
Setelah menghubungi M dan radif dan meminta mereka berkumpul di suatu jalan, tak berapa lama bagas disana tibalah M dan radif secara bersamaan
" semua sudah berkumpul... ayo kita berangkat sekarang aku akan jelaskan selama di perjalanan... target kita adalah merampas pak kasim sebelum mereka tiba di tujuan" ucap bagas yang keduanya langsung masuk kedalam mobil dan bagas langsung tancap gas menuju puncak berharap bisa secepatnya menemukan mobil yang dikatakan pak budi
" jadi apa yang terjadi sebenarnya?" tanya radif
" beberapa saat yang lalu orang suruhan pak budi menemuiku.. dan mengatakan bahwa pak kasim di culik oleh tuan hendra dan sekarang sedang dalam perjalanan menuju puncak yang di duga akan menjadi tempat penyekapan atau bisa jadi menjadi tempat eksekusi" jelas bagas yang masih fokus menyetir
" pagi ini aku keluar dengan pak kasim dan beberapa saat ia hilang dari pandanganku.. dia pergi ke toilet dan aku kehilangan dia setelah itu" timpal M
" jadi dia bersama mu?" tanya radif
" iya... jika bos bagas tidak menghubungi ku maka aku tidak akan tau bahwa pak kasim telah menghilang" jawab M
" yang menculiknya adalah pak budi dan dia juga orang yang menghubungi ku untuk menyelamatkan pak kasim" ucap bagas
" pak budi yang waktu itukan?" tanya M
" iya.." balas bagas
" ini juga bisa menjadi pembuktian apakah pak budi bisa di percaya atau tidak" lanjut bagas
" benar juga" timpal radif yang sepemikiran dengan bagas
" bagaimana kita merebut pak kasim dari mereka dalam perjalanan?" tanya radif soal rencana yang akan mereka lakukan
" aku sudah memikirkannya... jika mereka berhenti di suatu tempat dalam perjalanan maka langsung saja kita serang" balas bagas
" kita bertiga cukup untuk menyerang mereka kan?" lanjut bagas
" tentu saja" sahut M dan radif penuh percaya diri dengan kemampuan bertarung mereka
" bagaimana jika mereka tak berhenti?" tanya radif lagi
" kalau begitu kita akan membuat mereka berhenti" balas bagas, keduanya setuju dengan rencana bagas bagaimana pun rencana perampasan di jalan akan lebih baik daripada mengambilnya saat mereka telah tiba di tempat selain untuk mengindari lebih banyak orang mereka juga masih menghindar untuk kontak langsung dengan tuan hendra
" baiklah... ayo kita rampas kembali milik kita" seru M dengan penuh semangat
__ADS_1
" ayo!!" sahut radif tak kalah semangat
" M... hubungi dika dan katakan apa yang terjadi... juga katakan padanya tak perlu khawatir kita sedang dalam pengejaran" perintah bagas
" baik" balas M
" sepertinya mereka sudah menunggu cukup lama untuk melakukan ini begitu ada kesempatan mereka tak menyia-nyiakannya... dasar tua bangka brengsek" ucap bagas dalam hati , seperti ia telah memperkirakan bahwa pak kasim akan dibawa pergi jika mereka menunjukannya di depan umum dan kemunculan pak kasim di acara pertunangan membuat tua bangka itu panik
" dia hanya tidak mau rahasianya diketahui publik ya... aku yakin dia tidak mempertimbangkan perasaan putranya sama sekali bahkan jika putranya tau soal ini" ucap bagas dalam hati
Bagas berkendara dengan kecepatan tinggi agar bisa menyusul mobil yang mengangkut pak kasim, sekitar satu jam mereka berkendara akhirnya mereka bisa melihat mobil yang membawa pak kasim setelah sebelumnya bik rani memperlihatkannya foto mobil yang membawa pak kasim atas instruksi pak budi
" ketemu" ucap bagas
" mobil silver yang jauh di depan kita adalah mobil target" lanjut bagas memberitahukan mobil target yang telah mereka temukan, sembari ia mengurangi kecepatannya agar tak terlalu mencolok
"mantap... aku jadi makin bersemangat" ucap radif yang balas anggukan oleh M tanda ia sependapat
" tinggal menunggu mereka memasuki jalan sepi" ucap bagas yang masih mengikuti mereka dari jarak jauh, tak berapa lama mereka memasuki sebuah persimpangan yang menuju kearag jalan sepi segera bagas mengikuti mereka
" apa mereka tau sedang di ikuti?" tanya M
" tidak-tidak bukan seperti itu... dari awal mereka memang tak berniat sampai ke puncak" balas bagas yang yakin mereka tak ketahuan
" baiklah... rencana tetap pada rencana" ucap radif yang di setujui keduanya
" sekarang!!!" ucap bagas setelah melihat peluang, ia langsung mendahului mobil yang mereka ikuti dan menghadangnya dari depan
" hei... apa-apa ini" terdengar seorang pria marah dari dalam mobil pada supirnya
" tiba-tiba mobil itu berhenti di depan" balas seseorang yang bertugas sebagai supir pada pria yang sebelumnya marah itu, mereka melihat kearah mobil di depannya, pak budi yang sadar itu bagas hanya tersenyum tipis
" cepat turun dan minta mereka untuk minggir" perintah pak budi dengan tegas, dua pria langsung turun dimana terdapat enam orang dalam mobil itu termasuk pak budi dan pak kasim
" keluar bangsat jangan menghalangi jalan" ucap pria bertubuh besar mendekat kearah mobil bagas, radif langsung turun
" kau mengatakan sesuatu?" tanya radif yang terlihat tenang
__ADS_1
" kau dengar cepat pindah mobilmu" perintah pria bertubuh besar itu dengan arogan
" kalau aku tidak mau bagaimana?" tanya radif menantang masih dengan tenang dan tak arogan
" kalau kau tidak mau setelah ku suruh baik-baik maka jangan salahkan aku jika menggunakan kekerasan" ucap pria bertubuh besar itu dengan serius dan penuh amarah
" coba saja" balas radif semakin membuat pria itu geram
" baiklah kau yang memintanya... sekarang terima pukulanku ini" teriak pria itu sembari melayangkan tinjunya keras radif, radif menahan pukulan pria besar itu dengan tangan kirinya membuat pria itu terkejut begitu juga dengan rekannya yang sebelumnya turun bersamanya
" cuma segini?" ucap radif membuat pria itu bertambah kesal
" itu bukan apa-apa kali ini aku akan meyerah dengan lebih serius" pria bertubuh besar itu marah dan mengerang radif lagi, tentu saja dengan mudah radif menghindari serangannya
" bugh!!!" radif melayangkan tinjunya kearah perut pria itu dan melanjutkan beberapa tinju lagi di wajahnya hingga pria besar itu tumbang
" brukkk!!" pria bertubuh besar itu jatuh tergeletak di jalan dengan darah di memenuhi wajahnya
" ah... dia cuma banyak bicara saja" ucap radif tak puas dengan lawannya yang hanya bermulut besar
Melihat kekalahan rekannya pria yang satunya langsung menyerang radif
"bugh!!!" M langsung memukul tengkuk pria itu dan ia pun jatuh pingsan di jalan
Melihat rekannya terkapar dua lainnya ikut turun dengan membawa belati dan pistol di tangannya tak terelakkan baku tembak pun terjadi antara M dan pria bersenjata api itu, serta radif bertarung secara fisik dengan pria dengan yang membawa belati, radif menghindari setiap serangan pria itu dan menangkap leher pria itu dan mematahkan lehernya.. semuanya selesai, M juhy berhasil melumpuhkan pria bersenjata api itu dengan menebaknya di tangan dan kaki
Seketika radif dan M menghampiri mobil yang kini hanya tinggal pak budi dan pak kasim saja, segera M mengeluarkan pak kasim, dan radif menikam pak budi di bagian kaki kirinya
" agar terlihat nyata lebih nyata" ucap radif sembari mengedipkan sebelah matanya memberi isyarat pada pak budi untuk bekerja sama
"sampai jumpa lagi" ucap radif dan pergi dari mobil yang membawa pak kasim.
Segera mereka membawa pak kasim yang tak sadarkan diri menuju mobil bagas, setelah bagas langsung tancap gas pergi dari sana.
Bersambung...
Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰 Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar 🤗
__ADS_1