Karamnya Harapan

Karamnya Harapan
Bagian 211 Bertahanlah


__ADS_3

" tunggu sebentar aku akan cari jalan keluar dari sini" ucap jimy pada fatan yang tak sadarkan diri, jimy ingin ke balkon namun jalan sudah tertutup oleh api


" sial bagaimana ini..." jimy melirik-lirik sekitar untuk menemukan tempat yanh lebih aman dari saat sekarang mereka berada


" kamar mandi... benar aku harus membawanya kesana, meskipun tetap terjebak setidaknya tempat itu lebih dingin daripada disini" ucapnya


" argh... ayo fatan" jimy membopong tubuh fatan menuju kamar mandi


" gerp!!" jimy meletakkan tubuh fatan di samping bak mandi


" aku harus menyalakan air agar kami bisa bertahan di sini" ucap jimy, ia segera menyalakan keran air dan membasuh wajah fatan berharap pria itu sadar


"api terlalu besar untuk dipadamkan dengan air ini" gumam jimy


" fatan bangunlah... hei kau mendengar ku.. bangunlah" jimy terus mengusap air ke wajah fatan sembari memanggil-manggilnya


" aku ingin dengar apa yang terjadi.. ku mohon bangunlah.. aku disini sekarang kau tak perlu takut apapun... fatan" jimy terus mengajak fatan berbicara sembari mengenggam tangannya dan mengusap kepalanya seperti seorang ibu yang menenangkan anaknya saat sedang sakit


" fatan... bangunlah... aku disini" ucap jimy yang saat ini sangat ingin menangis


" uhuk!!!" fatan batuk, sepertinya kesadarannya kembali


" fatan... fatan.. kau mendengar ku?" ucap jimy penuh harap setelah mendengar fatan batuk


Perlahan pria itu membuka matanya samar menemukan sosok yang tak ia kenali karena wajah jimy tertutup kain


" si..siapa?" tanya fatan lirik, pandanganya masih kabur


" ini aku... aku jimy" balas jimy


" benarkah?" balas fatan lirih


" iya.. ini aku.. aku disini sekarang" jawab jimy


" ah jimy ya.. kau datang untuk menjemput ku... aku ingin pergi bersama mu... aku sudah tidak tahan berada di dunia ini" fatan menangis dalam ucapannya yang masih terdengar lemah itu


" kita akan pergi dari sini.. aku akan membawamu bersama ku.. bertahanlah" balas jimy yang terus menggenggam erat tangan fatan


" terimakasih..." balas fatan tersenyum


" aku ingin tidur sebentar" lanjut fatan


" tidak... kau tidak boleh memejamkan mata... tetap buka mata mu" ucap jimy yang tak ingin fatan kehilangan kesadarannya lagi


" sebentar saja" balas fatan yang kini hampir memejamkan matanya lagi, jimy tak ingin fatan memejamkan matanya, entah mengapa jimy jadi takut fatan takkan membuka matanya lagi


" jika kau menutup matamu aku tidak akan membawamu" tegas jimy agar fatan tetap menjaga kesadarannya


" sebentar saja tidak boleh?" tanya fatan


" tidak!!!" balas jimy dengan tegas


" em" balas fatan yanh terus berusaha membuka matanya dan menjaga kesadarannya


" hari ini aku seharusnya menikah.. tapi aku pergi meninggalkan pengantin wanitanya" ucap fatan

__ADS_1


" kau tau jimy.. aku benar-benar mencintainya, sungguh sangat-sangat mencintainya, tapi dia mengkhianati ku, membohongi ku, aku sangat kecewa padanya" celoteh fatan meskipun masih terdengar lemah dengan air mata yang mengalir tanpa ia sadari


" lalu kenapa kau meninggalnya jika kau benar-benar mencintainya?" tanya jimy


" aku tidak tau.. dibandingkan cintaku rasa kecewaku lebih besar" balas fatan


" aku pikir dia benar-benar mencintai ku dan ingin bersama ku, tapi nyatanya itu semua kebohongan" lanjut fatan


" baiklah aku mengerti, berhentilah menangis sekarang" jimy menyeka air mata fatan dengan tangannya


" kau terasa nyata jimy... apa karena aku akan benar-benar mati ya?" ucap fatan


" kau tidak akan mati aku janji" balas jimy


" aku sudah tidak tahan aku ingin tidur" ucap fatan yang sudah tak tahan dan memejamkan matanya


" fatan.. fatan.. bangun" jimy kembali khawatir setelah fatan pingsan lagi


" riki... cepatlah" teriak jimy


" baik bos... kami usahakan... api sudah merambah ke mana-mana bos" teriak riki


" argh.. sial!!!!" jimy tampak cemas kini kamar mandi juga tak terasa dingin lagi


" ku mohon bertahanlah" jimy terus menggenggam tangan fatan dan tak berniat meninggalkannya


Api sudah semakin menyebar merambah ke tempat lain yang dekat dengan kamar tidur fatan, bagas juga telah tiba disana, ia segera menghubungi petugas pemadam kebakaran, tak lupa ia juga meminta dika untuk datang dan kini dika baru tiba disana


" bagaimana situasinya?" tanya dika yang baru tiba pada bagas


" dimana bos?" tanya dika


" masih terjebak di kamar tidurnya fatan" jawab bagas


" riki dan pak suri sedang ada disana mereka juga kesulitan untuk keluar dan juga masuk lebih dalam" jelas bagas


" sial.. ayo bantu keluarkan mereka sebelum petugas pemadam datang" ucap dika yang di setujui oleh bagas


" aku akan coba trobos juga.. kau cari jalan lain" ucap bagas memberikan arahan


" baik" balas dika.. bagas menerobos masuk juga menuju tempat riki dan suri


" tolong tunjukkan jalan menuju sisi belakang kamar fatan" ucap dika pada para pelayan yang berkerumun disana


" aku akan tunjukkan" balas tika


" kesebelah sini" tika memimpin jalan


" mungkin ada jalan dari balkonnya, agar mereka bisa turun" uvap dika


" sepertinya sulit.." balas tika sembari mereka terus berlari menuju bagian belakang bangunan


" tepat di bawah balkon kamar tuan muda adalah kolam renang" jelas tika masih setengah berlari


" coba kita lihat dulu" balas dika masih memikirkan kemungkinan untuk mengeluarkan jimy dan fatan melalui balkon

__ADS_1


" tidak bisa begini.. ruangan ini juga sudah terasa panas.. aku harus menemukan jalam keluar sekarang" ucap jimy


" tunggu sebentar disini ya" jimy melepaskan tangan fatan membasahi seluruh tubuhnya dan juga tubuh jimy, setelahnya ia melangkah keluar melihat sekeliling, api sudah menyebar ke seluruh ruangan pintu masuk tertutup oleh api


" berarti harus lewat balkon.. hanya itu jalan yang tersisa saat ini" gumam jimy melangkah menuju balko


" ugh!!! panas" ucap jimy


Jimy tiba di balkon dan melihat ke bawah, tepat di bawah sana adalah kolam renang yang cukup dalam


" tidak mungkin turun dengan tali.. satu-satunya pilihan menjatuhkan diri ke kolam renang" gumam jimy, beruntungnya jimy masih berada di balkon saat dika tiba di bawah


" bos... bos... saya di bawah sini" teriak dika sembari melambaikan tangannya


" itu suara dika" gumam jimy dan menoleh kebawah lagi mendapati dika dan tika disana


" bos baik-baik saja?" tanya dika


" saya baik-baik saja... disini sudah sangat panas, aku berpikir untuk keluar melalui balkon" balas jimy


" anda ingin terjun ke kolam renang?" tanya dika sepertinya ia mengerti maksud jimy setelah melihat kolam renang tepat di depannya


" aku akan melemparkannya kebawah, bisa langsung kau ambilkan?" tanya jimy yang berniat melempar fatan terlebih dahulu


" baik" teriak dika... dika langsung masuk ke kolam renang dan menunggu tubuh fatan di sana


Jimy kembali ke kamar mandi, untuk menjemput fatan, ia kembali membasahi tubuh fatan dan tubuhnya


" grep... ayo.." ucap jimy membopong tubuh fatan menuju balkon


" kau siap dika?" tanya jimy setelah tiba di balkon dengan fatan


" siap bos" jawab dika yang sudah bersiap-siap


" aku akan menjatuhkan mu dari sini... tolong bertahanlah" ucap jimy pada fatan yang sudah tak sadar itu


" oke akan ku jatuhkan sekarang..." teriak jimy


" setelah itu langsung bawa dia kerumah sakit, tak perlu menunggu ku" perintah jimy


" baik" balas dika mengerti


" grep!!!" jimy menjatuhkan tubuh fatan dari balkon kamarnya yang langsung jatuh ke dalam air


" byuuurrr!!!" tubuh fatan menyentuh air, dika langsung meraihnya sebelum tubuh itu menyentuh dasar kolam dan menariknya keluar


" bawa dia" teriak jimy


" ayo.. kita harus pergi" ucap dika pada tika... dika sudah menggendong fatan


" bagaimana dengan tuan jimy?" tanya tika sembari mengikuti dika yang melangkah dengan cepat


" dia akan baik-baik saja" jawab dika


Bersambung....

__ADS_1


Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰 Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar 🤗


__ADS_2