Karamnya Harapan

Karamnya Harapan
Bagian 96 Kepanikan


__ADS_3

" cepat buka" perintah jimy pada suri


" maaf tuan tidak ada kunci cadang untuk kamar mandi ini pada saya" ucap suri yang memang tak memiliki kunci cadangnya


" sial..." jimy semakin cemas mendengar penuturan suri


" fatan... fatan.. kau dengar aku.. buka pintunya.. fatan buka pintunya..." jimy berteriak sembari menggedor pintu kamar mandi namun tak ada jawaban sama sekali


" sial... kita dobrak saja pintunya" ucap jimy yang makin cemas setelah tak mendapat jawaban dari dalam kamar mandi


" kita dobrak saja" perintah jimy yang di setujui oleh suri


" satu.. dua.. tiga.. dobrak" jimy memberi aba-aba untuk mendobrak pintu kamar mandi itu, percobaan pertama gagal, kedua gagal dan ketiga mereka melakukannya sekuat tenaga, brakk!! pintu terbuka, betapa terkejutnya jimy mendapati fatan yang terendah di bak mandi begitu pula dengan yang lainya, tentu saja itu merupakan pemandangan baru bagi fina yang juga merasa syok, ia baru teringat dengan apa yang dikatakan jimy sebelumnya untuk tak meninggalkan fatan sendirian.


Jimy bergegas menarik tubuh fatan keluar dari bak mandi, fatan sudah tak sadarkan diri entah berapa lama ia telah berendam disana, tubuhnya tak lagi hangat, ia sudah sedingin es


" siapkan mobil" perintah jimy yang langsung dilaksanakan oleh suri


Sementara jimy mengendong tubuh fatan menuju mobil, meskipun tubuh jimy lebih kecil namun ia mampu mengendong tubuh fatan sendirian, dalam keadaan panik semuanya pergi menuju mobil, fina diminta untuk ikut kerumah sakit sementara bik rani tetap dirumah.


Setibanya di luar jimy menuju mobil yang sudah disiapkan oleh suri, jimy membaringkan tubuh fatan di kursi tengah, dan langsung masuk setelahnya untuk memangku kepala fatan, sementara fina duduk di kursi depan bersama sopir.


" cepat" perintah jimy pada pak sopir yang langsung dilaksanakan, mobil melaju dengan kecepatan cukup tinggi dalam heningnya malam fina dan jimy yang terlihat sangat khawatir begitu pula dengan sang supir yang juga khawatir melihat keadaan majikanya itu.


" hei... hei... bangun.. bangun.. kau mendengar suara ku" jimy menepuk-nepuk wajah fatan berusaha menyadarkannya namun tak berhasil, fina yang tampak cemas juga tak memalingkan wajahnya dan terus melihat fatan, ada rasa bersalah yang bersarang dalam hatinya, coba saja jika tadi ia tidak meninggalkan fatan dan mendengarkan apa yang dikatakan jimy pasti kejadiannya tidak seperti ini.


" maaf kak, aku tidak mengikuti perkataan kakak sebelumnya, aku malah membiarkannya sendirian" ucap fina dengan air matanya


" kita akan bicarakan itu nanti" balas jimy, seketika fina pun diam dan tak membahas hal itu dulu untuk saat ini


" apa dia baik-baik saja kak?" tanya fina kembali karena cemas


" dia harus baik-baik saja" balas jimy

__ADS_1


" apakah masih jauh?" tanya jimy pada sang sopir


" tidak tuan kita hampir sampai" jawab pak sopir


" cepatlah" perintah jimy dengan cemas karena fatan tak kunjung sadar


" baik tuan" pak sopir menambah kecepatan laju mobilnya untuk segera tiba di rumah sakit.


Mereka telah tiba dirumah sakit, jimy segera berteriak memanggil perawat untuk membantu membawa fatan, fatan dibawa ke IGD, jimy merasa gelisah selama menunggu dokter memeriksa keadaan fatan, sementara fina duduk di kursi tunggu dengan air mata yang tak terbendung lagi, perasaan cemas dan rasa bersalah juga menyelimutinya


" seharusnya aku mendengarkan perkataan kak jimy sebelumnya, pasti tidak akan jadi seperti ini" gumam fina masih dalam tangisnya


" sudahlah ini sudah terlanjur terjadi, yang penting sekarang kita fokus dulu dengan keadaan fatan" jimy mencoba menenangkan fina, ia juga mengerti bahwa fina tak sengaja melakukannya


" dia pasti tidak tau akan jadi seperti ini, aku tidak bisa menyalakannya, dia masih belum memahami fatan sepenuhnya, aku akan memberinya waktu" pikir jimy yang merangkul fina untuk menenangkanya


Tak berapa lama dokter pun keluar dari ruang pemeriksaan, jimy segera bangkit dan menghampiri dokter


" bagaimana kondisinya dokter?" tanya jimy


" apa pasien tenggelam di kolam renang?" tanya dokter memastikan


" tidak dokter, dia menenggelamkan dirinya di bak mandi" jawab jimy


" jadi begitu" balas dokter


" ada apa dokter.. apa ada hal yang serius?" tanya jimy terlihat cemas


" tida bukan begitu, tidak ada masalah serius" ucap sang dokter sehingga membuat jimy dan fina merasa lega


" apa kami bisa menemuinya?" tanya jimy


" silahkan" balas dokter

__ADS_1


" kalau begitu saya permisi dulu" pamit pak dokter dan pergi meninggalkan kedua orang itu disana


Jimy meminta fina untuk masuk lebih dulu karena ia harus mengurus administrasinya, fina masuk dan mendapati fatan yang telah siuman terbaring disana, fina langsung menghamburkan dirinya kepelukan fatan


" ada apa dengamu?" tanya fatan heran


" kakak yang apa-apaan, melakukan hal bodoh begitu membuatku cemas" ucap fina dengan tangisnya


" hei.. tenanglah sekarang saya baik-baik saja.. tidak ada yang terjadi kan" fatan mengusap lembut kepala fina untuk menenangkannya


" kakak jahat, fina ketakutan, bagaimana jika sesuatu terjadi pada kakak.. bagaimana jika.." fina tak sanggup melanjutkan kata-katanya membayangkan apa yang terjadi, fatan tersentuh mendengar perkataan fina, ternyata ada orang yang peduli padanya dan mengkhawatirkannya


" saya janji tidak akan membuatmu khawatir lagi" balas fatan menenangkan fina sembari tersenyum mendengar penuturan fina yang takut akan kehilangan dirinya.


Setelah merasa cukup tenang fina melepas pelukannya dari fatan, ia pun merasa malu dengan apa yang ia lakukan tadi, jimy yang ternyata sedari tadi telah berada dibalik pintu menahan diri cukup lama untuk masuk setelah melihat momen kedekatan fatan dan fina ia merasa senang akan hal itu, setelah momen itu berlalu jimy akhirnya memutuskan untuk masuk.


jimy masuk dan melangkahkan cepat ke tempat fatan terbaring, ia melayangkan tinjunya pada fatan karena kesal, fina terkejut melihat apa yang dilakukan jimy


" kak jimy hentikan, nanti kak fatan bisa terluka" fina menghalangi jimy yang kembali akan memukul fatan


" biarkan saja, dia ingin matikan, kemarilah.. aku akan penuhi keinginan mu" ucap jimy dengan kesal atas apa yang dilakukan fatan pada dirinya sendiri, fatan hanya diam saja mendengar perkataan jimy, ia tau ia bersalah lagi kali ini.


" kak jimy bicara apa sih, kak fatan kan lagi sakit malah dikasarin gitu" ucap fina masih menghadang jimy agar tak bisa menyentuh fatan


" tidak apa-apa fina biarkan dia, ini memang salah saya" ucap fatan meminta fina untuk membiarkan jimy


" tapi kak..." fina belum sempat melanjutkan ucapannya fatan memberinya isyarat untuk membiarkan jimy saja


" bagus sekarang aku bisa melakukanya, kau ingin matikan hah!!" jimy sudah menaruh tangannya di leher fatan bersiap mencekiknya, fina semakin panik melihat itu, fatan memberi isyarat dengan tangannya agar fina diam.


Bersambung...


Terimakasih bagi yang sudah mampir 😁 selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar 🤗


__ADS_2