Karamnya Harapan

Karamnya Harapan
Bagian 88 Mencari Bukti


__ADS_3

Karena jimy yang tak menjawab telponnya fatan yang tak melakukan apa-apa masuk ke dalam rumah berniat menuju kamarnya, saat sedang berjalan secara tak sengaja fatan melirik sebuah lorong yang berada di dekat dapur, seketika fatan ingat lorong itu menuju kemana, ke sebuah gudang yang terletak di ujung lorong.


" apa coba kesana saja, mungkin ada sesuatu yang bisa ku temukan disana" pikir fatan dan melangkahkan kakinya ke arah lorong itu, seorang pelayan pria melihat fatan yang sedang berjalan menuju lorong dan menegurnya


" tuan muda hendak kemana?" suara seorang pelayan pria menengur fatan


" kesana sebentar" jawab fatan melirik kearah lorong


" apa tuan muda sedang mencari sesuatu, tuan muda bisa katakan pada saya, saya akan mencarikannya untuk tuan muda" ucap pelayan pria itu menawarkan diri


" tidak saya tidak butuh apa-apa, hanya melihat-lihat sebentar" balas fatan menolak tawaran pelayan pria itu


" kau bisa pergi" lanjut fatan menyuruh pelayan pria itu untuk pergi dan akan melanjutkan langkahnya menuju lorong


" kalau begitu saya akan menemani tuan muda, jika nanti tuan muda butuh sesuatu" balas pelayan pria bersikeras untuk ikut fatan, sementara fatan tak ingin ada orang yang mengikutinya agar rencananya tak bocor pada siapapun bahkan pada fina saja ia tak mengatakan apapun


" tidak perlu saya bisa sendiri" balas fatan dan pergi meninggalkan pelayan pria itu, tidak seperti yang dikatakan fatan pelayan pria itu mengikutinya diam-diam.


Sementara fatan yang sedang berada di gudang yang berdebu dan tentunya berantakan karena itu gudang, di tempat lain fina yang masih berada di kamar tamu yang ia tempati di datangi oleh lili tentu saja secara diam-diam.


" kenapa nyonya disini?" tanya fina yang kaget melihat lili tiba-tiba masuk kekamar tamu yang ia tempati


" kenapa kau melarang saya masuk kemai?" ucap lili dengan nada angkuh


" maaf nyonya bukan begitu maksud saya, saya hanya takut kita ketahuan" balas fina mengutarakan alasannya


" itu sebabnya saya datang diam-diam" balas lili yang sudah mendudukan bokongnya pada sebuah sofa yang ada dikamar itu, seketika fina juga duduk berhadapan dengan lili


" bagaimana rasanya menjadi nyonya dirumah sebesar itu, saya yakin kau belum pernah membayangkannya bukan?" ucap lili menanyakan keadaan fina dengan angkuhnya

__ADS_1


" itu jauh dari mimpi saya nyonya" balas fina


" bagaimana kabar hubungan kalian, saya jarang mendapatkan laporan itu artinya semuanya berjalan baik?" tanya lili


" semuanya baik nyonya sesuai dengan rencana" balas fina


" tapi kak jimy selalu ada di tengah kami, bagaimana cara membuat hubungan mereka berdua rengang?" lanjut fina yang merasa risih dengan keberadaan jimy yang harus membuatnya ekstra hati-hati


" dibanding mendapatkan kepercayaan fatan hal yang paling susah adalah merenggangkan hubungan mereka berdua bahkan bisa saja mustahil" balas lili yang juga pernah berpikir untuk merusak hubungan fatan dan jimy namun ia tak menemukan celah sedikitpun


"apa sesulit itu memisahkan mereka nyonya?" tanya fina penasaran, lili hanya mengangguk


" bagaimana mengendalikan kak fatan sepenuhnya jika masih ada kak jimy?" tanya fina


" tidak perlu terlalu menghiraukan dia, saya tau dia tidak akan menganggu jika fatan sudah di pihakmu, cukup jangan buat dia mencurigai tentang rencana ini dan tentang kebenaran bahwa kita saling mengenal" balas lili menjelaskan untuk tak perlu khawatir tentang jimy karena jika fatan sudah ada ditangan maka jimy takkan bisa berkutik


" misi sudah sukses sekarang saya sudah memiliki hati kak fatan lalu apa selanjutnya nyonya?" ucap fina menanyakan langkah selanjutnya


" bertunangan!!!" ucap fina kaget


" kenapa kaget begitu?" tanya lili


" nyonya yakin?" tanya fina yang tak yakin dengan rencana lili


" bagaimana mungkin dia akan memberikan semua asetnya pada seseorang yang hanya berstatus sebagai pacar saja, setelah bertunangan buat dia memberikan rumah itu untukmu dan setelah menikah mintalah kepemilikan beberapa persen saham perusahaannya" lili menjelaskan rencana selanjutnya yang ternyata bertujuan untuk mengambil alih harta dan kekayaan fatan


" baik nyonya" balas fina mengerti, setelahnya lili pergi meninggalkan kamar tamu yang di tempati fina takut jika berlama-lama disana dia bisa ketahuan oleh seseorang


" jadi semua ini demi uang" gumam fina yang tak menyangka seseorang bisa melakukan apa saja demi kekuasaan dan harta

__ADS_1


" lalu apa bedanya aku dengannya kami sama saja, aku juga mempermainkan hati seseorang demi uang" gumam fina mengomentari dirinya sendiri yang tak ada bedanya dengan lili


" meski begitu sekarang aku tidak bisa mundur lagi, awalnya rasa ini sandiwara namun semakin hari rasa ini semakin nyata membuat ku tak ingin melepaskannya, ini memang sangat egois tapi aku mencintainya dengan tulus dan aku tidak ingin melepaskan cintaku, meskipun nanti setelah dia mengetahui kebenaran ini dia pasti kecewa padaku, aku yakin cintanya padaku akan dapat membuatnya memaafkan ku" pikir fina menyemangati dirinya sendiri


" jika itu membuatnya kecewa maka ia tidak perlu tau tentang itu, ia hanya cukup tau aku tulus tentang perasaan ku padanya" pikir fina optimis


....Di gudang...


Fatan sedang mengobrak-abrik seisinya gudang dengan hati-hati agar tak menimbulkan suara yang menarik perhatian penghinu rumah sehingga membuat mereka datang kegudang nantinya


"aku tidak mahir dalam hal-hal seperti ini" gumam fatan yang masih tak menemukan apapun meskipun ia telah mencari cukup lama sehingga membuatnya di penuhi debu


Pelayan pria yang sebelumnya menawarkan diri membantu fatan, ia sedang mengawasi fatan dari balik pintu untuk memastikan fatan tak ditemukan siapapun saat sedang mencari sesuatu di gudang, yang ternyata pelayan pria itu adalah orangnya jimy yang sedang bertugas di sana dan sedang membantu fatan untuk menemukan apa yang ia cari dan tentu saja itu juga alasan pelayan pria itu disana dengan misi yang sama dengan fatan saat ini


" tak ada apapun disini tuan muda" ucap pelayan pria itu agar fatan tak menggunakan tenaganya dengan sia-sia di gudang itu karena pelayan pria itu sebelumnya sudah peran mencari disana dan tak menemukan apapun


" sedang apa kau disitu?" ucap fatan yang kaget karena berpikir ia di temukan seseorang


" memperhatikan tuan muda, disana tidak ada apapun tuan muda" balas pelayan pria itu yang kini telah berjalan mendekat kearah fatan


" apa maksudmu?" tanya fatan


" maaf tuan muda bukan maksud saya lancang tapi saya sudah pernah mencarinya disana" balas pelayan pria itu


" siapa kau?" tanya fatan dengan serius


" tidak baik bicara disini tuan muda, mari cari tempat lain" balas pelayan pria itu yang membuat fatan semakin waspada dengan pria yang ada didepannya, siapa gerangan pria ini, apa yang sedang ia bicarakan semua itu berputar dalam benak fatan, namun saat ini pilihannya adalah untuk berbicara berduaan dengan pelayan pria itu dan apapun yang terjadi setelahnya maka terjadilah, begitulah pikir fatan


" mari ikut saya" ucap fatan memutuskan untuk membawa pelayan pria itu kekamarnya agar bisa bicara lebih aman.

__ADS_1


Bersambung...


Selamat menikmati 😁 Salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰


__ADS_2