
Sekembalinya fatan dari kantor ia tak mendapati fina disana, ia kembali cukup larut seharusnya fina sudah ada di rumah karena ia menutup toko sore hari, namun fatan tak menemukan gadis itu disana
" apa dia sudah tidur ya" gumam fatan yang tak lanjut mengeceknya ke kamar fina dan memilih langsung naik menuju kamarnya
" besok pagi juga ketemu" pikir fatan
Keesokan paginya fatan bangun seperti biasanya, melakukan ritual paginya, namun setelah mandi ia tak mendapati pakainya di atas ranjang
" apa dia lupa?" gumam fatan sembari berjalan ke arah lemari pakaian dan mengambil pakaiannya, ia telah siap kini giliran dasi yang belum terpasang fatan masih menunggu fina namun gadis itu tak kunjung datang.
" dia terlambat sekali... ku pasang sendiri saja" ucap fatan pada dirinya sendiri yang akhirnya memasangkan dasinya sendiri setelah melirik jam tangannya
Fatan turun untuk sarapan, disana ia juga tak menemukan fina kali ini ia baru bertanya pada bik rani
" fina dimana bu?" tanya fatan
" nak fina sedang kembali kerumah orang tuanya tuan muda" jawab bik rani, fatan merasa heran mengapa fina tak memberitahunya soal itu
" apa ada sesuatu yang terjadi dengan keluarganya?" tanya fatan
" tidak tuan muda.. mereka semua baik-baik saja" balas bik rani
" ibu sengaja mengirim nak fina pulang... sebelum pernikahan seharusnya calon pengantin tidak boleh bertemu.. jika nak fina dan tuan muda tinggal di rumah yang sama maka akan bertemu setiap hari.. maka dari itu setelah berbicara dengan orang tua nak fina kami sepakat untuk mengirim nak fin pulang dulu" jelas bik rani panjang lebar setelah melihat ekspresi fatan yang menunjukan ia bertanya-tanya apa alasan fina kembali
" apa!!! kenapa ada hal semacam itu... biar ku jemput dia" fatan tak terima dan hendak pergi menjemput fina
" tidak bisa seperti itu tuan muda.. ini sudah menjadi tradisi dan kepercayaan masyarakat kita" bik rani menghentikan fatan yang hendak menemui fina dan menjemputnya
" tidak bisa begitu bu.. apa hubungannya semua ini" fatan masih bersikeras
" orang tua nak fina juga menginginkannya... apa tuan muda ingin melanggar tradisi dan yang lebih penting apa tuan muda ingin melukai hati ibu nak fina dengan menentang keputusan kecilnya ini" ucap bik rani berusaha memberikan pengertian pada fatan, sejenak fatan diam menelaah setiap kata yang di ucapkan bik rani
" baiklah" ucap fatan menurut, ia kembali duduk di kursinya dan akan memulai sarapanya
Setelah sarapan fatan berangkat bekerja, sembari berjalan keluar ia menghubungi fina
" fina..." ucap fatan begitu panggilan tersambung
" ah kak fatan... baru juga mau ku telpon." balas fina dari sebrang
" katanya kamu di rumah orang tuamu" ucap fatan
__ADS_1
" iya kak kemarin sore ibu menjemput ku kerumah, karena buru-buru aku jadi tidak sempat menghubungi kakak" celoteh fina
" saya juga kaget saat diberitahu oleh bu rani pagi ini" balas fatan
" kakak tidak apa-apa dengan ini?" tanya fina soal mereka yang tak di perbolehkan bertemu sebelum pernikahan
" mau bagaimana lagi terima saja.. toh tinggal beberapa hari lagi" balas fatan
" bagaimana keadaan mu?" lanjut tanya fatan
" aku baik-baik saja... bagaimana dengan kakak.. sedang apa sekarang?" balas fina
" saya juga baik... saya akan pergi ke kantor sekarang" balas fatan
" saya tutup dulu ya... sampai jumpa lagi" fatan mengakhiri panggilannya
" iya kak... berhati-hatilah di perjalanan" pesan fina
" anak jaman sekarang baru sebentar tidak bertemu sudah telponan..." bik rani menggelengkan kepalanya melihat tingkah tuan mudanya, sekaligus ia juga merasa senang akan apa yang didapatkan tuan mudanya sejauh ini
Fatan pergi ke kantor seperti biasanya, melakukan rutinitas sehari-harinya, sesekali di sela jeda ia akan bertukar pesan dengan fina, entah mengapa kini fatan tak bisa lepas dari wanita itu.
Setelah di tolak berkali-kali, lusi... seorang wanita yang pernah menggoda fatan kini tak pernah terlihat lagi entah apa yang terjadi padanya, kabar terakhir tentang dia saat ia terakhir kali datang ke kantor fatan dan memaksa masuk fatan mengajukan protes pada perusahaan tempat lusi bekerja agar menegurnya, mungkin karena hal itu lusi tak pernah menampakkan batang hidungnya di hadapan fatan lagi. Berita soal pernikahan fatan telah menyebar di kantornya hal itu mampu menjadi topik gosip hangat di kalangan para karyawan
" ada apa?" tanya fatan langsung begitu menjawab panggilannya
" apa tuan muda sibuk?" tanya bagas dari sebrang
" sudah ku bilang jangan panggil tuan muda" balas fatan tak menjawab pertanyaan bagas malah ia lebih fokus pada cara bagas memanggilnya
" baiklah... jadi apa kau sedang sibuk?" tanya bagas meralat
" tidak" jawab fatan
" ada yang ingin aku bicarakan" balas bagas memberitahukan alasannya menghubungi fatan
" katakan saja" balas fatan
" aku akan menemui langsung" balas bagas
" oke" balas fatan memperbolehkan, panggilan itupun berakhir
__ADS_1
Sekitar tiga puluh menit dari bagas menghubunginya kini bagas telah tiba disana.
" apa yang ingin kau bicara?" tanya fatan pada bagas yang sudah duduk di hadapannya
" aku hanya ingin kau melihat sekali lagi konsep pernikahan yang sudah ku siapkan" ucap bagas sembari memberikan rincinya pada fatan... fatan melihat-lihat dengan seksama
" oke" balas fatan setelah selesai melihat-lihat
" tidak ada yang ingin kau rubah?" tanya bagas
" tidak.. itu sudah bagus aku suka" balas fatan
" fina juga suka dan mengatakan tidak ada yang perlu di revisi" balas bagas
" ini yang ingin kau bicarakan... sepertinya tadi ada hal serius" ucap fatan
" ah itu... ini soal riki.. aku akan menariknya secepatnya" ternyata ini salah satu tujuan bagas menemui fatan di kantor
" kenapa?" tanya fatan
" tugasnya cuma menjaga mu sampai sebelum pernikahan... setelah pernikahan kami aku dan dika akan menarik ssmuay orang disekitar" jelas bagas
" kenapa begitu.. apa kalian tidak akan mau bertemu denganku lagi" balas fatan merasa sedih
" tidak... bukan begitu kita akan teta seperti ini menjadi teman... tapi aku dan dika akan menarik orang-orang yang di tugaskan jimy menjagamu" jelas bagas agar fatan tak salah paham
" jika begitu maka biarkan riki tetap bekerja denganku saja" ucap fatan yang merasa senang ada riki dirumahnya sebagai teman
" tidak bisa... riki punya pekerjaannya sendiri" jelas bagas
" baiklah... tapi kenapa kau memberitahuku hal itu?" tanya fatan
" bukan apa-apa hanya saja semuanya telah selesai setelah kau menikah, aku hanya menjelaskannya agar kau tak bingung nantinya" balas bagas
" hanya itu yang ingin ku sampaikan... aku pamit dulu" ucap bagas yang sudah ingin pergi
" sudah mau pergi?" tanya fatan
" iya tidak enak menganggu mu lama-lama saat bekerja" balas bagas
" ah aku juga sudah membicarakan soal tamu undangan dengan heni... aku pergi sekarang ya" pamit bagas yang di balas anggukan oleh fatan...
__ADS_1
Bersambung....
Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰 Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar 🤗