Karamnya Harapan

Karamnya Harapan
Bagian 28 Luka Lama Dan Cinta Yang Baru


__ADS_3

Dikamar fatan ia sedang duduk melamun di sofa sambil menatap kearah luar jendela....


sudah beberapa hari sejak aku datang mengunjungi ayah tapi hingga saat ini ayah belum mengatakan apapun tentang alasannya memintaku datang kemari... aku senang bisa menghabiskan waktu dengan ayah disini tapi aku tak senang dengan rumah ini juga wanita itu kedua hal ini membuatku mengingat kenangan buruk tentangnya itulah alasan aku memilih tinggal dirumahku sendiri jauh dari hiruk pikuk kota aku hanya ingin ada kedamaian dalam setiap hariku apa itu mustahil bagiku.. entah apa yang direncanakan lili sekarang setelah ia mencampakkan ku kemudian ia mendekati ayah dan berhasil menikah dengannya ingin rasanya ku katakan pada ayah bahwa wanita yang menjadi istrinya sekarang adalah wanita yang telah menghancurkan hidup putranya tapi saat melihat senyum ayah ku urungkan niatku sudah lama sejak aku melihat senyum ayah yang sebahagia itu aku sampai lupa kapan terakhir kali aku melihat senyum itu jika wanita itu tulus dengan ayah aku akan biarkan dia tapi jika dia punya rencana dibalik ini aku akan hancurkan dia.. jika memikirkan semua itu aku bisa menjadi gila jika jimy tak ada bersama ku mungkin aku sudah benar-benar gila sekarang.. jika kalian bertanya siapa jimy bagiku dia adalah segalanya dia bisa menjadi seperti ayah yang melindungi ku, dia bisa menjadi ibu yang mengurusku, dia bisa menjadi saudara yang selalu mendukung ku dia lebih dari sekedar teman bisa dikatakan duniaku berputar karenanya.... aku memang tak suka wanita muda apalagi saat mereka berusaha menggodaku itu hal umum yang kurasakan untuk setiap wanita muda yang berada di dekatku entah mengapa aku tak merasakan hal itu saat bersama dengan fina entah sejak kapan aku tak terganggu olehnya aku tak menyadarinya tapi jika dikatakan aku tertarik padanya sepertinya belum untuk saat ini aku masih belum merasakan apapun tentangnya aku tak tau kedepannya... aku hanya berharap ini bukan sebuah luka lagi seperti sebelumnya sudah cukup rasanya jika hal itu terulang lagi sepertinya aku takkan hidup lagi ku pertaruhkan segalanya untuk hubungan ini dan jika ini menoreh luka juga maka ini akan menjadi yang terakhir....


fatan terhanyut dalam lamunanya tanpa ia sadari lili ternyata berada dikamarnya.. sejak beberapa hari yang lalu fatan datang mengunjungi ayahnya lili selalu mencari kesempatan untuk menggoda fatan seperti saat ini ia datang ke kamar fatan dengan maksud untuk menggoda fatan... lili memeluk leher fatan dari belakang dan berbisik


" ingin aku temani sayang" bisik lili pada fatan yang membuat fatan tersadar dari lamunannya dan berusaha melepaskan diri dari lili


" sejak kapan kau disini" tanya fatan dengan nada kesal pada lili


" kau sangat serius hingga tak menyadari kedatanganku" jawab lili


" apa lagi yang kau inginkan dariku" tanya fatan yang masih kesal melihat lili


" ayolah sayang kenapa kau selalu marah saat melihat ku... bukankah dulu kau begitu mencintaiku" ucap lili dengan nada merayunya


" hentikan itu hubungan kita sudah berakhir" balas fatan yang masih kesal


" itu bagimu tapi tidak bagiku... bagiku hubungan kita tidak pernah berakhir bahkan jika sekarang kau mau aku denganmu aku akan meninggalkan ayahmu" ucap lili


" dasar wanita murahan... aku tak ingin berkata lebih kasar padamu jadi sekarang keluar dari kamarku" ucap fatan yang berusaha menahan amarahnya dan mengendalikan dirinya


" aku hanya ingin bersamamu" ucap lili


" itu takkan pernah terjadi" jawab fatan yang pergi meninggalkan kamarnya dengan kesal


" sial sekali kenapa tadi aku sempat berpikir bahwa wanita itu akan tulus dengan ayah.. wanita itu masih sama dia takkan pernah bisa tulus terhadap siapapun sekarang aku tau harus melakukan apa" gerutu fatan sambil berjalan menuju taman belakang rumah milik ayahnya fina yang melihat fatan seperti itu menjadi penasaran apa yang bisa membuat fatan tampak sangat kesal seperti itu


" kenapa dia... sepertinya sedang kesal... tapi hendak kemana dia membawa buku begitu" gumam fina saat melihat fatan

__ADS_1


" hufh..." fatan menghela nafas saat ia sudah duduk di bangku yang ada di taman belakang rumah ayahnya dengan tujuan mengembalikan perasaannya agar membaik kemudian ia membuka kembali buku yang ia bawa dan memulai membacanya lagi


" apa ku hampiri saja dia" gumam fina yang tampak ragu menghampiri fatan tapi akhirnya ia pun memutuskan untuk menghampiri fatan


" ehem" fina berdehem agar fatan melihat kearahya


" boleh saya temani" tanya fina saat fatan sudah berbalik dan melihat berdiri di dekat bangku tempat fatan duduk


" boleh saja jika kau tidak sibuk" jawab fatan


" tidak saya sedang tidak sibuk" balas fina dan langsung duduk di sebelah fatan mereka duduk berjauhan tentu saja karena fina merasa canggung sudah beberapa menit berlalu saat fina duduk disana menemani fatan tapi fatan tak mengeluarkan sepatah katapun ia hanya fokus membaca setidaknya itulah yang dipikirkan fina tetapi pada kenyataannya fatan juga berpikir demikian


" mengapa dia diam saja apa dia bosan karena aku tak mengajaknya bicara" pikir fatan


" emm... apa saya boleh tanya sesuatu" akhirnya terdengar suara fina yang memulai pembicaraan


" anda begitu menyukai buku ya" tanya fina


" pada awalnya tidak tapi sejak saya menemukan sebuah novel ceritanya membuat saya terkesan dan sejak saat itu saya menyukai novel dan sejenisnya" jawab fatan


" begitu.." ucap fina sambil menganggukkan kepalanya tanda ia mengerti


" bagaimana dengan mu apa kau menyukai buku" tanya fatan


" saya tak begitu menyukainya" jawab fina


" begitu ya" balas fatan


" apa ada sesuatu yang anda suka selain buku" tanya fina lagi memberanikan diri agar lebih tau tentang fatan

__ADS_1


" apa" tanya fatan yang sedikit terkejut mendengar pertanyaan fina bukan karena apa tapi karena fina tak pernah banyak bicara padanya


" maaf saya lancang saya tidak bermaksud apa-apa" ucap fina yang takut jika fatan marah


" dasar bodoh berani sekali bertanya macam-macam padahal kau jarang bicara padanya" pikir fina yang menyesali kebodohannya


" tidak apa-apa saya hanya sedikit terkejut saja... entahlah saya tak terlalu menyukai hal lain selain buku" jawab fatan yang membuat fina lega karena fatan tak marah padanya


" begitu ternyata" balas fina


"masih ada yang ingin kau tanyakan" tanya fatan


" tidak" jawab fina sambil menggelengkan kepalanya


" apa kau keberatan jika saya melanjutkan ini" ucap fatan sambil mengangkat buku ditangannya


" tentu tidak silahkan maaf telah menganggu waktu anda" jawab fina yang akan beranjak dari tempat ia duduk


" kau akan kemana" tanya fatan yang melihat fina hendak bangkit dari duduknya


" saya akan pergi agar tak mengganggu anda" jawab fina


" tetap duduk disana saya ingin ditemani" ucap fatan yang membuat fina tak jadi pergi dari sana


bersambung......


terimakasih untun yang sudah mampir🙏😁


salam manis untuk pembaca🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2