
Malam hari tuan hendra baru kembali ke kediamannya entah apa saja yang ia lakukan diluar sana seharian
" kalau begitu saya kembali dulu tuan" pamit pak budi setelah mereka tiba di kediaman tuan hendra, segera pak budi meninggalkan kediaman tuan hendra dengan mengendarai mobilnya
" ternyata kecemburuan tuan besar pada almarhum tuan fauzan masih ada hingga kini, bahkan kini terlihat jelas bahwa tuan besar juga cemburu dengan apa yang di dapatkan tuan muda" gumam pak budi yang sedang mengemudi menuju tempat tinggalnya yang tak terlalu jauh dari kediaman tuan hendra
" semoga tuan muda baik-baik saja" harap pak budi yang tak tau apa yang akan terjadi kedepannya
" sepertinya aku harus benar-benar menjalin kefjay sama dengan si bagas itu... tapi apa benar dia bisa di percaya, bagaimana jika dia punya tujuan lain berada di sekitar tuan muda" pak budi tampak berpikir cukup keras atas apa yang harus ia lakukan, pasalnya kini tuan hendra menjadi cukup tertutup pada pak budi, sehingga membuat pak budi harus lebih waspada dengan apa yang dilakukan oleh majikanya itu
" nyonya fatma juga kenapa ternyata masih hidup dan sekarang berada disini... argh.. bikin pusing saja.. mana yang harus lebih dulu ku perhatikan" pak budi tampak frustasi dengan apa yang terjadi saat ini
" aku tak punya cukup waktu untuk bergerak bebas... terlalu banyak misteri dari semua ini" pak budi masih berpikir keras untuk mencerna apa yang sedang terjadi, ia bingung harus melakukan apa, terlalu banyak hal yang sulit di jelaskan
Pak budi menerima telepon dari seseorang yang ia tugaskan untuk mengawasi setiap gerak-gerik dari fatma namun tak ia tak menemukan sesuatu yang berarti
" ada apa?" ucap pak budi begitu menjawab panggilan dari anak buahnya itu
"kegiatannya normal pak bos... setelah anda melihatnya di butik pada hari itu, beliau cukup sering kembali kesana, selebihnya beliau hanya mengunjungi tempat-tempat wisata saja" jelas pria itu melalui sambungan telepon
" baiklah, laporkan jika ada sesuatu yang mencurigakan, juga setiap orang yang dia temui" ucap pak budi
" oke pak bos" balas pria itu dan mengakhiri panggilan telponnya
" apa beliau hanya berlibur saja.." gumam pak budi
" terlepas dari apapun itu kenyataan bahwa beliau masih hidup juga sudah aneh, pasti ada kisah dibalik semua ini" spekulasi pak budi namun belum menemukan petunjuk sedikit pun
__ADS_1
" tunggu dulu... jadi beliau sering mengunjungi butik bagas ya... apa bagas juga tau siapa beliau.. jika tau apa almarhum jimy juga terlibat dengan semua ini?" pikir pak budi yang masih dalam keadaan mengemudi
" tidak... tidak.. bagaimana jika ternyata mereka yang berada di balik semua ini, apa benar mereka bukan orang yang baik... lalu bagaimana dengan sikap mereka selama ini pada tuan muda, mereka terlihat begitu peduli padanya... apa itu juga bagian dari rencana" banyak pertanyaan yang muncul di pikiran pak budi namun tak satupun terjawab karena ia benar-benar tak tau apapun
" argh!!! lebih baik langsung saja dari pada begini" pak budi mengemudikan mobilnya menuju mall tempat butikk bagas berada, ia benar-benar tak tahan jika hanya berspekulasi seperti ini, ia harus benar-benar memastikan apakah kelompok bagas benar-benar peduli pada tuan mudanya atau ada maksud lain
" aku harus lakukan meskipun ini beresiko... bisa-bisa aku lenyap karena melakukan ini" keputusan pak budi sudah bulat untuk bertanya pada bagas, ia lelah jika harus seperti ini, tak tau siapa yang bisa di percaya dan siapa yang tidak
Pak budi melajukan mobilnya dengan sangat cepat sehingga tak membutuhkan waktu lama untuk tiba di mall yang menjadi tujuannya, pak budi bergegas keluar dari mobil dan masuk kedalam mall untuk menuju ke butik bagas, sayangnya begitu pak budi tiba di sana bagas baru saja kembali ke tempat tinggalnya pak budi meminta alamatnya pada pekerja di sana pada awalnya mereka tak mau memberikannya namun pak budi membujuknya bahwa ini urusan yang sangat penting
" maaf pak saya tidak bisa memberikan alamat pak bagas pada sembarang orang" ucap karyawan wanita itu menolak memberikan alamat bagas pada pak budi
" saya mohon... saya jamin kamu tidak akan di pecat.. saya akan bertanggung jawab untuk ini.. saya harus menemuinya malam ini juga ada urusan yang sangat mendesak" jelas pak budi
" tapi pak... saya benar-benar minta maaf" karyawan itu bersikukuh dengan pendiriannya
" saya akan berikan" balas karyawan itu dan memberikan alamat bagas pada pak budi
" terimakasih saya permisi" ucap pak budi dan bergegas pergi dari sana
" ternyata dia meminta alamat bagas juga ya... baiklah" gumam seorang pria yang berada tak jauh dari pak budi, seperti yang kita tau pria itu adalah utusan bagas
" dia meminta alamatmu... apa harus ku hentikan?" tanya pria itu pada bagas melalui sambungan telepon
" biarkan saja dia datang" balas bagas
" dimengerti" balas pria itu dan mengakhiri panggilannya
__ADS_1
Tak berapa lama pak budi telah tiba di area perumahan tempat bagas tinggal, ia mencari alamat yang tepat sesuai dengan alamat yang diberikan oleh karyawan toko bagas
" ini dia" pak budi tampak senang setelah menemukan rumah bagas
Pak budi menekan bel dan tak lama bagas membukakan pintu untuknya
" selamat datang, saya sudah menunggu... mari silahkan masuk" ucap bagas dengan ramah membuat pak budi merasa heran mengapa bagas tau ia akan datang
" benar juga mungkin karyawan tokonya yang memberitahukan kedatangan ku, setelah aku meminta alamatnya barusan" pikir pak budi, ia pun masuk setelah di persilahkan oleh bagas, pria itu hanya tinggal sendiri dirumah yang tak terlalu besar itu, agar ia bisa lebih mudah mengurusnya
" sebentar ya... saya ambilkan minum" bagas permisi ke dapur mengambil minum untuk pak budi
" silahkan" bagas menyuguhkan segelas air putih pada pak budi dan ia duduk di seberangnya tepat berhadapan dengan posisi pak budi duduk
" tidak perlu sungkan silahkan di minum" ucap bagas dengan ramah setelah melihat pak budi hanya diam saja
" baiklah-baiklah... apa yang ingin bapak tanyakan pada saya?" ucap bagas setelah melihat pak budi hanya diam menatap bagas, entah apa yang ada dikepala pak budi
" kau tau tujuan saya kesini?" tanya pak budi keheranan
" tentu saja... pasti itu hal yang penting jika tidak bapak tidak akan repot-repot mencari alamat saya di malam hari beginikan
" baiklah jika kau sudah tau ini akan jadi lebih mudah... siapa kau sebenarnya?" pertanyaan itu akhirnya terlontar dari mulut pak budi
" hahahaha..." bagas tertawa mendengar pertanyaan pak budi
Bersambung....
__ADS_1
Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰 Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar 🤗