
Sudah seminggu toko kue fina dibuka, karena kue yang ia buat memiliki rasa yang enak jadi baru seminggu saja tokonya sudah ramai di kunjungi, hingga membuat fina dan rima kewalahan.
Di kediaman fatan terlihat ia sedang menuruni tangga untuk menuju ke ruang makan
" dia belum disini?" ucap fatan dalam setelah ia tiba di meja makan dan tak menemukan fina disana
" fina dimana bu?" tanya fatan pada bik rani
" nak fina sedang di kamarnya tuan muda" jawab bik rani
" apa dia sudah makan malam?" tanya fatan
" saya akan memanggilnya tuan muda" balas bik rani
" tidak apa-apa biar saya saja" balas fatan sembari bangkit dari duduknya dan pergi menuju kamar fina, tak lama ia pun tiba di depan kamar fina
" kamu ada didalam?" ucap fatan setelah mengetuk kamar fina
" fin.. fina...fina.." fatan terus memanggil fina karena tak kunjung ada jawaban
" uhukk!!" suara terdengar dari kamar fina
" kamu kenapa... kamu dengar saya?" fatan mengetuk pintu kamar fina dengan perasaan khawatir setelah mendengar suara seperti suara batuk namun fina tak menjawab sama sekali
" cklak!!!" fatan mencoba membuka pintu yang ternyata tak di kunci, segera ia pun masuk dan mendapati fina sedang berbaring di tempat tidur
" ada apa denganmu?" tanya fatan sembari mendekati fina
" tidak apa-apa" jawab fina terbata dan terdengar lemah
" grep!!" fatan menyentuh dahi fina setelah ia memperhatikan kondisi fina yang sepertinya kurang baik
" astaga kamu demam" fatan terkejut setelah mendapati suhu tubuh fina
" grep!!" fatan langsung menggendong tubuh fina dan akan membawanya kerumah sakit
" pak tano... pak tano..." fatan berteriak memanggil supirnya sembari ia menggendong fina keluar kamar dengan perasaan cemas
" ada apa tuan muda?" bik rani berlari tergopoh-gopoh menghampiri fatan yang sedang menggendong tubuh fina yang terlihat lemah
" sepertinya dia demam" ucap fatan terlihat jelas bahwa ia khawatir
" astaga bagaimana bisa.. kami saya tidak memperhatikannya saat nak fina pulang tadi" ucap bik rani yang juga ikutan cemas
" ada memanggil saya tuan muda?" ucap pak tano yang datang sembari setengah berlari menemui fatan
" siapakan mobil kita akan kerumah sakit" perintah fatan
" segera tuan muda" jawab pak tano dan langsung pergi dari sana
__ADS_1
" bertahanlah... saya mohon" ucap fatan sembari membawa tubuh fina menuju parkiran
Mobil sudah siap dan fatan segera memasukkan tubuh fina kedalam mobil di susul dengan dirinya
" ayo pak" ucap fatan, segera pak tano melajukan mobilnya keluar dari area rumah fatan
" fina... fina... kamu bisa dengar saya?" fatan mencoba berbicara dengan fina karena gadis itu terlihat sangat lemah sehingga membuat fatan sangat khawatir
" tenang saja kak.. aku tidak apa-apa" dengan suara lemah fina menjawab fatan agar pria itu bisa tenang
" kamu harus baik-baik saja" ucap fatan
" cepat pak" perintah fatan agar pak tano menambah kecepatannya
" baik tuan" balas pak tano
Beberapa saat kemudian akhirnya mereka tiba di rumah sakit.. fatan segeralah menggendong tubub fina keluar dan memanggil perawat... perawat segera datang dan membantu fina.. mereka segera membawanya ke IGD untuk di periksa
" hanya pasien yang boleh masuk.. anda tolong tunggu di luar" saking cemasnya fatan juga hampir ikut masuk ke IGD yang akhirnya ditahan oleh perawat
" semoga dia baik-baik saja" gumam fatan yang menunggu di luar dengan perasaan cemas
" kumohon bertahanlah... jangan pergi juga" fatan sangat khawatir dan malah berpikir berlebihan
Dokter telah keluar dari IGD.. melihat itu fatan segera menghampirinya
" hanya demam biasa saja pak... sepertinya pasien kehujanan" jelas dokter
" fyuh..." fatan akhirnya bisa bernafas lega setelah mengetahui bahwa fina hanya demam biasa saja
" lalu bagaimana keadaannya sekarang dokter?" tanya fatan lagi
" pasien sudah baik-baik saja sekarang... besok pagi sudah bisa pulang" jawab dokter
" syukurlah... apa saya bisa menemuinya sekarang dokter?" tanya fatan
" segera setelah pasien di pindahkan ke ruang rawat" balas dokter
" baik dokter... terimakasih" ucap fatan
" saya permisi dulu pak" pamit dokter yang di balas anggukan oleh fatan
Setelah fina di pindahkan fatan segera masuk untuk menemuinya..
" kamu baik-baik saja?" tanya fatan
" sekarang sudah tidak apa-apa kak" jawab fina meski masih terdengar lemah
" kata dokter kamu hanya demam biasa saja... sepertinya karena kehujanan" ucap fatan memberitahukan kondisi fina padanya
__ADS_1
" syukurlah cuma demam biasa saja" balas fina
" kenapa bisa demam.. kamu benar-benar kehujanan?" tanya fatan mengintrogasi
" ah soal itu... kemarin siang saat hujan aku sedang membereskan beberapa barang di luar toko" balas fina
" jika memang kehujanan kenapa tidak memberitahu saya" balas fatan
" tadi pagi aku masih merasa baik-baik saja... tapi saat pulang dari toko aku merasa kurang enak badan" balas fina
" lain kali... tolong beritahu saya jika kamu tidak baik-baik saja.. jangan membuat saya khawatir seperti tadi" ucap fatan
" fina minta maaf telah membuat kakak khawatir" balas fina
" ya sudah kamu istirahatlah... besok baru boleh pulang" ucap fatan
" kakak akan kemana?" tanya fina
" saya akan tetap disini menemanimu... sebentar saya kabari bik rani dulu soal kondisi mu" balas fatan
" iya kak" balas fina, setelahnya fina berusaha untuk tidur dan fatan menghubungi bik rani untuk mengabarkan kondisi fina
" bagaimana kondisi nak fina.. tuan muda?" tanya bik rani setelah fatan menghubunginya
" dia terkena demam karena kehujanan" jawab fatan
" astaga..." bik rani terkejut mendengarnya
" dokter baru membolehkannya pulang besok jadi saya juga akan disini" ucap fatan
" baik.. kami mengerti tuan muda... semoga nak fina cepat sembuh" balas bik rani, setelahnya fatan menutup panggilannya
" mumpung dia tidur.. aku harus cari sesuatu untuk dimakan" gumam fatan setelah merasa perutnya keroncongan, ia pun pergi menuju kantin untuk mencari sesuatu yang bisa dimakan
Beberapa waktu berlalu fatan kembali lagi keruang rawat fina dan membaringkan dirinya di sofa setelah memeriksa bahwa fina baik-baik saja, karena kondisi fina yang telah membaik membuat fatan lega dan juga mengistirahatkan dirinya juga.
Saat fatan telah menutup matanya, fina sempat membuka matanya sebentar dan mendapati fatan yang sedang tertidur di sofa
" dia terlihat sangat cemas... sekarang pasti dia lelah sekarang" ucap fina dalam hati setelah melihat fatan
" terimakasih takdir telah memberikan lelaki sebaik dia untukku" fina merasa bersyukur karena kedatangan fatan dalam hidupnya
" selamat malam pria ku... dan terimakasih untuk hari ini..." gumam fina dan kembali memejamkan matanya
Fatan yang ternyata tak tertidur dengan pulas secara samar mendengar suara fina dan ia pun tersenyum.
Bersambung....
Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰 Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar 🤗
__ADS_1