
" bagaimana selanjutnya?" ucap fatan menanyakan langkah selanjutnya yang disusun oleh jimy
" kita harus cari bukti dan membuat tuan hendra mengaku perihal status mu" balas jimy
" kenapa tidak langsung bawa pak kasim saja menemui ayah?" tanya fatan yang tak tau jika pak kasim tak boleh di ketahui keberadaannya oleh tuan hendra
" tidak bisa" balas jimy
" begini jika kita pertemukan pak kasim dan tuan hendra saat ini maka aku akan langsung mengintrogasinya dengan caraku, bisa saja ada yang terluka, apa kau ingin itu terjadi?" jimy membuat alasan dengan sedikit menggertak fatan, pasalnya fatan tau benar jika jimy yang mengambil alih bisa di pastikan tidak akan berakhir dengan baik tanpa keributan terlebih lagi jika itu tuan hendra orang yang juga terkenal sangat arogan
" oke... baiklah jadi bagaimana sekarang" balas fatan tak memaksakan pendapatnya untuk langsung mempertemukan pak kasim dengan tuan hendra
" dia bisa saja melakukan apa yang dia katakan" batin fatan setelah mendengar ucapan jimy barusan
"tuan hendra pasti punya bukti terkait pengadopsian mu, dan bukti itu pasti ada dirumah itu" balas jimy
" kita harus temukan itu" timpal fatan yang baru sadar surat adopsi bisa menjadi bukti yang kuat dan mengungkap apa alasan tuan hendra menyembunyikan tentang keberadaan almarhum kedua orang tuanya
" untuk saat ini jangan pernah singgung soal pak kasim kepada siapapun" balas jimy memberitahu fatan perihal pak kasim, dari pada menanyakan alasan dari tindakan jimy, fatan lebih memilih mengiyakannya, pasalnya ia tau bahwa jimy akan mengatakan jika memang fatan harus tau jika tidak ia akan diam saja, itulah alasan mengapa fatan sangat jarang mempertanyakan tindakan jimy
Setelah perbincangan yang mengguncang keadaan hati fatan, membuat perasaannya bercampur aduk, bak petir di siang bolong baginya, kini jimy mengantarkannya pulang, jimy takut membiarkannya pulang sendiri larut malam begini setelah mendengar fakta tentang dirinya
Sesaat sebelum fatan pamit pulang
__ADS_1
" terimakasih tuan muda sudah mempercayai apa yang saya katakan" pak kasim sangat senang dan berterimakasih kasih pada fatan telah percaya padanya
" tuan fauzan adalah orang yang sangat baik, saya yakin tuan muda juga orang yang seperti itu" lanjut pak kasim
" saya harap saya punya kesempatan untuk mengikuti tuan muda, seperti saat saya bersama ayah anda" lanjut pak kasim penuh harap
" saya juga menantikan hari itu" balas fatan dengan segaris senyum di bibirnya
Dalam perjalanan menuju kediaman fatan, di malam yang sunyi dan keadaan hening di dalam mobil yang membuat suasana semakin mencekam, fatan yang duduk di kursi tepat di sebelah jimy yang sedang mengemudi hanya diam menatap keluar jendela, melihat sikap fatan yang diam saja jimy juga tak memulai pembicaraan dengannya, jimy tau saat ini fatan sedang ingin sendiri, perjalanan itu berlalu begitu saja tanpa ada yang mengucapkan sepatah katapun hingga kini mereka telah tiba di kediaman fatan
Fina yang mendengar suara mobil memasuki halaman rumah fatan segera keluar untuk memastikan apakah itu fatan atau bukan, melihat fatan dan jimy yang turun dari mobil fina langsung menghampirinya, kedatangan fina tak dihiraukan sama sekali oleh fatan, ia langsung menuju kamarnya tanpa mengucapkan sepatah kata pun pada fina yang sudah menebar senyum untuknya
" fatan..." panggil jimy menghentikan langkah fatan
Jimy yang melihat kesedihan di wajah fina karena diabaikan oleh fatan langsung mengerti bahwa ini saatnya bagi fina untuk lebih dekat dengan fatan, setelah melihat ketulusan di mata fina
" dia akan baik-baik saja" ucap jimy membuyarkan lamunan fina yang menatap kepergian fatan
" dia hanya butuh waktu untuk sendiri sekarang" lanjut jimy menjelaskan
" maaf karena dia mengabaikan mu, dia tidak bermaksud begitu" lanjut jimy agar fina tak salah paham dengan fatan
" kakak titip dia, tolong jaga dia baik-baik, jangan sampai dia melakukan hal bodoh yang bisa melukai dirinya sendiri" lanjut jimy menitipkan fatan pada fina agar fina menjaga fatan untuk tidak berbuat hal bodoh yang jelas jimy tau apa yang akan coba fatan lakukan di saat seperti ini, mendengar semua yang dikatakan jimy, fina hanya mengangguk kecil tanda ia mengerti, setelah mendapat jawaban fina, jimy memutuskan untuk kembali ke apartemennya, agar fina punya kesempatan untuk bersama fatan di saat yang di butuhkan
__ADS_1
Di tempat lain tepatnya di kamar fatan setelah membersihkan diri tak seperti apa yang di pikiran jimy, fatan tak melakukan hal bodoh apapun, ia lebih memilih untuk langsung membenamkan dirinya ke alam mimpi dengan perasaan yang berkecamuk di dadanya
" ayah apa lagi ini..." tanya fatan dalam hati sebelum ia benar-benar tidur
Keesokan paginya seperti biasa setelah menyiapkan sarapan fatan, fina datang ke kamar fatan untuk memasangkan dasinya, setibanya ia disana di dapatinnya fatan yang masih duduk di ranjang masih dengan piyamanya, tidak seperti biasa hari ini tak ada semangat di wajahnya seperti biasanya
" ada apa?" tanya fina sembari mendekat kearah fatan, tanpa mejawab apa yang di tanyakan fina padanya, fatan menarik fina kedalam pelukannya, membenamkan wajahnya di bahu fina
Mendapatkan perlakuan seperti itu tentu saja membuat fina kaget dan berusaha melepaskan dirinya dari pelukan fatan
" tolong biarkan saya seperti ini sebentar saja" ucap fatan lirih membuat fina membiarkan fatan memeluknya tanpa mengatakan apapun lagi, cukup lama fatan memeluk fina dan membenamkan wajahnya di bahu fina, hingga fatan membuka suaranya lagi
" maaf semalam saya mengabaikan mu... saya tidak bermaksud begitu" ucap fatan meminta maaf atas sikapnya semalam yang tak sadar telah mengabaikan fina yang jelas-jelas mengkhawatirkannya
" apa kamu baik-baik saja?" tanya fina yang mengkhawatirkan keadaan fatan
" saya baik-baik saja" balas fatan yang tak ingin memberitahukan apa yang terjadi pada fina
"ada beberapa hal yang tak perlu kau tau tentang ku, karena itu tak ada kaitannya denganmu" ucap fatan dalam hati
Bersambung....
Selamat menikmati 😁 Salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰
__ADS_1