Karamnya Harapan

Karamnya Harapan
Bagian 34 Dia


__ADS_3

Sudah beberapa hari ini aku merawat fatan dan kondisinya juga sudah baik sepertinya aku bisa coba untuk pulang barang dua hari saja, aku sangat merindukan keluarga ku... pikir fina sembari berjalan kearah kamar fatan dengan sekeranjang pakaian yang sudah rapi bisa dilihat bahwa itu pakaian milik fatan, fina telah selesai meletakkan pakaian fatan di lemari dan juga membereskan kamar fatan kemudian ia keluar dari kamar fatan dan mengerjakan pekerjaan lain... sementara itu fatan dan jimy yang sedang berada dikantor dengan melakukan pekerjaan mereka masing-masing...


fatan yang sedang berada diruang kerjanya terlihat sedang memikirkan sesuatu yang tentu saja bukan soal pekerjaan... terlihat ia sedang tersenyum seperti sedang membayangkan sesuatu yang lucu


" kenapa dia begitu bisa begitu lucu saat sedang gugup... pipinya jadi memerah setiap kali dia gugup... terlihat sangat manis" gumam fatan yang ternyata sedang mengingat kejadian saat fina gugup melihatnya saat itu... fatan tampak tersenyum senang dengan itu


" astaga apa yang kupikirkan... dasar sepertinya aku sudah gila... bukan-bukan ini pasti terjadi karena akhir-akhir ini kami sering bertemu" gumam fatan yang menyadarkan pikirannya kembali


" tapi dia benar-benar lucu... hahaha" gumam fatan dengan tawa kecil


" sepertinya kau sedang dalam suasana hati yang bagus ya" terdengar suara jimy yang baru saja masuk keruang kerja fatan


" apa?" tanya fatan spontan karena kaget atas kemunculan jimy


" aku melihatmu tersenyum bahkan tertawa sepertinya kau sedang sangat senang" ucap jimy


" memangnya aku terlihat seperti itu, sepertinya kau salah lihat karena bekerja terus menerus" balas fatan mengelak


" benarkah... sepertinya mataku masih baik-baik saja" balas jimy


" tidak-tidak matamu bermasalah kau periksakan sebelum bertambah parah" balas fatan yang tak ingin kalah


" mataku baik-baik saja... kau yang sedang aneh sekarang" balas jimy yang tak ingin kalah juga


" kau ini... sudahlah hentikan itu ada apa kau kemari" tanya fatan yang akhirnya menyerahkan


"tujuanku tidak penting... yang penting sekarang ada apa dengan senyum diwajahmu tadi" tanya jimy yang ingin memperjelas meskipun ia sudah menebak apa yang terjadi tapi ia senang menggoda fatan


" menurut mu karena apa" tanya fatan balik yang tak ingin memberi tahu jimy sendiri, pasalnya ia tau bahwa jimy sebenarnya tau tentang apa yang terjadi padanya saar ini


" mana aku tau kau kan belum mengatakannya" balas jimy yang menahan tawanya karena wajah fatan yang memerah


" berfantasilah sesukamu" jawab fatan dengan sedikit berteriak


" hahahaha....." tawa jimy pecah saat fatan mengatakan itu


"aduh... perutku sakit sekali" ucap jimy setelah puas tertawa


" kenapa kau tertawa begitu" tanya fatan yang mulai kesal


" wajah mu tadi sangat lucu, kau menutupi hal yang ku tau sampai sebegitunya wajahmu memerah" ucap jimy masih dengan tawa kecil


" hentikan itu.... sudah puas sekarang" balas fatan yang makin kesal

__ADS_1


" maaf-maaf habisnya kau lucu sekali" balas jimy yang berusaha menghantikan tawanya


" kau senang sekali ya...." ucap fatan yang kesal dan plakk..... fatan memukul kepala jimy dengan tangannya


" aduh...sakit tau" jimy mengaduh mememgangi kepalanya


" sudah berhenti sekarang" ucap fatan yang tak merespon jimy


" sudah katakan apa yang membawamu kesini " tanya fatan


" bos yang galak" gerutu jimy


" apa?" tanya fatan nada khas seorang bos


" bukan apa-apa... aku datang hanya ingin mengantarkan berkas-berkas tentang perusahaan cabang yang ku tangani waktu itu" jelas jimy sembari menyodorkan apa yang ia bawa


" semua detailnya sudah ada disana, aku permisi dulu" lanjut jimy


" kau akan pergi sekarang" tanya fatan


" tentu saja aku masih punya banyak pekerjaan" jawab jimy


" tidak bisakah kau duduk disini sebentar saja" tanya fatan


" aku tak ingin memganggu orang yang sedang kasmaran" ledek jimy


" takut.... ada bos galak" balas jimy yang berlari kecil keluar dari ruang kerja fatan


" hei awas kau ya... dasar cebol sialan kemari kau" ucap fatan dari dalam ruangan


" biarpun cebol begini bukankah aku sangat manis" ucap jimy dengan berteriak dari luar ruangan fatan


" manis apanya kau itu terlihat menyeramkan lebih tepatnya seperti tuyul" balas teriak fatan dari pintu keluar ruangannya


" sudahlah aku tak ingin meladenimu, aku sedang sibuk" teriak jimy dan langsung berlari masuk keruaganya


heni yang melihat kelakuan kedua atasnya itu menggelengkan kepalanya karena kelakuan keduanya


" kedua bos ini memang benar-benar beda... yang satunya manis, periang dan baik pokonya komplit sedangkan yang satu lagi kebalikannya entah kenapa mereka bisa bersahabat... hah.." gumam heni yang menghela nafasnya dengan kasar


fatan yang sadar jika heni sedang memperhatikan mereka berdua, ia pun segera memasang mode bos seperti yang mereka kenal biasanya


" laporan yang saya suruh sudah siap" tanya fatan pada heni setelah ia berada tak jauh dari meja kerja heni

__ADS_1


" sudah pak" jawab heni


" kemarikan" perintah fatan


" ini pak" balas heni sembari menyodorkan hal yang dimaksud fatan


" saya akan periksa lanjutkan pekerjaan mu" ucap fatan dan berjalan masuk keruangannya


" berhasil ya... dia sampai tersenyum begitu... jadi sedikit lega" gumam jimy setelah ia mendudukan dirinya di kursi kerjanya


" kedekatan yang akan segera berakhir" gumam jimy dengan sedikit lesu


" sepertinya kau orang yang sangat menarik sehingga bisa membuatnya memperhatikan mu" gumam jimy sambil tersenyum


saat jimy sedang duduk tiba-tiba ponselnya berbunyi bahwa ada sebuah pesan masuk untuknya, jimy segera mengambil ponselnya dan memeriksa pesan dari siapakah itu terlihat jimy memasang wajah kesal setelah membaca pesan yang ia terima kemudian jimy meletakkan ponselnya dan melanjutkan pekerjaannya setelah beberapa saat berbalas pesan dengan orang yang mengirimkan ia pesan...


Kini waktu sudah menujukan saat untuk pulang fatan dan jimy keluar kantor menuju parkiran


" mampir kerumah dulu?" tanya fatan pada jimy saat diparkiran


" lain kali deh" jawab jimy


" sibuk banget ya udah lama enggak mampir" tanya fatan lagi


" kitakan setiap hari ketemu dikantor buat apalagi aku kerumah kalau enggak yang penting kan" balas jimy


" kau pikir aku mau bertemu dengamu setiap hari" lanjut jimy


" memangnya aku kenapa" tanya fatan heran


" kau itu kulkas dan sangat galak, lihat saja mukamu itu seperti pemakan orang " ledek jimy


" dasar cebol sialan" balas fatan yang hendak memukul jimy tapi jimy segera masuk kedalam mobilnya


" aku akan mampir jika aku luang" ucap jimy dan pergi meninggalkan fatan diparkiran menuju suatu tempat yang tentu saja bukan apartemennya, saat jimy sudah berada di depan sebuah kafe ia pun memarkirkan mobilnya dan memasuki kafe tersebut dan ternyata ia menemui seseorang yang tadi mengirimnya pesan


" kenapa kau menghubungi ku, cepat katakan" tanya jimy dengan kasar


bersambung.....


Ada cerita yg takkan pernah usai.... ada rasa yg tak bisa selesai...


semoga kita bisa bertemu dikolom komentar 😁😁

__ADS_1


salam bagi para prindu🥰


salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰


__ADS_2