Karamnya Harapan

Karamnya Harapan
Bagian 210 Lagi


__ADS_3

Kepulan asap dari kamar fatan sudah memenuhi ruangan di sekitarnya juga, melihat hal itu pak satpam juga berlari meninggalkan posnya, riki yang sudah tiba lebih dulu dari oada jimy juga melihat kepulan asap yang berasal dari arah kamar fatan, segera ia berteriak memanggil pak satpam, beruntung pak satpam masih belum jauh dan masih mendengar panggilan riki


" pak.. pak... pak satpam buka pintunya ini saya riki" teriak riki, mendengar teriakan itu pak satpam menoleh kembali dan melihat riki disana segera ia kembali


" buka pintunya pak" ucap riki yang langsung di respon oleh pak satpam dengan membukakan pintu gerbangnya


" sedang apa nak riki disini.. apa ada yang tertinggal?" tanya pak satpam


" apa tuan muda kembali kerumah?" tanya riki


" iya beberapa saat yang lalu tuan muda kembali" balas pak satpam


" lalu apa yang sedang terjadi disana?" tanya riki menunjukkan kepulan asap dari dalam rumah


" bapak juga tidak tau.. ayo segera kesana" ucap pak satpam yang di setujui oleh riki dan keduanya berlari menuju rumah, tak lupa riki mengubungi bagas untuk mengabarkan apa yang terjadi


" halo.. tuan muda ada di rumah tapi sepertinya terjadi sesuatu yang tidak baik, kepulan asap keluar dari dalam kamar tuan muda" ucap riki melalui sambungan telepon


Bagas yang sedang berada bersama fina terkejut, segera iw mengubungi jimy


" ada apa?" tanya jimy begitu panggilan tersambung


" tuan muda ada dirumah... kepulan asap keluar dari kamarnya" bagas memberitahukan apa yang ia dapatkan dari riki


" sial!!" ucap jimy


" terimakasih..." balas jimy menutup panggilnya


" argh!!!" jimy semakin mempercepat laju kendaraannya, kini ia telah berhasil keluar dari jalan ramai


" kenapa mobil ini jadi seperti keong sih..." gerutu jimy yang padahal mobilnya telah melaju sangat cepat


Riki dan pak satpam tiba di depan kamar fatan, terlihat suri sedang berusaha mendobrak pintu


" apa yang terjadi?" tanya riki


" tuan muda ada didalam.. pintunya tidak bisa terbuka... uhuk..uhuk.." ucap bik rani terbatuk-batuk


" baiklah... saya dan pak suri akan mengurusnya, yang lainnya silahkan menunggu di luar saja disini berbahaya" ucap riki dengan yang disetujui oleh semuanya, mereka pergi dan menunggu di luar rumah


" ok pak suri dalam hitungan ketiga kita dobrak bersama-sama" instruksi riki yang di setujui oleh pak budi


" satu.. dua.. tiga.. dobrak!!" teriak riki memberikan aba-aba


" argh!!!" pintu ini bahkan tak bergeming " ucap riki

__ADS_1


" saya juga sudah berusaha mendobraknya sejak tadi tapi tidak bisa sepertinya ada sesuatu yang mengganjalnya dari dalam" ucap suri


" jadi kita benar-benar tidak di biarkan masuk ya" balas riki


" bagaimanapun itu kita harus masuk" lanjut riki yang di setujui oleh suri


" tuan muda ini saya riki.. tolong dengarkan saya dan buka pintunya.. kita akan selesaikan semuanya... tolong jangan begini tuan muda" teriak riki berharap fatan memberi respon


" benar tuan muda... tolong keluarlah... semua orang mengkhawatirkan anda" timpal suri sembari mereka berusaha membuka pintunya, meski begitu apapun yang kedua orang itu katakan fatan tak meresponnya sama sekali, entah apa yang terjadi di dalam sana, hawa panas semakin terasa dari dalam sana.. merah menyala api juga sudah terlihat dari kolong pintu


🌹


Fina masih menangis sesenggukan di kamar hotel, disana ada keluarga fina dan bagas yang mengawasi, bagas ingin berbicara dengan fina namun ia urungkan setelah melihat kondisi fina


" apa yang terjadi sayang?" tanya bu lastri yang terus memeluk putrinya tanpa tau apa-apa


" kenapa nak fatan tega sekali meninggalkan mu di hari pernikahan kalian" ucap buk lastri yang secara otomatis pasti menyalakan fatan karena tak tau apa yang terjadi


" dari pada menyimpulkannya seperti itu lebih baik anda bertanya pada putri anda dahulu apa yang telah ia lakukan pada fatan" celetuk bagas


" apa maksud mu?" tanya buk lastri mengeryitkan dahinya menatap tak suka pada bagas, dalam benaknya putrinya kini telah di permalukan oleh seorang pria di hari pernikahannya


" sebenarnya aku ingin berbicara denganmu fina.. tapi sepertinya kau tidak akan menjawab sekarang... lebih baik aku pergi" ucap bagas tak ingin meladeni bu lastri


" ah hampir lupa... untuk anda bu lastri... tolong tanyakan pada putri anda apa yang telah ia lakukan" ucap bagas yang akhirnya benar-benar pergi dari sana


Pak budi telah mengurus para tamu, jadi bagas memutuskan untuk menuju kediaman fatan saja, ia juga mengubungi dika melalui pesan teks, mengatakan jimy bergerak kerumah fatan, sementara dika masih mengikuti fatma yang kini mengubah arahnya ia tak jadi menuju tempat pesta, sepertinya ia telah mendapatkan notifikasi tentang apa yang terjadi dari lili, kini fatma memutuskan untuk menuju kediaman tuan hendra saja.


🌹


Jimy tiba di depan gerbang, melihat tak ada satpam disana ia membunyikan klakson berkali-kali hingga satpam tiba di gerbang


" buka pintunya" ucap jimy


" siapa anda?" tanya pak satpam yang tak mengenali jimy karena menggunakan penutup wajah, yang jimy gunakan sejak pergi dari rumahnya


" grep!!!" jimy membuka penutup wajahnya


" ini saya" ucap jimy membuat pak satpam sangat terkejut


" tu...tuan... jimy" pak satpam tergagap melihat sosok di depannya


" nanti saja kagetnya... cepat buka pintu" perintah jimy


" baik" balas pak satpam yang kemudian membukakan gerbang untuk jimy

__ADS_1


Jimy melajukan mobilnya memasuki pekarangan rumah fatan dan langsung menghentikannya di depan pintu masuk, semua yang berada diluar merasa heran siapa yang ada di mobil itu, jimy langsung turun dari mobil dan berlari masuk tanpa memperdulikan orang-orang sekitar, tentu saja mereka juga terkejut melihat sosok yang telah dinyatakan mati itu kini berada dihadapan mereka


" nak jimy?" ucap bik rani yang terkejut melihat sosok jimy


Jimy berlari dan melihat kepulan asap dari kamar fatan, dengan riki dan suri yang masih berusaha membuka pintunya


" dia masih didalam?" tanya riki begitu tiba disana, kedua orang itu sontak menoleh ke asal suara dan mendapati jimy disana dengan nafas terengah-engah


" tuan jimy?" suri terkejut


" bos?" begitu pula dengan riki


" iya ini saya... nanti saja terkejutnya... sekarang lakukan yang terpenting dulu" ucap jimy


" kami sudah coba membuka pintu... sepertinya ada sesuatu yang menahannya dari dalam" jelas riki terkait kondisi saat ini


" tuan muda tidak merespon apapun sejak tadi" lanjut suri


" baiklah ayo kita coba lagi" ucap jimy


" satu... dua... tiga... dobrak" riki memberikan instruksi, entah karena sudah lama riki dan suri berusaha membuka pintu, kini sedikit demi sedikit pintu mulai bergerak


" lagi... satu... dua.. tiga.. dobrak" instruksi riki lagi, pintu terbuka meskipun tak sepenuhnya, kini seseorang sudah bisa masuk


" aku akan masuk duluan" ucap jimy yang di setujui keduanya


Jimy masuk menutup wajahnya kembali dengan kain karena asap terlalu banyak dan api yang menyala di segala sudut ruangan, jimy mengedarkannya pandanganya mencari sosok fatan, kamar itu sudah hampir terbakar sepenuhnya


" fatan.... fatan... fatan" jimy berteriak memanggil fatan, sembari terus masuk lebih dalam menerjang kobaran api yang semakin memanas, ia menemukan tubuh fatan tergeletak di disana, pria itu sudah tak sadarkan diri, pakaiannya sudah hampir terlalap api


" fatan!!!" teriak jimy yang langsung berlari menuju tubuh fatan


" hei bagun...bangunlah" jimy menepuk wajah fatan untuk membangunkannya, api semakin menyebar pintu masuk sudah di penuhi api tak ada jalan lain untuk keluar dari sini, bahkan riki dan suri saja tak bisa masuk


" bos.. bos.." teriak riki dari luar


" aku menemukannya... kami baik-baik saja... segera padamkan apinya" teriak jimy


" baik bos" balas riki


" uhg... panas sekali disini... tunggu sebentar ya.. kita akan keluar dari sini aku janji" ucap jimy yang berusaha mencari jalan keluar lain, ia ingin mendekati balkon tapi api sudah menutup jalan kesana juga


Bersambung....


Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰 Jangan lupa tinggalkan jejak kakak sekalian di kolom komentar 🤗

__ADS_1


__ADS_2