana" balas pak budi yang akan kerumah sakit melihat kondisi fatan


" kau bisa tangani yang di sana kan?" tanya pak budi soal kondisi kediaman fatan


"tentu saja aku bisa.. ada banyak orang disini" jawab bik rani


Jimy sudah berada di depan bersama bagas dan riki, pertanyaan mengapa jimy masih hidup tak lagi menjadi hal penting sekarang, kini jimy sedang mengeringkan tubuhnya dan mengganti pakaiannya, ia ingin langsung menuju rumah sakit setelah keluar dari kolam renang namun bagas menahannya dan memintanya untuk mengganti pakaian dulu


Api juga sudah berhasil di padamkan, api menghanguskan sebagai kediaman fatan yang berada di area kamar tidurnya yang merupakan sumber api berasal.

__ADS_1


Bersambung....


Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰 Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar 🤗


__ADS_2