Karamnya Harapan

Karamnya Harapan
Bagian 193 Alasan Dan Kenangan


__ADS_3

Seperti yang diungkapkan renaldi.. ia kini telah berada diluar ruang kerja fatan, setelah sebelumnya ia telah menunggu di lobi sembari heni memberitahukan kedatangannya pada fatan, tak disangka fatan menerima kedatangannya meskipun ia datang tanpa pemberitahuan sebelumnya


Setelah heni mengetuk pintu dan mengatakan keberadaannya fatan memberi jawaban dengan menyuruhnya masuk, suara dingin dan berat itu menusuk pendengaran renaldi, suara dari seseorang yang sudah lama ingin ia temui kini terdengar sangat dekat, ada perasaan tak percaya diri dalam diri renaldi namun ia tetap melangkah memasuki ruangan pria dingin itu.


Begitu pintu berbuka dan melihat pria itu duduk dengan gagah di kursi kebesarannya renaldi langsung merasakan aura kepemimpinan yang sangat luar biasa


" silahkan masuk saya permisi dulu" ucap heni mempersilahkan renaldi dan sekertarisnya masuk setelah di perbolehkan oleh fatan


" glek.." renaldi menelan salivanya setelah melihat fatan


" astaga auranya benar-benar membuatku gugup" batin renaldi


" selamat siang menjelang sore tuan muda" sapa renaldi akhirnya mengeluarkan kata-katanya


" selamat datang.. silakan duduk" balas fatan sembari bangkit dari duduknya dan pindah ke sofa


" sungguh tidak sopan jika saya datang dengan tangan kosong" ucap renaldi sembari duduk dan asistennya meletakkan bingkisan yang ia bawa di atas meja, seperti yang kita tau fatan memasang wajah datar saja


" bukankah lebih tidak sopan datang tanpa di undang" ucap fatan dengan tanpa ekspresi


" hehehe.." renaldi hanya tertawa kecil menanggapi ucapan fatan


" saya sangat senang bertemu anda" ucap renaldi sembari menebar senyum


" saya tidak" jawab fatan berterus terang, pada kenyataannya ia memang tak peduli terhadap renaldi ini dan ia juga tak peduli apakah akan bertemu renaldi atau tidak


" jangan begitu tuan muda saya jadi sakit hati" balas renaldi masih dengan berusaha bercanda


"apa tujuanmu kesini?" tanya fatan masih dalam mode tanpa ekspresi


" saya hanya ingin berkunjung saja" jawab renaldi berusaha akrab


" saya tidak ingin di kunjungi" jawab fatan, bukan karena ia punya masalah dengan renaldi tapi ia memang tak terlalu suka basa-basi seperti ini


" ayolah... saya sudah lama ingin bertemu anda.. saya sangat mengidolakan anda" ucap renaldi dengan mata berbinar


" kenapa?" tanya fatan terkait alasan renaldi yang mengatakan sudah lama ingin bertemu dengannya

__ADS_1


" tidak ada apa-apa.. saya hanya ingin berteman saja" jawab renaldi yang terdengar bersungguh-sungguh


" berteman?" tanya fatan memastikan dan merasa heran atas alasan renaldi


" iya... sudah lama saya ingin menjadi teman anda tetapi saya terlalu takut untuk mengatakannya" jawab renaldi


"begitukah... jadi kedatangan mu hanya untuk mengatakan hal itu?" ucap fatan


" seperti rumornya dia bahkan tak berekspresi sama sekali" batin renaldi melihat setelah ia berbicang sejauh ini tak ada sedikitpun perubahan ekspresi di wajah pria itu


" tentu saja... itulah alasan saya mengajukan permintaan makan siang, saya sangat sedih tau waktu mendengar anda menolak" balas renaldi seolah mereka sudah sangat akrab


" apa yang kau inginkan setelah berteman dengan saya?" tanya fatan


" saya tidak ingin apa-apa... sungguh.. ini murni perasaan kagum dan senang bisa berteman dengan orang yang saya kagumi" jawab renaldi berusaha agar fatan tak salah paham akan maksudnya


" begitu ya?" balas fatan... tampak pria yang terkenal dengan pesona rambut panjangnya itu tak menunjukkan ketertarikan sama sekali juga tak menunjukkan penolakan


" boleh kan...kita bisa menjadi teman kan?" kalimat penuh harap yang dikeluarkan oleh renaldi


" kenapa pak renaldi sampai segitunya sih... pak fatan bahkan tak menunjukkan reaksi apapun" batin sekertaris renaldi yang sejak tadi duduk tak jauh dari kedua orang itu, ia tak meninggalkan keduanya saja di ruangan mengingat ini pertemuan pertama antara pak bosnya dan fatan bagaimana pun sekertaris itu pasti termakan rumor tentang perilaku fatan yang di anggap buruk, ia pasti punya ke khawatiran akan pak bosnya meskipun kecil kemungkinannya.


" jangan bersikap seperti itu... cukup satu orang yanh bersikap seperti itu" ucap fatan


" baiklah... saya tidak akan seperti itu lagi.. tapi kita teman kan sekarang?" ucap renaldi tak memelas lagi


" mengapa kau ingin berhubungan dengan saya?" tanya fatan


" ah... pasti akan aneh ya.. saya direktur di perusahaan ayah anda tapi mencoba berhubung baik dengan putranya... pasti itu menjadi bahan perbincangan yang menarik di kalangan kita" celoteh renaldi


" tapi bukan karena itu.. jauh sebelum itu saya sudah mengagumi anda, pertama kali saya melihat anda saat saya masih magang di perusahaan dan anda sering membantu meskipun anda juga belum lulus" lanjut renaldi berceloteh


" dari saat itu saya ingin mengenal dan menjadi teman anda.. hingga anda menghilang selama satu tahun dan kembali lagi dengan versi yang sekarang di kenal seseorang... melihat itu saya semakin ingin menjadi teman anda namun ada keraguan dan rasa tak pantas jadi saya mengembangkan diri hingga ke posisi ini dan menemui anda" renaldi mengutarakan segala hal yang ia rasakan


" anda itu benar-benar memotivasi saya untuk maju dan berkembang..." ucap renaldi dengan antusias dan mata berbinar-binar


" hah... aku belum pernah melihat pak renaldi yang seperti ini" sekertarisnya saja terkejut melihat renaldi yang seperti itu

__ADS_1


" tidak ada yang menarik dari saya" ucap fatan menanggapi cerita dan penilaian renaldi tentang dirinya


" mungkin bagi anda tidak... tapi bagi saya anda sangat menarik" balas renaldi


Sayang sekali perbincangkan yang menarik itu harus segera diakhiri karena renaldi harus pergi, pasalnya ia ada urusan.


" permisi... maaf pak sebentar lagi kita harus pergi" ucap sekertarisnya mengingatkan


" ah iya..." balas renaldi


" kau sedang sibuk tapi masih memiliki waktu untuk bermain-main" ucap fatan


" saya ingin cepat bisa akrab dengan anda" balas renaldi


" sayang sekali saya harus pergi padahal perbicangan kita sangat menarik" lanjut renaldi sembari bangkit dari duduknya


" saya pamit... saya akan berkunjung lagi" ucap renaldi sembari menyodorkan tangannya untuk berjabat, fatan tak menjawab tapi menerima uluran tangan renaldi


Setelahnya heni mengantarkan tamu tak di undang itu hingga ke parkiran


" fyuh... benar-benar tidak penting" gumam fatan menyenderkan dirinya kembali kursi kerjanya, heni masuk untuk memberitahukan bahwa renaldi dan sekertarisnya telah pergi


" permisi pak... pak renaldi sudah pergi pak" ucap heni


" hem" balas fatan singkat


" anda baik-baik saja pak?" tanya heni melihat fatan yang sedikit berbeda


" saya baik-baik saja... kau boleh pergi" ucap fatan


" jika dia datang lagi ijinkan saja" ucap fatan sebelum heni keluar


" baik pak" balas heni meskipun ia penasaran apa alasannya tapi ia tak bertanya


" tumben sekali bapak bisa di ganggu seperti ini" pikir heni yang kembali ke mejanya setelah keluar dari ruang kerja fatan


Bersambung.....

__ADS_1


Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰 Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar 🤗


__ADS_2