Karamnya Harapan

Karamnya Harapan
Bagian 97 Merasa Lebih Baik


__ADS_3

" bagus sekarang aku bisa melakukanya.. kau ingin matikan.." ucap jimy yang telah meletakkan kedua tangannya di leher fatan, bersiap untuk mencekiknya membuat fina yang melihat kejadian itu semakin panik, namun fatan memberi isyarat mengunakan tangannya agar fina diam saja, fina menuruti instruksi dari fatan.


Kedua tangan jimy masih siap di posisi akan mencekik leher fatan, fatan yang terlihat tenang dalam situasi itu, ia tak bergerak sama sekali juga tak mengatakan apapun.


Deg... buarr.. jimy muntah darah dihadapan fatan sehingga membuat wajah fatan penuh darah, jimy bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya, fina yang belum pernah melihat kebiasaan buruk jimy kumat menjadi panik dengan apa yang terjadi


" kak jimy.." fina memanggil-mangil jimy yang sedang berada di kamar mandi dengan cemas


" kakak baik-baik saja?" tanya fina dari luar


" sial... kenapa tepat sekali waktunya... wajahku jadi penuh darah begini" gerutu fatan karena wajahnya terkena noda darah


Tak berapa lama jimy akhirnya keluar dari kamar mandi setelah membersihkan dirinya, fina juga sudah membantu membersihkan wajah fatan yang terkena noda darah.


" kau ini kenapa muntah sembarangan begitu sih?" gerutu fatan karena wajahnya terkena muntahan jimy


" mana ku tau akan muntah begini" balas jimy yang tak mau disalahkan


" kak jimy baik-baik saja?" fina mengahampiri jimy karena cemas, pasalnya ia belum pernah melihat jimy seperti itu.


" kakak baik-baik saja" balas jimy tak lupa senyum manisnya


" tapi kak jimy muntah darah barusan.. aku akan panggilkan dokter untuk kak jimy" celoteh fina yang masih terlihat khawatir


" kakak baik-baik saja.. terimakasih sudah khawatir" balas jimy kembali meyakinkan fina dengan senyum manis khasnya


" jika dia bilang baik-baik saja maka itu berarti benar, tak perlu terlalu mengkhawatirkannya begitu" celetuk fatan menimpali obrolan fina dan jimy


" kapan kau muntah terakhir kali?" tanya fatan memastikan jangka waktu kebiasaan buruk jimy kambuh


" tiga minggu yang lalu" jawab jimy, fatan mengangguk tanda ia mengerti


" berhenti bertanya tentang ku, bukankah kau harus memberi penjelasan padaku?" ucap jimy mulai serius


" aku hanya ingin mendinginkan kepalaku saja, sepertinya kebablasan.. hehehehe" fatan mencoba membari alasan


" alasan macam apa itu" balas jimy yang kesal dengan alasan yang diberikan fatan


" apa kau pikir semua akan selesai dengan kau mati... jika kau tidak peduli pada hidupmu setidaknya pedulikan orang-orang yang mengkhawatirkan mu.." ucap jimy yang semakin kesal


" aku sudah sering memperingatkan mu, jaga dirimu dengan baik, sekarang kau senang melihat gadis ini menangis karena dirimu.. kau senang hah!!" jimy menceramahi fatan dengan kesalnya


" aku tau aku salah... maaf" balas fatan dengan lirih, terdengar bahwa ia sangat menyesali perbuatannya

__ADS_1


" bukan padaku... minta maaflah padanya" balas jimy meminta fatan untuk meminta maaf pada fina


" aku sudah minta maaf padanya sebelumnya" balas fatan memberitahukan bahwa ia sudah meminta maaf pada fina karena membuatnya khawatir


" aku tidak peduli, katakan sekarang didepan ku" balas jimy yang tak peduli dan masih menginginkan fatan untuk mengatakan maaf di depannya


" kak jimy... kak fatan sudah mengatakannya" fina mencoba membantu fatan agar tak terpojok


" dia harus diberi pelajaran" balas jimy bersikeras


" apa yang kau tunggu katakan sekarang" perintah jimy pada fatan dengan sangat serius


" fina... saya minta maaf telah membuatmu khawatir... saya janji tidak akan melakukan hal seperti ini lagi" fatan meminta maaf dengan tulus pada fina.


Semakin fina melihat kedekatan antara fatan dan jimy, yang awalnya ia merasa cemburu akan hal itu, namun kini sepertinya kecemburuan itu telah hilang seiring berjalanya waktu setelah menyaksikan kembali dan lebih banyak kedekatan antara kedua sahabat itu.


" kau memaafkannya?" tanya jimy pada fina yang dibalas anggukan oleh fina


" bagus sekarang semuanya selesai, aku bisa pergi sekarang" ucap jimy dengan senang


" pergi kemana?" tanya fatan merasa heran


" jangan bicara padaku... aku masih marah padamu" balas jimy ketus


" fina.. kak jimy titip pria aneh ini ya... hari ini teman kakak ulang tahun" jimy pamit pada fina dengan bersikap manis padanya, berbeda dengan sikapnya pada fatan sebelumnya.


" dika... kau tau dia tidak peduli dengan hal seperti ini, tapi tetap sajakan aku harus setidaknya mengucapkan selamat padanya dan mendo'akannya" jawab jimy


" dimana kalian akan merayakannya?" tanya fatan penuh selidik


" di apartemen saja.. dia tidak suka merayakannya di luar" jelas jimy


" aku juga ingin datang..." fatan juga ingin mengucapkan selamat pada dika, baginya jimy dan teman-temannya sudah sangat baik padanya


"jika kau masih sayang dengan nyawamu maka diamlah disini" jimy menolak fatan untuk ikut, karena kondisinya yang masih butuh banyak istirahat


" sudahlah aku pergi sekarang.. hubungi aku jika terjadi sesuatu" pamit jimy pada fatan, yang dibalas anggukan kepala olehnya


" kakak pamit dulu ya... jaga dirimu baik-baik, jika ada masalah segera hubungi kakak... kau mengerti kan?" pesan jimy pada fina


" baiklah... kak jimy hati-hatilah di jalan" balas fina sembari tersenyum manis pada jimy


" jangan lakukan hal aneh-aneh" pesan fatan sebelum jimy benar-benar pergi

__ADS_1


" aku mengerti" balas jimy menujukan senyum manisnya dan benar-benar pergi dari sana


Jimy pulang dengan menggunakan taksi online, dikarenakan mobilnya tertinggal di rumah fatan, dalam perjalanan pulang jimy mampir ke mini market untuk membeli bahan-bahan masakan, ia memutuskan untuk merayakan ulangtahun dika di apartemennya dan memasak beberapa makanan untuk mereka nikmati, daripada makan di restoran jimy lebih suka memasak dirumah, begitu juga dengan orang-orangnya yang merasa terhormat jika bisa merasakan masakan sang bos yang terkenal sangat enak itu.


Jimy memperlakukan orang-orangnya lebih seperti teman daripada bos dan anak buah, itulah sebabnya orang-orang jimy selalu mengikutinya meski terkadang mereka ada yang memiliki usia yang lebih tua daripada jimy.


Setelah berbelanja jimy telah tiba di apartemen, yang kini ia tinggal sendiri lagi disana, setelah sebelumnya ia mengirim pak kasim dan istrinya untuk tinggal di yayasannya saja agar lebih aman dan juga pak kasim bisa bekerja sebagai tukang kebun disana karena ia sangat ingin sekali bekerja membantu jimy.


Jimy meletakkan semua belanjaannya di dapur setelahnya ia menghubungi bagas, dika dan yang lainnya


" halo bos ada apa?" tanya bagas begitu panggilannya tersambung


" datang ke apartemen sekarang" ucap jimy


" baik.. segera meluncur ke sana" balas bagas


Setelah menghubungi bagas lanjut jimy menghubungi dika.


" ada apa bos... apa ada masalah?" tanya dika begitu panggilan tersambung


" ke apartemen sekarang" perintah jimy


" baik bos" balas dika dengan sigap


Setelah menghubungi dika, jimy juga menghubungi beberapa anak buahnya yang lain, yang sedang berada di sekitar tempat itu.


Sekitar satu jam semua yang jimy panggil telah berada di luar gedung apartemen jimy, begitu terkejut mereka melihat satu sama lain disana


" kau disini?" tanya bagas pada dika yang merasa heran mengapa dika dan yang lainnya juga disini


" sedang apa kau disini?" tanya dika pada bagas kembali


" bos menelpon dan memintaku untuk datang ke sini... kau juga?" balas dika yang dibalas anggukan oleh bagas


" kalian juga?" tanya bagas pada beberapa orang yang ada disana, serentak semuanya mengangguk.


" ada apa ini... kenapa kita dikumpulkan begini?" tanya dika pada bagas


" aku juga tidak tau... lebih baik kita masuk saja sekarang" ucap bagas yang disetujui yang lainnya


" ada apa ini... apa ada masalah besar sehingga kami diminta berkumpul begini?" tanya dika pada dirinya sendiri sembari melangkahkan kakinya menuju kedalam gedung


Bersambung....

__ADS_1


Terimakasih bagi yang telah mampir 😊 selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰


Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar


__ADS_2