
Setelah kemarin mereka pergi ke gua kolam biru hari ini fatan mengusulkan bagaimana jika kali ini mereka menuju air terjun, diketahui selain pantai yang sangat indah pulau itu juga memiliki destinasi wisata lain yang tak kalah menakjubkan, seperti gua kolam biru itu, air terjun dan lembah kunang-kunang, meskipun itu pulau yang terbilang kecil namun ini seperti bongkahan emas yang berharga, melihat letak pulau yang tak terlalu jauh dari daratan utama namun sebelum pulau ini di beli oleh tuan adhitama kerap penduduk terdekat didaratan terdekat berburu kesana, namun setelah tempat ini di beli oleh tuan adhitama dari seorang pengusaha ia pun melarang perburuan guna menjaga keadaan alam disana tetap asri...
Setelahnya tuan adhitama menawarkan pekerjaan pada orang-orang yang berada di daratan terdekat, tentu saja tuan adhitama juga membawa orang-orangnya.
Jarak menuju air terjun dan lembah kunang-kunang terbilang sama namun jarak yang di tempuh dengan berjalan kaki sedikit lebih jauh dan menurun
Saat ini fatan dan fina tengah sarapan dan setelah sebelumnya membahas tentang tujuan mereka fina juga mengikuti saran fatan saja untuk mengunjungi air terjun saja hari ini, setelah mendengar penjelasan fatan tentang lembah kunang-kunang sembari fatan menunjukan potret sekitar lembah kunang-kunang pada fina
Fatan dan fina menyantap sarapanya dengan tenang, wanita yang sebelumnya menjatuhkan dirinya pada fatan kembali melirik pria itu dan duduk di meja yang tak jauh dari tempat fatan dan fina, melihat keadaan yang juga ramai wanita itu lebih memilih mengagumi fatan dari jauh daripada ia mempermalukan dirinya lagi seperti sebelumnya, namun kali ini entah kebetulan atau kebodohan malah seorang pria yang sepertinya tertarik pada fina dan menghampiri gadis cantik itu
" hai manis" sapa pria itu tempat di depan fina yang sedang makan, dengaj beraninya ia mencoba menggoda fina padahal dengan jelas fatan tempat berada disana juga
Wanita yang sebelumnya mencoba menggoda fatan melihat kedatangan pria itu dan apa yang pria itu lakukan, wanita itu tersenyum bukan karena senang melihat pasangan fatan di goda tapi ia membayangkan keseruan apa yang akan di alami pria itu, yah pria itu terbilang cukup tampan dan juga bertubuh kekar
Fina tak kunjung menggubris sapaan pria itu dan memilih melanjutkan sarapanya
" sombong banget sih" ucap pria itu lagi yang kali ini ia mencoba menyentuh pipi fina tentu saja tak tinggal diam ia pun bangkit dan menarik pria itu agar menjauh dari fina
" wow...wow... santai bro... aku cuma ingin berkenalan saja" ucap pria itu yang terlihat meremehkan fatan, seketika fatan menatapnya dengan tajam, fina sudah berpikir bahwa fatan akan menghajar pria itu seperti yang terjadi di restoran waktu itu
" grep..." fatan kembali duduk dan melanjutkan memakan sarapannya tanpa berkata sepatah katapun
" fyuh..." fina betnafay lega setelah fatan kembali duduk begitu juga dengan dirinya yang kembali melanjutkan sarapanya
Pria itu ternyata tidak menyerah dan kini malah mengambil kursi terdekat dan duduk bersama mereka dan memandangi fina lagi sambil tersenyum
" ctak!!!" fatan meletakkan sendoknya dengan kasar membuat fina terkejut
" pergi!!!" satu kata yang fatan ucapkan terlihat ia sedang berusaha agar tak meledakan emosinya
" hah??? maksudmu aku?" balas pria itu dengan ekspresi penuh dengan meremehkan fatan
" gluk...gluk.." fatan meneguk air putih
" kamu sudah selesai?" tanya fatan pada fina
__ADS_1
" iya sudah" jawab fina dengan ragu... tapi sepertinya itu pilihan yang agar mereka bisa segera pergi dari sana untuk menghindari keributan
Fatan bangkit dari tempat duduknya diikuti oleh fina dan mereka akan pergi dari sana tanpa ingin membuat keributan lagi
" grep!!" pria itu malah menahan tangan fina agar tidak pergi
" mau kemana sih buru-buru sekali?" ucap pria itu, tentu saja hal itu membuat fatan menatapnya dengan tajam
" grep!!!" fatan menangkap tangan pria itu dan memelintirnya kebelakang
" pergi!!" ucap fatan lagi, namun sepertinya pria itu ingin melawan, ia pun melayangkan tinjunya dengan tangan satunya, dengan mudah fatan menghindarinya dan pria itu pun terbebas dari cengkraman fatan, ia kembali hendak melayangkan tinjunya pada fatan tepat saat itu pria yang bertugas sebagai keamanan yang pertama kali melihat fatan saat tiba di pulau dua hari lalu melihat kejadian itu dan langsung menghampiri mereka
" hentikan..." teriak penjaga itu sambil berlari, ia pun berhasil menghentikan perkelahian yang akan terjadi itu
" ada apa ini?" tanya penjaga itu pada mereka
" cih..." ucap pria yang menggoda fina itu sembari merapikan pakaiannya
" ada apa ini tuan muda?" tanya penjaga itu meminta kejelasan pada fatan
" owh... ternyata tuan muda toh... pantas saja kau sangat sombong" ucap pria itu seakan ingin memprovokasi fatan agar melanjutkan perkelahian yang tanggung itu dan malah membuat tangan pria itu terasa gatal ingin melanjutkan
" sudahlah kak ayo kita pergi" bisik fina sembari mengenggam tangan fatan agar pergi dari sana
" kami permisi pak... maaf telah membuat keributan" ucap fatan dengan sopan pada penjaga itu
Pria yang merasa diremehkan itu kembali memprovokasi fatan agar mau baku hantam dengannya, sudah untung fatan tidak mau baku hantam dengan pria itu jika fatan mau maka kerugian akan dialami oleh pria itu bukan hanya dari fatan pasti jimy juga akan menargetkannya karena menganggu fatan, tapi pria ini malah ingin memulai pertengkarannya
" ternyata tuan muda itu seorang pengecut ya" kalimat provokasi di lontarkan oleh pria itu, tentu saja fatan tak menggubrisnya
" bagaimana jika kita bertarung dan yang akan menjadi hadiahnya adalah gadis yang bersamamu itu?" kali ini pria itu mengajukan tawaran, fatan berhenti pria itu tersenyum mengira ia berhasil
" dari awal dia memang sudah milik saya" ucap fatan sembari mengangkat tangannya serta tangan fina yang mengenakan cincin pertunangan mereka, melihat itu pria itu malah langsung menyerang fatan, penjaga tadi sempat berusaha menghentikannya namun terlambat, pukulan itu tempat tertuju pada wajah fatan
" grep!!!" dengan mudah fatan menahannya dengan tangannya sebelum pukulan itu mendarat di wajahnya
__ADS_1
" hufh..." fatan menghembuskan nafasnya dengan kasar
" hentikan saja.. sebenarnya kita tak ada urusan apapun kan" ucap fatan yang kembali ingin menghadiri pertarungan, sepertinya lili dulu benar-benar berhasil membuat pria pemarah ini kini bisa mengendalikan emosinya
" kurang ajar kau meremehkanku" kali ini pria itu tak lagi menginginkan fina tapi merasa harga dirinya tercoreng karena fatan menolak berkelahi dengannya
" ayo kak" fina kembali mengingat fatan untuk pergi dari sana
" grep!!!" pria itu malah mencolek bokong fina tentu saja selain ia memang tertarik pada fina itu juga dilakukan untuk memprovokasi fatan
" kau ini semakin dibiarkan semakin kurang ajar ya" ucap fina dengan marah setelah mendapatkan perlakuan itu
"plak!!!" fina menampar pria itu dengan keras, membuat orang-orang yang melihat menahan tawanya
Pria itu geram dan ingin membalas memukul fina karena di permalukan dengan fina menampar dirinya di depan umum, belum sempat pukulan itu melayang bogem mentah fatan lebih dulu mendarat di wajah pria itu, kini fatan sudah sangat marah dan sepertinya ia tak dapat menahan emosinya lagi
" berani sekali kau menyentuhnya.... bagh...bungh..bangh
..bugh" fatan memukuli pria itu berkali-kali hingga pria itu tak dapat melawan lagi
" brak!!!" fatan melempar tubuh pria itu hingga sejauh dua meter dan menghantam sebuah pohon
" kak sudah... sudah cukup" fina berteriak dari kejauhan, melihat fatan yang ingin menghampiri pria itu lagi
Untunglah tuan adhitama tiba disana tepat waktu dan mengehentikan fatan
" cukup" ucap tuan adhitama, seketika fatan berhenti setelah mendengar suara tuan adhitama
" sudah cukup" kembali tuan adhitama mengucapkannya
" hufh..." fatan membuang kasar nafasnya agar lebih tenang
Fatan kini sudah tenang dan pria itu sudah tak sanggup bangkit lagi, tuan adhitama pun meminta penjaga untuk membawa pria itu keruang kesehatan
Bersambung...
__ADS_1
Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰 Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar 🤗